February 2019
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan - Tingkatkan kemampuan aparat komando kewilayahan, Kodim 0710/Pekalongan laksanakan pembinaan kesiapan aparat komando kewilayahan dan kemampuan teritorial TW 1 Tahun 2019 yang di ikuti oleh para Babinsa, dan dengan pemateri para Danramil jajaran yang dilaksanakan di aula Makodim pada kamis (28/2)

Kasdim berkesempatan membuka acara tersebut dengan membacakan sambutan Dandim, "pada sambutannya menyampaikan  bahwa sistim pertahankan semesta merupakan strategi pertahanan negara Indonesia yang di dukung oleh komponen utama,cadangan dan pendukung,yang mana TNI merupakan komponen utama.

Serta dengan kegiatan ini agar para aparat komando kewilayahan bisa lebih meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan intelijen teritorial di kaitkan dengan situasi yang berkembang di tengah - tengah masyarakat sehingga akan diperoleh kesamaan pola pikir, tindakan yang efektif dan efesien dalam pelaksanaan tugas untuk memperoleh hasil optimal dalam menyikapi situasi, kondisi di wilayah saat ini.

Dan perlu di ketahui bersama bahwa dinamika kehidupan masyarakat yang berkembang saat ini, adalah adanya paham radikal, berita hoax dan berbagai ajaran yang menyimpang baik dari konstitusi yang berlaku maupun dari ajaran agama yang benar. Dalam kaitan itu sangat di perlukan kemampuan bagi para aparat komando kewilayahan untuk dapat melakukan deteksi dini, cegah dini dengan berkoordinasi aparat lainnya sehingga dapat menimbulkan rasa aman di tengah masyarakat.

Dalam rangka menghadapi kompleksitas permasalahan pembinaan teritorial saat ini yang dikaitkan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai ujung tombak Satkowil yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat mempunyai tugas tanggung jawab yang mulia oleh karena senantiasa mengasah kemampuan diri untuk selalu berinovasi dan berkreasi agar peran di satuan teritorial benar benar di rasakan kehadirannya oleh masyarakat, yang pada akhirnya akan terwujud kemanunggalan TNI dan rakyat.

"Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang maha esa agar kegiatan ini dapat berjalan lancar, tertib dan aman sebagaimana di harapkan. Laksanakan Kegiatan ini dengan penuh rasa tanggung jawab untuk mendukung pelaksanaan pembinaan teritorial. Pelihara integritas sebagai prajurit pejuang yang berlandaskan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI dan 11 Azas Kepemimpinan.Pahami sikon lingkungan, hubungan sosial, adat istiadat dan budaya masyarakat dalam pembinaan teritorial di lapangan.Peduli dan berbuat yang terbaik dalam setiap pelaksanaan tugas," pungkas nya.

Kegiatan ini adalah program dalam rangka kesiapan aparat komando kewilayahan dan meningkatkan kemampuan komando kewilayahan Triwulan 1 tahun 2019, dengan tujuan agar para aparat komando kewilayahan memahami perintah-perintah ataupun tugas yang harus dilaksanakan sehingga di lapangan tidak terjadi kendala terkait dengan perkembangan situasi di wilayah, dan dapat bekerjasama dengan semua instansi yang ada dan harapannya seluruh aparat komando kewilayahan dapat mengerti dan memahami dalam setiap pelaksanakan tugas dengan baik.(maji/pendim 0710 pekalongan)
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan - Babinsa Kalimojosari Sertu Heru Jatmiko Koramil 15/Doro, melaksanakan karya bakti perbaikan jembatan pelat decker yang menjadi penghubung dukuh Wonosari gedhe dan dukuh Mojokarang dengan lebar 1 meter, panjang 4 meter.rabu (27/2)

Pada pengerjaannya, Babinsa bersama warga saling bahu-membahu memperbaiki jembatan tersebut yang dulu sudah ada akan tetapi sudah rusak dan tidak bisa dilewati lagi, “Kegiatan seperti ini merupakan bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat, sebagaimana tertuang dalam Santi Aji yakni menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya,” tegas Sertu Heru.

Lebih lanjut Sertu Heru mengungkapkan “Kami bersama warga masyarakat Desa Kalimojosari bergotong-royong melaksanakan pembangunan jembatan, dimana nantinya jembatan ini dapat digunakan oleh warga kedua dukuh pada khususnya, serta sebagai sarana penunjang dalam beraktivitas pengguna jalan lainnya,” ungkapnya.

Nasrudin selaku Pjs Kades Kalimojosari, menerangkan bahwa dana yang digunakan dalam pengerjaan ini adalah murni swadaya warga dan pengerjaannya pun secara gotong royong oleh warga dengan dibantu Babinsa. 

“ Terima kasih kepada pak Babinsa yang sudah membantu dalam pelaksanaan kerja bakti ini, dan semoga rasa kegotong royongan ini akan selalu ada pada warga masyarakat Desa Kalimojosari yang selalu di motori oleh bapak Babinsa, karena gotong-royong adalah merupakan warisan pendahulu kita dan budaya Indonesia yang harus senantiasa dipelihara dan ditingkatkan.” ujarnya.
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Kota Pekalongan- Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap I tahun anggaran 2019 resmi dibuka Walikota Pekalongan H.M Saelany Machfudz,SE , Selasa (26/2) di Lapangan SMP 14 Pekalongan.

Pembukan ditandai dengan penyematan tanda peserta dan  penyerahan sarana kerja secara sumbolis oleh Walikota kepada TNI,POLRI dan Linmas.

TMMD Tahap I ini di fokuskan di Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan dengan pengerjaan sasaran fisik maupun non fisik. Untuk sasaran fisik pengerjaan peningkatan jalan Beton volume panjang 125,10 Meter ,lebar 2,55 meter sampai 40 meter ,tebal 0,2 meter. Selain itu pekerjaan pembuatan saluran median volume panjang 125, ukuran 0,3 meter sisi kiri dan pembuatan platdeker dengan panjang 3 meter dan lebar 1 meter.

Tak cuma sasaran fisik, TMMD tahap I ini juga menyasar non fisik yaitu dengan memberikan penyuluhan wawasan kebangsaan , penyuluhan kerukunan umat beragama dan paham radikalisme, perenting terhadap pendidikan anak usia dini, penyuluhan KB, penanggulangan bencana daerah, dan penyuluhan dampak penyalahgunaan narkoba.

Walikota Pekalongan H.M Saelany Machfudz menuturkan TMMD merupakan pemersatu antara pemkot, TNI, Polri, dan masyarakat dalam pembangunan " ini diperlukan dalam rangka pembangunan kota pekalongan dan menumbuhkan perekonomian masyarakat," tuturnya.

Tak cuma itu , adanya TMMD juga sebagai pemersatu dalam menagkal barbagai ancaman berita hoax, paham radikalismre, bahaya narkoba, dan lainya. " Perpaduan yg luar biasa , pemersatu untuk bersama menanggulangi ancaman-ancaman yang dapat merusak generasi muda dan NKRI," tuturnya.

