January 2019
Pekalongan – Guna kesiapan pelaksanaan pengamanan pemilu Legislatif dan Presiden Tahun 2019, Kodim 0710/Pekalongan menggelar latihan pengamanan kegiatan yang dilaksanakan di lapangan apel Makodim setempat, Kamis (31/1/2019)

Kegiatan tersebut dilaksanakan agar prajurit memahami dan menguasai dalam pengamanan Pemilu nantinya, sesuai dengan protap dan prosedur yang yang sudah ditetapkan dalam hal ini TNI adalah membackup Polri.

Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha kepada prajuritnya menjelaskan agar latihan dilaksanakan secara semaksimal mungkin, walaupun dalam pelaksanaanya nanti tugas TNI adalah membackUp Polri, namun perlu dilaksanakan latihan guna menghindari kesalahan prosedur apabila terjadi gangguan keamanan.

"Latihan ini sangat penting dilaksanakan, agar dalam pelaksanaanya nanti para prajurit sudah memahami prosedur yang ada, sehingga apabila terjadi gangguan keamanan tidak ada kesalahan prosedur yang dilakukan para prajurit ", ungkapnya.

Menyinggung tentang Netralitas, Dandim Muhammad Ridha menegaskan, Netralitas sudah jelas dan sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. "Bagi kami, Netralitas Harga Mati", tegasnya.

Dandim berharap, nantinya tidak ada prajurit yang tidak netral dan semuanya harus netral, karena sanksinya sangat berat apabila ada prajurit yang tidak netral dalam pemilu yang akan datang.

“ Semua prajurit harus netral, tidak terlibat politik praktis, dan anggota pun harus tahu bagaimana berbuat di lapangan, tidak terpengaruh provokasi maupun ajakan-ajakan yang dilakukan kelompok-kelompok tertentu. Netralitas, sudah berulang kami tegaskan dan sampaikan kepada prajurit," pungkasnya.(red/rusg)
Kota Pekalongan - Menjelang pergantian Dandim 0710/Pekalongan dari Letkol Inf Muhammad Ridha kepada Letkol Inf Arfan Johan Wihananto
, Tim Verifikasi Korem 071/Wijayakusuma yang dipimpin oleh Letkol Caj Ngatino mengadakan kunjungan kerja ke Kodim 0710/Pekalongan, Kamis (31/1/2019).

Menurut Kasdim 0710/Pekalongan, Mayor Inf Hufron dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, Kedatangan Tim Verifikasi Korem 071/Wijayakusuma adalah dalam rangka membantu Kodim 0710 Pekalongan untuk mempersiapkan proses serah terima jabatan komandan Kodim, diharapkan dengan kedatangan Tim Verifikasi dapat bekerja maksimal sehingga proses sertijab nantinya berjalan dengan lancar.

" Kegiatan yang dilaksanakan ini adalah sesuai prosedur yang telah di tetapkan, sebelum proses serah terima jabatan Komandan Kodim," terang Kasdim.

Dalam verifikasi tersebut diadakan pengecekan mulai dari bidang Intelejen, Operasi, Personel, Logistik, Teritorial, Juru bayar, Gudang munisi dan senjata, Koperasi serta program-program satuan yang sudah dan sedang dilaksanakan oleh satuan Kodim 0710/Pekalongan.

" Dengan proses verifikasi ini, diharapakan tidak ada temuan dan semua sudah sesuai dengan aturan, sehingga pada saat paparan sudah tidak ada lagi kendala dan proses Sertijab bisa berjalan sesuai rencana, " pungkas Kasdim. (Red/rusg)
Pekalongan - Babinsa Koramil 10/Wiradesa bersama Babinkamtibmas mengevakuasi jenasah Casbin yang sesuai data di KTP adalah warga Banyurip Ageng Rt 03 Rw 01 kel.Banyu urip kec Buaran yang terbujur kaku di gardu poskamling Rt 13 Rw 03 kel.Bener kelurahan Kec. Wiradesa pada, kamis (31/1/19)

Diketahui, Casbin semasa hidupnya adalah sebatang kara dan tidak mempunyai keluarga yang kesehariannya memang tinggal digardu poskampling tersebut, dan warga setempat sudah menganggapnya sebagai orang gila, karena memang kehidupannya sudah tidak layaknya manusia normal.

Kronologis kejadian berawal saat bapak Warmat (60th) warga RT 13/03 pada pukul 05.45 Wib, sepulang dari sholat subuh di masjid Al Amin kelurahan Bener lewat di poskamling dan curiga dengan orang gila yang biasanya nongkrong ditempat tersebut yang sudah tidak bergerak, dan setelah dilihat dari dekat ternyata sudah tidak bernyawa lagi. Kemudian Babinsa serka Riyadi mendapat laporan dari warga pada pukul  06.00 wib bahwa ada orang yang diperkirakan sudah meninggal di Poskamling Rt 13/03 kelurahan Bener tersebut.

" Saya dapat laporan dari warga bahwa ada jenasah di gardu poskampling kelurahan bener, dan segera saya cek kelokasi dan benar adanya bahwa orang tersebut sudah dalam kondisi sudah meninggal," ungkap serka Riyadi.

Kemudian serka Riyadi berkordinasi dengan Lurah dan  Rt setempat serta Babhinkamtibmas  Aiptu Bagas anggota Polsek Wiradesa, untuk selanjutnya membawa jenasah ke RSU Bendan untuk diambil tindakan lebih lanjut.(red/rusg)
Sapulidi.com, Brebes – Mengacu kepada Undang-Undang TNI No. 32 Tahun 2004 tentang TNI, satuan kewilayahan TNI-AD memiliki kewenangan untuk melakukan OMSP (Operasi Militer Selain Perang), yang salah satunya adalah memberikan perbantuan kepada Pemerintah Daerah.


TNI-AD memainkan peran dan fungsinya dalam mengakselerasi pembangunan di daerah yang berkorelasi guna memenuhi berbagai tuntutan publik. Salah implementasinya adalah dengan menyuluh dan melatih guna meningkatkan kapasitas Linmas dan RT/RW bidang keamanan Desa Watujaya Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes. Rabu (1/30/2019).  

