2019
Kota Pekalongan-  Untuk memastikan keamanan dan ketertiban dalam menghadapi pemilu di Kota Pekalongan,Walikota Pekalongan H. M Saelany Machfudz mengecek armada untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tahapan Pemilu 2019, Jum’at (22/30 di Lapangan Mataram.

Didampingi Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandi Sitepu  dan Dandim  0710  Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, walikota Pekalongan mengecek satu persatu armada yang di parkir di lapangan mataram.

Usai melakukan pengecekan walikota Pekalongan H.M Saelany Machfudz menuturkan pihaknya mengapresiasi atas kesiapan TNI,POLRI dalam menghadapi pemilu 2019 ini. “ Atas nama Pemerintah saya bahagia dan gembira dengan kesiapan Polri dan TNI yang maksimal dalam menghadapi pemilu 2019 ini, termasuk armadanya yang tadi sudah diperagakan satu persatu,” tutur Saelany.

Walikota juga menghimbau kepada masyarakat agar memahami betul bahwa peristiwa pemilihan umum ini hanya sebentar saja yang akan menentukan masa depan bangsa indonesia. Oleh karena itu masyarakat diharapkan saling menghargai dan menghormati meskipun berbeda pilihan.

“ Walaupun beda pilihan saya harap tetap menjaga persaudaraan saling menghargai dan menghormati dan tetap menjaga persatuan dan Kesatuan Negara Republik Indonesia,” tambahnya.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandi Sitepu menambahkan dalam pengamanan pemilu tahun 2019 pihaknya menerjunkan 371 personel, 88 dari TNI dan potensi masyarakat lainya yang akan diterjunkan mulai 24 Maret. “ Untuk Pengamanan di semua TPS dan daerah yang rawan saat pelaksanaan kampanye terbuka,” terangnya.

Untuk kampanye terbuka ada 4 titik yang sudah ditentukan yakni Stadion Hoegeng, Lapangan Setono, Lapangan Jetayu, dan Lapangan Krapyak.
Kapolres juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga keamanan, ketertiban dan kondusifitas  Kota Pekalongan. “ Apapun pilihan anda saya harap tetap NKRI harga mati,” himbaunya.

Sementara Dandim 0710 Letkol Inf Arfan Johan Wihananto juga berkomitmen mendukung sepenuhnya kepada polri untuk pengamanan pesta demokrasi. Menurutnya untuk menjaga kondusifitas pemilu merupakan tanggung jawab bersama baik TNI,POLRI dan masyarakat. “ TNI akan memberikan dukungan sepenuhnya kepada polri baik sebelum dan sesudah pemilu,” Pungkasnya.
Pekalongan - TMMD Sengkuyung Tahap 1 Tahun 2019 Kodim 0710/Pekalongan yang di selenggarakan di Kelurahan Jenggot dengan sasaran fisik berupa pembangunan saluran air, dan peningkatan jalan beton dengan bentuk pengeceron sudah capai 90 % dan di targetkan 4 hari kedepan sudah rampung. kamis (21/3)

Dansatgas TMMD Sengkuyung Tahap 1 tahun 2019, yang juga sebagai Danramil 20/Pekalongan selatan Kapten Arhanud  Wiyoto menjelaskan bahwa sampe saat ini untuk sasaran fisik sudah capai 90% dan di targetkan 4 hari kedapan sudah selelsai pengerjaannya.  

Wiyoto menambahkan untuk saat ini anggotanya sedang melakukan finising dan pengurukan yang di bantu oleh masyarakat sekitar. Dirinya juga mengatakan untuk antusias masyarakat cukup luar biasa menyambut program TMMD Sengkuyung Tahap 1 Tahun 2019 dari Kodim 0710/Pekalongan .

Semoga setah jadinya jalan dengan peningkatan beton ini nantinya bisa di manfaatkan dengan baik dan di jaga bersama agar nantinya masa pake jalan tersebut akan dapat di gunakan lebih lama ataupun awet,"pungkas Wiyoto. 

Ucapan terima kasih dan sambutan luar biasa oleh warga sekitar, seperti halnya yang di ungkapkan Tukisno salah warga setempat yang menuturkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah bersedia memperbaiki jalan yang kodisi sebelumnya banjir dan becek sekarang sudah halus dan tidak becek lagi, karena memang selama ini warga sangat kesulitan dengan kondisi jalan yang rusak, dan warga pun berharap semoga atas segala kebaikan TNI Kodim 0710/Pekalongan semoga memperoleh berkah, kesehatan, dan keselamatan dari Allah SWT.
Pekalongan – Guna meningkatkan Sinergitas antara Program Binter Satkowil dengan program pemerintah, untuk mewujudkan pertahanan negara aspek darat dan Kesejahteraan rakyat, Kodim 0710/Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Sisrendal Binter yang dilaksanakan di Aula makodim setempat.Rabu(20/3/2019).

Mewakili Dandim 0710/Pekalongan, Kasdim Mayor Inf Hufron dalam sambutannya mengatakan, Sistem perencanaan dan pengendalian Binter merupakan suatu proses kegiatan perencanaan Binter yang dibuat secara teratur, terkoordinasi dan terpadu antar aparat komando wilayah dengan Pemerintahan Daerah dan Instansi terkait untuk kepentingan kesejahteraan maupun kepentingan pertahanan negara,.

“Untuk mencapai semua sasaran maka harus ada kerjasama dengan Pemerintah Daerah, yaitu melalui suatu pola pikir yang konseptual dan terpadu, sehingga dapat digunakan sebagai acuan dan bahan pertimbangan, dalam pelaksanaan program pembangunan daerah secara terpadu,”papar Kasdim.

Ditambahkan Mayor Hufron, untuk mewujudkan sistem pertahanan semesta TNI AD dengan melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat melalui pembinaan teritorial harus sesuai dengan Doktrin Kartika Eka Paksi.

Dengan sosialisasi bimbingan teknis Sisrendal Binter ini diharapkan perubahan-perubahan yang terjadi dapat diperbaiki dan disempurnakan sehingga sinergitas dengan Pemerintah Daerah secara maksimal dapat terwujud.

“Melalui kegiatan Sisrendal Binter, wujudkan keterpaduan antara program Binter Satkowil dengan program Pemda guna kepentingan pertahanan Negara dan kesejahteraan Rakyat,”pungkasnya.
Pekalongan-Menjelang diselenggarakannya pemilu legislatif dan pilpres tahun 2019 yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April mendatang, Komandan Kodim 0710/pekalongan
Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto memberikan sosialisasi tentang netralitas prajurit, bertempat di Aula Makodim 0710/Pekalongan,Selasa(19/3/2019).

Dalam penyampaianya, Dandim Arfan Johan Wihananto menyampaikan, melalui pembinaan netralitas TNI dalam pileg dan pilpres kita wujudkan profesionalisme TNI dengan bersikap netral dalam penyelenggaraan pemilu, baik pileg maupun pilpres dan senantiasa mendukung suksesnya penyelenggaraan pemilu yang luber dan jurdil di seluruh wilayah NKRI.

“ Saya sampaikan, bahwa kita sebagai prajurit TNI adalah netral dalam pileg maupun pilpres 2019 mendatang, dan saya tegaskan, bagi prajurit yang melanggar ketentuan tersebut maka sanksinya akan berat,”tegas Dandim.

Selain memberikan pengarahan dalam Jam Komandan tersebut, Dandim juga memberi penekanan kepada seluruh prajuritnya yang antara lain, Terkait dengan situasi pemilu legislatif dan pilpres agar segera dinetralisir apabila terdapat kerawanan  pada saat pemilu, Yakinkan sikap netral yang benar-benar netral pada diri setiap prajurit.

Lanjut Dandim Arfan, jangan membuat situasi yang tidak diinginkan, karena rawan dipolitisir oleh pihak yang tidak suka dengan TNI, Agar tetap mengendalikan diri dari pihak-pihak yang mendiskreditkan TNI  sehingga tetap terjaga situasi yang aman dan kondusif serta pedomani buku netralitas TNI agar kita paham dengan situasi pemilu.

