Articles by "polisi"
Showing posts with label polisi. Show all posts
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Polres Pekalongan – Kepala Kepolisian Resor Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si pagi tadi secara mendadak melakukan pengecekan perlengkapan perorangan usai apel pagi di halaman Mapolres Pekalongan, Senin (14/10/2019).

 “Hari ini seluruh personel Polres maupun Polsek kita apelkan. Kita melakukan pengecekan perlengkapan satu persatu mulai dari tongkat polri, borgol polri hingga lampu senter,” kata  Kapolres Pekalongan.

Tongkat dan borgol merupakan atribut wajib saat mengenakan pakaian dinas. Tongkat bukanlah hanya hiasan di tubuh polisi. Keduanya memiliki fungsi pertahanan maupun saat menyerang, bahkan harus melekat di tubuh anggota saat berdinas.

Saat ini tongkat dan borgol wajib dibawa polisi berseragam. Namun tidak hanya sebagai pajangan, melainkan harus difungsikan sebagaimana mestinya.

"Tongkat dan borgol itu menunjang kinerja kepolisian, bukan sebagai pajangan. Ini sebagai upaya untuk profesionalisme polisi," kata Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si . (Yuli-Er$hi)

Editor : Humas Polres Pekalongan
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Polres Pekalongan - Belum genap  1 bulan menjabat sebagai Kapolres Pekalongan, AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si telah membuktikan kinerjanya. Banyak kasus-kasus besar diungkap dengan gaya humanis tapi sangat tegas.

Kehadiran AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si  benar-benar membuat masyarakat sangat diayomi dan dilayani dengan sangat baik.  

Seperti saat ada aksi ratusan warga dari Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (11/10/2019) saat menggelar unjuk rasa di kantor Bupati Pekalongan terkait dengan pembuangan limbah jeans wash ke sungai.

Disitu Kapolres Pekalongan langsung turun ke lapangan menemui ratusan warga  yang sedang menyampaikan aspirasinya di Kantor Bupati Pekalongan. Saat menemui ratusan warga itulah Kapolres Pekalongan disambut meriah oleh para warga Pegaden Tengah Wonopringgo yang sedang menyampaikan orasi. 

Banyak dari peserta aksi yang menyambut AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si   dengan mengajak berjabat tangan, tak hayal ada pula yang mengajak berfoto bersama.

Tak sampai disitu saja, saat para warga berorasi menyampaikan aspirasinya, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si   bersama Polwan membagikan puluhan air mineral kepada peserta aksi. Tak heran, dimana pun ia berkunjung, Ia selalu dielu-elukan masyarakat kecil. (Yuli-Er$hi)

Editor : Humas Polres Pekalongan
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Polres Pekalongan - Dalam rangka meningkatkan Layanan Kepolisian (DILAN) Digital Melayani, Kepolisian Polda Daerah Jawa Tengah membuat terobosan berbasis Teknologi Informasi dengan nama JOGO WARGO JOGO NEGORO – NEW SMILE POLICE.

Aplikasi JOGO WARGO JOGO NEGORO – NEW SMILE POLICE ini mengintegrasikan seluruh Layanan yang dimiliki Polda Jawa Tengah dan Polres Jajaran. Aplikasi JOGO WARGO JOGO NEGORO – NEW SMILE POLICE juga terintegrasi dengan Instansi terkait (Pemprov, DPRD, DAMKAR, BNN, BNPT)

Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si menyampaikan dalam aplikasi JOGO WARGO JOGO NEGORO – NEW SMILE POLICE masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan berbagai layanan dari Kepolisian.

“Melalui menu LAYANAN KEPOLISIAN, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi terkait kegiatan Kepolisian, diantaranya layanan e-SPKT, layanan Reserse Kriminal, layanan penyalahgunaan narkoba termasuk layanan informasi berita,” jelas Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si

AKBP Aris menambahkan, dalam Menu PENGADUAN, Masyarakat dapat dengan cepat melaporkan kejadian yang dilihat, dialami dan didengar, baik masalah yang berhubungan dengan kamtibmas maupun pengaduan yang berkaitan dengan pelayanan Kepolisian maupun pengaduan instansi lain yang terkait.

“Masih ada menu lain yang sangat menarik, bermanfaat dan membantu masyarakat dalam aplikasi JOGO WARGO JOGO NEGORO – NEW SMILE POLICE ini. Penasaran? Silahkan download di Playstore dengan nama aplikasi Jogo Wargo,” ajak Kapolres.

Kapolres Pekalongan berharap dengan adanya aplikasi terintegrasi berbaris tehnologi informasi ini masyarakat dapat dengan mudah mengakses dan mengetahui Layanan serta informasi kepolisian kecepatan petugas kepolisian dalam memberikan layanan kepolisian kepada masyarakat.