Walikota berharap dengan adanya TMMD dapat terus dilestarikan dan diteruskan untuk membangun daerah daerah yang memang memerlukan " Dengan dana yang besar dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota mudah-mudahan dapat membangun kota Pekalongan yang lebih baik lagi," harapnya.

Sementara itu Kepala staf kodim 0710 Pekalongan Mayor infanteri Gufron menambahkan dalam TMMD tahap I tahun anggaran 2019 ini pihaknya menerjukan 30 personel " kami terjunkan satu SST atau sekitar 30 personel," tuturnya.

Dia berharap adanya TMMD dapat membantu pemerintah daerah dalam rangka memantapkan kemanunggalan TNI membangun desa bersama masyarakat. " Harapanya melalui TMMD dapat memantapkan kemanunggalan TNI dengan masyatakat," harapnya.
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2019 di Desa Kutorojo Kecamatan Kajen resmi dibuka. Pembukaan ditandai dengan upacara di lapangan desa setempat, Selasa (26/2/2019). 

Bupati menuturkan, angka kemiskinan di Jawa Tengah saat ini berkisar 11 persen lebih dan sebagian besar berada di desa, dengan adanya TMMD ini diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan terutama di Desa Kutorojo. "angka kemiskinan Kabupaten Pekalongan berada di bawah Propinsi yakni 10,06, kami akan terus menekan dengan cara membangun infrastruktur dan kegiatan pemberdayaan masyarakat," tuturnya.

Ditambahkan bupati, tujuan dari adanya TMMD adalah penyediaan infrastruktur bagi masyarakat sehingga menjadi pemicu perkembangan ekonomi di desa. "kita bangun jalan sehingga masyarakat memudahkan akses, di Desa Kutorojo ini listrik sudah masuk, pasokan sembako tidak mengalami kendala, pendidikan juga berjalan, saya optimis pertumbuhan ekonomi kita akan naik diangka 6 pada tahun 2020," papar bupati.

Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Inf Arfan Johan Wihananto mengatakan, sasaran fisik TMMD kali ini adalah pengaspalan jalan dengan panjang 650 m x 2,5 m dan panjang 958 m x 2,5 m. "selain itu juga ada sasaran non fisik berupa berbagai penyuluhan kepada masyarakat, TMMD sendiri akan dimulai tanggal 26 Februari sampai 27 Maret," terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kutorojo Kecamatan Kajen Dulajat mewakili masyarakat berterimakasih atas adanya program TMMD. "masyarakat sangat antusias menyambut program TMMD yang digagas oleh TNI yang di support oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan," ucapnya.
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan - Babinsa Koramil 04/Karanganyar Serka Wiswantoko memberikan materi Peraturan Baris Berbaris dan wawasan kebangsaan kepada siswa-siswi SMK Diponegoro Karanganyar yang berlangsung di lapangan lingkungan sekolah SMK Diponegoro.Jumat (22/2)

Serka Wiswantoko yang sebelum memberikan materi Peraturan Baris Berbaris juga memberikan materi wawasan kebangsaan dimana Serka Wiswantoko menjelaskan tentang kondisi Bangsa Indonesia yang saat ini krisis tentang wawasan kebangsaan khususnya bagi para generasi muda penerus bangsa dan berkurang nya pemahaman tentang wawasan kebangsaan serta cinta tanah air.

Ada 4 pilar NKRI yang sangat penting untuk dipahami oleh para siswa-siswi yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika serta 3 unsur pokok dalam wawasan kebangsaan yaitu rasa kebangsaan, paham kebangsaan dan semangat kebangsaan. Jika para siswa-siswi sudah memiliki rasa kebangsaan maka kita akan menjadi bangsa yang kuat, dihormati dan disegani diantara bangsa-bangsa di dunia. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan semangat kebersamaan, merasa senasib dan sepenanggungan untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercinta.

“Kita harus memberikan pemahaman tentang wawasan kebangsaan khususnya terhadap generasi-generasi muda penerus bangsa sejak dini sehingga kelak, mereka tidak memiliki pemikiran yang sempit serta memiliki kesadaran tentang pentingnya menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Ungkap Serka Wiswantoko.

Wakabid kesiswaan SMK Diponegoro, Bapak Mifakhudin S.Pd.I selaku Wakabid sangat berterimakasih kepada Babinsa Koramil 04/Karanganyar yang dengan rutin meluangkan waktu dalam setiap bulannya untuk memberikan kegiatan seperti ini. Kami juga menyampaikan bahwa tujuan mengikutkan muridnya dalam kegiatan Wasbang tersebut adalah untuk lebih menambah wawasan kebangsaan serta menumbuhkan rasa cinta tanah air kepada para muridnya tersebut. Setiap kegiatan yang diberikan oleh Babinsa di sekolah tersebut sangat mendapat respon positif dari kalangan siswa-siswi.
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan - Tak ingin daerahnya dilanda banjir, ratusan warga Kelurahan Kuripan Yosorejo, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan bersama  jajaran OPD Pemerintah Kota Pekalongan seperti  BPBD,DPUPR, DLH,PSDA dan TNI dari Kodim 0710/Pekalongan melakukan aksi gotong-royong membersihkan sampah yang berada di aliran Sungai Kuripan, Jumat (22/02)

Kegiatan ini dilaksanakan karena di lokasi tersebut banyak sampah yang menyangkut di bawah jembatan Kuripan Yosorejo di karenakan terbawa derasnya air pada saat hujan lebat yang mengguyur wilayah atas.

Lurah Kuripan Yosorejo, Untung Siswanto, mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan usulan dari warganya yang resah dengan adanya timbunan sampah yang menyangkut di tengah maupun di pinggir sungai. Terlebih di bawah jembatan, banyak ranting pohon dan  kayu besar yang menghambat lajunya air. Usulan warga tersebut langsung direspon baik oleh Untung sehingga dirinya segera menghubungi dinas terkait untuk meminta dibersihkan secara sinergi.

“Kami kerjabakti dalam rangka pasca banjir bulan kemarin (Januari) pohon-pohon yang ada di sebelah Selatan sungai pada tumbang dan menyangkut di bawah jembatan. Warga khawatir kalau sampahnya tidak diangkat, jembatannya akan rusak sehingga kami dari kelurahan dengan masyarakat menggiatkan kerja bakti membersihkan sampah seperti ranting pohon dan kayu serta sampah lainnya yang menyangkut di bawah jembatan. Kami juga meminta bantuan dari dinas terkait dan pihak Kodim 0710/Pekalongan untuk membantu pembersihan sampah tersebut,” ucap Untung.

Kapten Wiyoto Danramil 20/Pekalongan Selatan sangat merespon dan mendukung mendengar akan adanya kegiatan seperti ini, karena selain ini hal yang sangat positif juga akan sangat berdampak terhadap lingkungan agar tidak menimbulkan kan polusi udara dengan bau yang kurang sedap yang di hasilkan dari sampah yang menumpuk dan nantinya akan lebih memperlancar aliran air di sungai itu sendiri.