"Mari sama-sama kita sukseskan penyelenggaraan pemilu legislatif dan pilpres pada tanggal 17 april 2019 di wilayah kodim 0710/ pekalongan yang jujur adil ,damai dan aman, tanpa ternodai dengan tindakan kita sebagai prajurit yang tidak netral". Pungkas Dandim
Pekalongan –  Babinsa Koramil 08/Bojong Kodim 0710/Pekalongan bersama warga masyarakat bergotong-royong melaksanakan pemugaran dan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada kesempatan kali ini pemugaran di rumah warga tidak mampu milik Bapak Wahyudi Selamet (49 Th) yang kesehariannya sebagai buruh tani, yang merupakan warga Desa Bojong Wetan RT 08/RW 04 Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.senin (18/3)

Bukan hanya pak Wahyudi Selamet yang rumahnya mendapat program rehab RTLH, akan tetapi masih ada 4 warga lain yang mendapat program tersebut yang masih dalam satu Desa, sebagai warga yang kurang berkemampuan tersebut mendapat program rehab RTLH dengan menggunakan sumber dari Dana Desa (DD) yang masing masing mendapat bantuan sebesar Rp 10 juta per rumahnya. Dengan bantuan dana yang minim tersebut, hanya cukup untuk membeli materialnya saja. 

Dengan adanya dana yang di berikan hanya dapat untuk membeli material saja, maka Danramil 08/Bojong Kapten Inf Nur Khan berinisiatif untuk mengerahkan anggotanya guna mempelopori kerja bakti gotong royong bersama warga masyarakat dan perangkat Desa serta ketua Rukun Tetangga (RT) setempat agar pemugaran rumah bapak Wahyudi Selamet dan yang lainnya dapat direalisasikan.

Dan semoga dengan adanya program seperti ini nantinya akan tetap bisa selalu menghidupkan kembali nilai nilai kegotong royongan di masyarakat serta bisa meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap sesama dan bisa menjadi solusi dalam mengatasi kesulitan rakyat di sekeliling kita," tandas Danramil Nur Khan.

Perasaan senang dan bahagia nampak di raut pak Wahyudi karena tak lama lagi keluarganya akan memiliki rumah yang layak huni,rasa syukur pun terus terucap dalam setiap pembicaraannya sewaktu memulai rumahnya di pugar. Dan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada anggota Koramil 08/Bojong dan warga sekitar yang telah merelakan waktu dan tenaganya untuk bisa ikut serta dalam merehab rumah saya,"ungkap Wahyudi.
Pekalongan -  Cegah gagal panen, Babinsa Koramil 08 Bojong mendampingi para petani menyemprot hama wereng yang menyerang tanaman padi secara massal di lahan sawah seluas 20 hektar di Desa Duwet Kec. Bojong. Jumat (15/3).

Babinsa 08 Bojong Sertu Tofik mengatakan, penyemprotan secara massal ini dilakukan guna mencegah berkembangnya hama wereng yang menyerang areal persawahan desa Duwet kecamatan Bojong. Dan tanaman padi yang di semprot rata-rata sudah berumur 50 hari sampai 60 hari setelah tanam(HST), sedangkan jenis insektisida yang digunakan adalah DiPHO 290 SL.

"Penyemprotan kali ini dilakukan pada waktu pagi hari dengan tujuan menghindari cuaca hujan agar hasil lebih maksimal, kemudian jika hama wereng yang menyerang padi tersebut tidak cepat diatasi maka petani bisa gagal panen."Tambahnya

Pihaknya berharap dengan adanya pendampingan ini, warga masyarakat akan lebih giat dalam menjalankan bertani serta dapat membawa manfaat ke arah yang lebih baik terutama dalam mendukung program pemerintah yaitu swasembada pangan.
Pekalongan-Dalam Rangka untuk mengenal lebih dekat tentang kehidupan dan kegiatan para prajurit TNI-AD,para guru TK ABA Bendan Kota Pekalongan mengajak anak didiknya berkunjung di Kodim 0710/Pekalongan. Jumat (15/3/19).

Kunjungan ini dimaksudkan untuk lebih mengenalkan para anak didiknya tentang kehidupan dan kegiatan prajurit TNI-AD serta membekali mereka dengan wawasan kebangsaan sehingga lebih mengenal Tentara sebagai penegak kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

“Kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada para anak didik kami tentang kehidupan dan kegiatan prajurit TNI-AD, serta agar para anak didik kami mendapatkan pembekalan oleh Bapak-bapak TNI tentang wawasan kebangsaan dalam hal ini Tentara adalah penegak dan penjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia." Ungkap Larda Ningsih Kepala Sekolah TK ABA Bendan.

Sementara itu Pasi Pers Kodim 0710/Pekalongan Kapten Sapari Dairiyanto mewakili Komandan Kodim Letkol Inf Arfan Johan Wihananto mengaku sangat mendukung dan mengapresiasi atas kehadiran anak-anak TK tersebut, pihaknya selain mengenalkan tentang kehidupan prajurit TNI-AD dan wawasan kebangsaan juga mengenalkan lambang-lambang negara atau simbol negara dan mengajak anak-anak TK untuk berkeliling kantor Makodim.

"Kami perkenalkan anak-anak TK tentang lambang dan simbol-simbol negara sejak dini agar timbul rasa cinta kepada negara dan tanah air Indonesia, selain itu kita bekali dengan wawasan kebangsaan agar menambah pengetahuan tentang bangsa dan cinta tanah air". Pungkasnya.
Pekalongan - Pertemuan rutin bulanan oleh anggota Persit Kartika Candra Kirana Cabang XX Pekalongan korem 071 PD IV /Diponegoro kali ini di laksanakan di aula Makodim 0710/Pekalongan.rabu (13/3)

Dalam kesempatan ini Dandim Letkol Infantri Arfan Johan Wihananto selaku Pembina Persit KCK Cab XX Pekalongan menyampaikan agar kegiatan pertemuan anggota ini bisa di jadikan sebagai sarana silaturahmi yang baik buat sesama anggota dan menjadi bagian keluarga besar Kodim 0710 Pekalongan.

Dengan kondisi yang ada suaminya sebagai anggota satuan teritorial, Dandim meminta Persit unutuk selalu mendukung serta menjaga keharmonisan keluarga.

Dandim juga meminta anggotanya menata hidup bersama keluarga sampai purna tugas dengan harapan suami purna tugas dengan baik dan tanpa cacat selama pengabdian dalam berdinas.

Letkol infantri Arfan Johan menitipkan Tiga hal yang perlu diperhatikan guna menjaga hidup sehat prajurit dan keluarganya antara  pola makan, pola istirahat, dan  pola olahraga.

Acara pertemuan rutin Persit Kartika Candra Kirana Cabang XX Pekalongan di akhiri dengan sesi tanya jawab oleh Dandim kepada anggota Persit yang hadir dalam pertemuan rutin bulanan tersebut.
 Pekalongan-Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (Babinsa), Kodim 0710/pekalongan menggelar Latihan Teknis Teritorial (Latnister) tahun 2019. Latihan melibatkan para Babinsa di wilayah Kodim 0710/pekalongan dengan jumlah 150 anggota ini digelar di aula makodim setempat , selasa (12/03/2019).

Dikatakan, Dandim 0710/ Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto saat membuka kegiatan Latihan tersebut, kegiatan ini sesuai rencana akan digelar selama lima hari mulai tanggal 12 s,d 16 maret mendatang dengan tahapan kegiatan mulai dari pelajaran teori hingga praktek di lapangan.

“ Secara resmi kegiatan ini saya buka, yang sesuai rencana kegiatan ini akan berjalan selama 5 hari kedepan, saya minta untuk para anggota agar betul-betul mengikuti dengan penuh rasa tanggung jawab, sehingga selesai kegiatan ini ada peningkatan kemampuan dan wawasan yang akan menunjang tugas pokok dilapangan,”terang Dandim

Sementara koordinator pelatih Kapten Inf. Nurkhan menjelaskan, bahwa Latihan Teknis Teritorial yang di laksanakan ini merupakan program kerja yang telah dijadwalkan komando atas dengan tujuan untuk memelihara dan meningkatkan teknik teritorial yang tentunya sesuai dengan lima kemampuan teritorial.

“Nantinya, usai latihan ini diharapkan akan menghasilkan pembinaan teritorial (Binter) sesuai rencana dan dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan dan diharapkan oleh komando atas,”jelasnya.

