January 2019
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan – Guna kesiapan pelaksanaan pengamanan pemilu Legislatif dan Presiden Tahun 2019, Kodim 0710/Pekalongan menggelar latihan pengamanan kegiatan yang dilaksanakan di lapangan apel Makodim setempat, Kamis (31/1/2019)

Kegiatan tersebut dilaksanakan agar prajurit memahami dan menguasai dalam pengamanan Pemilu nantinya, sesuai dengan protap dan prosedur yang yang sudah ditetapkan dalam hal ini TNI adalah membackup Polri.

Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha kepada prajuritnya menjelaskan agar latihan dilaksanakan secara semaksimal mungkin, walaupun dalam pelaksanaanya nanti tugas TNI adalah membackUp Polri, namun perlu dilaksanakan latihan guna menghindari kesalahan prosedur apabila terjadi gangguan keamanan.

"Latihan ini sangat penting dilaksanakan, agar dalam pelaksanaanya nanti para prajurit sudah memahami prosedur yang ada, sehingga apabila terjadi gangguan keamanan tidak ada kesalahan prosedur yang dilakukan para prajurit ", ungkapnya.

Menyinggung tentang Netralitas, Dandim Muhammad Ridha menegaskan, Netralitas sudah jelas dan sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. "Bagi kami, Netralitas Harga Mati", tegasnya.

Dandim berharap, nantinya tidak ada prajurit yang tidak netral dan semuanya harus netral, karena sanksinya sangat berat apabila ada prajurit yang tidak netral dalam pemilu yang akan datang.

“ Semua prajurit harus netral, tidak terlibat politik praktis, dan anggota pun harus tahu bagaimana berbuat di lapangan, tidak terpengaruh provokasi maupun ajakan-ajakan yang dilakukan kelompok-kelompok tertentu. Netralitas, sudah berulang kami tegaskan dan sampaikan kepada prajurit," pungkasnya.(red/rusg)
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Kota Pekalongan - Menjelang pergantian Dandim 0710/Pekalongan dari Letkol Inf Muhammad Ridha kepada Letkol Inf Arfan Johan Wihananto
, Tim Verifikasi Korem 071/Wijayakusuma yang dipimpin oleh Letkol Caj Ngatino mengadakan kunjungan kerja ke Kodim 0710/Pekalongan, Kamis (31/1/2019).

Menurut Kasdim 0710/Pekalongan, Mayor Inf Hufron dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, Kedatangan Tim Verifikasi Korem 071/Wijayakusuma adalah dalam rangka membantu Kodim 0710 Pekalongan untuk mempersiapkan proses serah terima jabatan komandan Kodim, diharapkan dengan kedatangan Tim Verifikasi dapat bekerja maksimal sehingga proses sertijab nantinya berjalan dengan lancar.

" Kegiatan yang dilaksanakan ini adalah sesuai prosedur yang telah di tetapkan, sebelum proses serah terima jabatan Komandan Kodim," terang Kasdim.

Dalam verifikasi tersebut diadakan pengecekan mulai dari bidang Intelejen, Operasi, Personel, Logistik, Teritorial, Juru bayar, Gudang munisi dan senjata, Koperasi serta program-program satuan yang sudah dan sedang dilaksanakan oleh satuan Kodim 0710/Pekalongan.

" Dengan proses verifikasi ini, diharapakan tidak ada temuan dan semua sudah sesuai dengan aturan, sehingga pada saat paparan sudah tidak ada lagi kendala dan proses Sertijab bisa berjalan sesuai rencana, " pungkas Kasdim. (Red/rusg)
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan - Babinsa Koramil 10/Wiradesa bersama Babinkamtibmas mengevakuasi jenasah Casbin yang sesuai data di KTP adalah warga Banyurip Ageng Rt 03 Rw 01 kel.Banyu urip kec Buaran yang terbujur kaku di gardu poskamling Rt 13 Rw 03 kel.Bener kelurahan Kec. Wiradesa pada, kamis (31/1/19)

Diketahui, Casbin semasa hidupnya adalah sebatang kara dan tidak mempunyai keluarga yang kesehariannya memang tinggal digardu poskampling tersebut, dan warga setempat sudah menganggapnya sebagai orang gila, karena memang kehidupannya sudah tidak layaknya manusia normal.

Kronologis kejadian berawal saat bapak Warmat (60th) warga RT 13/03 pada pukul 05.45 Wib, sepulang dari sholat subuh di masjid Al Amin kelurahan Bener lewat di poskamling dan curiga dengan orang gila yang biasanya nongkrong ditempat tersebut yang sudah tidak bergerak, dan setelah dilihat dari dekat ternyata sudah tidak bernyawa lagi. Kemudian Babinsa serka Riyadi mendapat laporan dari warga pada pukul  06.00 wib bahwa ada orang yang diperkirakan sudah meninggal di Poskamling Rt 13/03 kelurahan Bener tersebut.

" Saya dapat laporan dari warga bahwa ada jenasah di gardu poskampling kelurahan bener, dan segera saya cek kelokasi dan benar adanya bahwa orang tersebut sudah dalam kondisi sudah meninggal," ungkap serka Riyadi.

Kemudian serka Riyadi berkordinasi dengan Lurah dan  Rt setempat serta Babhinkamtibmas  Aiptu Bagas anggota Polsek Wiradesa, untuk selanjutnya membawa jenasah ke RSU Bendan untuk diambil tindakan lebih lanjut.(red/rusg)
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Sapulidi.com, Brebes – Tim gabungan di wilayah hukum Kecamatan Jatibarang yang terdiri dari Panwaslu, Anggota PPK, Anggota PPL, Satpol PP serta di bawah pengawalan Babinsa dan Unit Intel Kodim 0713 Brebes dan Polsek, melaksanakan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar aturan pemasangan di wilayah Jatibarang. Rabu (30/1/2019).
Tim menyita ratusan APK berupa baliho dan spanduk caleg. Hal ini dibenarkan Roto Harjo, Ketua Panwascam Kecamatan, bahwa pihaknya menertibkan APK di 12 Desa yang meliputi : Desa Karanglo 3 APK, Jatibarang Kidul 17 APK, Kemiriamba 12 APK, Klampis 7 APK, Kebonagung 5 APK, Jatibarang Lor 9 APK, Janegara 10 APK, Kebogadung 18 APK, Klikiran 9 APK, Bojong 6 APK, Kedungtukang 20 APK serta Buaran 3 APK.