Kami siap membantu setiap saat bila di minta bantuan untuk melaksanakan kegiatan seperti ini,dan kamipun berharap kegiatan kerjabakti ini bisa di laksanakan secara rutin ke depan dengan melibatkan para warga dan komunitas serta OPD terkait yang nantinya akan lebih  menggiatkan para warga untuk senantiasa peduli terhadap lingkungan sekitarnya agar tidak terjadi banjir," pungkasnya.
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan-Peran serta anggota koramil untuk membantu kesulitan masyarakat di sekelilingnya,Babinsa Koramil 08 Bojong Sertu Topik Prio Handoyo membantu merehab rumah warga milik bapak Wasbi (55th) di Desa Rejosari Rt.07/Rw.02 Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan, Jumat (22/2/19).

Perehaban rumah tersebut adalah program rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah daerah setempat dengan anggaran dana sebesar 10 juta rupiah yang dikerjakan oleh warga sekitarnya secara bergotong-royong dan dibantu Babinsa Koramil 08 Bojong.Dari pihak desa turut hadir Kepala desa Rejosari bapak Siswoyo,Kaur Pemerintahan bapak Sutono dan Kaur Kesra bapak Urinto.

"Pekerjaan ini sudah menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai pengayom dan pelindung di masyarakat.Dengan sekuat tenaga dan pikiran,kami akan membantu masyarakat yang kesulitan contohnya  ya ini merehab rumah bapak Wasbi yang tidak layak huni."Ucap Sertu Topik.

Babinsa Sertu Taufik menambahkan,program RTLH ini bisa dimanfaatkan dan dapat meningkatkan rasa motivasi untuk saling peduli antar sesama warga dan untuk saling bergotong-royong di lingkungannya.

Sementara itu,bapak Wasbi mengucapkan terima kasihnya kepada semua pihak tentunya kepada Babinsa Koramil 08 Bojong yang telah membantu merehab rumahnya sampai dengan selesai nantinya.
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Kodim 0710/Pekalongan bersama OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan dan seluruh elemen masyarakat terlihat memunguti sampah yang berserakan di Pantai Slamaran, Pekalongan,  Kamis (21/02/2019) pagi. Aksi yang dimulai dari pukul 07.30 s.d 10.00 WIB ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019 dengan mengusung tema Kelola Sampah Untuk Hidup Bersih, Sehat Dan Bernilai dan diikuti oleh sekitar 150 orang.


Sebelum aksi bersih pantai dari sampah dimulai, diadakan apel bersama.  Apel tersebut dipimpin oleh Kasdim 0710/Pekalongan, Mayor Inf. Hufron yang diikuti oleh jajaran Kodim 0710/Pekalongan, POS AL, Polresta Pekalongan, BPBD Kota Pekalongan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Kecamatan Pekalongan Utara, Polsus Lapas Kota Pekalongan, Menwa IAIN Pekalongan, dan masyarakat setempat.

Kasdim 0710/Pekalongan, Mayor Inf. Hufron mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pada lingkungan dan alam sekitar terutama dari jenis sampah anorganik. Kegiatan yang dilakukan pukul 07.30 WIB hingga 10.00 WIB, selain memungut sampah, juga dilakukan pemilahan sampah organik dan an organik hingga pengumpulan sampah. Selain itu juga dilengkapi dengan sosialisasi tentang sampah.

“Pada kesempatan pagi ini kita melaksanakan apel kerjabakti dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang di selenggarakan tersebar di seluruh Indonesia. Semoga dengan kegiatan ini kita semua akan lebih peduli dengan sampah, untuk membuang pada tempatnya serta bisa memilih dan memilah sampah agar selain lingkungan bersih dan sehat juga bisa bernilai,” ucap Mayor Inf. Hufron.

Disampaikan Mayor Inf. Hufron, kegiatan ini sejatinya tidak hanya dalam rangka peringatan HPSN saja melainkan bisa terus digalakkan agar tumpukan sampah yang berserakan di lingkungan tidak menyebabkan bencana. Hal ini juga sebagai upaya  memberi contoh dan meningkatkan kesadaran kepada masyarakat khususnya kepada setiap pengunjung wisata dimanapun berada.

“Dengan adanya kegiatan ini semoga tidak hanya dalam peringatan ini saja akan tetapi bisa terus di laksanakan karena sampah bisa menjadi penyebab dari suatu bencana bila kita semua tidak peduli dengan kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya. Diharapkan selama kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan aman,” terang Mayor Inf. Hufron.
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan-Sesuai dengan anggaran dan program kalender latihan tri wulan pertama, Kodim 0710 Pekalongan menggelar latihan Uji Terampil Perorangan Jabatan di komplek Makodim 0710 Pekalongan. Rabu(20/2).

Kegiatan Latihan tersebut diikuti 155 peserta dan dilaksanakan selama 3 hari sebab dengan situasi dan kondisi di wilayah banyak kegiatan non program yang harus dilaksanakan seperti komsos atau kegiatan kemasyarakatan yang lainnya sehingga pelaksanaan 3 hari ini agar bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Kapten inf. Dwi Darmasto selaku Pasi Ops mengatakan,kegiatan Uji Terampil Perorangan Jabatan yang dilaksanakan ini meliputi materi bidang intelijen dan bidang Teritorial,sebab sebagai prajurit komando kewilayahan harus wajib menguasai ilmu teritorial dan intelijen agar bisa diaplikasikan di wilayahnya ketika sedang bertugas.

"Kegiatan ini mempunyai maksud dan tujuan untuk memelihara,meningkatkan kemampuan pengetahuan dan ketrampilan prajurit baik perorangan jabatan sesuai tingkat kecakapan masing-masing dan saya mewakili Komandan Kodim berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan aman,tanpa beban, ikhlas dan dengan penuh rasa tanggung jawab pada setiap diri prajurit."Pungkasnya
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Sub Den Pom Pekalongan menggelar operasi kelengkapan surat-surat kendaraan seluruh anggota Kodim 0710 Pekalongan di lapangan Makodim setempat, Selasa, 19 Februari 2019.

Komandan Sub Den Pom setempat Kapten Cpm Muhammad Totok Wahyudi mengatakan, tujuan dari operasi ini ialah melakukan penegakan disiplin dan tata tertib bagi seluruh anggota Kodim baik militer maupun PNS.

Pemeriksaan yang dilakukan yaitu kelengkapan surat-surat kendaraan yang meliputi SIM, STNK dan Kartu Tanda Anggota. Tidak hanya itu juga,  petugas juga memeriksa kelayakan kendaraan yang digunakan oleh anggota.

Menurut Kapten Totok, operasi Gaktib ini dilaksanakan untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran lalulintas yang dilakukan oleh prajurit TNI, dengan mematuhi peraturan lalulintas setidaknya TNI telah berupaya untuk menurunkan angka kecelakaan.

" Kegiatan ini kita lakukan sebagai langkah pencegahan terhadap pelanggaran lalu lintas dan meminimalisir terjadinya kecelakaan pada anggota dan PNS TNI,"tutur Totok.

Kapten Totok menambahkan, pihaknya menghimbau kepada seluruh anggota Kodim 0710/Pekalongan untuk menaati peraturan yang sudah ditetapkan oleh pimpinan.