Kapten nurkhan juga menyampaikan tentang harapan dilaksanakannya Latnister ini dengan diadakannya Latihan Teknis teritorial  bisa lebih memantapkan dan meningkatkan kualitas Babinsa agar mampu dan profesional dalam melaksanakan tugas di lapangan saat dihadapkan pada tantangan tugas kedepan, adapun materi yang diberikan meliputi lima kemampuan teritorial, yakni temu cepat dan lapor, manajemen teritorial, penguasaan wilayah, perlawanan rakyat dan komunikasi sosial.

 "Selain lima kemampuan teritorial diberikan juga lima sikap teritorial. Nantinya prajurit harus bisa melakukan deteksi dini terhadap sesuatu yang akan timbul serta yang berpotensi mengganggu keamanan". Pungkasnya.
Hari pertama apel Dansat Kodam IV/Dipoengoro yang di gelar di Aula G. Handakaria Yonif Raider 400/BR Srondol, Semarang, Senin (11/3), Kepala BNNP Jawa Tengah Drs. Muhammad Nur, SH., M.Hum. sengaja dihadirkan untuk memberikan pembekalan tentang bahaya Narkoba kepada peserta apel Dansat.

Apel Dansat yang mengambil tema “Melalui Apel Dansat Kodam IV/Diponegoro 2019, Kita Wujudkan Kesiapan Satuan dan Profesionalisme Prajurit Dalam Rangka Mendukung Keberhasilan Tugas Pokok TNI AD”, diikuti oleh Irdam, Danrem, para Asisten, Staf Ahli, Pa Liaison, Kabalak dan Komandan Satuan serta para perwira jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Dalam penyampainnya, Kepala BNNP Jateng mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar tingkat ASEAN untuk kebutuhan Amphetamine type stimulants (ATS) khususnya jenis sabu, dan tidak ada satu wilayah di Indonesia yang terbebas dari peredaran Narkoba. Bahkan peredarannya sudah menyasar hingga ke tingkat Sekolah Dasar (SD).

Pada kesempatan tersebut, dirinya mengajak kepada para Dansat untuk bersama-sama mengkapanyekan tetang bahaya Narkoba secara terus menerus kepada anggota dan keluarganya maupun masyarakat di sekitar satuan.

Sementara itu Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Arh Zaenudin, S.H., M.Hum. yang juga turut serta dalam kegiata tersebut, disela-sela kegiatan menuturkan, bahwa pemberian materi pencegahan bahaya Narkoba ini merupakan salah satu komitmen Kodam IV/Diponegoro dalam memerangi Narkoba. Hal ini memiliki arti yang sangat penting karena Narkoba memiliki dampak yang luar biasa bagi kelangsungan hidup manusia, bangsa dan negara. Dampak Narkoba dapat merusak kesehatan manusia bahkan hingga kerusakan permanen pada otak. Dengan demikian maka masa depan generasi akan suram dan _lost generation_ dimungkinkan terjadi jika persoalan ini tidak serius ditangani. Padahal beberapa tahun kedepan kita akan mendapat bonus demografi.

Ditambahkan Kolonel Zaenudin, di berbagai kesempatan para petinggi TNI termasuk Pangdam Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M. telah menegaskan “tidak ada kompromi terhadap anggota yang terlibat narkoba dan sanksinya sangat berat yakni hingga pemecatan”.

Dengan menggandeng BNNP Jaya Tengah ini diharapkan kedepan terdapat kesamaan visi dan persepsi tentang bagaimana mencegah dan menangani pelaku pemakai, pengedar atau bahkan bandar yang berusaha untuk masuk di lingkungan satuan jajaran Kodam IV/Diponegoro sehingga tidak ada lagi keragu-raguan oleh karena ketidaktauan Komandan Satuan, imbuh Kapendam.

Selain materi pencegahan bahaya Narkoba, juga diberikan materi penegakan hukum, sosialisasi UU ITE dan pencegahan HIV AIDS, pungkas Kapendam.
Pekalongan-Selain menjadi anggota TNI AD, Serka Poniman Babinsa Koramil 13 Paninggaran meluangkan waktu nya untuk bertani dengan menggarap ladang sawahnya sendiri di desa Sawangan Kecamatan Paninggaran.

Sawah seluas 1/2 hektar itu dulunya di beli sekitar 10 tahun yang lalu dan sampai sekarang ditanami padi sehingga menambah pemasukan ekonomi bagi keluarganya. Selain itu juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya karena  Babinsa merupakan salah satu motor penggerak bagi para petani dan kelompok tani dalam meningkatkan hasil produksi padi, sesuai dengan MOU antara TNI AD dan Kementan RI tentang program Upsus Swasembada Pangan.

Menurut Serka Poniman, pada era seperti saat ini lahan persawahan di pedesaan harus pandai kita manfaatkan,  sehingga bahan pangan kita menjadi berlimpah dan tidak bergantung pada bahan impor serta dapat menambah penghasilan bagi para petani agar tercapai hidup sejahtera.

"Sampai saat ini saya dan masyarakat akan terus mengelola lahan persawahan baik punya saya pribadi atau punya masyarakat agar dapat mensukseskan program dari pemerintah yaitu Upsus Swasembada Pangan"Ujar Serka Poniman

Poniman juga berharap, dengan dirinya juga ikut bertani, akan memacu minat masyarakat dalam menggarap tanahnya, sehingga akan banyak masyarakat yang menanam padi dan pertanian lainya dengan tujuan terciptanya Swasembada pangan daerah dan nasional.(pendim 0710pekalongan)
Pekalongan - Memasuki hari ke 7 usai di bukanya pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap 1  Kodim 0710/Pekalongan,  pada progres pekerjaan fisik sudah mencapai 40 persen.selasa (5/2)

Adapaun yang menjadi sasaran fisik Pengerjaan Peningkatan jalan beton dan  Pembuatan 2 unit platdekker yang  di pusatkan di Kelurahan Jenggot Kecamatan Pekalongan Selatan 

Letkol infantri Arfan Johan Wihananto Dandim  0710/Pekalongan menjelaskan untuk kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap 1 Tahun 2019 Kodim 0710/Pekalongan yang di laksanakan di Kelurahan Jenggot sudah capai 40 %, hal tersebut tidak lah lepas dari  bantuan dan peran serta masyarakat sekitar yang ikut nyengkuyung dalam menyukseskan TMMD Sengkuyung Tahap 1 Tahun Anggaran 2019.

" Program TMMD Sengkuyung Tahap 1 Tahun 2019 Kodim 0710/Pekalongan, dilaksanakan selama sebulan yang  tujuannya untuk membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang bersifat fisik maupun non fisik. Selain itu juga bertujuan untuk memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat," imbuhnya

Adapun kegiatan TMMD ini sendiri terdiri dari dua kegiatan, yaitu fisik dan non fisik. Untuk kegiatan fisik, menyasar pada peningkatan jalan beton dan Pembuatan 2 unit platdekker, dan untuk non fisik berupa penyuluhan bahaya narkoba , wawasan kebangan dan masih banyak lagi lainya .

Dandim berharap dengan adanya pengerjaan ini agar kedepannya usai pembangunan peningkatan,  jalan ini bisa bebas dari banjir sehingga dapat membantu memperlancar aktivitas serta perekonomian masyarakat.
PadiPekalongan - Dalam upaya peningkatan ketahanan panganv di wilayah Koramil 15/Doro, Babinsa Desa Doro Serda Mustofa bersama anggota Koramil lainnya melaksanakan pendampingan Upsus dengan kegiatan panen padi di lahan milik bapak  Sodikin warga Dukuh Silumbung Desa Doro dengan luas 1200 m², adapun hasil kurang lebih 7 kwintal gabah kering, Sabtu (2/3)

Dalam pelaksanaan pendampingan tersebut Babinsa Doro Serda Mustofa berharap kepada seluruh petani agar tetap bersungguh sungguh dalam melaksanakan program ketahanan pangan ini,  karena program tersebut merupakan program pemerintah demi terwujudnya swasembada pangan dengan harapan agar dapat meningkatkan taraf hidup para petani serta ketersedian pangan pun akan bisa tercukupi.