“Total ada 119 APK yang kami sterilkan karena melanggar aturan dalam pemasangan, mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 51 Tahun 2018, tentang pedoman lokasi kampanye dan pemasangan APK untuk peserta Pemilu,” ungkapnya.

Inventarisasi tersebut dilakukan terlebih lokasi pemasanganya di jalan protokol khususnya jalan nasional, Kantor Pemerintah, BUMN, BUMD, TNI, Polri, tempat ibadah, lembaga pendidikan, Rumah Sakit, makam, jembatan, pohon, saluran pengairan yang posisinya melintang, tiang listrik/telpon maupun Alun-alun.
"APK juga tidak boleh dipasang dengan cara dipaku di pohon atau diikat di tiang listrik. Boleh dipasang di jalan provinsi dan kabupaten, asalkan tidak dipasang di pohon dan jembatan sebagaimana diatur dalam Perbup,” imbuhnya.

Penertiban ini akan terus dilakukan tim gabungan dengan tujuan agar para peserta kampanye Pileg tertib berkampanye serta estetika Kabupaten Brebes tetap terjaga selama periode pesta demokrasi 2019. (Aan/rusg).
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Sapulidi.com, Jakarta – “Mars Babinsa” Tak disangka pencipta lagu ini, Pelda (Purn) Andadio Prabowo, disaat pensiunnya dapat bertatap muka dan menerima penghargaan langsung dari Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P, saat acara Rapim TNI Tahun 2019 di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur. Rabu (30/1/2019).


Mars tersebut kental bernuansa pengabdian Babinsa TNI dalam membina desa di satuan teritorial Koramil dan Kodim. “Makna nilai-nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit juga menyelimuti liriknya. Intinya adalah kemampuan kita dalam bermasyarakat serta komunikasi sosial di wilayah masing-masing,” ungkap Hadi Tjahjanto.  

Menurutnya juga, di dalam lagu digambarkan bahwa TNI selalu hadir membantu mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya. Oleh karenanya, mewakili seluruh Prajurit TNI AD, Laut dan Udara, Panglima TNI memberikan apresiasi secara simbolis kepada Andadio Prabowo berupa piagam serta kunci sepeda motor yang disaksikan oleh Menhan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji SE, MM dan Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE, MM.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak atas semangat yang luar biasa. Bapak adalah prajurit sejati,” imbuh Panglima TNI.

Sebelumnya, Andadio Prabowo (jabatan terakhir sebagai Bati Tuud Koramil 0818/27 Lawang, Kodim 0818/Malang-Batu, Korem 083/Baladhika Jaya) bersama Wanita TNI menyanyikan lagu Mars Babinsa dengan diiringi Kartika Simponi Orkestra dan diikuti ratusan peserta Rapim.

Diketahui, pada waktu penciptaan lagu, Pelda tersebut mendapatkan perintah dari Dandim 0818/Malang-Batu Letkol Inf. Besar Harto Karyawan, dengan tujuan memberikan semangat kepada para Babinsanya. Mars itu pertama kali dilantunkan saat acara serah terima jabatan Dandim Letkol Inf. Besar Harto Karyawan kepada Letkol Art. Eko Ponco Widodo, 2004 silam. Kini menjadi lagu wajib dan kebanggaan seluruh Babinsa TNI di seluruh wilayah NKRI. (Aan0713/rusg).

Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan - Hujan yang terjadi pada minggu ini intensitasnya sangat tinggi dan mengakibatkan bencana alam banjir dan tanah longsor di beberapa tempat di wilayah Kabupaten maupun kota Pekalongan. Selain banjir yang merendam hampir seluruh Kota Pekalongan dan sebagian kabupaten Pekalongan, juga mengakibatkan tebing jalan desa longsor yaitu di Desa Kali Pancur Kec Bojong.

Guna memperlancar arus lalulintas serta membersihkan material longsoran yang terjadi, Koramil 08/Bojong  bersama masyarakat setempat mengadakan kerja bakti pembersihan jalan yang terdampak longsor, bertempat di Rt 17 Rw 06 Desa Kali pancur Kecamatan Bojong, selasa(29/1)

Danramil 08 Bojong Kapten Inf Nurkhan melalui Babinsa setempat Serka Supardi menjelaskan, longsor yang terjadi karena hujan yang lebat selama beberapa hari dan struktur tanah yang gembur membuat tebing tersebut memang rawan longsor.

" Tebing yang longsor kira-kira panjangnya 5 meter dikarenakan hujan yang lebat secara terus menerus, disertai angin dan tanah yang gembur membuat tebing tersebut longsor, walaupun jalan desa namun perlu dilakukan pembersihan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat,"jelasnya.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat agar, pada musim penghujan ini selalu waspada dan berhati - hati pada setiap kemungkinan yang terjadi, baik itu bahaya tanah longsor, banjir, angin puting beliung maupun petir. Dan berpesan agar, apabila terjadi bencana alam segera melapor kepada Koramil dan aparat terkait sehingga cepat diambil tindakan.(red/rusg)
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Sapulidi.com, Brebes – Warga masyarakat Desa Sidamulya Kecamatan Wanasari, termasuk para petani bawang merah, kini mulai bernafas lega. Empat titik tanggul Sungai Pemali yang kritis dan mengancam akan segera ditambal pada akhir Januari 2019 (31/1) oleh gabungan segenap elemen.
Hal ini dibenarkan Kades, Hadi Darnoto, dalam Rakor penanganan darurat tanggul Pemali yang bertempat di Ruang Kerja Camat Wanasari. “Penanggulangan di tanggul tersebut sudah sering dilakukan melalui kerja bakti antara masyarakat bersama TNI-Polri. Namun hasilnya kurang maksimal karena hanya menggunakan peralatan konvensional,” ungkapnya, Selasa (29/1/2019).


