March 2019
Pekalongan-Menjelang diselenggarakannya pemilu legislatif dan pilpres tahun 2019 yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April mendatang, Komandan Kodim 0710/pekalongan
Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto memberikan sosialisasi tentang netralitas prajurit, bertempat di Aula Makodim 0710/Pekalongan,Selasa(19/3/2019).

Dalam penyampaianya, Dandim Arfan Johan Wihananto menyampaikan, melalui pembinaan netralitas TNI dalam pileg dan pilpres kita wujudkan profesionalisme TNI dengan bersikap netral dalam penyelenggaraan pemilu, baik pileg maupun pilpres dan senantiasa mendukung suksesnya penyelenggaraan pemilu yang luber dan jurdil di seluruh wilayah NKRI.

“ Saya sampaikan, bahwa kita sebagai prajurit TNI adalah netral dalam pileg maupun pilpres 2019 mendatang, dan saya tegaskan, bagi prajurit yang melanggar ketentuan tersebut maka sanksinya akan berat,”tegas Dandim.

Selain memberikan pengarahan dalam Jam Komandan tersebut, Dandim juga memberi penekanan kepada seluruh prajuritnya yang antara lain, Terkait dengan situasi pemilu legislatif dan pilpres agar segera dinetralisir apabila terdapat kerawanan  pada saat pemilu, Yakinkan sikap netral yang benar-benar netral pada diri setiap prajurit.

Lanjut Dandim Arfan, jangan membuat situasi yang tidak diinginkan, karena rawan dipolitisir oleh pihak yang tidak suka dengan TNI, Agar tetap mengendalikan diri dari pihak-pihak yang mendiskreditkan TNI  sehingga tetap terjaga situasi yang aman dan kondusif serta pedomani buku netralitas TNI agar kita paham dengan situasi pemilu.

"Mari sama-sama kita sukseskan penyelenggaraan pemilu legislatif dan pilpres pada tanggal 17 april 2019 di wilayah kodim 0710/ pekalongan yang jujur adil ,damai dan aman, tanpa ternodai dengan tindakan kita sebagai prajurit yang tidak netral". Pungkas Dandim
Pekalongan –  Babinsa Koramil 08/Bojong Kodim 0710/Pekalongan bersama warga masyarakat bergotong-royong melaksanakan pemugaran dan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada kesempatan kali ini pemugaran di rumah warga tidak mampu milik Bapak Wahyudi Selamet (49 Th) yang kesehariannya sebagai buruh tani, yang merupakan warga Desa Bojong Wetan RT 08/RW 04 Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.senin (18/3)

Bukan hanya pak Wahyudi Selamet yang rumahnya mendapat program rehab RTLH, akan tetapi masih ada 4 warga lain yang mendapat program tersebut yang masih dalam satu Desa, sebagai warga yang kurang berkemampuan tersebut mendapat program rehab RTLH dengan menggunakan sumber dari Dana Desa (DD) yang masing masing mendapat bantuan sebesar Rp 10 juta per rumahnya. Dengan bantuan dana yang minim tersebut, hanya cukup untuk membeli materialnya saja. 

Dengan adanya dana yang di berikan hanya dapat untuk membeli material saja, maka Danramil 08/Bojong Kapten Inf Nur Khan berinisiatif untuk mengerahkan anggotanya guna mempelopori kerja bakti gotong royong bersama warga masyarakat dan perangkat Desa serta ketua Rukun Tetangga (RT) setempat agar pemugaran rumah bapak Wahyudi Selamet dan yang lainnya dapat direalisasikan.

Dan semoga dengan adanya program seperti ini nantinya akan tetap bisa selalu menghidupkan kembali nilai nilai kegotong royongan di masyarakat serta bisa meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap sesama dan bisa menjadi solusi dalam mengatasi kesulitan rakyat di sekeliling kita," tandas Danramil Nur Khan.