Selain itu, pelaksanakan pendampingan pertanian  di maksudkan untuk memberikan motivasi kepada para petani agar selalu tetap bisa mengerjakan lahan sawahnya, dan kami Babinsa, selalu siap membantu dalam pendampingan pertanian ini mulai dari olah lahan, penyemaian, penanaman, pemupukan dan perawatan serta panen hingga pasca panen," Ungkapnya

Dalam kesempatan ini Sadikin selaku pemilik lahan pun mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dengan adanya program Upsus pertanian oleh Babinsa sebagai pendamping untuk memberikan motivator kepada para petani dalam bekerja, para petani pun tidak merasa sendiri karena ternyata masih ada yang selalu membantu dan memberi semangat kepada kami sehingga hasilnya pun dapat memuaskan dan bisa dirasakan oleh para petani.(pendim 0710 pekalongan)
Pekalongan - Tingkatkan kemampuan aparat komando kewilayahan, Kodim 0710/Pekalongan laksanakan pembinaan kesiapan aparat komando kewilayahan dan kemampuan teritorial TW 1 Tahun 2019 yang di ikuti oleh para Babinsa, dan dengan pemateri para Danramil jajaran yang dilaksanakan di aula Makodim pada kamis (28/2)

Kasdim berkesempatan membuka acara tersebut dengan membacakan sambutan Dandim, "pada sambutannya menyampaikan  bahwa sistim pertahankan semesta merupakan strategi pertahanan negara Indonesia yang di dukung oleh komponen utama,cadangan dan pendukung,yang mana TNI merupakan komponen utama.

Serta dengan kegiatan ini agar para aparat komando kewilayahan bisa lebih meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan intelijen teritorial di kaitkan dengan situasi yang berkembang di tengah - tengah masyarakat sehingga akan diperoleh kesamaan pola pikir, tindakan yang efektif dan efesien dalam pelaksanaan tugas untuk memperoleh hasil optimal dalam menyikapi situasi, kondisi di wilayah saat ini.

Dan perlu di ketahui bersama bahwa dinamika kehidupan masyarakat yang berkembang saat ini, adalah adanya paham radikal, berita hoax dan berbagai ajaran yang menyimpang baik dari konstitusi yang berlaku maupun dari ajaran agama yang benar. Dalam kaitan itu sangat di perlukan kemampuan bagi para aparat komando kewilayahan untuk dapat melakukan deteksi dini, cegah dini dengan berkoordinasi aparat lainnya sehingga dapat menimbulkan rasa aman di tengah masyarakat.

Dalam rangka menghadapi kompleksitas permasalahan pembinaan teritorial saat ini yang dikaitkan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai ujung tombak Satkowil yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat mempunyai tugas tanggung jawab yang mulia oleh karena senantiasa mengasah kemampuan diri untuk selalu berinovasi dan berkreasi agar peran di satuan teritorial benar benar di rasakan kehadirannya oleh masyarakat, yang pada akhirnya akan terwujud kemanunggalan TNI dan rakyat.

"Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang maha esa agar kegiatan ini dapat berjalan lancar, tertib dan aman sebagaimana di harapkan. Laksanakan Kegiatan ini dengan penuh rasa tanggung jawab untuk mendukung pelaksanaan pembinaan teritorial. Pelihara integritas sebagai prajurit pejuang yang berlandaskan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI dan 11 Azas Kepemimpinan.Pahami sikon lingkungan, hubungan sosial, adat istiadat dan budaya masyarakat dalam pembinaan teritorial di lapangan.Peduli dan berbuat yang terbaik dalam setiap pelaksanaan tugas," pungkas nya.

Kegiatan ini adalah program dalam rangka kesiapan aparat komando kewilayahan dan meningkatkan kemampuan komando kewilayahan Triwulan 1 tahun 2019, dengan tujuan agar para aparat komando kewilayahan memahami perintah-perintah ataupun tugas yang harus dilaksanakan sehingga di lapangan tidak terjadi kendala terkait dengan perkembangan situasi di wilayah, dan dapat bekerjasama dengan semua instansi yang ada dan harapannya seluruh aparat komando kewilayahan dapat mengerti dan memahami dalam setiap pelaksanakan tugas dengan baik.(maji/pendim 0710 pekalongan)
Pekalongan - Babinsa Kalimojosari Sertu Heru Jatmiko Koramil 15/Doro, melaksanakan karya bakti perbaikan jembatan pelat decker yang menjadi penghubung dukuh Wonosari gedhe dan dukuh Mojokarang dengan lebar 1 meter, panjang 4 meter.rabu (27/2)

Pada pengerjaannya, Babinsa bersama warga saling bahu-membahu memperbaiki jembatan tersebut yang dulu sudah ada akan tetapi sudah rusak dan tidak bisa dilewati lagi, “Kegiatan seperti ini merupakan bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat, sebagaimana tertuang dalam Santi Aji yakni menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya,” tegas Sertu Heru.

Lebih lanjut Sertu Heru mengungkapkan “Kami bersama warga masyarakat Desa Kalimojosari bergotong-royong melaksanakan pembangunan jembatan, dimana nantinya jembatan ini dapat digunakan oleh warga kedua dukuh pada khususnya, serta sebagai sarana penunjang dalam beraktivitas pengguna jalan lainnya,” ungkapnya.

Nasrudin selaku Pjs Kades Kalimojosari, menerangkan bahwa dana yang digunakan dalam pengerjaan ini adalah murni swadaya warga dan pengerjaannya pun secara gotong royong oleh warga dengan dibantu Babinsa. 

“ Terima kasih kepada pak Babinsa yang sudah membantu dalam pelaksanaan kerja bakti ini, dan semoga rasa kegotong royongan ini akan selalu ada pada warga masyarakat Desa Kalimojosari yang selalu di motori oleh bapak Babinsa, karena gotong-royong adalah merupakan warisan pendahulu kita dan budaya Indonesia yang harus senantiasa dipelihara dan ditingkatkan.” ujarnya.
Kota Pekalongan- Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap I tahun anggaran 2019 resmi dibuka Walikota Pekalongan H.M Saelany Machfudz,SE , Selasa (26/2) di Lapangan SMP 14 Pekalongan.

Pembukan ditandai dengan penyematan tanda peserta dan  penyerahan sarana kerja secara sumbolis oleh Walikota kepada TNI,POLRI dan Linmas.

TMMD Tahap I ini di fokuskan di Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan dengan pengerjaan sasaran fisik maupun non fisik. Untuk sasaran fisik pengerjaan peningkatan jalan Beton volume panjang 125,10 Meter ,lebar 2,55 meter sampai 40 meter ,tebal 0,2 meter. Selain itu pekerjaan pembuatan saluran median volume panjang 125, ukuran 0,3 meter sisi kiri dan pembuatan platdeker dengan panjang 3 meter dan lebar 1 meter.

Tak cuma sasaran fisik, TMMD tahap I ini juga menyasar non fisik yaitu dengan memberikan penyuluhan wawasan kebangsaan , penyuluhan kerukunan umat beragama dan paham radikalisme, perenting terhadap pendidikan anak usia dini, penyuluhan KB, penanggulangan bencana daerah, dan penyuluhan dampak penyalahgunaan narkoba.

Walikota Pekalongan H.M Saelany Machfudz menuturkan TMMD merupakan pemersatu antara pemkot, TNI, Polri, dan masyarakat dalam pembangunan " ini diperlukan dalam rangka pembangunan kota pekalongan dan menumbuhkan perekonomian masyarakat," tuturnya.

Tak cuma itu , adanya TMMD juga sebagai pemersatu dalam menagkal barbagai ancaman berita hoax, paham radikalismre, bahaya narkoba, dan lainya. " Perpaduan yg luar biasa , pemersatu untuk bersama menanggulangi ancaman-ancaman yang dapat merusak generasi muda dan NKRI," tuturnya.

Walikota berharap dengan adanya TMMD dapat terus dilestarikan dan diteruskan untuk membangun daerah daerah yang memang memerlukan " Dengan dana yang besar dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota mudah-mudahan dapat membangun kota Pekalongan yang lebih baik lagi," harapnya.

Sementara itu Kepala staf kodim 0710 Pekalongan Mayor infanteri Gufron menambahkan dalam TMMD tahap I tahun anggaran 2019 ini pihaknya menerjukan 30 personel " kami terjunkan satu SST atau sekitar 30 personel," tuturnya.

Dia berharap adanya TMMD dapat membantu pemerintah daerah dalam rangka memantapkan kemanunggalan TNI membangun desa bersama masyarakat. " Harapanya melalui TMMD dapat memantapkan kemanunggalan TNI dengan masyatakat," harapnya.
Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2019 di Desa Kutorojo Kecamatan Kajen resmi dibuka. Pembukaan ditandai dengan upacara di lapangan desa setempat, Selasa (26/2/2019). 