Ditambahkan Danramil 03 Wanasari Kodim 0713 Brebes, Kapten Inf. Turiman bahwa, “Kami bersama masyarakat Sidamulya sudah melaksanakan upaya secara manual, namun hasilnya kurang maksimal. Manakala debit air Pemali over, karung-karung yang kami pasang hilang terbawa air,” terangnya memastikan ada 4 titik sebelah kiri barat Sidamulya yang harus segera ditangani mengantisipasi hujan dengan intensitas tinggi.

Turiman menyarankan agar pihak terkait menyediakan alat berat excavator untuk menancapkan bambu penahan karung sehingga lebih dalam. Penanganan darurat sebagai langkah awal antisipasi jebolnya tanggul di desa binaannya, pasalnya sungai tersebut merupakan induk utama saluran-saluran pembuang sekunder di Brebes.

Dalam rapat ini disepakati pembagian tugas meliputi : alat berat oleh Pemkab Brebes, Dinas PU SDA Taru Provinsi Jateng menyediakan karung plastik sebanyak 5000 lembar dan upah operator alat berat. Untuk Balai Besar PSDA Pemali-Comal karung plastik 5000 lembar serta mob demob. Dinas PSDA PR Kabupaten Brebes karung 1000 lembar, BBM excavator dan konsumsi. BPBD Kabupaten Brebes sendiri menyiapkan karung sebanyak 2000 lembar dan sesek. Pengangkutan karung dari Kecamatan, sedangkan untuk bambu dan tanah oleh masyarakat setempat dan tenaga akan dibantu personil TNI/Polri.

Sementara dikalkulasi Ir. Rahman Wahyu Adi Kartika Kepala PSDA Pemali-Comal bahwa, penanganan awal setidaknya dibutuhkan kurang lebih 12.600 karung tanah. Ia juga menegaskan bahwa penanggulangan sifatnya sementara karena belum adanya anggaran. (Aan0713/rusg).
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya

Pekalongan - Sampai hari ke tiga dari awal terjadinya banjir pada tanggal 27 januari 2019 yang lalu, ribuan pengungsi masih bertahan di pengungsian, hal tersebut tentunya membawa dampak pada kehidupan masyarakat kota maupun Kabupaten Pekalongan yang terdampak banjir, baik dari aktivitas di rumah maupun sekolah dan perkantoran.

Termasuk juga para relawan dan instansi terkait guna memenuhi kebutuhan bagi para pengungsi, tak terkecuali adalah para anggota TNI dari Kodim 0710/Pekalongan, yang selama ini selalu menjadi yang terdepan dalam ikut membantu dalam evakuasi maupun dalam melayani kebutuhan para pengungsi. Hal tersebut ditunjukkan saat puluhan anggota Kodim 0710 Pekalongan secara bergantian setiap hari mendistribusikan logistik kepada pengungsi dan ikut memasak di dapur umum yang didirikan secara bersama sama antara TNI, BPBD, Polri, Relawan serta Pemda. Selasa(29/1/19).

Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, dalam setiap kesempatan selalu menekankan kepada prajuritnya agar, senantiasa ikhlas dalam bekerja dan membantu para warga masyarakat yang terdampak bencana banjir maupun bencana alam yang terjadi di wilayah akhir-akhir ini.

" Kita harus tulus dan ikhlas dalam setiap perbuatan yang kita lakukan, kegiatan yang kita lakukan ini adalah sebagai pengabdian kita terhadap masyarakat,  bangsa dan negara, dan mudah -mudahan akan menjadi amal baik kita juga," tutur Dandim.

Dirinya juga berharap kepada masyarakat yang baru mengalami musibah agar tetap tabah dan sabar menghadapi cobaan yang terjadi, dan kepada prajuritnya agar selalu siap siaga setiap saat, membantu dan melayani pengungsi yang masih bertahan serta memberi pelayanan yang maksimal.

Untuk tanggap bencana banjir kali ini, Kodim 0710/Pekalongan juga ikut membantu memasak maupun distribusi logistik di dapur umum yang bertempat di Gor Jetayu kota Pekalongan, dan menerjunkan satu peleton anggota yang dilaksanakan secara bergiliran, dan jajaran koramil yang terdampak banjir untuk selalu standby dan membantu warga yang membutuhkan bantuan(red/rusg)


Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Kota Pekalongan - Hujan lebat yang melanda pekalongan sejak sabtu sore pukul 19.00 wib, mengakibatkan hampir sebagian kota pekalongan di landa banjir, salah satunya yang terparah adalah wilayah kecamatan pekalongan utara dan Pekalongan Timur, minggu(27/1/19)

Mengetahui adanya banjir di wilayah, Komandan Kodim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha langsung memerintahkan jajarannya untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir tersebut.

Tidak menunggu lama babinsa pun di terjunkan untuk membantu evakuasi warga, sertu Alexius Babinsa dari Koramil 19/Pekalongan Utara yang berada di lokasi banjir menerangkan, saat ini di wilayah pekalongan utara telah terjadi banjir, di karenakan hujan lebat selama berjam jam yang mengakibatkan air kali loji meluap ke perkampungan. " Hampir seluruh wilayah pekalongan utara terdampak banjir, dengan ketingiam air bervariasi, dan yang paling parah adalah di dukuh bugisan kelurahan Panjang Wetan dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 1,5 meter,"ungkapnya.

Sampai saat ini kodim 0710/Pekalongan terus mengerahkan bantuan personil untuk membantu evakuasi warga yang hendak mengungsi ketitik titik yang aman, dan untuk sementara pengungsi yang sudah berada di pengungsian antara lain berada di kantor  PMI dengan jumlah pengungsi  kurang lebih 100 orang dan di GOR Jetayu kurang lebih 76 Orang dan dimungkinkan data akan bertambah karena banjir juga belum surut.(red/rusg)
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan - Danramil 15/Doro  Kapten Cpm Abdul Khamim, memberikan santunan kepada anak kurang mampu, kegiatan tersebut di lakukan saat menghadiri acara tasyakuran panen raya buah durian yang bertempat di komplek wisata Bengkelung Park Dukuh Krancah Desa Sidoharjo Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan,Sabtu(26/1/19)

Kegiatan seperti ini merupakan bentuk kepedulian, perhatian dan kasih sayang kami kepada mereka anak-anak yang kurang mampu, mudah -mudahan bisa membantu meringankan beban mereka,"terang Danramil seusai menghadiri acara tersebut. " Tentu sudah semestinya kita sebagai sesama umat manusia, mempunyai kepedulian dan rasa saling tolong-menolong sebagai wujud rasa cinta kasih kita kepada sesama,"imbuhnya.