Dalam sosialisasi, Nampak hadir Kasi Trantib Tonjong Sugiarto, SH, Babinsa Peltu Edi B, Aiptu Joko dari Polsek serta Kades Watujaya. Diterangkan Sugiarto, SH bahwa, Babinsa Koramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, telah melatih sejumlah 30 orang Linmas dan RT/RW se-Watujaya. Pasalnya, Linmas merupakan bagian integral dalam sistem pertahanan keamanan nasional. Linmas juga dibentuk pada setiap desa dan anggotanya diangkat dari masyarakat yang telah diberikan pelatihan oleh militer dibawah pengawasan Bupati.

Dijelaskan Peltu Edi B bahwasanya fungsi Linmas dalam kehidupan masyarakat sehari–hari berdasarkan asas legalitas yang meliputi : bagian dalam penanggulangan bencana alam, pengamanan Pemilu, bagian dalam antisipasi terorisme, menjaga keamanan, ketertiban dan ketentraman masyarakat.

“Diharapkan kedepan Linmas mampu mengoptimalkan tugas pokok dan fungsi dalam membantu Kepolisian dan TNI untuk mengatasi teroris melalui pendekatan persuasif, edukatif dan partisipatif,” bebernya.

Adapun maksud dan tujuan diadakan kegiatan tersebut, yaitu dalam rangka meningkatkan pembekalan, pengetahuan bagi perangkat Linmas desa serta mewujudkan personil Linmas yang handal dan Profesional dalam melaksanakan tugas-tugas di wilayah kedepannya. (Aan0713/rusg).

Sapulidi.com, Brebes – Tim gabungan di wilayah hukum Kecamatan Jatibarang yang terdiri dari Panwaslu, Anggota PPK, Anggota PPL, Satpol PP serta di bawah pengawalan Babinsa dan Unit Intel Kodim 0713 Brebes dan Polsek, melaksanakan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar aturan pemasangan di wilayah Jatibarang. Rabu (30/1/2019).
Tim menyita ratusan APK berupa baliho dan spanduk caleg. Hal ini dibenarkan Roto Harjo, Ketua Panwascam Kecamatan, bahwa pihaknya menertibkan APK di 12 Desa yang meliputi : Desa Karanglo 3 APK, Jatibarang Kidul 17 APK, Kemiriamba 12 APK, Klampis 7 APK, Kebonagung 5 APK, Jatibarang Lor 9 APK, Janegara 10 APK, Kebogadung 18 APK, Klikiran 9 APK, Bojong 6 APK, Kedungtukang 20 APK serta Buaran 3 APK.


“Total ada 119 APK yang kami sterilkan karena melanggar aturan dalam pemasangan, mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 51 Tahun 2018, tentang pedoman lokasi kampanye dan pemasangan APK untuk peserta Pemilu,” ungkapnya.

Inventarisasi tersebut dilakukan terlebih lokasi pemasanganya di jalan protokol khususnya jalan nasional, Kantor Pemerintah, BUMN, BUMD, TNI, Polri, tempat ibadah, lembaga pendidikan, Rumah Sakit, makam, jembatan, pohon, saluran pengairan yang posisinya melintang, tiang listrik/telpon maupun Alun-alun.
"APK juga tidak boleh dipasang dengan cara dipaku di pohon atau diikat di tiang listrik. Boleh dipasang di jalan provinsi dan kabupaten, asalkan tidak dipasang di pohon dan jembatan sebagaimana diatur dalam Perbup,” imbuhnya.

Penertiban ini akan terus dilakukan tim gabungan dengan tujuan agar para peserta kampanye Pileg tertib berkampanye serta estetika Kabupaten Brebes tetap terjaga selama periode pesta demokrasi 2019. (Aan/rusg).
Sapulidi.com, Jakarta – “Mars Babinsa” Tak disangka pencipta lagu ini, Pelda (Purn) Andadio Prabowo, disaat pensiunnya dapat bertatap muka dan menerima penghargaan langsung dari Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P, saat acara Rapim TNI Tahun 2019 di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur. Rabu (30/1/2019).


Mars tersebut kental bernuansa pengabdian Babinsa TNI dalam membina desa di satuan teritorial Koramil dan Kodim. “Makna nilai-nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit juga menyelimuti liriknya. Intinya adalah kemampuan kita dalam bermasyarakat serta komunikasi sosial di wilayah masing-masing,” ungkap Hadi Tjahjanto.  

Menurutnya juga, di dalam lagu digambarkan bahwa TNI selalu hadir membantu mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya. Oleh karenanya, mewakili seluruh Prajurit TNI AD, Laut dan Udara, Panglima TNI memberikan apresiasi secara simbolis kepada Andadio Prabowo berupa piagam serta kunci sepeda motor yang disaksikan oleh Menhan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji SE, MM dan Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE, MM.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak atas semangat yang luar biasa. Bapak adalah prajurit sejati,” imbuh Panglima TNI.

Sebelumnya, Andadio Prabowo (jabatan terakhir sebagai Bati Tuud Koramil 0818/27 Lawang, Kodim 0818/Malang-Batu, Korem 083/Baladhika Jaya) bersama Wanita TNI menyanyikan lagu Mars Babinsa dengan diiringi Kartika Simponi Orkestra dan diikuti ratusan peserta Rapim.

Diketahui, pada waktu penciptaan lagu, Pelda tersebut mendapatkan perintah dari Dandim 0818/Malang-Batu Letkol Inf. Besar Harto Karyawan, dengan tujuan memberikan semangat kepada para Babinsanya. Mars itu pertama kali dilantunkan saat acara serah terima jabatan Dandim Letkol Inf. Besar Harto Karyawan kepada Letkol Art. Eko Ponco Widodo, 2004 silam. Kini menjadi lagu wajib dan kebanggaan seluruh Babinsa TNI di seluruh wilayah NKRI. (Aan0713/rusg).