“Aplikasi ini rencananya akan di launching pada hari Minggu, tanggal 13 Oktober 2019 di Lapangan Pancasila Simpang Lima Kota Semarang, dengan tamu Didi Kempot,” ajak Kapolres Pekalongan.

Kepolisian dalam hal ini Polres Pekalongan selalu ingin  meningkatkan pelayanan kepada masyarakat salah satunya dengan aplikasi Layanan Publik Berbasis Tehnologi Informasi, yang Mudah, Aman, Cepat dan Nyaman (TB.Jtg/Y.Er$hi).

Editor : Humas Polres Pekalongan
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Polres Pekalongan  - Naas menimpa dua pelajar SMP, Rifki Nurusani (15)  dan Adi Hermawan (15) asal Kecamatan Bodeh Kecamatan Pemalang. Pasalnya, kedua bocah tewas seketika usai sepeda motor yang dikendarai menabrak Doplak saat hendak menyalip kendaraan tak dikenal di Jalan Raya Desa Sidomulyo, Kesesi, Senin (7/10). 

Kecelakaan naas terjadi sekira pukul 12.30 Wib tepatnya di Jalan Raya Kesesi - Bodeh. Bermula ketika Adi Hermawan (15) pelajar asal Jatiroyom Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang mengendarai sepeda motor Honda Supra G-2359-BI bberboncengan dengan Rifki Nurusani (15) Desa Cangak Kecanatan Bodeh Kabupaten Pemalang dari arah utara ke selatan. 

Kemudian saat korban melaju dengan kecepatan 60 km/jam di jalan raya Desa Sidomulyo Kecamtan Kesesi,  korban berusaha mendahului kendaraan tak dikenal di depannya. Saat berusaha mendahului,  ternyata sepeda motor tiba tiba oleng hilang kendali hingga melawan arus ke sebelah kanan jalan dan tergelincir. 

Namun naas saat bersamaan dari arah berlawanan melaju mobil L300 R 1904 TM dikemudikan Soyo Suprayogi (24) alamat Kasinoman Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara. Karena sangkin kecangnya tabrakan tak terhindarkan hingga keduanya terpental. 

Saat kejadian warga yang mendengar suara benturan keras berasal dari sepeda motor dan mobil doplak, pada keluar dan berusaha menuju ke sumber suara. Adapun keduanya terlihat terkapar yang masih mengenakan seragam sekolah. 

Karena mengalami luka cukup serius di bagian kepala keduanya akhirnya meninggal dunia dan jenazah oleh warga sekitar ditutup dengan menggunakan sarung. 

Sementara anggota Polsek Kesesi yang mendapat laporan langsung menuju lokasi dan langsung mengevakuasi korban untuk dibawa ke RSUD Kajen. Selang beberapa menit kemudian anggota Laka Lantas Polres Pekalongan yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi. 

Kasubbag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom, S.Sos.I mengatakan, bahwa benar telah terjadi kecelakaan yang melibatkan mobil L300 dengan sepeda motor yang dikendarai dua pelajar SMP. 

"Saat ini kecelakaan masih ditangani oleh anggota Lakalantas,  dan untuk kedua kendaraan yang terlibat diamankan di Mapolres Pekalongan, " katanya. (Yuli-Er$hi)

Editor : Humas Polres Pekalongan
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya

Polres Pekalongan - Berempat di halaman parkir Kampus 2 IAIN Kab. Pekalongan telah berlangsung kegiatan Upacara pembukaan Lomba Baris - berbaris dan Defile tingkat SMA/SMK/MA se-Jawa Tengah tahun 2019 Resimen Mahasiswa Batalyon 955 Kusuma Bangsa IAIN Pekalongan, Senin (7/10/2019)

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko,  di beri kesempatan memberikan sambutan kepada seluruh peserta dan tamu yang hadir.

 “Lomba baris-berbaris ini tentu saja tidak hanya sekedar ajang untuk memajukan prestasi namun lebih dari itu lomba ini bertujuan untuk menamkan displin, kekompakan, keindahan dalam tim serta menanamkan nilai-nilai semangat bela negara bagi sebagai generasi muda dan pelajar, guna menanamkan dan menumbuh kembangkan rasa kedisiplinan dan sikap bela negara sebagai generasi penerus dan pewaris bangsa,” kata Kapolres Pekalongan dalam sambutannya.

Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, juga mengajak segenap komponen bangsa dan para pelajar di wilayah Kabupaten Pekalongan untuk  menunjukan prestasi belajar dalam mewujudkan cita-cita dan meraih masa depan dengan memantapkan rasa solidaritas sosial dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

AKBP Aris Tri Yunarko,   berharap melalui kegiatan ini akan tercipta generasi muda yang bangga sebagai warga negara Indonesia, bermental tangguh, mandiri, peduli, memegang teguh nilai dan norma masyarakat, sekaligus akan memiliki kesadaran untuk membela negaranya.