Bupati menuturkan, angka kemiskinan di Jawa Tengah saat ini berkisar 11 persen lebih dan sebagian besar berada di desa, dengan adanya TMMD ini diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan terutama di Desa Kutorojo. "angka kemiskinan Kabupaten Pekalongan berada di bawah Propinsi yakni 10,06, kami akan terus menekan dengan cara membangun infrastruktur dan kegiatan pemberdayaan masyarakat," tuturnya.

Ditambahkan bupati, tujuan dari adanya TMMD adalah penyediaan infrastruktur bagi masyarakat sehingga menjadi pemicu perkembangan ekonomi di desa. "kita bangun jalan sehingga masyarakat memudahkan akses, di Desa Kutorojo ini listrik sudah masuk, pasokan sembako tidak mengalami kendala, pendidikan juga berjalan, saya optimis pertumbuhan ekonomi kita akan naik diangka 6 pada tahun 2020," papar bupati.

Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Inf Arfan Johan Wihananto mengatakan, sasaran fisik TMMD kali ini adalah pengaspalan jalan dengan panjang 650 m x 2,5 m dan panjang 958 m x 2,5 m. "selain itu juga ada sasaran non fisik berupa berbagai penyuluhan kepada masyarakat, TMMD sendiri akan dimulai tanggal 26 Februari sampai 27 Maret," terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kutorojo Kecamatan Kajen Dulajat mewakili masyarakat berterimakasih atas adanya program TMMD. "masyarakat sangat antusias menyambut program TMMD yang digagas oleh TNI yang di support oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan," ucapnya.
Pekalongan - Babinsa Koramil 04/Karanganyar Serka Wiswantoko memberikan materi Peraturan Baris Berbaris dan wawasan kebangsaan kepada siswa-siswi SMK Diponegoro Karanganyar yang berlangsung di lapangan lingkungan sekolah SMK Diponegoro.Jumat (22/2)

Serka Wiswantoko yang sebelum memberikan materi Peraturan Baris Berbaris juga memberikan materi wawasan kebangsaan dimana Serka Wiswantoko menjelaskan tentang kondisi Bangsa Indonesia yang saat ini krisis tentang wawasan kebangsaan khususnya bagi para generasi muda penerus bangsa dan berkurang nya pemahaman tentang wawasan kebangsaan serta cinta tanah air.

Ada 4 pilar NKRI yang sangat penting untuk dipahami oleh para siswa-siswi yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika serta 3 unsur pokok dalam wawasan kebangsaan yaitu rasa kebangsaan, paham kebangsaan dan semangat kebangsaan. Jika para siswa-siswi sudah memiliki rasa kebangsaan maka kita akan menjadi bangsa yang kuat, dihormati dan disegani diantara bangsa-bangsa di dunia. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan semangat kebersamaan, merasa senasib dan sepenanggungan untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercinta.

“Kita harus memberikan pemahaman tentang wawasan kebangsaan khususnya terhadap generasi-generasi muda penerus bangsa sejak dini sehingga kelak, mereka tidak memiliki pemikiran yang sempit serta memiliki kesadaran tentang pentingnya menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Ungkap Serka Wiswantoko.

Wakabid kesiswaan SMK Diponegoro, Bapak Mifakhudin S.Pd.I selaku Wakabid sangat berterimakasih kepada Babinsa Koramil 04/Karanganyar yang dengan rutin meluangkan waktu dalam setiap bulannya untuk memberikan kegiatan seperti ini. Kami juga menyampaikan bahwa tujuan mengikutkan muridnya dalam kegiatan Wasbang tersebut adalah untuk lebih menambah wawasan kebangsaan serta menumbuhkan rasa cinta tanah air kepada para muridnya tersebut. Setiap kegiatan yang diberikan oleh Babinsa di sekolah tersebut sangat mendapat respon positif dari kalangan siswa-siswi.
Pekalongan - Tak ingin daerahnya dilanda banjir, ratusan warga Kelurahan Kuripan Yosorejo, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan bersama  jajaran OPD Pemerintah Kota Pekalongan seperti  BPBD,DPUPR, DLH,PSDA dan TNI dari Kodim 0710/Pekalongan melakukan aksi gotong-royong membersihkan sampah yang berada di aliran Sungai Kuripan, Jumat (22/02)

Kegiatan ini dilaksanakan karena di lokasi tersebut banyak sampah yang menyangkut di bawah jembatan Kuripan Yosorejo di karenakan terbawa derasnya air pada saat hujan lebat yang mengguyur wilayah atas.

Lurah Kuripan Yosorejo, Untung Siswanto, mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan usulan dari warganya yang resah dengan adanya timbunan sampah yang menyangkut di tengah maupun di pinggir sungai. Terlebih di bawah jembatan, banyak ranting pohon dan  kayu besar yang menghambat lajunya air. Usulan warga tersebut langsung direspon baik oleh Untung sehingga dirinya segera menghubungi dinas terkait untuk meminta dibersihkan secara sinergi.

“Kami kerjabakti dalam rangka pasca banjir bulan kemarin (Januari) pohon-pohon yang ada di sebelah Selatan sungai pada tumbang dan menyangkut di bawah jembatan. Warga khawatir kalau sampahnya tidak diangkat, jembatannya akan rusak sehingga kami dari kelurahan dengan masyarakat menggiatkan kerja bakti membersihkan sampah seperti ranting pohon dan kayu serta sampah lainnya yang menyangkut di bawah jembatan. Kami juga meminta bantuan dari dinas terkait dan pihak Kodim 0710/Pekalongan untuk membantu pembersihan sampah tersebut,” ucap Untung.

Kapten Wiyoto Danramil 20/Pekalongan Selatan sangat merespon dan mendukung mendengar akan adanya kegiatan seperti ini, karena selain ini hal yang sangat positif juga akan sangat berdampak terhadap lingkungan agar tidak menimbulkan kan polusi udara dengan bau yang kurang sedap yang di hasilkan dari sampah yang menumpuk dan nantinya akan lebih memperlancar aliran air di sungai itu sendiri.

Kami siap membantu setiap saat bila di minta bantuan untuk melaksanakan kegiatan seperti ini,dan kamipun berharap kegiatan kerjabakti ini bisa di laksanakan secara rutin ke depan dengan melibatkan para warga dan komunitas serta OPD terkait yang nantinya akan lebih  menggiatkan para warga untuk senantiasa peduli terhadap lingkungan sekitarnya agar tidak terjadi banjir," pungkasnya.
Pekalongan-Peran serta anggota koramil untuk membantu kesulitan masyarakat di sekelilingnya,Babinsa Koramil 08 Bojong Sertu Topik Prio Handoyo membantu merehab rumah warga milik bapak Wasbi (55th) di Desa Rejosari Rt.07/Rw.02 Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan, Jumat (22/2/19).

Perehaban rumah tersebut adalah program rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah daerah setempat dengan anggaran dana sebesar 10 juta rupiah yang dikerjakan oleh warga sekitarnya secara bergotong-royong dan dibantu Babinsa Koramil 08 Bojong.Dari pihak desa turut hadir Kepala desa Rejosari bapak Siswoyo,Kaur Pemerintahan bapak Sutono dan Kaur Kesra bapak Urinto.

"Pekerjaan ini sudah menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai pengayom dan pelindung di masyarakat.Dengan sekuat tenaga dan pikiran,kami akan membantu masyarakat yang kesulitan contohnya  ya ini merehab rumah bapak Wasbi yang tidak layak huni."Ucap Sertu Topik.

Babinsa Sertu Taufik menambahkan,program RTLH ini bisa dimanfaatkan dan dapat meningkatkan rasa motivasi untuk saling peduli antar sesama warga dan untuk saling bergotong-royong di lingkungannya.

Sementara itu,bapak Wasbi mengucapkan terima kasihnya kepada semua pihak tentunya kepada Babinsa Koramil 08 Bojong yang telah membantu merehab rumahnya sampai dengan selesai nantinya.
Kodim 0710/Pekalongan bersama OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan dan seluruh elemen masyarakat terlihat memunguti sampah yang berserakan di Pantai Slamaran, Pekalongan,  Kamis (21/02/2019) pagi. Aksi yang dimulai dari pukul 07.30 s.d 10.00 WIB ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019 dengan mengusung tema Kelola Sampah Untuk Hidup Bersih, Sehat Dan Bernilai dan diikuti oleh sekitar 150 orang.