Lebih lanjut Danramil Khamim menyampaikan, agamapun mengajarkan kita demikian untuk saling berbagi antara sesama dan sudah kewajiban kita pula untuk menyisihkan sebagian harta kita yang menjadi hak mereka." Kami juga berharap kegiatan ini juga dapat meningkatkan kecintaan dan ketaqwaan kita terhadap Allah SWT, serta mendapatkan keridhoanNYA,"jelasnya.

Selain kegiatan tersebut sebagai sarana mendekatkan diri dengan masyarakat, juga merupakan hal patut menjadi contoh bagi kita semua, sebagai sesama umat manusia yang harus saling berbagai dan mengasihi. " Semoga apa yang kami berikan ini, dapat membantu dan meringankan beban kebutuhan keluarga mereka ataupun masa depan mereka,"pungkasnya.(red/rusg)
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan - Upaya Danramil 15/Doro untuk selalu hadir di tengah -tengah masyarakatnya patut di acungi jempol, pasalnya Kapten Cpm Abdul Khamim yang menjabat Danramil baru beberapa bulan saja, namun namanya sudah banyak dikenal di kalangan masyarakat kec.Doro terutama perangkat desa maupun pejabat kecamatan Doro.

Ternyata begini upaya yang dilakukan oleh Danramil 15 /Doro Kapten Khamim, baru saja Danramil menghadiri acara Tasyakuran panen durian di desa Sidoharjo bertempat di komplek wisata Bengkelung Park Dukuh Krancah Desa Sidoharjo Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan,Sabtu(26/1/19)

Pada kesempatan tersebut Danramil Khamim mengungkapkan, sebagai upaya untuk mengenal dan di kenal di masyarakat, maka kita harus selalu dekat dan hadir pada kegiatan di masyarakat, sehingga akan timbul hubungan emosional dan kedekatan antara TNI dan rakyat.

" Dengan kita selalu hadir ditengah-tengah masyarakat maka kita pastinya akan cepat di kenal dan kita bisa mengenal masyarakat kita sehingga, akan terjalin hubungan yang baik antara kita dengan masyarakat,"ungkap Danramil.

Dirinya berharap, dengan upaya yang dilakukan selama ini akan membawa dampak yang positif terutama bagi citra TNI di mata Masyarakat dan khususnya koramil 15/Doro.(red/rusg)
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan – Saluran air sepanjang 700 meter dengan lebar 1 meter yang bertempat di desa Sawangan Kec.Doro Kab Pekalongan tersumbat oleh banyaknya tanaman yang berada di kanan kiri saluran, sehingga mengakibatkan banyak sampah yang menyumbat di saluran tersebut dan mengakibatkan air tidak bisa berjalan normal.

Guna  menormalkan kembali agar air bisa berjalan normal dan tidak tersumbat, anggota Koramil 15/Doro bersama masyarakat Desa Sawangan, Kecamatan Doro melaksanakan gotong-royong membersihkan saluran air yang tersumbat, Jum’at (25/1/19).

Danramil 15/Doro Kapten Cpm Abdul Khamim dalam kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan gotong-royong ini merupakan salah satu upaya untuk mensukseskan pertanian dan mengoptimalkan sistem irigasi yang ada dengan baik, untuk itu perlu dilakukan pembersihan saluran irigasi yang tersumbat, agar pengairan di sawah dapat berjalan dengan lancar.

“Saluran irigasi sangat penting bagi kesuksesan pertanian, sehingga ketersedian air pertanian harus terus dijaga kelancarannya, agar mampu menghasilkan hasil panen yang baik untuk mendongkrak kesejahteraan para petani,”ujarnya.

Danramil Khamim menambahkan, kerja bakti seperti ini akan mempererat jalinan silaturahmi antara warga dengan TNI, dan hal seperti ini akan terus kita lakukan. “Dengan kerja bakti, kita akan saling mengenal dan dapat saling bertukar pikiran,”ungkapnya.

Dirinya pun berharap dengan pengairan sawah warga lancar, maka hasil panen petani diharapkan juga akan maksimal. Dengan demikian ketahanan pangan khususnya wilayah Kec. Doro Kab. Pekalongan  dapat terwujud dengan sukses.(red/rusg)
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan - Sampai hari ke 2 perbaikan jalan provinsi yang ambles karena curah hujan yang cukup tinggi masih terus dilakukan, guna membantu pengguna jalan dan masyarakat yang akan melewati jalan tersebut, Koramil 13/Paninggaran menempatkan anggotanya untuk membantu agar arus lalunlintas berjalan aman dan lancar, Kamis(24/1).

Danramil 13/Paninggaran Kapten Cpm Hadi Wahyudi mengatakan, guna membantu pengguna jalan, serta masyarakat yang akan lewat  agar berjalan aman dan lancar, maka kita tempatkan anggota untuk mengatur arus lalu lintas, dan rencananya akan dilakukan sampai jalan benar - benar sudah selesai dikerjakan dan aman untuk dilalui.

" Untuk membantu pihak DPU yang sedang mengerjakan perbaikan jalan tersebut maka, kita tempatkan anggota untuk membantu arus lalulintas bersama sama dengan anggota polsek Paninggaran, agar masyarakat yang melewati jalan tersebut merasa aman dan lancar, sampai  jalan selesai diperbaiki serta benar - benar aman untuk di lalui,"jelas Danramil.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat yang melewati jalan raya paninggaran khususnya jalan yang ambles tersebut agar senantiasa berhati hati, karena selain jalanya belum selesai diperbaiki,  juga licin saat hujan tiba.
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Sapulidi.com, Brebes – Jembatan perekonomian masyarakat antar desa di wilayah Desa Pasirpanjang Kecamatan Salem Kabupaten Brebes, pernah tersapu banjir bandang Sungai Cipangurudan yang bercampur air serta material longsor pada (22/2/18) lalu. Hampir setahun ini, penduduk di desa tersebut menggunakan kayu dan papan guna menghubungkan akses.
Musibah ini pernah menjadi bencana berskala nasional, pasalnya 18 orang meninggal dunia termasuk 4 orang belum ditemukan hingga detik ini, merusak 52 rumah serta menimbun 14 hektar areal persawahan warga setempat.