Sementara itu, Kasdim 0710 Pekalongan Mayor Infanteri Hufron mengatakan, pemeriksaan yang di lakukan oleh Polisi Militer, untuk menekankan pada anggota dan PNS TNI agar lebih tertib dalam peraturan berlalu lintas.

" Pemeriksaan dilakukan baru pertama kali pada tahun ini, dan nantinya kegiatan ini akan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, dengan harapan para prajurit dan PNS TNI bisa lebih tertib berlalu lintas,"terang Kasdim.
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan – Kegiatan Upacara 17an yang dilaksanakan setiap bulan oleh jajaran Forkompinda Kabupaten Pekalongan menjadi sarana silaturahmi dan penyampaian program serta kegiatan yang sangat efektif. Seperti yang disampaikan Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto saat memimpin jalanya upacar 17an di Mapolres Pekalongan, senin(18/2/19)

Pada kesempatan tersebut Lekol Arfan mengungkapkan, selain akan melaksanakan kegiatan TMMD dalam waktu dekat ini, Kodim 0710/Pekalongan juga melaksanakan kegiatan pendampingan terhadap para petani,  guna mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Pekalongan serta kegiatan kemasyarakatan yang membantu kesulitan di tengah masyarakat.

Lanjut, Letkol Arfan menerangkan bahwa di tahun politik saat ini banyak pemberitaan di media sosial yang belum jelas kebenaranya yang bersifat mengadu domba, sehingga dapat menimbulkan permusuhan, memecah persatuan bangsa oleh kelompok tertentu yang tidak menginginkan Indonesia aman, damai dan bersatu dalam bingkai NKRI.

“Saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar selektif dalam membaca berita, mengetahui secara pasti fakta dan sumber beritanya, dan jika terjadi keragu-raguan dalam menanggapi berita tertentu agar menanyakan kebenarannya untuk menghindari berkembangnya berita hoax,” terang Dandim.

Dirinya juga menuturkan terkait curah hujan yang masih tinggi, dan mengajak semua elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca yang ekstrem, untuk daerah di sekitar pegunungan agar mengantisipasi, jika terjadi curah hujan di sertai angin yang dapat mengakibatkan tanah longsor dan pohon tumbang, di daerah sekitar dataran rendah untuk waspada terhadap bencana banjir.

“Maraknya wabah demam berdarah agar kita semua peduli membersihkan saluran saluran pembuangan di sekitar lingkungan kita dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan melestarikan hutan di daerah dataran tinggi untuk mencegah dan mengurangi dampak bencana banjir dan tanah longsor,” ajaknya kepada seluruh undangan dan peserta upacara.

Upacara rutin bulanan itu dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M. Si., Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH, S.IK.M.Si., Wakil Bupati Pekalongan  Ir. Hj. Arini Harimurti, Wakapolres Kompol Mashudi. SH.,. Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer,  MM., Kajari Kab. Pekalongan yang diwakili Kasubag Pembinaan, Edy Purwanto, SH., dan beberapa Kepala OPD Kabupaten Pekalongan.
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya

 Pekalongan- Jalan rusak dan berlobang di  sejumlah daerah di kabupaten pekalongan tepatnya di Kecamatan Karanganyar memang harus segera diperbaiki, karena akan sangat membahayakan bagi pengguna jalan khususnya bagi para pengendara sepeda motor apabila tidak segera diperbaiki.

Guna mengatasi hal tersebut,Dinas PU kabupaten Pekalongan  dibantu Babinsa Koramil 04 Karanganyar melaksanakan perbaikan jalan yang rusak dan berlobang supaya dapat memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan.Senin(18/2).

Danramil 04/Karanganyar Kapten Inf Sidi mengetahui hal tersebut langsung memerintahkan kepada babinsanya untuk membantu perbaikan jalan yang kebetulan letaknya memang pas di depan Koramil 04/Karanganyar.

“ Saya sangat mendukung dan mengapresiasi Dinas PU kabupaten Pekalongan untuk selalu tanggap akan fasilitas jalan yang rusak dan segera melaksanakan perbaikan  sehingga jalan dapat dilalui dengan aman serta dapat mencegah kecelakaan". Tutur Danramil 04 Karanganyar

Dinas PU Kabupaten Pekalongan saat ini memang lagi gencar melakukan perbaikan jalan rusak dan berlobang di sejumlah wilayah di kabupaten pekalongan, selain di jalur pantura yang jadi titik rawan kecelakaan juga jalur antar kecamatan maupun Desa seperti di yang dilaksanakan tersebut di kecamatan karanganyar.

Dengan perbaikan jalan yang dilakukan tentunya akan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan terutama sepeda motor, yang memang sangat terganggu apabila jalan rusak dan berlubang tidak segera diperbaiki.
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan - Kodim 0710/Pekalongan menggelar acara tradisi pindah satuan mantan Komandan Kodim yang lama yaitu Letkol Inf Muhammad Ridha,  Sebelumnya didahului dengan acara serah terima yang dilaksanakan di Korem 071/Wijayakusuma, Selasa (12/2/2019) di Gedung Pertemuan A.Yani Makorem 071/Wijayakusuma Sokaraja Banyumas.

Sebagai pejabat lama Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, S.S., S.I.P., selanjutnya menjabat Pabandya-3/Turjuk Spaban 1/Ren Sterad, sedangkan penggantinya Letkol Inf Arfan Johan Wihananto sebelumnya menjabat Danyonif 400/Raider Kodam IV/Diponegoro.

Pada kesempatan tersebut, letkol Inf Muhammad Ridha mengungkapkan, bahwa hal yang paling berkesan saat menjabat di Kodim 0710/Pekalongan adalah ketika awal menjabat disambut dengan datangnya banjir, dan begitu juga saat mau pindah, juga diiringi dengan datangnya banjir. Namun dirinya juga mengungkapkan bahwa, selama menjabat sebagai komandan Kodim di Pekalongan, banyak hal baik yang di dapat terutama budaya kota santri.

" Yang paling berkesan adalah, datang di sambut banjir dan mau pergi juga diiringi dengan banjir, itu yang sangat terkesan selama di pekalongan,"ungkapnya.

Dirinya berharap dengan adanya pergantian Dandim yang baru, akan bisa meneruskan hal yang baik dan membenahi hal yang kurang baik, " tetap jaga kekompakan semoga kodim 0710/Pekalongan kedepan semakin jaya,"pungkasnya.(red/rusg)
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan - Anggota Koramil 08/Bojong Serka Ngatino, melaksanakan kegiatan kerja bakti berupa pembuatan saluran air/drainase bersama masyarakat RT 12/03 Desa Wiroditan Kecamatan Bojong, jumat (15/2)

Kegiatan Berjumpa (Bersih Jum'at Pagi) kali ini memang tidak seperti biasanya, yang biasanya Berjumpa diisi dengan kegiatan pembersihan lingkungan dan kanan kiri jalan desa, untuk kali ini dengan pembuatan saluran air ataupun drainase yang ada di lingkungan pemukiman warga. Hal ini merupakan bentuk kepedulian Babinsa sebagai ujung tombak Satuan Teritorial, guna mewujudkan penerapan tugas-tugas dan fungsi Babinsa di tengah-tengah masyarakat.