Sapulidi.com, Brebes – Progres pengecoran akses sepanjang 334 meter, lebar 2,5 meter dan ketebalan 10 centimeter di Dukuh Sander Rt. 09 Rw. 10 Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, telah rampung 100 %. Rabu (30/1/2019).


Terlihat Darito (68) tokoh masyarakat Rt. 5 Rw. 10 sekaligus merangkap TPK (Tim Pengelola  Kegiatan), sedang menyapu beton sebelum dilapisi aspal cair atau ter. Seluruh pekerja dalam proyek yang menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2018 ini, berasal dari masyarakat setempat. Tentunya jika dikerjakan dari dan oleh masyarakat, tentunya kualitas bangunan akan lebih optimal.
Warga kini mulai menatap jalan sepanjang 300 meter lebih tersebut akan mudah dilalui untuk akses perekonomian dan pertanian yang baru kedepannya. Jalan juga akan menghubungkan sisi utara dan selatan jalan yang pernah dibangun melalui TNI Manunggal Membangun Desa Sengkuyung 2017 lalu.

“Hari ini sudah dimulai pengaspalan jalan mulai dari titik nol. Satu unit vibro roller digunakan untuk membantu pemadatan campuran aspal. Kami berharap dalam 3 sampai 4 hari kedepan cuaca bersahabat sehingga aspal dapat maksimal menempel pada beton,” ungkap Darito.

Diketahui, jalan tersebut tidak dikerjakan dalam TMMD karena sebelumnya sudah dianggarkan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar 195,8 juta, termasuk pengecoran 8 titik gorong-gorong (3 m x 60 cm). (Aan/rusg).
Pekalongan - Hujan yang terjadi pada minggu ini intensitasnya sangat tinggi dan mengakibatkan bencana alam banjir dan tanah longsor di beberapa tempat di wilayah Kabupaten maupun kota Pekalongan. Selain banjir yang merendam hampir seluruh Kota Pekalongan dan sebagian kabupaten Pekalongan, juga mengakibatkan tebing jalan desa longsor yaitu di Desa Kali Pancur Kec Bojong.

Guna memperlancar arus lalulintas serta membersihkan material longsoran yang terjadi, Koramil 08/Bojong  bersama masyarakat setempat mengadakan kerja bakti pembersihan jalan yang terdampak longsor, bertempat di Rt 17 Rw 06 Desa Kali pancur Kecamatan Bojong, selasa(29/1)

Danramil 08 Bojong Kapten Inf Nurkhan melalui Babinsa setempat Serka Supardi menjelaskan, longsor yang terjadi karena hujan yang lebat selama beberapa hari dan struktur tanah yang gembur membuat tebing tersebut memang rawan longsor.

" Tebing yang longsor kira-kira panjangnya 5 meter dikarenakan hujan yang lebat secara terus menerus, disertai angin dan tanah yang gembur membuat tebing tersebut longsor, walaupun jalan desa namun perlu dilakukan pembersihan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat,"jelasnya.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat agar, pada musim penghujan ini selalu waspada dan berhati - hati pada setiap kemungkinan yang terjadi, baik itu bahaya tanah longsor, banjir, angin puting beliung maupun petir. Dan berpesan agar, apabila terjadi bencana alam segera melapor kepada Koramil dan aparat terkait sehingga cepat diambil tindakan.(red/rusg)
Sapulidi.com, Brebes – Guna membentuk kedisiplinan generasi muda sejak dini, Bati Tuud Koramil 06 Kersana Kodim 0713 Brebes, Peltu Khoiri bersama Serka Jamaludin (Babinsa), melaksanakan pelatihan Tata Upacara Bendera (TUB) kepada Peleton Khusus SMA N 1 Kersana. Rabu (30/01/2019).
Rutinitas ini dilaksanakan dua hari dalam satu minggu, dimana para siswa yang tergabung dalam Tonsus diwajibkan pihak sekolah mengikuti pelatihan secara intensif. Hal ini dibenarkan Khoiri bahwa, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dengan mewarisi nilai luhur budaya bangsa agar tidak memudar di kalangan penerus bangsa.


“Selain TUB juga kami sisipkan PBB (Peraturan Baris Berbaris). Kami terpanggil terjun langsung memberikan pembinaan melalui kegiatan ini. Harapannya agar generasi kita kedepan mampu menjawab arus informasi globalisasi serta anti Narkoba," tegasnya.

Selain itu, saat upacara bendera nantinya agar dapat berjalan dengan tertib dan khidmat sebagai wahana pendidikan awal bela Negara lingkup kecil.

Sementara itu Kepala Sekolah H. Ihdi Amin, M.Pd, sangat mengapresiasi para anggota TNI dalam membina dan mendampingi anak didiknya. "Saya mewakili sekolah sangat berterima kasih atas pelatihan yang diberikan, anak didik kami menjadi lebih bersemangat didampingi TNI,” ungkapnya. (Utsm-Aan0713/rusg).

Sapulidi.com, Brebes – Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri 5 Pesantunan Brebes mendapat pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 03 Wanasari Kodim 0713 Brebes, Sertu Adnan, di halaman sekolah. Rabu (30/1/2019).


Disampaikan Adnan, dengan kedisiplinan, Ke-24 siswa ini coba ditumbuhkan rasa persatuan sehingga lebih mengutamakan bersama diatas kepentingan pribadi. “Dengan disiplin, secara langsung mereka kita tanamkan rasa tanggung jawab,” katanya di sela-sela pelatihan.

Ditambahkannya, selain itu banyak hal positif yang bisa diambil dari pembelajaran PBB, yakni menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan terbentuknya watak atau karakter yang akan berguna dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menjadi pemimpin bangsa kelak.

“Sikap ini kita arahkan untuk menumbuhkan ikatan rasa kebersamaan, senasib dan sepenanggungan yang akan berguna dalam menjalankan tugas sehari-hari kelak,” imbuhnya. (Utsm-Aan0713/rusg).