Nampak Pjs. Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Pelda Jahri bersama Kepala Desa, Toro, A.Md (kaos merah memasang papan) serta Kadus 02 Pasir Panjang, Carsidi (50) kaos biru disungai, memimpin 30 orang warganya melaksanakan kerja bakti memperkuat oprit jembatan darurat dengan menggunakan bronjong serta mengganti kayu-kayu yang lapuk. Kamis (24/1/2019).

Dibenarkan Toro bahwa, pengerjaan dilakukan setelah dana swadaya masyarakat dinilai cukup untuk membeli bronjong, sedangkan untuk batu, masyarakat memanfaatkan material longsoran yang melimpah di areal 14 hektar tersebut.

“Untuk bahan kayu tidak masalah, kami mengambilnya di hutan perbukitan. Namun untuk bronjong murni dari swadaya masyarakat kami,” ungkapnya.

Ditambahkannya, masyarakat Pasir Panjang khususnya Jojogan yang berpenghuni 23 jiwa atau 7 KK, sangat berharap bantuan jembatan permanen, mengingat infrastruktur tersebut sangat diperlukan mereka selain sebagai jalur perekonomian juga pendidikan, memperoleh pelayanan kesehatan serta pelayanan di pusat pemerintahan desanya, Pasir Panjang. (Aan/rusg).
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Sapulidi.com, Brebes – Seorang laki-laki ditemukan tewas mengenaskan di perlintasan kereta api kilometer 172, termasuk wilayah Desa Karangsari Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes oleh salah satu warga Desa Karangsari Rt. 06 Rw. 01, Nasir Bin Daryo (66) wiraswasta. Rabu sore (23/1/2019).
Nasir melihat langsung saat korban yang bernama Caswanto (23) wiraswasta asal Desa Kluwut Rt. 01 Rw. 07 Kecamatan Bulakamba, tertabrak lokomotif barang nomor 11871 saat hendak menyeberangi rel dengan berjalan kaki dari arah selatan ke utara.


“Kejadiannya sekitar pukul 15.10 WIB. Korban tidak melihat kalau ada kereta api melaju dari arah timur ke barat, kemudian saya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bulakamba,” ungkapnya.

Menerima laporan, anggota Polsek dan Koramil 07 Bulakamba Kodim 0713 Brebes segera meluncur ke tempat kejadian guna mendata warganya dan mengevakuasi. Hal senada juga dibenarkan Fikri Fahmi Bin Abdul Kholik (27) karyawan PT. KAI yang beralamatkan di Blok Kusuma Indah Rt. 09 Rw. 04 Setu kulon Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon serta Hendri Aryo Bin Asikin (36) wiraswasta asal Desa/Kecamatan Bulakamba Rt/Rw. 001 yang juga merupakan tetangga desa korban.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami pecah kepala tak beraturan, kaki bagian kiri putus sedangkan kanan patah tulang. Sementara bagian tangan kanan dan kiri putus sehingga langsung meninggal dunia ditempat.

Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Brebes, untuk dirawat dan dirapikan dan selanjutnya akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (Aan0713/rusg).
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya

Pekalongan – Guna mensukseskan program pemerintah dalam upaya khusus (Upsus) Swasembada pangan, Kodim 0710/Pekalongan melalui Koramil 12/Tirto bekerjasama dengan PPl kec Tirto dan warga Desa Samborejo Kec.Tirto Kab Pekalongan.Jawa Tengah mengolah lahan pertanian yang kurang produktif menjadi lahan produktif. Adapun lahan yang diolah adalah lahan milik warga seluas 7 ha, Rabu (23/1)

Pengolahan lahan ini dikerjakan mulai tanggal 22 hingga 26 Januari 2019 yang dikerjakan secara gotong royong dengan melibatkan 7 anggota koramil 12/Tirto dan para petani setempat. Sebelum di olah lahan ini adalah lahan yang tidak subur karena telah ditanami Tebu selama 15 tahun dengan hasil yang kurang baik.

Menurut Danramil 12/Tirto, Kapten Inf Nur Hajari, bahwa kegiatan tersebut bisa membantu para petani agar meningkatkan perekonomian, sehingga bersama TNI para petani bisa maju dalam pertanian.

“ ini adalah pelaksanaan nyata dalam program upaya khusus (Upsus) untuk mensukseskan swasembada Pangan, sehingga nantinya Indonesia tidak perlu impor beras karena para petani sudah bisa memberikan stok beras yang melimpah “.

Pihaknya menambahkan kegiatan ini juga sebagai bakti TNI dalam membantu pemerintah dalam memajukan dan mensejahterakan masyarakat. Sehingga dengan begitu maka sinergitas antara TNI dan masyarakat dapat terjalin.

Sementarara itu, Puji Astuti selaku Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kec.Tirto menuturkan adanya traktor yang dioperasikan para Anggota TNI bisa mempercepat proses pengerjaan lahan, sehingga petani bisa mempercepat penanaman padi apalagi TNI juga tidak segan-segan turun ikut menanam.

“ pengolahan lahan lebih lancar, dengan luasan yang biasanya 0,3 kita bisa mencapai 0,6 hektar dalam satu hari sehingga bisa tiga kali lipat lebih cepat pengerjaannya dalam satu hari”.ungkapnya

Adapun lahan ini juga sudah menganggur selama 2 tahun, dan berkat program ini juga akan dilakukan sistem tumpang sari, artinya di sela-sela lahan padi ( pembatas lahan ) juga akan ditanami palawija seperti kacang panjang, jagung dan kedelai.