" Kerja bakti pembuatan saluran air ini merupakan keinginan warga yang sudah pernah di sampaikan sebelumnya, namun baru dapat terealisasi saat ini. Dan pembuatan saluran air ini,  nantinya untuk mencegah agar air tidak meluap ke jalanan dan ke pemukiman warga sekitar sehingga bisa mengakibatkan banjir,"ucap Serka Ngatino.

Diharapkan dengan adanya kegiatan kerja bhakti tersebut, selain bisa menyelesaikan pekerjaan dengan mudah dan ringan, karena di kerjakan secara bersama sama juga sekaligus agar menumbuhkan kebersamaan antar warga serta juga menumbuhkan kembali semangat gotong royong di masyarakat.

Perasaan senang dan ucapan terimakasih pun terlontar dari Bapak Waluyo selaku Kades Wiroditan, " Terimakasih kepada seluruh warga yang sudah bersemangat dalam melaksanaan kerja bhakti ini, dan juga kepada bapak Babinsa yang sudah selalu hadir dalam setiap kegiatan yang ada di Desa kami, terutama dalam setiap kegiatan kerja bhakti seperti ini,"ujar kades.(red/maji)
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan - Merebaknya hama wereng yang menyerang areal persawahan dukuh Grogak desa Kalipancur kecamatan Bojong, membuat petani didaerah tersebut harus melakukan perawatan yang intensif pada tanaman padi mereka guna mencegah terjadinya gagal panen.

Seperti yang sudah dilakukan pada Jum'at pagi (15/2/19), nampak Babinsa desa kalipancur Srk Supardi ditemani satu anggota sertu Rahmat dan para petani, PPL serta Korluh kecamatan Bojong, melaksanakan kegiatan penyemprotan masal hama wereng.

" Kegiatan ini kita lakukan untuk mencegah terjadinya gagal panen yang diakibatkan oleh serangan hama wereng, " ungkap Serka Ngatino melalui pesan singkat washap kepada tim penerangan Kodim 0710 Pekalongan. Adapun Jenis obat yang digunakan adalah Bassa,"imbuhnya.

Sementara petani setempat bapak  Taryanto menyampaikan, kalau hama wereng tersebut tidak segera di berantas di kawatirkan akan menyebar ke area persawahan yang lain dan bisa mengakibatkan gagal panen.

 " Kita meminta bantuan kepada bapak Babinsa, PPL, Korluh Kecamatan untuk membantu mengatasi hama wereng ini, agar tidak terjadi gagal panen, dan luas lahan saat ini yang kita semprot ada sekitar 25 ha dengan jenis tanaman padi Inpari. Mudah mudahan bisa berhasil dan bisa panen bagus," ungkap Taryanto.(red/rusg)
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan – Guna memantau dan memastikan tidak ada permainan harga beras di lapangan Tim Sergap (Serapan Gabah) dari Sterad (Staf Teritorial Angkatan Darat) mengunjungi  gudang bulog Sub Divre Bondansari kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan.Kamis(15/2/19)

Kunjungan Tim Sergap dari Sterad adalah Kolonel Inf J.LBN Toruan dan Kolonel Inf Aditya Nindra Pasha SE. serta didampingi Kasub Divre pekalongan Rasiwan dan Pasiter Kodim 0710/Pekalongan Kapten Inf Eko Sulistyo. Pada kunjungan tersebut Kolonel Toruan menyampaikan, untuk mengetahui secara langsung kondisi riil di lapangan tentang ketersediaan stok pangan di wilayah pekalongan maka dirinya terjun langsung kelapangan sekaligus memastikan tidak adanya permainan harga beras di lapangan.

“ Kita ingin memastikan bahwa tidak adanya permainan harga di lapangan saat panen tiba, jangan sampai saatnya panen malah harga beras tidak stabil, karena adanya permainan harga oleh para oknum-oknum yang dengan sengaja mempermainkan harga tersebut,”ujarnya.

Sementara itu Kasub Divre pekalongan Rasiwan mengatakan untuk saat ini stok cadangan beras yang ada di wilayah pekalongan mencapai 28.000 ton sedangkan yang ada di gudang wiradesa mencapai 4500 ton dan cadangan stok tersebut apabila digunakan cukup untuk memenuhi kebutuhan di wilayah pekalongan selama satu tahun lebih.
  
“ Untuk target penyerapan beras di gudang bulog wiradesa pada tahun 2019 adalah 12.000 ton dan mudah-mudahan target tersebut akan bisa di terpenuhi pada musim panen oktober maret nanti, dan dengan dukungan penuh oleh TNI diharapkan pada panen pertama tahun ini target bisa terpenuhi,”ungkapnya.

Untuk di wilayah pekalongan sendiri memang bukan tanpa kendala untuk panen perdana tahun ini, karena dengan curah hujan yang tinggi tentunya akan mempengaruhi pada kualitas gabah sehingga perlu pendampingan agar harga jual di petani juga memenuhi standar dari pemerintah.(red/rusg)
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan - Akibat curah hujan tinggi yang sering mengguyur di wilayah kecamatan kandangserang  beberapa hari ini, dan kondisi tanah yang labil sehingga tidak mampu menahan derasnya air hujan, tebing dengan ketinggian 10 meter mengalami longsor.

Material longsor menutupi sebagian badan jalan penghubung antara kec. Kajen dan kecamatan kandangserang tepatnya di BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Huatan) Kesesi petak 7 desa Tajur kecamatan Kandangserang kabupaten Pekalongan sepanjang 10 meter dan lebar 4 meter, Rabu(13/2).

Guna membuka akses jalan tersebut, gerak cepat dilakukan oleh Koramil 14/Kandangserang bersama masyarakat dengan bantuan alat berat melaksanakan kerja bakti sehingga tidak membutuhkan waktu lama jalan bisa dilakui kembali dengan normal.

"Setelah menerima laporan dari warga, kita langsung kerahkan babinsa menuju ke lokasi longsor dan melaksanakan kerja bakti bersama masyarakat setempat, alhamduliah dibantu dengan alat berat sehingga jalan bisa segera terbuka dan bisa dilalui kembali," terang Lettu Jumarno selaku Pjs Danramil 14 Kandangserang.

Lettu Jumarno berpesan, kepada masyarakat agar kejadian sekecil apapun segera bisa dilaporkan kepada aparat terkait sehingga cepat bisa diambil tindakan yang cepat dan tepat. Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sudah bekerjasama dengan baik selama ini, sehingga ada masalah ataupun bencana sekecil apapun langsung bisa teratasi dengan baik dan cepat.(red/rusg)
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Banyumas - Dua Komandan Kodim di jajaran Korem 071/Wijayakusuma diserahterimakan, Selasa (12/2/2019) di Gedung Pertemuan A.Yani Makorem 071/Wijayakusuma Sokaraja Banyumas. 

Kedua Komandan Kodim tersebut, Dandim 0701/Banyumas dari pejabat lama Letkol Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., kepada Letkol Inf Chandra, S.E., M.I.POL., dan Dandim 0710/Pekalongan dari Letkol Inf Muhammad Ridha, S.S., S.I.P., kepada Letkol Inf Arfan Johan Wihananto. 