Sapulidi.com, Jakarta  TNI Manunggal Membangun Desa Reguler 104 akan dilaksanakan mulai tanggal 26 Februari-27 Maret 2019. Sehingga untuk mensukseskan hajatan TNI bersama Pemerintah RI melalui Kementerian Agama, dilaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) antara keduanya di Hotel Golden Tulip Pasar Baru, Jakarta. Selasa (29/1/2019).

Rapat membahas konsep persiapan penyelenggaraan TMMD Ke-104 yang akan digelar di 50 Satgas TMMD Kabupaten/Kota/Kodim seluruh wilayah Indonesia, termasuk empat Kodim jajaran Kodam IV Diponegoro yaitu Kodim 0711/Pemalang, Kodim 0706/Temanggung, Kodim 0721/Blora dan Kodim 0726/Sukoharjo.

Rakor tersebut dipimpin Kepala Biro Umum Sekjen Kemenag RI Drs. H. Syafrizal, M.Si bersama Pati LO Kemenag RI Brigjen TNI Oerip Soekotjo. Hadir antara lain para pejabat Eselon I dan II jajaran Kemenag RI, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rektor IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Sesditjen Pendidikan Islam, Sesditjen Penyelenggara Haji dan Umrah, Sesditjen Bimas (Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha), Sesbalitbang dan Diklat, Ses BPJPH, Dir Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kepala Biro Perencanaan, Kepala Biro Umum, Kepala PKUB serta pejabat di lingkungan Spaban V/Bakti TNI Sterad yang diwakili Paban V/Bakti TNI Kolonel Inf. Yudianto Putrajaya, SE, M.M.

Selaku pelaksana teknis TNI, Staf Umum Teritorial Angkatan Darat (Stafterad) mensinergikan dengan Kemenag RI untuk menggelar berbagai kegiatan suksesor TMMD 104 yang meliputi pendistribusian Al Quran terjemahan berbagai bahasa, sosialisasi di 28 lokasi seluruh Indonesia oleh Badan Pusat PKUB, edukasi masyarakat tentang media sosial yang sehat, penyuluhan tentang 5 pasti haji dan umroh, rehab rumah ibadah dan pesantren, sosialisasi fasilitas zakat dan wakaf, pelaksanaan KKN bagi mahasiswa/i di lingkungan perguruan tinggi jajaran Kemenag RI maupun kegiatan sosial kemanusiaan lainnya.

Disampaikan Yudianto Putrajaya bahwa, tujuan dari pelaksanaan TMMD Reguler ini adalah perbantuan kepada pemerintah daerah guna mempercepat/mengakselerasi pembangunan khususnya di daerah tertinggal, terpencil, pulau-pulau terluar dan daerah perbatasan.

“Para prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler, akan menumpang dan beraktivitas bersama masyarakat sasaran selama sebulan. Disini diharapkan terwujud suatu Kemanunggalan antara TNI-rakyat sehingga akan memperkokoh Ketahanan Nasional di seluruh wilayah NKRI,” ungkapnya. (Sterad/Aan0713/rusg).

Sapulidi.com, Brebes – Warga masyarakat Desa Sidamulya Kecamatan Wanasari, termasuk para petani bawang merah, kini mulai bernafas lega. Empat titik tanggul Sungai Pemali yang kritis dan mengancam akan segera ditambal pada akhir Januari 2019 (31/1) oleh gabungan segenap elemen.
Hal ini dibenarkan Kades, Hadi Darnoto, dalam Rakor penanganan darurat tanggul Pemali yang bertempat di Ruang Kerja Camat Wanasari. “Penanggulangan di tanggul tersebut sudah sering dilakukan melalui kerja bakti antara masyarakat bersama TNI-Polri. Namun hasilnya kurang maksimal karena hanya menggunakan peralatan konvensional,” ungkapnya, Selasa (29/1/2019).


Ditambahkan Danramil 03 Wanasari Kodim 0713 Brebes, Kapten Inf. Turiman bahwa, “Kami bersama masyarakat Sidamulya sudah melaksanakan upaya secara manual, namun hasilnya kurang maksimal. Manakala debit air Pemali over, karung-karung yang kami pasang hilang terbawa air,” terangnya memastikan ada 4 titik sebelah kiri barat Sidamulya yang harus segera ditangani mengantisipasi hujan dengan intensitas tinggi.

Turiman menyarankan agar pihak terkait menyediakan alat berat excavator untuk menancapkan bambu penahan karung sehingga lebih dalam. Penanganan darurat sebagai langkah awal antisipasi jebolnya tanggul di desa binaannya, pasalnya sungai tersebut merupakan induk utama saluran-saluran pembuang sekunder di Brebes.

Dalam rapat ini disepakati pembagian tugas meliputi : alat berat oleh Pemkab Brebes, Dinas PU SDA Taru Provinsi Jateng menyediakan karung plastik sebanyak 5000 lembar dan upah operator alat berat. Untuk Balai Besar PSDA Pemali-Comal karung plastik 5000 lembar serta mob demob. Dinas PSDA PR Kabupaten Brebes karung 1000 lembar, BBM excavator dan konsumsi. BPBD Kabupaten Brebes sendiri menyiapkan karung sebanyak 2000 lembar dan sesek. Pengangkutan karung dari Kecamatan, sedangkan untuk bambu dan tanah oleh masyarakat setempat dan tenaga akan dibantu personil TNI/Polri.

Sementara dikalkulasi Ir. Rahman Wahyu Adi Kartika Kepala PSDA Pemali-Comal bahwa, penanganan awal setidaknya dibutuhkan kurang lebih 12.600 karung tanah. Ia juga menegaskan bahwa penanggulangan sifatnya sementara karena belum adanya anggaran. (Aan0713/rusg).

Pekalongan - Sampai hari ke tiga dari awal terjadinya banjir pada tanggal 27 januari 2019 yang lalu, ribuan pengungsi masih bertahan di pengungsian, hal tersebut tentunya membawa dampak pada kehidupan masyarakat kota maupun Kabupaten Pekalongan yang terdampak banjir, baik dari aktivitas di rumah maupun sekolah dan perkantoran.