Sebelum aksi bersih pantai dari sampah dimulai, diadakan apel bersama.  Apel tersebut dipimpin oleh Kasdim 0710/Pekalongan, Mayor Inf. Hufron yang diikuti oleh jajaran Kodim 0710/Pekalongan, POS AL, Polresta Pekalongan, BPBD Kota Pekalongan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Kecamatan Pekalongan Utara, Polsus Lapas Kota Pekalongan, Menwa IAIN Pekalongan, dan masyarakat setempat.

Kasdim 0710/Pekalongan, Mayor Inf. Hufron mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pada lingkungan dan alam sekitar terutama dari jenis sampah anorganik. Kegiatan yang dilakukan pukul 07.30 WIB hingga 10.00 WIB, selain memungut sampah, juga dilakukan pemilahan sampah organik dan an organik hingga pengumpulan sampah. Selain itu juga dilengkapi dengan sosialisasi tentang sampah.

“Pada kesempatan pagi ini kita melaksanakan apel kerjabakti dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang di selenggarakan tersebar di seluruh Indonesia. Semoga dengan kegiatan ini kita semua akan lebih peduli dengan sampah, untuk membuang pada tempatnya serta bisa memilih dan memilah sampah agar selain lingkungan bersih dan sehat juga bisa bernilai,” ucap Mayor Inf. Hufron.

Disampaikan Mayor Inf. Hufron, kegiatan ini sejatinya tidak hanya dalam rangka peringatan HPSN saja melainkan bisa terus digalakkan agar tumpukan sampah yang berserakan di lingkungan tidak menyebabkan bencana. Hal ini juga sebagai upaya  memberi contoh dan meningkatkan kesadaran kepada masyarakat khususnya kepada setiap pengunjung wisata dimanapun berada.

“Dengan adanya kegiatan ini semoga tidak hanya dalam peringatan ini saja akan tetapi bisa terus di laksanakan karena sampah bisa menjadi penyebab dari suatu bencana bila kita semua tidak peduli dengan kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya. Diharapkan selama kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan aman,” terang Mayor Inf. Hufron.
Pekalongan-Sesuai dengan anggaran dan program kalender latihan tri wulan pertama, Kodim 0710 Pekalongan menggelar latihan Uji Terampil Perorangan Jabatan di komplek Makodim 0710 Pekalongan. Rabu(20/2).

Kegiatan Latihan tersebut diikuti 155 peserta dan dilaksanakan selama 3 hari sebab dengan situasi dan kondisi di wilayah banyak kegiatan non program yang harus dilaksanakan seperti komsos atau kegiatan kemasyarakatan yang lainnya sehingga pelaksanaan 3 hari ini agar bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Kapten inf. Dwi Darmasto selaku Pasi Ops mengatakan,kegiatan Uji Terampil Perorangan Jabatan yang dilaksanakan ini meliputi materi bidang intelijen dan bidang Teritorial,sebab sebagai prajurit komando kewilayahan harus wajib menguasai ilmu teritorial dan intelijen agar bisa diaplikasikan di wilayahnya ketika sedang bertugas.

"Kegiatan ini mempunyai maksud dan tujuan untuk memelihara,meningkatkan kemampuan pengetahuan dan ketrampilan prajurit baik perorangan jabatan sesuai tingkat kecakapan masing-masing dan saya mewakili Komandan Kodim berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan aman,tanpa beban, ikhlas dan dengan penuh rasa tanggung jawab pada setiap diri prajurit."Pungkasnya
Sub Den Pom Pekalongan menggelar operasi kelengkapan surat-surat kendaraan seluruh anggota Kodim 0710 Pekalongan di lapangan Makodim setempat, Selasa, 19 Februari 2019.

Komandan Sub Den Pom setempat Kapten Cpm Muhammad Totok Wahyudi mengatakan, tujuan dari operasi ini ialah melakukan penegakan disiplin dan tata tertib bagi seluruh anggota Kodim baik militer maupun PNS.

Pemeriksaan yang dilakukan yaitu kelengkapan surat-surat kendaraan yang meliputi SIM, STNK dan Kartu Tanda Anggota. Tidak hanya itu juga,  petugas juga memeriksa kelayakan kendaraan yang digunakan oleh anggota.

Menurut Kapten Totok, operasi Gaktib ini dilaksanakan untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran lalulintas yang dilakukan oleh prajurit TNI, dengan mematuhi peraturan lalulintas setidaknya TNI telah berupaya untuk menurunkan angka kecelakaan.

" Kegiatan ini kita lakukan sebagai langkah pencegahan terhadap pelanggaran lalu lintas dan meminimalisir terjadinya kecelakaan pada anggota dan PNS TNI,"tutur Totok.

Kapten Totok menambahkan, pihaknya menghimbau kepada seluruh anggota Kodim 0710/Pekalongan untuk menaati peraturan yang sudah ditetapkan oleh pimpinan.

Sementara itu, Kasdim 0710 Pekalongan Mayor Infanteri Hufron mengatakan, pemeriksaan yang di lakukan oleh Polisi Militer, untuk menekankan pada anggota dan PNS TNI agar lebih tertib dalam peraturan berlalu lintas.

" Pemeriksaan dilakukan baru pertama kali pada tahun ini, dan nantinya kegiatan ini akan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, dengan harapan para prajurit dan PNS TNI bisa lebih tertib berlalu lintas,"terang Kasdim.
Pekalongan – Kegiatan Upacara 17an yang dilaksanakan setiap bulan oleh jajaran Forkompinda Kabupaten Pekalongan menjadi sarana silaturahmi dan penyampaian program serta kegiatan yang sangat efektif. Seperti yang disampaikan Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto saat memimpin jalanya upacar 17an di Mapolres Pekalongan, senin(18/2/19)

Pada kesempatan tersebut Lekol Arfan mengungkapkan, selain akan melaksanakan kegiatan TMMD dalam waktu dekat ini, Kodim 0710/Pekalongan juga melaksanakan kegiatan pendampingan terhadap para petani,  guna mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Pekalongan serta kegiatan kemasyarakatan yang membantu kesulitan di tengah masyarakat.

Lanjut, Letkol Arfan menerangkan bahwa di tahun politik saat ini banyak pemberitaan di media sosial yang belum jelas kebenaranya yang bersifat mengadu domba, sehingga dapat menimbulkan permusuhan, memecah persatuan bangsa oleh kelompok tertentu yang tidak menginginkan Indonesia aman, damai dan bersatu dalam bingkai NKRI.

“Saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar selektif dalam membaca berita, mengetahui secara pasti fakta dan sumber beritanya, dan jika terjadi keragu-raguan dalam menanggapi berita tertentu agar menanyakan kebenarannya untuk menghindari berkembangnya berita hoax,” terang Dandim.

Dirinya juga menuturkan terkait curah hujan yang masih tinggi, dan mengajak semua elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca yang ekstrem, untuk daerah di sekitar pegunungan agar mengantisipasi, jika terjadi curah hujan di sertai angin yang dapat mengakibatkan tanah longsor dan pohon tumbang, di daerah sekitar dataran rendah untuk waspada terhadap bencana banjir.

“Maraknya wabah demam berdarah agar kita semua peduli membersihkan saluran saluran pembuangan di sekitar lingkungan kita dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan melestarikan hutan di daerah dataran tinggi untuk mencegah dan mengurangi dampak bencana banjir dan tanah longsor,” ajaknya kepada seluruh undangan dan peserta upacara.

Upacara rutin bulanan itu dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M. Si., Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH, S.IK.M.Si., Wakil Bupati Pekalongan  Ir. Hj. Arini Harimurti, Wakapolres Kompol Mashudi. SH.,. Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer,  MM., Kajari Kab. Pekalongan yang diwakili Kasubag Pembinaan, Edy Purwanto, SH., dan beberapa Kepala OPD Kabupaten Pekalongan.

 Pekalongan- Jalan rusak dan berlobang di  sejumlah daerah di kabupaten pekalongan tepatnya di Kecamatan Karanganyar memang harus segera diperbaiki, karena akan sangat membahayakan bagi pengguna jalan khususnya bagi para pengendara sepeda motor apabila tidak segera diperbaiki.