Pejabat lama Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S. selanjutnya menjabat Pabandya Renops Sopsdam IV/Diponegoro, sedangkan penggantinya Letkol Inf Chandra, S.E., M.I.POL dari Danyonif 405/Sk Brigif 4/DR.

Pejabat lama Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, S.S., S.I.P., selanjutnya menjabat Pabandya-3/Turjuk Spaban 1/Ren Sterad, sedangkan penggantinya Letkol Inf Arfan Johan Wihananto sebelumnya menjabat Danyonif 400/Raider Kodam IV/Diponegoro.

Selain serah terima jabatan Dandim, juga diserahterimakan pejabat Kasilogrem 071/Wijayakusuma dari Letkol Inf Drs. Fajari kepada Mayor Inf Yahmin, serta penyerahan tugas Kasiopsrem 071/Wijayakusuma dari Danrem 071/Wijayakusuma kepada Letkol Inf Noppy Laksana Armiyanto, Pakumrem 071/Wijayakusuma dari Mayor Chk Agus Ginanto, S.H., kepada Danrem 071/Wijayakusuma.

Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., menyampaikan, mutasi dan pergantian pimpinan dalam sebuah organisasi militer merupakan hal biasa dilakukan, sebagai bagian dari kebutuhan suatu organisasi, yang bertujuan untuk pembinaan satuan dan personel yang bersangkutan. 

"Dalam konteks pembinaan personel, alih tugas dan jabatan, merupakan bagian dari upaya mengembangkan kemampuan personel tersebut. Dalam dimensi kepemimpinan manajerial dan profesionalisme keprajuritannya", terangnya. 

Melalui serah terima jabatan ini, lanjutnya. Diharapkan akan memacu semangat dan kreatifitas, sehingga melahirkan ide cerita serta pemikiran baru dalam rangka memberikan pengabdian terbaik bagi kemajuan Angkatan Darat, bangsa dan negara. 

"Kodim 0701/Banyumas dan Kodim 0710/Pekalongan, sebagai salah satu komando kewilayahan, mengemban tugas dan fungsi yang penting dan strategis terkait dengan pengembangan dan pemantapan potensi pertahanan di daerah", ungkapnya.
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan - Baru kali pertama, Pemerintahan Desa Pantianom merekrut anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) perempuan dan tidak tanggung-tanggung, ternyata antusias wargapun sangat tinggi terutama para kaum hawa tercatat, 32 peserta dalam mengikuti seleksi Linmas kali ini.  

Dalam perekrutan Linmas ini, pihak Desa pun melibatkan Babinsa untuk bisa ikut menentukan para calon Linmas. Kegiatan dilaksanakan di halaman Balaidesa Pantianom, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan dengan di hadiri para calon yang akan mengikuti perikrutan Linmas ini pada hari minggu (10/2/2019)

" Perekrutan Linmas baru ini, dengan tujuan untuk menggantikan Linmas yang sudah tua dan guna menambah personil dalam rangka menghadapi Pilpres dan Pileg yang akan di laksanakan dalam waktu dekat ini, dan dengan pertimbangan kebutuhan, maka dari 32 Linmas wanita kita luluskan semuanya," ungkap Hadisuto Kades Pantianom.

Serda Rustam selaku Babinsa Pantianom menambahkan, dengan perekrutan Linmas perempuan ini adalah salah satu wujud kesetaraan gender, dan ini memang baru kali pertama pihak pemerintah Desa Pantianom merekrut Linmas perempuan.
Dirinya berharap, Linmas bukan hanya untuk mengamankan orang punya gawe namun anggota Linmas merupakan ujung tombak keamanan di daerahnya.

Setelah perekrutan ini, kedepannya akan dilaksanakan pelatihan yang lebih intens oleh pihak Desa dengan melibatkan Babinsa dalam setiap pelatihannya, agar terbentuk Linmas yang berdisiplin dan siap dalam menghadapi tugas yang akan di hadapi, dan pelatihan akan di laksanakan pada setiap hari minggu sore bertempat di halaman Balaidesa Pantianom," imbuhnya.(red/maji)
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan - Festival durian Lolong yang digelar rutin setiap satu tahun sekali oleh kabupaten Pekalongan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat lokal maupun daerah lain yang ingin mengikuti festival tersebut, sehingga ribuan masyarakatpun rela berdesakan antri untuk sampai ketempat digelarnya acara.

Untuk festival tahun 2019 ini diperkirakan pengunjung mencapai puluhan ribu orang, yang datang dari berbagai daerah memadati wisata Lolong untuk menyaksikan secara langsung kemeriahan Festival Durian Lolong 2019.

Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha di dampingi calon Dandim yang baru Letkol Inf Arfan Johan Wihananto juga nampak hadir di antara puluhan ribu pengunjung, " Ini sungguh luar biasa, sudah dua kali saya mengikuti acara ini, namun antusias masyarakat kali ini sungguh sangat luar biasa, hingga untuk menuju sampai ketempat acara harus rela jalan kaki ratusan meter hingga beberapa kilometer,"ungkap Dandim. Sabtu,(9/2/19)

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya festival durian berharap dapat meningkatkan perekonomian masyarakat karena pada tahun 2019 total kunjungan wisata di Kabupaten Pekalongan mendapat income sebanyak 5 milyar.

" Kabupaten Pekalongan sangat bagus untuk menanam pohon durian dan dengan adanya festival durian ini, mampu mengangkat desa lolong dan kabupaten Pekalongan sebagai destinasi wisata  yang sangat di minati oleh masyarakat lokal maupun luar daerah sehingga juga akan berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat,"terangnya.

Adapun keluar sebagai pemenang lomba dengan katagori Durian unggulan adalah Juara 1 milik bapak Basoni  jenis durian Basir Lemah Abang Kec. Doro, Juara 2 bapak Yanto jenis durian Baron Lemah Abang Kec.  Doro serta Juara 3 bapak Irfan jenis durian Irfan Kec. Paninggaran.(red/rusg)
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Brebes, Sapulidi.com – Pergerakan tanah kembali terjadi di wilayah Kabupaten Brebes, kali ini di Desa Gunung Jaya Rt. 01 Rw. 02 Kecamatan Salem terjadi keretakan tanah sepanjang 200 meter dengan pergeseran bervariasi, tertinggi mencapai kedalaman 50 centimeter. Selasa (12/2/2019).


Hal ini dibenarkan Pelda Jahri, Pejabat Sementara Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes bahwa, keretakan tanah dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayahnya Salem dan sekitarnya sehari berselang.

“Anggota kami bersama Trantib Kecamatan, perangkat desa dan masyarakat, melaksanakan pencegahan bencana dengan cara mengisi lubang yang menganga dengan tanah di sekitarnya,” ungkapnya.

Tak lupa Jahri menghimbau kepada masyarakat yang berada di bawah jalur longsoran agar selalu lebih waspada. “Kami himbau masyarakat agar menjauh dari jalur longsoran jika hujan turun dengan lebat. Kami juga mendorong masyarakat untuk menggalakkan Siskamling atau ronda,” imbuhnya.