Perasaan senang dan bahagia nampak di raut pak Wahyudi karena tak lama lagi keluarganya akan memiliki rumah yang layak huni,rasa syukur pun terus terucap dalam setiap pembicaraannya sewaktu memulai rumahnya di pugar. Dan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada anggota Koramil 08/Bojong dan warga sekitar yang telah merelakan waktu dan tenaganya untuk bisa ikut serta dalam merehab rumah saya,"ungkap Wahyudi.
Pekalongan -  Cegah gagal panen, Babinsa Koramil 08 Bojong mendampingi para petani menyemprot hama wereng yang menyerang tanaman padi secara massal di lahan sawah seluas 20 hektar di Desa Duwet Kec. Bojong. Jumat (15/3).

Babinsa 08 Bojong Sertu Tofik mengatakan, penyemprotan secara massal ini dilakukan guna mencegah berkembangnya hama wereng yang menyerang areal persawahan desa Duwet kecamatan Bojong. Dan tanaman padi yang di semprot rata-rata sudah berumur 50 hari sampai 60 hari setelah tanam(HST), sedangkan jenis insektisida yang digunakan adalah DiPHO 290 SL.

"Penyemprotan kali ini dilakukan pada waktu pagi hari dengan tujuan menghindari cuaca hujan agar hasil lebih maksimal, kemudian jika hama wereng yang menyerang padi tersebut tidak cepat diatasi maka petani bisa gagal panen."Tambahnya

Pihaknya berharap dengan adanya pendampingan ini, warga masyarakat akan lebih giat dalam menjalankan bertani serta dapat membawa manfaat ke arah yang lebih baik terutama dalam mendukung program pemerintah yaitu swasembada pangan.
Pekalongan-Dalam Rangka untuk mengenal lebih dekat tentang kehidupan dan kegiatan para prajurit TNI-AD,para guru TK ABA Bendan Kota Pekalongan mengajak anak didiknya berkunjung di Kodim 0710/Pekalongan. Jumat (15/3/19).

Kunjungan ini dimaksudkan untuk lebih mengenalkan para anak didiknya tentang kehidupan dan kegiatan prajurit TNI-AD serta membekali mereka dengan wawasan kebangsaan sehingga lebih mengenal Tentara sebagai penegak kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

“Kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada para anak didik kami tentang kehidupan dan kegiatan prajurit TNI-AD, serta agar para anak didik kami mendapatkan pembekalan oleh Bapak-bapak TNI tentang wawasan kebangsaan dalam hal ini Tentara adalah penegak dan penjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia." Ungkap Larda Ningsih Kepala Sekolah TK ABA Bendan.

Sementara itu Pasi Pers Kodim 0710/Pekalongan Kapten Sapari Dairiyanto mewakili Komandan Kodim Letkol Inf Arfan Johan Wihananto mengaku sangat mendukung dan mengapresiasi atas kehadiran anak-anak TK tersebut, pihaknya selain mengenalkan tentang kehidupan prajurit TNI-AD dan wawasan kebangsaan juga mengenalkan lambang-lambang negara atau simbol negara dan mengajak anak-anak TK untuk berkeliling kantor Makodim.

"Kami perkenalkan anak-anak TK tentang lambang dan simbol-simbol negara sejak dini agar timbul rasa cinta kepada negara dan tanah air Indonesia, selain itu kita bekali dengan wawasan kebangsaan agar menambah pengetahuan tentang bangsa dan cinta tanah air". Pungkasnya.
Pekalongan - Pertemuan rutin bulanan oleh anggota Persit Kartika Candra Kirana Cabang XX Pekalongan korem 071 PD IV /Diponegoro kali ini di laksanakan di aula Makodim 0710/Pekalongan.rabu (13/3)

Dalam kesempatan ini Dandim Letkol Infantri Arfan Johan Wihananto selaku Pembina Persit KCK Cab XX Pekalongan menyampaikan agar kegiatan pertemuan anggota ini bisa di jadikan sebagai sarana silaturahmi yang baik buat sesama anggota dan menjadi bagian keluarga besar Kodim 0710 Pekalongan.