“Untuk itu saya senantiasa menyambut baik dengan adanya kegiatan lomba ini dengan harapan kegiatan semacam ini dapat menanamkan semangat dan kecintaan generasi muda terhadap rasa patriotisme dan nasionalisma dikalangan para pemuda dan pelajar dilingkungan pendidikan pada umumnya,” pungkas kapolres Pekalongan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Rektor IAIN Pekalongan bapak Dr. H. Ade Dedi Rohyana, , Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, Bupati Pekalongan diwakili Kakesbangpolinmas Kab. Pekalongan,  Wakil rektor II IAIN Pekalongan, Pembina Menwa, Komandan Menwa Mahadipa, Dewan juri dari Kodim 0710 Pekalongan dan Polres Pekalongan, serta Peserta lomba sejumlah 18 peserta dari SMA/SMK/MA se-Jawa Tengah tahun 2019.

Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Polres Pekalongan – Sungguh nekat apa yang dilakukan dua orang warga Desa Podo Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan yakni Imron Alias Ipong, 34 tahun dan Hermat Alias Cimot, 32 tahun. Bagaimana tidak, mereka secara terang-terangan menjual togel yakn judi togel hongkong secara terang-terangan di sebuah gardu yang berada di Dukuh Podo Desa Podo Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.

Keduanya ditangkap dan diamankan anggota Sat Reskrim Polres Pekalongan hari Sabtu (28/9/2019), atas dasar informasi dari masyarakat yang merasa resah dengan aksi kedua Tersangka tersebut.

Sebelum penangkapan kedua Tersangka, anggota Sat Reskrim Polres Pekalongan melakukan penyelidikan terhadap informasi  dari masyarakat untuk memastikan kebenarannya. Dan dari hasil penyelidikan dilapangan benar adanya informasi tersebut.

Tak mau menunggu lama lagi, kedua Tersangka ditangkap saat sedang menunggu para penombok (pembeli) , saat itu juga keduanya berikut barang bukti berupa Uang tunai sejumlah Rp. 1.849.000,- (satu juta delapan ratus empat puluh Sembilan ribu rupiah), 1 (satu) buah Hand Phone merk Advan, 1 (satu) buah Hand Phone merk Samsung Duos, 1 (satu) buah kartu ATM BCA dan 1 (satu( buah buku tulis yang berisi rekapan atau catatan setoran uang dan nomer penombok dari para pengecer, dibawa ke Polres Pekalongan guna dilakukan pemeriksaan lebih Lanjut.

Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si melalui Kasubbag Humas Polres Pekalongan mengatakan, kedua Tersangka tergolong nekat dalam melakukan aksinya. Bagaimana tidak, secara terang-terangan keduanya menjual judi togel di sebuah Gardu, yang tentunya membuat resah masyarakat sekitar.

Dan untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya, keduanya dijerat dengan pasal 303 KUHP yang ancaman hukumannya bisa mencapai 10 tahun hukuman penjara, ucap Kasubbag Humas Iptu Akrom. (Rus/Yuli)

Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Polres Pekalongan – Kepolisian Resor Pekalongan melalui Sat Res Narkoba berhasil mengamankan seorang pemuda yang bekerja sebagai buruh konveksi yakni Norden Alias Datuk, 24 tahun warga desa Podo Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan yang kedapatan menjadi pengedar Narkoba jenis Hexymer, Kamis (20/9/2019) pukul 20.15 Wib

Penangkapan Tersangka sendiri atas dasar pengembangan kasus sebelumnya. Saat itu pada hari yang sama sekitar pukul 20.00 Wib, Anggota Sat Res Narkoba berhasil mengamankan seorang Perempuan berinisial VA, 19 tahun yang kedapatan membawa 10 paket obat Hexymer yang masing-masing paket berisi 3 butir.

Dari situlah petugas meminta keterangan kepada VA. Dari keterangan VA diperoleh informasi bahwa ia telah membeli 11 paket Obat Hexymer dan sebanyak 1 paket sudah ia konsumsi sendiri.

Dari VA  petugas juga menggali lebih dalam informasi terkait asal-usul Obat tersebut. Dan dari pengakuan VA diperoleh keterangan bahwa pil Hexymer yang ia miliki didapat dari Tersangka Norden Alias Datuk.

Tak mau kehilangan buruannya, petugas langsung memburu Tersangka yang saat itu berada di tepi jalan Raya Balai Desa Podo Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Saat diamankan, petugas menemukan 15 paket Obat Hexymer yang dibawa  Tersangka Norden Alias Datuk.