Disamping itu, bantuan TNI tidak hanya dilakukan pada masa tanam saja, namun juga dalam masa pertumbuhan padi hingga pada masa panen.Sehingga nantinya para petani bisa panen tiga kali dalam satu tahun.(red/rusg)

Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya

Pekalongan - Tanamkan kedisiplinan pada diri kalian jika ingin sukses, dan tidak kalah pentingnya jiwa nasionalisme juga harus ada pada diri kita sebagai generasi penerus bangsa. Hal tersebut diungkapkan sertu Sunarko Babinsa Koramil 08/Bojong, saat mengisi materi Bela Negara di SDN Kemasan Desa Kemasan Kec Bojong.  Selasa(22/1/19)

Seiring dengan berkembangnya era globalisasi dan ilmu teknologi, maka juga harus ada pembekalan yang seimbang bagi generasi muda Indonesia,  agar mereka tidak mudah terombang ambing dengan pergaulan bebas yang terjadi saat ini. Hal itulah yang menjadi dasar bagi satuan TNI khususnya seorang Babinsa, untuk terus gencar melakukan pembekalan terhadap generasi muda tentang bela negara dan wawasan kebangsaan.

" Cinta terhadap tanah air harus kita tanamkan kepada generasi muda, dan itu sudah menjadi tanggung jawab kita semua sebagai anak bangsa, sehingga jangan sampai, rasa kebangsaan para generasi muda kita nantinya jadi luntur, karena itu sebagai pondasi bagi sebuah bangsa yang kuat,,"ujar Sunarko.

 Dirinya berharap dengan pemberian wawasan kebangsaan serta penanaman cinta tanah air yang diberikan tersebut, para generasi muda kita tidak akan bingung dalam melangkah kedepan nanti. Juga mempunyai daya tangkal yang kuat yang bisa menggerus rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan dalam rangka bela negara.(red/rusg)


Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya

Pekalongan - Dinas Pekerjaan Umum Jawa Tengah mulai melakukan perbaikan amblesnya Jalan raya Paninggaran yang menghubungkan Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan dengan Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara. Rabu,23 Januari 2019.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo mengatakan, saat ini DPU Provinsi Jawa Tengah dibantu dengan BPBD, TNI, Polisi  serta relawan dan masyarakat masih menangani amblesnya jalur tersebut.

Jalan Raya Paninggaran Kabupaten Pekalongan ambles sekitar 60 Centimeter, tepatnya di tanjakan sibelis. Menurut Budi, amblesnya jalan ini, dikarenakan hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Pekalongan pada hari Selasa, 22 Januari 2019.
Budi mengungkapkan, perbaikan darurat dikebut pengerjaannya, karena Jalan Raya Paninggaran merupakan akses utama bagi warga Kabupaten Pekalongan menuju Banjarnegara maupun Wonosobo.

“ Hari ini DPU Provinsi Jawa Tengah di bantu dengan BPBD, TNI, Polisi  serta relawan dan masyarakat masih menangani amblesnya jalur tersebut, walaupun ini darurat tapi diharapkan akan segera selesai dan bisa dimanfaatkan kembali normal seperti sedia kala,” ungkap Budi

Sementara itu, Danramil 13/Paninggaran Kapten Cpm Hadi Wahyudi mengatakan, pihaknya menyiagakan anggota dilokasi sampai lalu lintas normal kembali untuk membantu kendaraan yang lewat serta memberi pengamanan. Menurutnya, jalan tersebut awalnya hanya retak, kemudian pada saat semalam hujan lebat jalan jadi amblas yang awalnya 20 Centimeter kini menjadi 60 sentimeter.

“ Jalan yang amblas memiliki lebar sekitar 7 meter dengan panjang 25 meter, Kemudian, untuk kendaraan kecil bisa melintas namun harus dibantu dengan cara didorong dan arus lalu lintas sendiri kini tersendat, mudah-mudahan dengan adanya penanganan darurat dari DPU ini, akan segera menormalkan kembali arus lalu lintas,”ungkapnya.(red/rusg)


Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Sapulidi.com, Brebes – Ratusan warga masyarakat Desa Plompong Kecamatan Sirampog dan sekitarnya, berjibaku melakukan gotong-royong membendung paksa sisi selatan Kali Keruh untuk membuat jalan darurat bagi para pejalan kaki. Hal Kegiatan ini dibenarkan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Inf. Mukhrodi di lokasi. Selasa (22/1/2019).


Dijelaskannya juga, sebelumnya jembatan penghubung antar desa sepanjang 70 meter dan lebar 2,5 meter yang berdiri di atas kali tersebut terputus di sisi bagian selatan (dari arah Desa Plompong ke Kaliloka) sepanjang kurang lebih 10 meter. Abutment dan oprit jembatan yang sebelumnya sudah mulai tergerus arus Kali Keruh, akhirnya hilang tersapu banjir bandang coklat pekat bercampur dengan material batu, pada Senin sore (21/1). Ini merupakan akses utama perekonomian, pendidikan dan kesehatan penduduk Plompong untuk menjangkau kecamatannya (7,1 kilometer selama 20 menit) serta desa lainnya.

Jadi jembatan ini merupakan jalan pendekat warga Plompong ketempat lainnya. Jika jembatan ini terputus, maka warga harus memutar jarak 3 kali lipat melewati Desa Cilibur wilayah Kecamatan Paguyangan, kemudian Desa Langkap Kecamatan Bumiayu untuk sampai ke Kantor Camat.

Mengatasi agar penduduk Plompong yang bekerja atau bersekolah di Desa Benda melewati sungai tersebut, maka ratusan orang meliputi TNI Koramil 10 Sirampog dan Polsek masing-masing 5 orang, SAR/Kokam (30) dan PU Sirampog (7), Perangkat Desa (8) serta masyarakat Plompong sejumlah 115 orang.

“Adapun sasaran kerja bakti adalah pembuatan jalan darurat untuk pejalan kaki serta mengalihkan arus air bagian selatan dengan membendung menggunakan batu kali agar tidak memperparah pondasi jembatan yang ambruk. Ini untuk rekonstruksi nantinya,” ungkapnya. (Aan0713/rusg).

Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya

Sapulidi.com, Brebes  Perahu penyeberangan Sungai Pemali sarat penumpang di Desa Kebandungan Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes, terbalik sehingga menyebabkan Roilah Binti Sidik (40) warga Kebandungan Rt. 05 Rw. 03, meninggal dunia. Selasa pagi (22/1/2019).
Dibenarkan Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin bahwa, perahu penyeberangan antar desa, Kebandungan- Kosambi Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal, yang ditumpangi 12 orang penduduk Desa Kebandungan dan 1 orang Pengarasan terbalik pada pukul 06.00 WIB.