Dengan kondisi yang ada suaminya sebagai anggota satuan teritorial, Dandim meminta Persit unutuk selalu mendukung serta menjaga keharmonisan keluarga.

Dandim juga meminta anggotanya menata hidup bersama keluarga sampai purna tugas dengan harapan suami purna tugas dengan baik dan tanpa cacat selama pengabdian dalam berdinas.

Letkol infantri Arfan Johan menitipkan Tiga hal yang perlu diperhatikan guna menjaga hidup sehat prajurit dan keluarganya antara  pola makan, pola istirahat, dan  pola olahraga.

Acara pertemuan rutin Persit Kartika Candra Kirana Cabang XX Pekalongan di akhiri dengan sesi tanya jawab oleh Dandim kepada anggota Persit yang hadir dalam pertemuan rutin bulanan tersebut.
 Pekalongan-Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (Babinsa), Kodim 0710/pekalongan menggelar Latihan Teknis Teritorial (Latnister) tahun 2019. Latihan melibatkan para Babinsa di wilayah Kodim 0710/pekalongan dengan jumlah 150 anggota ini digelar di aula makodim setempat , selasa (12/03/2019).

Dikatakan, Dandim 0710/ Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto saat membuka kegiatan Latihan tersebut, kegiatan ini sesuai rencana akan digelar selama lima hari mulai tanggal 12 s,d 16 maret mendatang dengan tahapan kegiatan mulai dari pelajaran teori hingga praktek di lapangan.

“ Secara resmi kegiatan ini saya buka, yang sesuai rencana kegiatan ini akan berjalan selama 5 hari kedepan, saya minta untuk para anggota agar betul-betul mengikuti dengan penuh rasa tanggung jawab, sehingga selesai kegiatan ini ada peningkatan kemampuan dan wawasan yang akan menunjang tugas pokok dilapangan,”terang Dandim

Sementara koordinator pelatih Kapten Inf. Nurkhan menjelaskan, bahwa Latihan Teknis Teritorial yang di laksanakan ini merupakan program kerja yang telah dijadwalkan komando atas dengan tujuan untuk memelihara dan meningkatkan teknik teritorial yang tentunya sesuai dengan lima kemampuan teritorial.

“Nantinya, usai latihan ini diharapkan akan menghasilkan pembinaan teritorial (Binter) sesuai rencana dan dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan dan diharapkan oleh komando atas,”jelasnya.

Kapten nurkhan juga menyampaikan tentang harapan dilaksanakannya Latnister ini dengan diadakannya Latihan Teknis teritorial  bisa lebih memantapkan dan meningkatkan kualitas Babinsa agar mampu dan profesional dalam melaksanakan tugas di lapangan saat dihadapkan pada tantangan tugas kedepan, adapun materi yang diberikan meliputi lima kemampuan teritorial, yakni temu cepat dan lapor, manajemen teritorial, penguasaan wilayah, perlawanan rakyat dan komunikasi sosial.

 "Selain lima kemampuan teritorial diberikan juga lima sikap teritorial. Nantinya prajurit harus bisa melakukan deteksi dini terhadap sesuatu yang akan timbul serta yang berpotensi mengganggu keamanan". Pungkasnya.
Hari pertama apel Dansat Kodam IV/Dipoengoro yang di gelar di Aula G. Handakaria Yonif Raider 400/BR Srondol, Semarang, Senin (11/3), Kepala BNNP Jawa Tengah Drs. Muhammad Nur, SH., M.Hum. sengaja dihadirkan untuk memberikan pembekalan tentang bahaya Narkoba kepada peserta apel Dansat.