Setelah di intrograsi, Tersangka memberikan keterangan kepada petugas bahwa ia masih menyimpan Obat Hexymer dirumahnya. Dan saat itu juga petugas melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti Obat Hexymer lainnya didapur rumahnya, seketika itu Tersangka berikut barang bukti diamankan ke Polres Pekalongan.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan,  melalui Kasubbag Humas Iptu Akrom,  mengatakan, saat ini Tersangka berikut barang bukti sudah berada di Polres Pekalongan guna penyidikan lebih lanjut.

“Apabila terbukti atas apa yang disangkakan, Tersangka dapat dijerat Primer Pasal 197 subsider pasal 196 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan yang ancaman hukumannya paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah), “ ucap Kasubbag Humas Iptu Akrom. 
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Polres Pekalongan – Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si  memimpin apel pagi sekaligus  memberikan penghargaan kepada  anggotanya yang berprestasi. Apel tersebut berlangsung di halaman Mapolres Pekalongan , Kamis (19/09/2019) sekitar pukul 08.00 Wib.

Apel pagi ini juga dihadiri oleh Wakapolres Pekalongan, pejabat utama, Kapolsek jajaran dan seluruh personil satuan kerja Polres Pekalongan.

Adapun kelima personil yang berhasil mendapatkan penghargaan  diantaranya Aiptu Tamerin, S.H Kasi Tipol dengan jenis penghargaan karena dedikasi,  loyalitas  dan kinerjanya dalam melaksanakan tugas pembangunan Tower di linggo Asri. Brigadir Yogi Wiratanika anggota Subbag Humas Bag Ops dengan jenis penghargaan dibidang kehumasan, Bripka Anton Purnomo, S.H dan Agus Susianto anggota Sat Reskrim dengan jenis penghargaan berhasil menangkap pelaku pengedar uang palsu, dan terakhir Bripka Rachmat Prasetyo, S.H dengan jenis penghargaan dibidang pelayanan SKCK. 

Dalam sambutannya, Kapolres Pekalongan menuturkan bahwa pemberian penghargaan ini telah melalui Sidang Dewan Penghargaan tingkat Polres Pekalongan dengan mempertimbangkan prinsip legalitas, objektifitas, keterbukaan, keteladanan dan profesionalitas sebagai bentuk pengakuan Polri atas jasa dan prestasi dalam melaksanakan tugas, mengembangkan serta memajukan organisasi Polri.

“Selamat dan sukses kepada personil terbaik yang dapat penghargaan, atas kerja keras dan Dedikasinya dalam melaksanakan tugas kepolisian,”terang AKBP Wawan.

Ditemui ditempat terpisah, Kabag Ops Kompol GN Simatupang menegaskan peran Humas Polri sangat strategis dan vital. Melalui Humas Polri, informasi tentang kebijakan pelaksanaan tugas dan kinerja Polri bisa tersampaikan kepada masyarakat , sehingga dapat tercipta citra dan opini publik yang positip terhadap Polri. Untuk itulah wajar apabila salah satu personil Humas Polres Pekalongan bisa mendapatkan penghargaan dari Kapolres, terangnya.
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Polres Pekalongan – Meski Operasi Patuh Candi adalah operasi kewilayahan yang diselenggarakan oleh Polri, Polres Pekalongan tetap melibatkan personel dari unsur TNI yakni  Polisi Militer (POM) TNI dan Propam. Hal tersebut dilakukan guna menindak apabila ada anggota TNI maupun Polri yang diketahui melanggar lalu lintas.  

Operasi Patuh Candi ini  merupakan rangkaian dari upaya kepolisian untuk menindak pelanggar lalu lintas terutama yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Untuk itulah semua pelanggaran lalu lintas akan ditindak tanpa perkecualian.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan,  melalui Kasubbag Humas Iptu Akrom, mengatakan pihaknya telah memiliki langkah-langkah agar anggota Polri tidak melakukan pelanggaran, yakni dengan melakukan pemeriksaan kelengkapan surat baik surat perorangan maupun surat-surat kendaraan.

"Kita sudah menertertibkan di lingkungan kita sebelum melakukan operasi lalu lintas di luar,  ini merupakan langkah awal untuk menegakkan aturan di internal kita sendiri, sehingga personil Polri diharapkan bisa memberikan contoh yang baik pada masyarakat,” ucapnya.

Dalam pelaksanaan tugasnya, personil dari POM TNI dan Propam juga akan menjaring pengendara yang memasang logo instansi pemerintah di kendaraannya, seperti logo di plat nomor polisi, logo instasi atau lembaga negara.

Seperti diketahui, operasi Patuh akan dilaksanakan selama 14 hari, dimulai sejak 29 Agustus  hingga 11 September 2019. Kasubbag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom  mengatakan, tujuan dilakukan operasi ini dalam rangka menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.

“Kami berharap masyarakat membantu jalannya Operasi Patuh ini agar disiplin berlalu lintas dan mematuhi rambu-rambu di jalan, sehingga nantinya bisa tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” pungkas Iptu Akrom . (Rus)