Guna mengatasi hal tersebut,Dinas PU kabupaten Pekalongan  dibantu Babinsa Koramil 04 Karanganyar melaksanakan perbaikan jalan yang rusak dan berlobang supaya dapat memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan.Senin(18/2).

Danramil 04/Karanganyar Kapten Inf Sidi mengetahui hal tersebut langsung memerintahkan kepada babinsanya untuk membantu perbaikan jalan yang kebetulan letaknya memang pas di depan Koramil 04/Karanganyar.

“ Saya sangat mendukung dan mengapresiasi Dinas PU kabupaten Pekalongan untuk selalu tanggap akan fasilitas jalan yang rusak dan segera melaksanakan perbaikan  sehingga jalan dapat dilalui dengan aman serta dapat mencegah kecelakaan". Tutur Danramil 04 Karanganyar

Dinas PU Kabupaten Pekalongan saat ini memang lagi gencar melakukan perbaikan jalan rusak dan berlobang di sejumlah wilayah di kabupaten pekalongan, selain di jalur pantura yang jadi titik rawan kecelakaan juga jalur antar kecamatan maupun Desa seperti di yang dilaksanakan tersebut di kecamatan karanganyar.

Dengan perbaikan jalan yang dilakukan tentunya akan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan terutama sepeda motor, yang memang sangat terganggu apabila jalan rusak dan berlubang tidak segera diperbaiki.
Pekalongan - Kodim 0710/Pekalongan menggelar acara tradisi pindah satuan mantan Komandan Kodim yang lama yaitu Letkol Inf Muhammad Ridha,  Sebelumnya didahului dengan acara serah terima yang dilaksanakan di Korem 071/Wijayakusuma, Selasa (12/2/2019) di Gedung Pertemuan A.Yani Makorem 071/Wijayakusuma Sokaraja Banyumas.

Sebagai pejabat lama Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, S.S., S.I.P., selanjutnya menjabat Pabandya-3/Turjuk Spaban 1/Ren Sterad, sedangkan penggantinya Letkol Inf Arfan Johan Wihananto sebelumnya menjabat Danyonif 400/Raider Kodam IV/Diponegoro.

Pada kesempatan tersebut, letkol Inf Muhammad Ridha mengungkapkan, bahwa hal yang paling berkesan saat menjabat di Kodim 0710/Pekalongan adalah ketika awal menjabat disambut dengan datangnya banjir, dan begitu juga saat mau pindah, juga diiringi dengan datangnya banjir. Namun dirinya juga mengungkapkan bahwa, selama menjabat sebagai komandan Kodim di Pekalongan, banyak hal baik yang di dapat terutama budaya kota santri.

" Yang paling berkesan adalah, datang di sambut banjir dan mau pergi juga diiringi dengan banjir, itu yang sangat terkesan selama di pekalongan,"ungkapnya.

Dirinya berharap dengan adanya pergantian Dandim yang baru, akan bisa meneruskan hal yang baik dan membenahi hal yang kurang baik, " tetap jaga kekompakan semoga kodim 0710/Pekalongan kedepan semakin jaya,"pungkasnya.(red/rusg)
Pekalongan - Anggota Koramil 08/Bojong Serka Ngatino, melaksanakan kegiatan kerja bakti berupa pembuatan saluran air/drainase bersama masyarakat RT 12/03 Desa Wiroditan Kecamatan Bojong, jumat (15/2)

Kegiatan Berjumpa (Bersih Jum'at Pagi) kali ini memang tidak seperti biasanya, yang biasanya Berjumpa diisi dengan kegiatan pembersihan lingkungan dan kanan kiri jalan desa, untuk kali ini dengan pembuatan saluran air ataupun drainase yang ada di lingkungan pemukiman warga. Hal ini merupakan bentuk kepedulian Babinsa sebagai ujung tombak Satuan Teritorial, guna mewujudkan penerapan tugas-tugas dan fungsi Babinsa di tengah-tengah masyarakat.

" Kerja bakti pembuatan saluran air ini merupakan keinginan warga yang sudah pernah di sampaikan sebelumnya, namun baru dapat terealisasi saat ini. Dan pembuatan saluran air ini,  nantinya untuk mencegah agar air tidak meluap ke jalanan dan ke pemukiman warga sekitar sehingga bisa mengakibatkan banjir,"ucap Serka Ngatino.

Diharapkan dengan adanya kegiatan kerja bhakti tersebut, selain bisa menyelesaikan pekerjaan dengan mudah dan ringan, karena di kerjakan secara bersama sama juga sekaligus agar menumbuhkan kebersamaan antar warga serta juga menumbuhkan kembali semangat gotong royong di masyarakat.

Perasaan senang dan ucapan terimakasih pun terlontar dari Bapak Waluyo selaku Kades Wiroditan, " Terimakasih kepada seluruh warga yang sudah bersemangat dalam melaksanaan kerja bhakti ini, dan juga kepada bapak Babinsa yang sudah selalu hadir dalam setiap kegiatan yang ada di Desa kami, terutama dalam setiap kegiatan kerja bhakti seperti ini,"ujar kades.(red/maji)
Pekalongan - Merebaknya hama wereng yang menyerang areal persawahan dukuh Grogak desa Kalipancur kecamatan Bojong, membuat petani didaerah tersebut harus melakukan perawatan yang intensif pada tanaman padi mereka guna mencegah terjadinya gagal panen.

Seperti yang sudah dilakukan pada Jum'at pagi (15/2/19), nampak Babinsa desa kalipancur Srk Supardi ditemani satu anggota sertu Rahmat dan para petani, PPL serta Korluh kecamatan Bojong, melaksanakan kegiatan penyemprotan masal hama wereng.

" Kegiatan ini kita lakukan untuk mencegah terjadinya gagal panen yang diakibatkan oleh serangan hama wereng, " ungkap Serka Ngatino melalui pesan singkat washap kepada tim penerangan Kodim 0710 Pekalongan. Adapun Jenis obat yang digunakan adalah Bassa,"imbuhnya.

Sementara petani setempat bapak  Taryanto menyampaikan, kalau hama wereng tersebut tidak segera di berantas di kawatirkan akan menyebar ke area persawahan yang lain dan bisa mengakibatkan gagal panen.

 " Kita meminta bantuan kepada bapak Babinsa, PPL, Korluh Kecamatan untuk membantu mengatasi hama wereng ini, agar tidak terjadi gagal panen, dan luas lahan saat ini yang kita semprot ada sekitar 25 ha dengan jenis tanaman padi Inpari. Mudah mudahan bisa berhasil dan bisa panen bagus," ungkap Taryanto.(red/rusg)
Pekalongan – Guna memantau dan memastikan tidak ada permainan harga beras di lapangan Tim Sergap (Serapan Gabah) dari Sterad (Staf Teritorial Angkatan Darat) mengunjungi  gudang bulog Sub Divre Bondansari kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan.Kamis(15/2/19)

Kunjungan Tim Sergap dari Sterad adalah Kolonel Inf J.LBN Toruan dan Kolonel Inf Aditya Nindra Pasha SE. serta didampingi Kasub Divre pekalongan Rasiwan dan Pasiter Kodim 0710/Pekalongan Kapten Inf Eko Sulistyo. Pada kunjungan tersebut Kolonel Toruan menyampaikan, untuk mengetahui secara langsung kondisi riil di lapangan tentang ketersediaan stok pangan di wilayah pekalongan maka dirinya terjun langsung kelapangan sekaligus memastikan tidak adanya permainan harga beras di lapangan.

“ Kita ingin memastikan bahwa tidak adanya permainan harga di lapangan saat panen tiba, jangan sampai saatnya panen malah harga beras tidak stabil, karena adanya permainan harga oleh para oknum-oknum yang dengan sengaja mempermainkan harga tersebut,”ujarnya.

Sementara itu Kasub Divre pekalongan Rasiwan mengatakan untuk saat ini stok cadangan beras yang ada di wilayah pekalongan mencapai 28.000 ton sedangkan yang ada di gudang wiradesa mencapai 4500 ton dan cadangan stok tersebut apabila digunakan cukup untuk memenuhi kebutuhan di wilayah pekalongan selama satu tahun lebih.
  