Diketahui sementara rumah warga Gunung Jaya Rt. 01 Rw. 02 yang terancam antara lain : Edi (60), Kanta (50), Tohar (50), Atma (60), Toha (40), Hendar (40), Jumirah (60), Amir (45), Tatang (45), Herman (42), Sawa (38), Abdul (65) serta Muhrodin (54). (Aan/rusg).

Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Brebes, Sapulidi.com – Mitigasi kecelakaan lalu-lintas dilakukan di ruas jalan Salem – Majenang, tepatnya di perbatasan antara Kecamatan Salem Kabupaten Brebes dengan Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, pada petak 42 L dan petak 42 M, kawasan Hutan Pinus Perhutani KRPH Banjaran BKPH Salem KPH Pekalongan Barat. Selasa siang (12/2/2019).


Selain mencegah para pengguna akses tertimpa pohon, upaya eksekusi tegakan pinus atau pine tree yang membahayakan karena condong atau miring ke jalan, juga untuk mengamankan instalasi listrik yang menerangi wilayah kecamatan tersebut.

“Dengan pengawalan TNI-Polri, kami membantu pihak PLN melaksanakan eksekusi tegakan pohon pinus sebanyak 12 batang, yang membahayakan kelistrikan,” ungkap Kursin, Mantri Perhutani BKPH Salem.

Dengan peralatan berupa chainsaw dan kawat baja, tim gabungan yang terdiri dari anggota PLN wilayah Salem dan Bumiayu, pihak Perhutani, Babinsa Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes serta Aiptu Slamet R dari Polsek, mereka bersinergi menyingkirkan potongan batang dari badan jalan. (Aan/rusg).

Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Brebes, Sapulidi.com – Mahkota longsor yang pernah menjadi pemicu bencana longsor nasional dan menimbun 14 hektar areal persawahan penduduk Desa Pasirpanjang Kecamatan Salem, kembali longsor. Pada 22 Februari 2018 tahun lalu, musibah ini merenggut 18 jiwa (4 belum ditemukan sampai sekarang) serta merusak 52 pemukiman.

Kronologis diuraikan Serka Wartono, anggota Intelijen Kodim 0713 Brebes serta aktivis bencana di wilayah Salem, “Sekitar pukul 00.00 WIB, mahkota longsor lama di tebing bukit setinggi 250 meter dengan lebar kurang lebih 100 meter yang berada diatas mata air dan Sungai Cipangurudan, kembali mengalami longsor susulan setelah satu tahun vacum. Sampai siang ini, matrial longsor berupa tanah, batu bercampur air masih mengalir,” bebernya, Selasa siang (12/2/2019).

Lanjutnya, perkiraan kerawanan adalah, jika intensitas hujan tinggi kembali datang, dikhawatirkan banjir material akan berdampak pada jalan lama lintas Propinsi Banjarharjo-Salem (zona merah) yang diperbaiki masyarakat secara swadaya dan digunakan sampai saat ini oleh masyarakat akan terputus kembali.

“Kami himbau kepada masyarakat yang berada di jalur longsoran agar lebih meningkatkan kewaspadaaan. Jika hujan lebat, sebaiknya menjauh dari zona berbahaya dan mengarah ke jalur evakuasi yang telah ditentukan dan dilatihkan,” tegasnya.

Tindakan yang diambil saat ini, berkoordinasi dengan instansi terkait serta penjaga portal jalan, agar di saat hujan deras portal jalan ditutup demi mengutamakan faktor keselamatan pengguna jalan. Terlihat Wartono (kaos abu-abu) bersama Jarwono, pegawai Perhutani KRPH Winduasri BKPH Salem, memantau situasi.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Tim gabungan juga mendapatkan jadwal bergilir guna memantau perkembangan pergerakan tanah khususnya di mahkota longsor atau hulu mata air Cipanggurudan,” imbuhnya. (Aan/rusg).
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Brebes, Sapulidi.com – Puluhan anggota BSC (Black Shooting Club) Perbakin Cabang Brebes melaksanakan silaturahmi sekaligus ramah tamah dengan Komandan Kodim (Dandim) 0713 Brebes, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE di Lapangan Serbaguna Makodim. Senin malam (11/2/2019).


Selaku Ketua BSC, Surya Kusuma Aji, S.Kom mengaku bangga dapat bertatap muka dengan Pembinanya (Dandim) sekaligus melaksanakan latihan menembak. Tak ada sekat disini, yang ada hanya satu kesatuan keluarga antara TNI dengan para pecinta senapan angin dari seluruh lapisan masyarakat.

“Saya mewakili keluarga besar Black Shooting Club mengaku bangga dan berterima kasih kepada Pak Dandim karena telah difasilitasi tempat latihan penyaluran hobi sekaligus dijamu dengan artis Pantura,” ungkap Surya Kusuma Aji.

Dalam kesempatan ini juga, Dandim (kaos hitam-ungu garis) juga menjajal senapan barunya yang telah standar Perbakin. Faisal Amri berharap, di Lapangan Tembak BSC Kodim kedepan muncul bibit-bibit petembak yang akan membawa nama harum Kabupaten Brebes umumnya dan klub tersebut khususnya. (Aan/rusg).
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Brebes, Sapulidi.com – Adalah Yodi Bin Wahyudin (27) pemuda asal Dukuh Selarum Rt. 01 Rw. 03 Desa Indrajaya Kecamatan Salem Kabupaten Brebes, hilang terbawa derasnya arus Kali Cigunung di kampungnya. Minggu (10/2/2019).


Diungkapkan Pejabat Sementara Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Pelda Jahri, bahwa korban tenggelam berangkat untuk mencari ikan bersama Darto Bin Supria (40) wiraswasta dan tetangganya, sekitar pukul 13.30 WIB dengan peralatan tradisional.

“Korban menggunakan jaring kecil untuk menciduk ikan, sehingga harus masuk ke air. Sesampainya di lokasi, keduanya berpencar dengan maksud mencari sarang ikan,” terangnya.

Lanjut dijelaskannya, sekitar kurang lebih pukul 17.05 WIB, Darto kembali ke rumahnya sementar korban belum pulang dan ditanyakan keberadaannya kepada dirinya oleh pihak keluarganya. Dari dugaan sementara, pemuda tersebut diperkirakan hanyut terbawa arus. Para relawan gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, SAR, Komunitas Bangbara Kecamatan Salem serta masyarakat sekitar melakukan pencarian dengan menyisir kali. Namun sampai dengan pukul 22.00 WIB, pencarian sementara dihentikan dikarenakan turun hujan dan membahayakan pencari, sehingga akan dilanjutkan besok pagi. Sedangkan titik terang pencarian adalah, tim berhasil menemukan jaring yang dipakai menangkap ikan di aliran tersebut.
Jahri juga menghimbau kepada masyarakat lainnya agar tidak beraktivitas di sungai terlebih pasca hujan turun lebat. “Di puncak musim penghujan ini, sangat berbahaya mencari ikan karena sapuan air bah yang datang dari hulu bisa datang kapan saja,” tegasnya.  