“Musibah ini disebabkan putusnya tali seling perahu sebrang saat berada ditengah sungai karena sudah berkarat dan aus, para penumpang panic saat perahu terbawa arus deras. Kemudian miring dan tenggelam. Ada 13 penumpang ditambah dua juru mudi,” jelasnya.

Perahu tersebut dikemudikan Tardi (55) warga Rt. 02 Rw. 01 dan Pak Idin (45) Rt/Rw. 01 Kebandungan. Selain itu, terdapat juga muatan 4 unit sepeda motor.

“Mereka yang selamat adalah yang bisa berenang dan diselamatkan oleh penduduk yang kebetulan melihat kejadian. Sedangkan Ibu Roilah hanyut karena sama sekali tidak bisa berenang. Setelah pencarian beramai-ramai selama satu setengah jam oleh oleh Tim SAR, TNI-Polri dan masyarakat, jenazah baru ditemukan dalam keadaan meninggal,” imbuhnya.

Danramil juga menghimbau pasca kejadian, jika kondisi sungai setelah hujan arusnya deras sebaiknya masyarakat memutar lewat jalan darat melalui Kecamatan Bumiayu jika akan menuju Kosambi.

Sementara dijelaskan Koordinator SAR Brebes, Adhe Dhanie Raharjo bahwa, Almarhumah ditemukan 1,5 kilometer dari lokasi tenggelam dan jasadnya langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Menurut lagi, dari segi kondisi, perahu masih sangat layak dan tergolong baru serta mampu menampung penumpang berkapasitas 25 orang. Jadi masih memenuhi toleransi. (Aan0713/rusg).

Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Kota Pekalongan - Dalam rangka upaya menanamakan jiwa nasionalisme kepada generasi muda, pemerintah kota Pekalongan bersinergi dengan Kodim 0710 Pekalongan memberikan Pembinaan wawasan kebangsaan dan empat pilar kebangsaan bagi siswa MTs Azzakky, Selasa (22/1).

Pada Kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber Walikota Pekalongan H.M Saelany Machfudz, SE mengungkapkan bahwa di era mileneal ini, bahaya disintegrasi bangsa semakin bisa dirasakan. Hal ini dapat dicermati dari berbagai media, baik media massa konvensional seperti surat kabar dan televisi, maupun melalui media sosial seperti facebook, instagram dan lain-lainya.

“ Merebaknya berita-berita bohong yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan atau biasa disebut berita hoax juga dapat membuat rasa kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia semakin meredup,” tuturnya.

Adanya fenonema tersebut walikota memandang perlu pembinaan wawasan kebangsaan dan 4 Pilar kebangsaan bagi generasi muda. Sebab masa depan bangsa dan negara berada di pundak generasi muda. “ Sekarang ini tidak banyak pembicaraan di kalangan publik tentang materi 4 pilar itu sepanjang masa reformasi sejak 1998. Jika ada, diskusi publik tentang keempat pilar itu maka hanya timbul-tenggelam saja untuk kemudian seolah lenyap tanpa bekas,"papar walikota.

 Oleh karena itu, dirinya berharap kegiatan ini bisa merevitalisasi, mensosialisasikan, dan menanamkan kembali nilai-nilai 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dalam bingkai kehidupan kebangsaan-kenegaraan bagi generasi muda,” terangnya.

Sementara itu, Kasdim 0710/Pekalongan Mayor Hufron yang turut hadir sebagai pemateri menambahkan, bahwa wawasan kebangsaan indonesia sebagai sebuah konsep kebangsaan merupakan hal yang sangat mendasar bagi bangsa Indonesia. Dalam kenyataannya, konsep kebangsaan itu telah dijadikan dasar negara dan ideologi nasional, yang terumus di dalam Pancasila sebagaimana terdapat dalam  Alinea IV Pembukaan UUD 1945. “ Konsep kebangsaan itulah yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini,” tambahnya.

Kepala Sekolah MTs Azzaky , Muchlisin Abdul Chalim menuturkan Kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan dan empat pilar kebangsaan ini sangat positif bagi generasi muda untuk memupuk kembali rasa cinta tanah air . “ Kegiatan ini sangat positif, sebab segmenya tepat yakni generasi muda yang emosinya masih labil dan memang butuh diberikan dasar dan landasan keimanan dan kebangsaan,” tuturnya.(red/rusg)
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Pekalongan – Babinsa sebagai figur di wilayah binaan membuat semua aktifitas kegiatan di wilayah harus dikuasai dan bisa memberi contoh bagi masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh babinsa dari Koramil 08/Bojong Sertu Topik Prio Handoyo yang menjadi pemimpin upacara bendera di SDN 1 Bojong Wetan Kec Bojong ,Kab Pekalongan, Senin 21 Januari 2019.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan sebagai upaya untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat dan memberi contoh kepada anak-anak sekolah tentang pelaksanaan upacara bendera. Karena upacara bendera selain melatih kedisiplinan dan kepemimpinan, juga menumbuhkan jiwa nasionalisme serta cinta tanah air.

“ Ini sebagai upaya kita untuk lebih mendekatkan diri pada masyarakat di wilayah binaan, selain membantu petani, dan perbaikan jalan serta rehab rumah, tentunya kita juga harus masuk ke sekolahan untuk memberi contoh dalam pelaksanaan upacara bendera,”terangnya.

Dengan melaksanakan upacara bendera di sekolah tersebut dirinya berharap, akan memotivasi bagi anak-anak SDN 1 Bojong Wetan, untuk lebih mengerti tentang makna dari upacara bendera sehingga tertanam pada diri mereka jiwa yang disiplin dan jiwa nasionalisme yang baik.(red/rusg)
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya

Pekalongan - Guna membekali diri dengan ilmu kemiliteran serta jiwa nasionalisme, para peserta diksar Menwa Unikal (Universitas Pekalongan) Batalyon 930 Kyai Welang, dengan melaksanakan kegiatan outbond dan survival yang bertempat desa Kajongan kecamatan kajen, kabupaten Pekalongan, minggu(20/1/19).