Termasuk juga para relawan dan instansi terkait guna memenuhi kebutuhan bagi para pengungsi, tak terkecuali adalah para anggota TNI dari Kodim 0710/Pekalongan, yang selama ini selalu menjadi yang terdepan dalam ikut membantu dalam evakuasi maupun dalam melayani kebutuhan para pengungsi. Hal tersebut ditunjukkan saat puluhan anggota Kodim 0710 Pekalongan secara bergantian setiap hari mendistribusikan logistik kepada pengungsi dan ikut memasak di dapur umum yang didirikan secara bersama sama antara TNI, BPBD, Polri, Relawan serta Pemda. Selasa(29/1/19).

Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, dalam setiap kesempatan selalu menekankan kepada prajuritnya agar, senantiasa ikhlas dalam bekerja dan membantu para warga masyarakat yang terdampak bencana banjir maupun bencana alam yang terjadi di wilayah akhir-akhir ini.

" Kita harus tulus dan ikhlas dalam setiap perbuatan yang kita lakukan, kegiatan yang kita lakukan ini adalah sebagai pengabdian kita terhadap masyarakat,  bangsa dan negara, dan mudah -mudahan akan menjadi amal baik kita juga," tutur Dandim.

Dirinya juga berharap kepada masyarakat yang baru mengalami musibah agar tetap tabah dan sabar menghadapi cobaan yang terjadi, dan kepada prajuritnya agar selalu siap siaga setiap saat, membantu dan melayani pengungsi yang masih bertahan serta memberi pelayanan yang maksimal.

Untuk tanggap bencana banjir kali ini, Kodim 0710/Pekalongan juga ikut membantu memasak maupun distribusi logistik di dapur umum yang bertempat di Gor Jetayu kota Pekalongan, dan menerjunkan satu peleton anggota yang dilaksanakan secara bergiliran, dan jajaran koramil yang terdampak banjir untuk selalu standby dan membantu warga yang membutuhkan bantuan(red/rusg)



Sapulidi.com, Brebes – Puluhan Polisi Cilik (Pocil) dari Taman Kanak-Kanak Pertiwi Desa Sutamaja Kecamatan Kersana secara spontanitas menyambangi Koramil 06 Kersana Kodim 0713 Brebes sebagai pengenalan lingkungan atau instansi luar sekolah. Selasa pagi (29/1/2019).


Kedatangan 30 orang anak tersebut sempat membuat kaget piket jaga, pasalnya tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Hal ini dibenarkan Bati Tuud Koramil, Peltu Khoiri bahwa walaupun pihaknya kurang persiapan namun semaksimal mungkin memberikan sambutan hangat kepada para polisi dan polwan cilik tersebut.

Nilai edukasi yang diberikannya antara lain menyampaikan struktur organisasi Koramil, tugas pokok Babinsa (Bintara Pembina Desa), mengenalkan seragam TNI dan PNS serta penyisipan pesan moral agar rajin belajar serta patuh kepada guru dan orang tua.

“Kami juga mengajak Anak-anak untuk bernyanyi lagu-lagu kebangsaan supaya mereka lebih ingat dan bukan lebih hafal lagu barat. Inilah salah satu bukti kecintaan dan ingin dekatnya anak bangsa kepada TNI, sehingga kami berharap merekalah kelak penerus kami dan Kepolisian dalam menjaga NKRI,” tutur Khoiri.

Sementara Kepala Sekolah, Siti Nur Aini (40) menyatakan bahwa kunjungannya guna mengenal lebih dekat profesi TNI-AD serta tugas-tugasnya dalam menjaga kedaulatan NKRI, membantu tugas pembangunan dan penanganan bencana alam Pemda maupun pendampingan masyarakat Jatibarang langsung berbagai program desa (pertanian, peternakan, KB, Pos Kamling dan lain-lain).

“Saya mewakili sekolah berharap dari kunjungan ini akan timbul rasa cinta anak kepada TNI serta kebanggaan tersendiri sebagai anak Indonesia,” ungkapnya selepas pelaksanaan foto bersama. (Aan0713/rusg).

Sapulidi.com, Brebes – Monitoring harga GKP (Gabah Kering Petani) dan beras di wilayah Kecamatan Salem Kabupaten Brebes, dilakukan Babinsa Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Sertu Sampara. Inspeksi dilakukannya ke rice mill/penggilingan beras yang berada di Desa Winduasri. Selasa (29/01/2019).

Terlihat ia melaksanakan pemantauan perkembangan harga di penggilingan wilayah binaannya, milik Suwardi (58). “Belum ada pengaruhnya sampai saat ini, namun kita harus melihat jangka panjang. Ini merupakan bagian upaya bersama untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan harga beras,” kata Sampara berharap pasca panen raya di bulan Februari nanti harga gabah dan beras di Salem stabil.

Diketahui, harga beras di Kecamatan Salem untuk medium berkisar di angka 8.000/kg, gabah antara 5.200-6.000 rupiah/kg. Sedangkan untuk harga penjual di Salem 7.800 ribu rupiah/kg, di Pasar Induk Brebes antara 8.200-8.350 ribu rupiah/kg.

Sementara dijelaskan Suwardi, “Harga gabah dan beras bertambah naik walaupun musim tanam dan panen. Para petani belum bisa menurunkan harga gabah dan beras saat ini karena belum waktunya panen raya,” ungkapnya.

“Mungkin nanti setelah panen raya, harganya akan turun mengikuti harga pasaran,” imbuh sang pemilik rice mill. (Aan0713/rusg).

Kota Pekalongan - Hujan lebat yang melanda pekalongan sejak sabtu sore pukul 19.00 wib, mengakibatkan hampir sebagian kota pekalongan di landa banjir, salah satunya yang terparah adalah wilayah kecamatan pekalongan utara dan Pekalongan Timur, minggu(27/1/19)

Mengetahui adanya banjir di wilayah, Komandan Kodim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha langsung memerintahkan jajarannya untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir tersebut.