Tanda-tanda alam akan datangnya bah dijelaskannya antara lain : air sungai akan berubah menjadi keruh karena bercampur dengan tanah dan lumpur, ada suara gemuruh dari arah aliran sungai atas, itulah petanda air, lumpur, batu atau batang pohon sedang bergerak mengalir. (Aan/rusg).

Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Brebes, Sapulidi.com – Bencana longsor kembali terjadi di wilayah Kecamatan Salem Kabupaten Brebes. Kurang lebih 3 hektar lahan pertanian masyarakat Dukuh Cimaras Rt. 01 Rw. 03 Desa Tembongraja serta jalan menuju lapangan sepak bola desa tertutup material sepanjang 50 meter dan lebar 27 meter. Minggu (10/2/2019).
Longsor juga mengancam 41 pemukiman penduduk yang berada di bawah tebing persawahan atau mahkota longsor. Dijelaskan Pelda Jahri, Pejabat Sementara Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes bahwa, kejadian dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Salem dan sekitarnya dari pukul 00.00 – 05.00 WIB. Mahkota longsor di areal persawahan sebelumnya telah mengalami pergerakan tanah (20/1).


“Awalnya warga curiga setelah mendengar ledakan cukup keras sekitar jam dua lebih lima belas menit dini hari, mereka terbangun dan memeriksa keadaan lingkungan sekitar tempat tinggal mencari sumber bunyi, namun tidak ditemukan apapun karena hujan masih turun,” terangnya.

Dilanjutkannya, pagi hari penduduk mendapati di areal persawahan telah mengalami longsor. Saat ini (21.00 WIB) retakan tanah juga sudah menjalar ke pekarangan rumah Waswinudin (45) petani Rt. 01 Rw. 03 Dukuh Cimaras (garis mahkota longsor) dan mengancam puluhan tetangganya. Malam ini juga, seluruh masyarakat tersebut sudah mengungsi, ini sesuai himbauan dari Koramil dan BPBD Kecamatan guna mengosongkan jalur bencana mengingat hujan gerimis masih terjadi.

“Warga kami wajibkan mengungsi, kami khawatir air cepat menggenangi rekahan yang sekarang sudah selebar 50 centimeter. Karena musibah dapat datang kapan saja,” tegas Jahri.

Diketahui, tak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian harta benda yaitu areal persawahan ditaksir ratusan juta rupiah. Terlihat Babinsa, Serda Toharis dan Irman (47) pegawai UPTD Kecamatan, berusaha menyingkirkan material longsor dengan peralatan seadanya sambil mencatat dan melaporkan perkembangan.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melaksanakan kerja bakti pembersihan dan membuat pengamanan darurat di sekitar rumah Pak Waswinudin untuk menahan tanah, besok pagi (11/2),” imbuh Jahri. (Aan/rusg)
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Brebes, Sapulidi.com – Bencana alam longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Brebes, kali tanah amblas terjadi di areal pemakaman Dusun Babakan Desa/Kecamatan Salem yang dipicu hujan deras semalam berselang. Wajar, geografis perbukitan dengan ketinggian bervariasi antara 100-1.200 mdpl, musibah jenis ini bisa terjadi. Minggu (10/2/2019).


Kronologis kejadian diterangkan Bati Tuud Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Pelda Jahri “Kejadian sekitar pukul 06.00 WIB, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Salem tadi malam. Panjang longsoran kurang lebih 15 meter, lebar 5 meter dan dengan ketinggian tebing 20 meter. Longsor juga mengancam persawahan yang ada dibawahnya.

“Pihak kami bersama perangkat desa melaksanakan koordinasi dengan pihak keluarga almarhum (makam yang longsor) untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pihak Koramil juga menghimbau kepada warga masyarakat agar memperhatikan faktor keamanan, dengan menjauh dari atas tebing longsor. Ini guna mencegah korban jiwa.

Sebagai gambaran, landscape Kecamatan ini seperti mangkok bakso. di kiri-kanan adalah daerah perbukitan sedangkan di tengah-tengahnya adalah wilayah pemukiman penduduk. Berhawa sejuk dengan kelembaban antara 16-22 °C sehingga memiliki panorama yang indah dan objek wisata yang melimpah untuk dikembangkan. Salem dapat diakses via darat melalui tiga jalur utama melalui jalan yang terjal dan sempit, yaitu dari Kecamatan Bumiayu (timur) sekitar 40 km, dari Majenang Jawa Barat (selatan) sekitar 20 km maupun dari Banjarharjo melalui Desa Sindangheula dengan mendaki Gunung Lio (utara) sejauh 30 km.

Seiring dengan potensi bencana, dipandang dari sudut militer daerah ini merupakan pertahanan yang efektif, sementara dari sisi lainnya merupakan daerah pertanian yang sangat subur (padi, kelapa, sayur, buah-buahan, palawija, kayu pinus, mahoni dan albasia, bambu serta getah pinus), sehingga Salem merupakan daerah strategis secara politis. (Aan/rusg).
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Brebes, Sapulidi.com – Banyak kepentingan yang menyangkut kesejahteraan hidup yang layak membuat warga masyarakat Desa Cinanas Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes, membuat mereka membagi tugas antara urusan dapur dengan membantu TNI membangun sarana pendukung jalan TMMD Sengkuyung I 2019.


Terlihat, baik tua-muda maupun laki-perempuan, bersinergi dengan para teknisi dan Babinsa Koramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes dalam melanjutkan pekerjaan sebelumnya, karya bakti TMMD hari keempat. Termasuk Danramil, Kapten Armed Zaenal Abidin. Minggu (10/2/2019).

Diterangkan Danramil, untuk hasil yang dicapai dalam pembuatan TPT (Talud Penahan Tanah) sehari sebelumnya (9/2) adalah, di ruas I 13 meter tinggi 0,5 - 2,5 meter di Dusun Kalijambe tercapai 95 % dan talud sepanjang 17 meter tinggi 0,5 - 2,5 meter baru tercapai 40 %. Selanjutnya adalah talud di ruas VI dengan Volume panjang 18 meter tinggi 1 meter terealisasi 60 %.

“Progres ini berhasil diraih karena tingginya antusias masyarakat Dusun Kalijambe yang harian kurang lebih 30 orang dalam membantu pihak kami yang berjumlah 16 orang. Saya mengapresiasi perangkat dusun dan desa, karena telah menggerakkan warganya secara terjadwal tergilir,” ungkapnya.

Ditambahkannya, akses tersebut merupakan sarana penghubung antar dusun yaitu Kedung Nanas dengan Karangsengon melewati Kalijambe. Begitu vitalnya bagi peningkatan ekonomi atau pemasaran hasil bumi, kesehatan dan pendidikan, perlunya adanya upaya pengawetan badan jalan dari gerusan air hujan sehingga talud dan gorong-gorong (riol) menjadi sasaran TMMD. Untuk saluran drainase juga diupayakan sebagai sasaran tambahan program.

“TPT sangat penting dalam untuk menahan badan jalan, sedangkan gorong-gorong guna mengalirkan air hujan dari perbukitan agar tidak melintasi jalan. Cukup pengendara saja yang melintas jalan,” selorohnya. (Aan0713/rusg).