Resimen Mahasiswa (disingkat Menwa) adalah salah satu kekuatan sipil yang dilatih dan dipersiapkan untuk mempertahankan NKRI, sebagai perwujudan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Menwa juga merupakan salah satu komponen warga negara yang mendapat pelatihan militer (unsur mahasiswa).

Sebagai perwira koordinator latihan, Kapten Inf Nurkhan menjelaskan bahwa, Menwa sebagai komponen cadangan pertahanan negara yang juga perlu diberikan pelatihan ilmu militer seperti penggunaan senjata, taktik pertempuran, survival, bela diri militer, senam militer, penyamaran, navigasi dan sebagainya.

" Menwa sebagai komponen cadangan pertahanan negara tentunya perlu kita berikan pengetahuan tentang ilmu kemiliteran, dan pada diksar kali ini, kita membekali mereka dengan outbond yang kita padukan dengan keadaan alam sesungguhnya dan ilmu survival,"jelas Nurkhan.

Dirinya berharap, dengan pembekalan yang diberikan akan bisa membekali para Menwa ini dengan ilmu kemiliteran serta penanaman jiwa nasionalisme, sehingga para generasi muda ini mempunyai ilmu yang cukup sebagai komponen cadangan yang tangguh, dan siap membela NKRI.(red/rusg)

Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya

Kota Pekalongan - Komandan Kodim 0710 Pekalongan Letnan Kolonel Infanteri Muhammad Ridha menekan kepada para pelajar untuk lebih cinta tanah air. Hal tersebut diungkapkan, saat menjadi pemimpin upacara bendera di SMP N 2 Kota Pekalongan, Senin 21 Januari 2019.

Menurut Dandim Muhammad Ridha, semua pelajar harus memiliki disiplin dalam diri dan pentingnya memiliki rasa cinta tanah Air serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, salah satunya yaitu upacara bendera. Karena selain melatih kepemimpinan, hal ini menumbuhkan jiwa nasionalisme serta cinta tanah air.

Selain itu juga, demi menanamkan wawasan kebangsaan kepada pelajar, bersama Kesbangpol kota pekalongan keliling ke sekolah-sekolah dari SD hingga SMA memberikan materi tentang cinta tanah air dan wawasan kebangsaan, dan tidak hanya itu saja pihaknya menghimbau kepada seluruh pelajar, untuk tidak menggunakan narkoba dan tekun belajar demi meraih cita-cita.

“ Tentunya kita tidak ingin generasi muda bangsa indonesia rusak, makanya kita terus tanamkan pada diri mereka rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan, agar mereka menjadi generasi muda yang unggul sebagai generasi penerus pemimpin bangsa,”terang Dandim.

Dandim menambahkan dan berpesan, agar para generasi muda ini untuk tekun belajar serta mau bekerja keras agar nantinya bisa menjadi pemimpin untuk generasi kedepan.(red/rusg)

Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
Sapulidi.com, Brebes – Tentara Nasional Indonesia sudah teken kontrak dengan Kementerian Pertanian RI guna membantu pemerintah menciptakan ketahanan dan swasembada pangan nasional. Salah satu upaya yang dilakukan dalam pencapaian target itu adalah dengan mengejar para petani agar segera mengolah sawahnya.


Nampak, Babinsa Koramil 07 Bulakamba Kodim 0713 Brebes, Serma Hernawan Fuadi sedang memaksimalkan LTT (Luas Tambah Tanam) padi serentak varietas IR 64 pada lahan seluas 1 hektar milik Rastam, di Desa Karangsari Kecamatan Bulakamba. Minggu (20/1/2019).

Terpisah, dijelaskan Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri bahwa, pendampingan yang dilakukan Babinsanya adalah memacu petani menanam system Jarwo (Jajar Legowo) dengan memaksimalkan Alsintan Traktor Roda 2.

“ini merupakan salah satu program TNI-AD dengan Kementan RI untuk meningkatkan luas tambah tanam petani khususnya di wilayah Kabupaten Brebes selagi musim penghujan. Saya berharap di tahun 2019 ini, Brebes dapat berdaulat beras,” ungkapnya.

Pihaknya juga akan memberikan pengawalan penjualan GKP (Gabah Kering Petani) ke Bulog daerah sehingga gabah tidak terjual dengan harga dibawah patokan pemerintah. (Utsm-Aan0713/rusg).
Portal Berita Pekalongan Dan Sekitarnya
sapulidi.com, Brebes – Bencana alam kembali terjadi di wilayah Brebes selatan, tepatnya di Dusun Kalibuntu Rt. 013 Rw. 004 Desa Wanatirta Kecamatan Paguyangan. Tebing bukit sebelum jembatan dari arah selatan Paguyangan menuju Desa Pandansari, longsor dan sempat mengganggu para pengendara yang akan melintas. Jumat malam (18/1/2019).


Dijelaskan Danramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Cpl. Harsono bahwa, pihaknya begitu mendapatkan laporan dari warga setempat, Karno Bin Kasduri (51) wiraswasta dan Soleh Al Jabar Bin Kaid (45) Rt. 014 Rw. 004, segera berkoordinasi dengan Polsek dan meluncur ke lokasi longsoran.

Tebing di dekat jembatan Dusun Kalibuntu, dengan ketinggian 15 meter dan sepanjang kurang lebih 12 meter longsor sekitar pukul 20.00 WIB. Material berupa batu gunung dan tanah sempat mengganggu arus kendaraan,” ungkapnya.

Dijelaskannya lanjut, pihaknya bersama anggota Polsek, Bagana dan warga setempat serta pengendara yang lewat, berusaha menyingkirkan timbunan tanah terutama batu dengan peralatan konvensional seperti sekop dan cangkul. Mereka juga membantu anggota Polsek memasang police line di area sekitar tebing yang longsor agar mudah terlihat oleh para pengguna jalan guna menghindarkan kecelakaan. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses utama menuju objek wisata Kaligua Desa Pandansari.

“Kami juga menghimbau agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat akan melewati lokasi tebing, terutama jika hujan lebat telah dan sedang terjadi, karena tanahnya masih labil,” imbuhnya menyatakan setengah jam berselang, jalan sudah dapat dilalui kembali dan tidak ada korban jiwa. (Aan0713/rusg).