Tidak menunggu lama babinsa pun di terjunkan untuk membantu evakuasi warga, sertu Alexius Babinsa dari Koramil 19/Pekalongan Utara yang berada di lokasi banjir menerangkan, saat ini di wilayah pekalongan utara telah terjadi banjir, di karenakan hujan lebat selama berjam jam yang mengakibatkan air kali loji meluap ke perkampungan. " Hampir seluruh wilayah pekalongan utara terdampak banjir, dengan ketingiam air bervariasi, dan yang paling parah adalah di dukuh bugisan kelurahan Panjang Wetan dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 1,5 meter,"ungkapnya.

Sampai saat ini kodim 0710/Pekalongan terus mengerahkan bantuan personil untuk membantu evakuasi warga yang hendak mengungsi ketitik titik yang aman, dan untuk sementara pengungsi yang sudah berada di pengungsian antara lain berada di kantor  PMI dengan jumlah pengungsi  kurang lebih 100 orang dan di GOR Jetayu kurang lebih 76 Orang dan dimungkinkan data akan bertambah karena banjir juga belum surut.(red/rusg)
Pekalongan - Danramil 15/Doro  Kapten Cpm Abdul Khamim, memberikan santunan kepada anak kurang mampu, kegiatan tersebut di lakukan saat menghadiri acara tasyakuran panen raya buah durian yang bertempat di komplek wisata Bengkelung Park Dukuh Krancah Desa Sidoharjo Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan,Sabtu(26/1/19)

Kegiatan seperti ini merupakan bentuk kepedulian, perhatian dan kasih sayang kami kepada mereka anak-anak yang kurang mampu, mudah -mudahan bisa membantu meringankan beban mereka,"terang Danramil seusai menghadiri acara tersebut. " Tentu sudah semestinya kita sebagai sesama umat manusia, mempunyai kepedulian dan rasa saling tolong-menolong sebagai wujud rasa cinta kasih kita kepada sesama,"imbuhnya.

Lebih lanjut Danramil Khamim menyampaikan, agamapun mengajarkan kita demikian untuk saling berbagi antara sesama dan sudah kewajiban kita pula untuk menyisihkan sebagian harta kita yang menjadi hak mereka." Kami juga berharap kegiatan ini juga dapat meningkatkan kecintaan dan ketaqwaan kita terhadap Allah SWT, serta mendapatkan keridhoanNYA,"jelasnya.

Selain kegiatan tersebut sebagai sarana mendekatkan diri dengan masyarakat, juga merupakan hal patut menjadi contoh bagi kita semua, sebagai sesama umat manusia yang harus saling berbagai dan mengasihi. " Semoga apa yang kami berikan ini, dapat membantu dan meringankan beban kebutuhan keluarga mereka ataupun masa depan mereka,"pungkasnya.(red/rusg)
Pekalongan - Upaya Danramil 15/Doro untuk selalu hadir di tengah -tengah masyarakatnya patut di acungi jempol, pasalnya Kapten Cpm Abdul Khamim yang menjabat Danramil baru beberapa bulan saja, namun namanya sudah banyak dikenal di kalangan masyarakat kec.Doro terutama perangkat desa maupun pejabat kecamatan Doro.

Ternyata begini upaya yang dilakukan oleh Danramil 15 /Doro Kapten Khamim, baru saja Danramil menghadiri acara Tasyakuran panen durian di desa Sidoharjo bertempat di komplek wisata Bengkelung Park Dukuh Krancah Desa Sidoharjo Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan,Sabtu(26/1/19)

Pada kesempatan tersebut Danramil Khamim mengungkapkan, sebagai upaya untuk mengenal dan di kenal di masyarakat, maka kita harus selalu dekat dan hadir pada kegiatan di masyarakat, sehingga akan timbul hubungan emosional dan kedekatan antara TNI dan rakyat.

" Dengan kita selalu hadir ditengah-tengah masyarakat maka kita pastinya akan cepat di kenal dan kita bisa mengenal masyarakat kita sehingga, akan terjalin hubungan yang baik antara kita dengan masyarakat,"ungkap Danramil.

Dirinya berharap, dengan upaya yang dilakukan selama ini akan membawa dampak yang positif terutama bagi citra TNI di mata Masyarakat dan khususnya koramil 15/Doro.(red/rusg)
Pekalongan – Saluran air sepanjang 700 meter dengan lebar 1 meter yang bertempat di desa Sawangan Kec.Doro Kab Pekalongan tersumbat oleh banyaknya tanaman yang berada di kanan kiri saluran, sehingga mengakibatkan banyak sampah yang menyumbat di saluran tersebut dan mengakibatkan air tidak bisa berjalan normal.

Guna  menormalkan kembali agar air bisa berjalan normal dan tidak tersumbat, anggota Koramil 15/Doro bersama masyarakat Desa Sawangan, Kecamatan Doro melaksanakan gotong-royong membersihkan saluran air yang tersumbat, Jum’at (25/1/19).

Danramil 15/Doro Kapten Cpm Abdul Khamim dalam kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan gotong-royong ini merupakan salah satu upaya untuk mensukseskan pertanian dan mengoptimalkan sistem irigasi yang ada dengan baik, untuk itu perlu dilakukan pembersihan saluran irigasi yang tersumbat, agar pengairan di sawah dapat berjalan dengan lancar.

“Saluran irigasi sangat penting bagi kesuksesan pertanian, sehingga ketersedian air pertanian harus terus dijaga kelancarannya, agar mampu menghasilkan hasil panen yang baik untuk mendongkrak kesejahteraan para petani,”ujarnya.

Danramil Khamim menambahkan, kerja bakti seperti ini akan mempererat jalinan silaturahmi antara warga dengan TNI, dan hal seperti ini akan terus kita lakukan. “Dengan kerja bakti, kita akan saling mengenal dan dapat saling bertukar pikiran,”ungkapnya.

Dirinya pun berharap dengan pengairan sawah warga lancar, maka hasil panen petani diharapkan juga akan maksimal. Dengan demikian ketahanan pangan khususnya wilayah Kec. Doro Kab. Pekalongan  dapat terwujud dengan sukses.(red/rusg)
Sapulidi.com, Brebes – Progres pengecoran jalan sand sheet sepanjang 334 meter, lebar 2,5 meter dan ketebalan 10 centimeter di Dukuh Sander Rt. 09 Rw. 10 Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, telah mencapai 85 %. Jumat (25/1/2019).