“ Untuk target penyerapan beras di gudang bulog wiradesa pada tahun 2019 adalah 12.000 ton dan mudah-mudahan target tersebut akan bisa di terpenuhi pada musim panen oktober maret nanti, dan dengan dukungan penuh oleh TNI diharapkan pada panen pertama tahun ini target bisa terpenuhi,”ungkapnya.

Untuk di wilayah pekalongan sendiri memang bukan tanpa kendala untuk panen perdana tahun ini, karena dengan curah hujan yang tinggi tentunya akan mempengaruhi pada kualitas gabah sehingga perlu pendampingan agar harga jual di petani juga memenuhi standar dari pemerintah.(red/rusg)
Pekalongan - Akibat curah hujan tinggi yang sering mengguyur di wilayah kecamatan kandangserang  beberapa hari ini, dan kondisi tanah yang labil sehingga tidak mampu menahan derasnya air hujan, tebing dengan ketinggian 10 meter mengalami longsor.

Material longsor menutupi sebagian badan jalan penghubung antara kec. Kajen dan kecamatan kandangserang tepatnya di BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Huatan) Kesesi petak 7 desa Tajur kecamatan Kandangserang kabupaten Pekalongan sepanjang 10 meter dan lebar 4 meter, Rabu(13/2).

Guna membuka akses jalan tersebut, gerak cepat dilakukan oleh Koramil 14/Kandangserang bersama masyarakat dengan bantuan alat berat melaksanakan kerja bakti sehingga tidak membutuhkan waktu lama jalan bisa dilakui kembali dengan normal.

"Setelah menerima laporan dari warga, kita langsung kerahkan babinsa menuju ke lokasi longsor dan melaksanakan kerja bakti bersama masyarakat setempat, alhamduliah dibantu dengan alat berat sehingga jalan bisa segera terbuka dan bisa dilalui kembali," terang Lettu Jumarno selaku Pjs Danramil 14 Kandangserang.

Lettu Jumarno berpesan, kepada masyarakat agar kejadian sekecil apapun segera bisa dilaporkan kepada aparat terkait sehingga cepat bisa diambil tindakan yang cepat dan tepat. Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sudah bekerjasama dengan baik selama ini, sehingga ada masalah ataupun bencana sekecil apapun langsung bisa teratasi dengan baik dan cepat.(red/rusg)
Brebes, Sapulidi.com – Warga Desa Linggapura Rt/Rw. 02 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes, pagi ini dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang tertelungkup di tempat cucian umum. Rabu (13/2/2019).
Ratmi (30) tetangganya, mendapati Almarhum Shokhibi (61) wiraswasta, di kolam yang tak jauh dari rumahnya sekitar pukul 09.30 WIB. Ia mengira sedang mencuci muka, namun setelah diperhatikan seksama kakek tersebut tidak bergerak. Setelah dicek dari dekat, seketika itu juga Ratmi berteriak meminta tolong ke warga setempat.


Menurut keterangan saksi lainnya, Tobiin (60) dan Ogi (36), keduanya wiraswasta dan juga tetangga Almarhum, bahwa kakek tersebut mempunyai riwayat epilepsi/ayan dari kecil dan sering kambuh.

Sementara diungkapkan Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes melalui Babinsa setempat, Serma Ibrahim bahwa, dari hasil pemeriksaan tenaga medis, Shokhibi murni meninggal karena penyakit yang dideritanya dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan.

“Diperkirakan Almarhum hendak mencuci kaos yang dipakainya sekitar pukul 08.30 WIB dan penyakitnya kambuh. Pak Shokhibi terjatuh ke dalam bak penampungan air yang berukuran 3 x 4 meter dengan kedalaman 60 centimeter. Karena tidak ada yang melihat, korban akhirnya meninggal dalam keadaan telungkup,” ungkapnya. (Aan/rusg).
Banyumas - Dua Komandan Kodim di jajaran Korem 071/Wijayakusuma diserahterimakan, Selasa (12/2/2019) di Gedung Pertemuan A.Yani Makorem 071/Wijayakusuma Sokaraja Banyumas. 

Kedua Komandan Kodim tersebut, Dandim 0701/Banyumas dari pejabat lama Letkol Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., kepada Letkol Inf Chandra, S.E., M.I.POL., dan Dandim 0710/Pekalongan dari Letkol Inf Muhammad Ridha, S.S., S.I.P., kepada Letkol Inf Arfan Johan Wihananto. 

Pejabat lama Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S. selanjutnya menjabat Pabandya Renops Sopsdam IV/Diponegoro, sedangkan penggantinya Letkol Inf Chandra, S.E., M.I.POL dari Danyonif 405/Sk Brigif 4/DR.

Pejabat lama Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, S.S., S.I.P., selanjutnya menjabat Pabandya-3/Turjuk Spaban 1/Ren Sterad, sedangkan penggantinya Letkol Inf Arfan Johan Wihananto sebelumnya menjabat Danyonif 400/Raider Kodam IV/Diponegoro.

Selain serah terima jabatan Dandim, juga diserahterimakan pejabat Kasilogrem 071/Wijayakusuma dari Letkol Inf Drs. Fajari kepada Mayor Inf Yahmin, serta penyerahan tugas Kasiopsrem 071/Wijayakusuma dari Danrem 071/Wijayakusuma kepada Letkol Inf Noppy Laksana Armiyanto, Pakumrem 071/Wijayakusuma dari Mayor Chk Agus Ginanto, S.H., kepada Danrem 071/Wijayakusuma.

Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., menyampaikan, mutasi dan pergantian pimpinan dalam sebuah organisasi militer merupakan hal biasa dilakukan, sebagai bagian dari kebutuhan suatu organisasi, yang bertujuan untuk pembinaan satuan dan personel yang bersangkutan. 

"Dalam konteks pembinaan personel, alih tugas dan jabatan, merupakan bagian dari upaya mengembangkan kemampuan personel tersebut. Dalam dimensi kepemimpinan manajerial dan profesionalisme keprajuritannya", terangnya. 

Melalui serah terima jabatan ini, lanjutnya. Diharapkan akan memacu semangat dan kreatifitas, sehingga melahirkan ide cerita serta pemikiran baru dalam rangka memberikan pengabdian terbaik bagi kemajuan Angkatan Darat, bangsa dan negara. 

"Kodim 0701/Banyumas dan Kodim 0710/Pekalongan, sebagai salah satu komando kewilayahan, mengemban tugas dan fungsi yang penting dan strategis terkait dengan pengembangan dan pemantapan potensi pertahanan di daerah", ungkapnya.
Pekalongan - Baru kali pertama, Pemerintahan Desa Pantianom merekrut anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) perempuan dan tidak tanggung-tanggung, ternyata antusias wargapun sangat tinggi terutama para kaum hawa tercatat, 32 peserta dalam mengikuti seleksi Linmas kali ini.  

Dalam perekrutan Linmas ini, pihak Desa pun melibatkan Babinsa untuk bisa ikut menentukan para calon Linmas. Kegiatan dilaksanakan di halaman Balaidesa Pantianom, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan dengan di hadiri para calon yang akan mengikuti perikrutan Linmas ini pada hari minggu (10/2/2019)

" Perekrutan Linmas baru ini, dengan tujuan untuk menggantikan Linmas yang sudah tua dan guna menambah personil dalam rangka menghadapi Pilpres dan Pileg yang akan di laksanakan dalam waktu dekat ini, dan dengan pertimbangan kebutuhan, maka dari 32 Linmas wanita kita luluskan semuanya," ungkap Hadisuto Kades Pantianom.

Serda Rustam selaku Babinsa Pantianom menambahkan, dengan perekrutan Linmas perempuan ini adalah salah satu wujud kesetaraan gender, dan ini memang baru kali pertama pihak pemerintah Desa Pantianom merekrut Linmas perempuan.
Dirinya berharap, Linmas bukan hanya untuk mengamankan orang punya gawe namun anggota Linmas merupakan ujung tombak keamanan di daerahnya.

Setelah perekrutan ini, kedepannya akan dilaksanakan pelatihan yang lebih intens oleh pihak Desa dengan melibatkan Babinsa dalam setiap pelatihannya, agar terbentuk Linmas yang berdisiplin dan siap dalam menghadapi tugas yang akan di hadapi, dan pelatihan akan di laksanakan pada setiap hari minggu sore bertempat di halaman Balaidesa Pantianom," imbuhnya.(red/maji)