Apel Dansat yang mengambil tema “Melalui Apel Dansat Kodam IV/Diponegoro 2019, Kita Wujudkan Kesiapan Satuan dan Profesionalisme Prajurit Dalam Rangka Mendukung Keberhasilan Tugas Pokok TNI AD”, diikuti oleh Irdam, Danrem, para Asisten, Staf Ahli, Pa Liaison, Kabalak dan Komandan Satuan serta para perwira jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Dalam penyampainnya, Kepala BNNP Jateng mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar tingkat ASEAN untuk kebutuhan Amphetamine type stimulants (ATS) khususnya jenis sabu, dan tidak ada satu wilayah di Indonesia yang terbebas dari peredaran Narkoba. Bahkan peredarannya sudah menyasar hingga ke tingkat Sekolah Dasar (SD).

Pada kesempatan tersebut, dirinya mengajak kepada para Dansat untuk bersama-sama mengkapanyekan tetang bahaya Narkoba secara terus menerus kepada anggota dan keluarganya maupun masyarakat di sekitar satuan.

Sementara itu Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Arh Zaenudin, S.H., M.Hum. yang juga turut serta dalam kegiata tersebut, disela-sela kegiatan menuturkan, bahwa pemberian materi pencegahan bahaya Narkoba ini merupakan salah satu komitmen Kodam IV/Diponegoro dalam memerangi Narkoba. Hal ini memiliki arti yang sangat penting karena Narkoba memiliki dampak yang luar biasa bagi kelangsungan hidup manusia, bangsa dan negara. Dampak Narkoba dapat merusak kesehatan manusia bahkan hingga kerusakan permanen pada otak. Dengan demikian maka masa depan generasi akan suram dan _lost generation_ dimungkinkan terjadi jika persoalan ini tidak serius ditangani. Padahal beberapa tahun kedepan kita akan mendapat bonus demografi.

Ditambahkan Kolonel Zaenudin, di berbagai kesempatan para petinggi TNI termasuk Pangdam Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M. telah menegaskan “tidak ada kompromi terhadap anggota yang terlibat narkoba dan sanksinya sangat berat yakni hingga pemecatan”.

Dengan menggandeng BNNP Jaya Tengah ini diharapkan kedepan terdapat kesamaan visi dan persepsi tentang bagaimana mencegah dan menangani pelaku pemakai, pengedar atau bahkan bandar yang berusaha untuk masuk di lingkungan satuan jajaran Kodam IV/Diponegoro sehingga tidak ada lagi keragu-raguan oleh karena ketidaktauan Komandan Satuan, imbuh Kapendam.

Selain materi pencegahan bahaya Narkoba, juga diberikan materi penegakan hukum, sosialisasi UU ITE dan pencegahan HIV AIDS, pungkas Kapendam.
Pekalongan-Selain menjadi anggota TNI AD, Serka Poniman Babinsa Koramil 13 Paninggaran meluangkan waktu nya untuk bertani dengan menggarap ladang sawahnya sendiri di desa Sawangan Kecamatan Paninggaran.

Sawah seluas 1/2 hektar itu dulunya di beli sekitar 10 tahun yang lalu dan sampai sekarang ditanami padi sehingga menambah pemasukan ekonomi bagi keluarganya. Selain itu juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya karena  Babinsa merupakan salah satu motor penggerak bagi para petani dan kelompok tani dalam meningkatkan hasil produksi padi, sesuai dengan MOU antara TNI AD dan Kementan RI tentang program Upsus Swasembada Pangan.

Menurut Serka Poniman, pada era seperti saat ini lahan persawahan di pedesaan harus pandai kita manfaatkan,  sehingga bahan pangan kita menjadi berlimpah dan tidak bergantung pada bahan impor serta dapat menambah penghasilan bagi para petani agar tercapai hidup sejahtera.