Proyek menggunakan ADD Tahun 2018 ini, memberdayakan tenaga kerja lokal yaitu masyarakat setempat sebagai arsiteknya. Tentunya dengan harapan kualitas bangunan akan lebih maksimal, dari masyarakat oleh dan untuk masyarakat.

Seperti yang disampaikan Kepala Desa, Devi Ferdian Susanto bahwa, sebetulnya proyek desa tersebut dapat melalui tender namun sengaja dikerjakan masyarakat setempat dengan peralatan-peralatan konvensional dengan ditunjang concrete mixer.

“Ini juga untuk memberikan tambahan penghasilan jangka pendek bagi warga kami. Setelah selesai cor, jalan akan dilapisi ter sand sheet,” ungkapnya.

Hal ini juga dibenarkan Darito (68) warga Rt. 5 Rw. 10, tokoh masyarakat sekaligus merangkap TPK (Tim Pengelola Kegiatan), akses warga tersebut guna menjawab keraguan warga masyarakat Bangsri yang pada Jumat (11/1) lalu, melaksanakan audiensi di kantor desa setempat terkait adanya beberapa titik pembangunan desa yang bersumber dari Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) yang belum terealisasi.

“Alhamdulillah pembangunan jalan hampir jadi walaupun masuk awal tahun 2019 dan hal ini sudah melalui berita acara kesepakatan dalam musyawarah sebelumnya bersama Kadus, BPD serta tokoh masyarakat,” imbuhnya.

Diketahui, jalan sepanjang 300 meter lebih itu kini dibangun guna menghubungkan sisi utara dan selatan jalan desa yang pernah dibangun TNI bersama masyarakat melalui TMMD Sengkuyung 2017 lalu. TMMD tidak menyentuhnya sebab telah dianggarkan dari Pemprov Jateng sebesar 195,8 juta, termasuk mengecor gorong-gorong di 8 titik (3 m x 60 cm). (Aan/rusg).

Sapulidi.com, Brebes – Kita semua tahu bahwa kebersihan adalah sebagian daripada iman, pun demikian dengan kebersihan lingkungan akan membuat penghuninya betah, sedap dipandang awam dan bonusnya adalah kesehatan.



Wujudkan estetika pangkalan, anggota Koramil 01 Brebes Kodim 0713 Brebes melaksanakan pembersihan lingkungan sekitar pangkalan dalam kegiatan Jumat bersih. (25/1/2019).

Dibenarkan Danramil 01 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi bahwa, penataan Makoramil dilakukan secara berkala, terutama Koramil 01 terletak di pusat Kota Kabupaten Brebes yang menjadi salah satu sisi wajah Kodim.

“Mengajak masyarakat untuk membersihkan lingkungannya sendiri tidak harus dengan mengajak mereka mengorbankan waktu untuk melaksanakan kerja bakti. Dengan percontohan visualisasi seperti ini kami harapkan dapat mereka terapkan di lingkungan masing-masing,” harapnya.

Para Babinsa Kecamatan Brebes ini selain gasak rumput, mereka juga melakukan pemeliharaan aset Negara dan TNI dengan pengecatan bangunan muka Koramil.

“Kami juga menyiapkan media tanam cabai dan terong dengan memanfaatkan pekarangan yang ada. Ada sekitar asrama di Koramil kami, sehingga diharapkan nantinya dapat meringankan biaya dapur Ibu-ibu Persit dalam hal sayuran,” imbuhnya berharap pangkalan akan lebih hijau dan membuat kesan tersendiri bagi orang yang datang melapor. (Utsm-Aan0713/rusg).
Pekalongan - Sampai hari ke 2 perbaikan jalan provinsi yang ambles karena curah hujan yang cukup tinggi masih terus dilakukan, guna membantu pengguna jalan dan masyarakat yang akan melewati jalan tersebut, Koramil 13/Paninggaran menempatkan anggotanya untuk membantu agar arus lalunlintas berjalan aman dan lancar, Kamis(24/1).

Danramil 13/Paninggaran Kapten Cpm Hadi Wahyudi mengatakan, guna membantu pengguna jalan, serta masyarakat yang akan lewat  agar berjalan aman dan lancar, maka kita tempatkan anggota untuk mengatur arus lalu lintas, dan rencananya akan dilakukan sampai jalan benar - benar sudah selesai dikerjakan dan aman untuk dilalui.

" Untuk membantu pihak DPU yang sedang mengerjakan perbaikan jalan tersebut maka, kita tempatkan anggota untuk membantu arus lalulintas bersama sama dengan anggota polsek Paninggaran, agar masyarakat yang melewati jalan tersebut merasa aman dan lancar, sampai  jalan selesai diperbaiki serta benar - benar aman untuk di lalui,"jelas Danramil.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat yang melewati jalan raya paninggaran khususnya jalan yang ambles tersebut agar senantiasa berhati hati, karena selain jalanya belum selesai diperbaiki,  juga licin saat hujan tiba.

Sapulidi.com, Brebes – Panwascam Banjarharjo Kabupaten Brebes bergerak cepat menanggapi laporan warga masyarakat terkait peredaran tabloid yang berbau politik, provokasi dan menyudutkan salah satu Paslon Pilpres 2019. Setidaknya ada 6 Masjid yang mendapatkan paketan Tabloid Indonesia Barokah. Kamis (24/1/2019).


Dibenarkan Moh. Azam, Ketua Panwascam Banjarharjo bahwa, pihaknya mendapatkan laporan dari Babinsa Koramil 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes, Serda Sulis, Kamis petang (24/1) yang meneruskan aduan dari pengurus Masjid Al Husna, Muhaimin (48) Rt. 05 Rw. 01 Desa/Kecamatan Banjarharjo, yang mendapati paketan sekitar pukul 15.00 WIB. Alamat pengirim dari Pondok Melati Bekasi. Selanjutnya dari hasil koordinasi dengan beberapa pengurus masjid di wilayahnya atas temuan, Panwascam menghimbau agar segera menyerahkan tabloid tersebut.

Adapun masjid yang juga mendapatkan paketan serupa antara lain, Masjid Cikuya (2 paket) dan Ponpes (1 paket) sudah diamankan di Balai Desa, Masjid Baiturrahman Desa Dukuh Jeruk (3 paket) diserahkan ke Polsek, Masjid Al Ikhsan Desa Ciawi (3 paket), Masjid Desa Cibendung (3 paket) telah diserahkan ke Panwascam, Masjid Raudhatul Mustaqim Dukuh Sindangraja Desa Bandungsari (3 paketan) telah diserahkan Panwascam, dan terakhir adalah di Desa Malahayu 4 paket.

“Pelapor telah menerima amplop berwarna coklat, begitu dibuka dan dibaca ternyata isinya bermuatan politik serta menjelekkan salah satu Paslon Capres No. 2, Prabowo-Sandi. Kami bersama Babinsa langsung terjun ke lokasi guna langkah antisipasi dan mengamankan barang bukti untuk dikaji karena berkaitan dengan isu black campaign,” ungkapnya.

Panwascam, Bhabinkamtibmas dan Babinsa menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing politik adu domba di bulan-bulan politis ini, ujaran kebencian dan provokasi dalam bentuk apapun terhadap salah satu calon pemimpin bangsa akan sangat berpengaruh terhadap kondusifitas wilayah. Jika ditelan mentah masyarakat pembaca, tentunya akan menimbulkan konflik dualisme antar pendukung Paslon.

Juga berkoordinasi dengan Kantor Pos Kabupaten Brebes agar jika ada paketan dengan alamat serupa, agar segera menyimpan atau menunda dulu pengirimannya sampai ada kajian. Sementara pihak Pos mengaku hanya menyampaikan paketan kepada alamat yang tertera dan tidak mengetahui isinya. (Aan/rusg).

Sapulidi.com, Brebes – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Brebes kembali memberangkatkan KKN (Kuliah Kerja Nyata) Posdaya tahun 2019 sebanyak 177 orang. Kali ini sasarannya meliputi 3 kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes, yaitu Jatibarang, Bantarkawung dan Banjarharjo.
Untuk Kecamatan Banjarharjo sendiri sasarannya meliputi tiga desa, yaitu Cikakak, Dukuh Jeruk dan Cigadung. Kedatangan 33 Mahasiswa/Mahasiswi ini diterima secara langsung oleh Muspika yang meliputi Camat Munaedi, SH, Danramil 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes Kapten Infanteri Agus Sulistyo yang diwakili Serda Muslimin (Babinsa) serta Korcam Brebes Wadli, M.Pd, di Aula Kantor Kecamatan. Kamis sore (24/1/2019).


Dalam tatap muka dengan Muspika tersebut, Hj. Mubayinah, M.Pd, Dosen Pembimbing mewakili Ketua STAI Brebes Prof. Dr. H. Muhaimin, MA, menyatakan ucapan terima kasih karena telah menerima anak didiknya ikut berkarya membangun wilayah Kabupaten Brebes khususnya Banjarharjo. Lebih lanjut disampaikannya, KKN bertujuan agar mereka dapat mewujudkan empat pilar pengembangan Posdaya (Pendidikan, Kesehatan, Kewirausahaan dan Lingkungan Hidup) sebagai bekal dalam kehidupan nantinya pasca kuliah.
“Mereka akan dibagi dalam tiga kelompok untuk tiga desa, masing-masing kelompok akan didampingi satu orang dosen pembimbing. Adapun waktu pelaksanaannya mulai dari 24 Januari-4 Maret 2019,” ujar Mubayinah.

Sementara Babinsa berpesan untuk menjadikan objek KKN, yaitu warga masyarakat sebagai sumber ilmu, data dan informasi. Sehingga harus menjalin komunikasi melalui pendekatan dari hati ke hati. Selain itu, para KKN harus mampu mengimplementasikan teori dibangku kuliah guna pengabdian kepada masyarakat.

“Jangan menyalah gunakan untuk kepentingan tertentu yang dapat mengganggu kestabilan pemerintahan dan kondusifitas masyarakat setempat. Sinergikan Posdaya lingkungan hidup dengan TNI,” tegasnya. (Aan0713/rusg).

Sapulidi.com, Brebes – Belum genap sehari kecelakaan tertabrak Kereta Api (KA) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Brebes. Kali ini musibah tragis menimpa keluarga Kasidin (43) warga Dukuh Gardu Rt. 06 Rw. 02 Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong. Anaknya, M. Vano Fahtul Afrizal (8) meninggal dunia seketika tersambar lokomotif. Kamis siang (24/1/2019).


Menurut keterangan saksi, Agus Mang Topo (43) dan Muslih (60) keduanya wiraswasta dan merupakan tetangga korban, Almarhum Vano tertabrak kereta api saat akan berangkat ke sekolah madrasah sekitar pukul 13.00 WIB. Pasalnya, letak tempat mengaji/madrasah harus melintasi jalur rel kereta api.

“Kejadiannya begitu cepat. Mungkin Dik Vano melamun, sehingga tidak tahu ada kereta api saat akan menyeberang rel di dusun kami. Semoga mendapatkan khusnul khotimah anak seusianya dan keluarganya diberikan kekuatan dan keikhlasan,” ungkap Agus dibenarkan Muslih.

Jenazah langsung dievakuasi warga dan Polsek ke Puskesmas Tonjong untuk divisum dan dirapikan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan. Kejadian masih dalam proses Polsek Tonjong.

Sementara dikatakan Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi bahwa, Nuryah (41) ibu korban hanya bisa pasrah dan menyesali kelalaiannya bersama suami dalam mengawasi anaknya. “Semoga tidak ada Vano lainnya yang menyusul karena kurang pengawasan orang tua. Sesibuk apapun kita, pendidikan anak merupakan tanggung jawab kita, terutama tempat belajar atau bermain harus melintasi jalan raya atau rel,” himbaunya mengingatkan. (Aan/rusg).