"Sampai saat ini saya dan masyarakat akan terus mengelola lahan persawahan baik punya saya pribadi atau punya masyarakat agar dapat mensukseskan program dari pemerintah yaitu Upsus Swasembada Pangan"Ujar Serka Poniman

Poniman juga berharap, dengan dirinya juga ikut bertani, akan memacu minat masyarakat dalam menggarap tanahnya, sehingga akan banyak masyarakat yang menanam padi dan pertanian lainya dengan tujuan terciptanya Swasembada pangan daerah dan nasional.(pendim 0710pekalongan)
Pekalongan - Memasuki hari ke 7 usai di bukanya pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap 1  Kodim 0710/Pekalongan,  pada progres pekerjaan fisik sudah mencapai 40 persen.selasa (5/2)

Adapaun yang menjadi sasaran fisik Pengerjaan Peningkatan jalan beton dan  Pembuatan 2 unit platdekker yang  di pusatkan di Kelurahan Jenggot Kecamatan Pekalongan Selatan 

Letkol infantri Arfan Johan Wihananto Dandim  0710/Pekalongan menjelaskan untuk kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap 1 Tahun 2019 Kodim 0710/Pekalongan yang di laksanakan di Kelurahan Jenggot sudah capai 40 %, hal tersebut tidak lah lepas dari  bantuan dan peran serta masyarakat sekitar yang ikut nyengkuyung dalam menyukseskan TMMD Sengkuyung Tahap 1 Tahun Anggaran 2019.

" Program TMMD Sengkuyung Tahap 1 Tahun 2019 Kodim 0710/Pekalongan, dilaksanakan selama sebulan yang  tujuannya untuk membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang bersifat fisik maupun non fisik. Selain itu juga bertujuan untuk memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat," imbuhnya

Adapun kegiatan TMMD ini sendiri terdiri dari dua kegiatan, yaitu fisik dan non fisik. Untuk kegiatan fisik, menyasar pada peningkatan jalan beton dan Pembuatan 2 unit platdekker, dan untuk non fisik berupa penyuluhan bahaya narkoba , wawasan kebangan dan masih banyak lagi lainya .

Dandim berharap dengan adanya pengerjaan ini agar kedepannya usai pembangunan peningkatan,  jalan ini bisa bebas dari banjir sehingga dapat membantu memperlancar aktivitas serta perekonomian masyarakat.
PadiPekalongan - Dalam upaya peningkatan ketahanan panganv di wilayah Koramil 15/Doro, Babinsa Desa Doro Serda Mustofa bersama anggota Koramil lainnya melaksanakan pendampingan Upsus dengan kegiatan panen padi di lahan milik bapak  Sodikin warga Dukuh Silumbung Desa Doro dengan luas 1200 m², adapun hasil kurang lebih 7 kwintal gabah kering, Sabtu (2/3)

Dalam pelaksanaan pendampingan tersebut Babinsa Doro Serda Mustofa berharap kepada seluruh petani agar tetap bersungguh sungguh dalam melaksanakan program ketahanan pangan ini,  karena program tersebut merupakan program pemerintah demi terwujudnya swasembada pangan dengan harapan agar dapat meningkatkan taraf hidup para petani serta ketersedian pangan pun akan bisa tercukupi.

Selain itu, pelaksanakan pendampingan pertanian  di maksudkan untuk memberikan motivasi kepada para petani agar selalu tetap bisa mengerjakan lahan sawahnya, dan kami Babinsa, selalu siap membantu dalam pendampingan pertanian ini mulai dari olah lahan, penyemaian, penanaman, pemupukan dan perawatan serta panen hingga pasca panen," Ungkapnya

Dalam kesempatan ini Sadikin selaku pemilik lahan pun mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dengan adanya program Upsus pertanian oleh Babinsa sebagai pendamping untuk memberikan motivator kepada para petani dalam bekerja, para petani pun tidak merasa sendiri karena ternyata masih ada yang selalu membantu dan memberi semangat kepada kami sehingga hasilnya pun dapat memuaskan dan bisa dirasakan oleh para petani.(pendim 0710 pekalongan)