2019
Sapulidi.com, Brebes – Tentara Nasional Indonesia sudah teken kontrak dengan Kementerian Pertanian RI guna membantu pemerintah menciptakan ketahanan dan swasembada pangan nasional. Salah satu upaya yang dilakukan dalam pencapaian target itu adalah dengan mengejar para petani agar segera mengolah sawahnya.


Nampak, Babinsa Koramil 07 Bulakamba Kodim 0713 Brebes, Serma Hernawan Fuadi sedang memaksimalkan LTT (Luas Tambah Tanam) padi serentak varietas IR 64 pada lahan seluas 1 hektar milik Rastam, di Desa Karangsari Kecamatan Bulakamba. Minggu (20/1/2019).

Terpisah, dijelaskan Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri bahwa, pendampingan yang dilakukan Babinsanya adalah memacu petani menanam system Jarwo (Jajar Legowo) dengan memaksimalkan Alsintan Traktor Roda 2.

“ini merupakan salah satu program TNI-AD dengan Kementan RI untuk meningkatkan luas tambah tanam petani khususnya di wilayah Kabupaten Brebes selagi musim penghujan. Saya berharap di tahun 2019 ini, Brebes dapat berdaulat beras,” ungkapnya.

Pihaknya juga akan memberikan pengawalan penjualan GKP (Gabah Kering Petani) ke Bulog daerah sehingga gabah tidak terjual dengan harga dibawah patokan pemerintah. (Utsm-Aan0713/rusg).
Sapulidi.com, Brebes – Nasionalisme bukan hanya milik dan tugas TNI saja, namun menjadi kewajiban dari 265 juta jiwa penduduk Indonesia, tepatnya  133,17 juta jiwa laki-laki dan 131,88 juta jiwa perempuan. Generasi bangsa saat ini tidak harus mencucurkan darah untuk merebut kemerdekaan, namun yang harus dilakukan adalah mengisi kemerdekaan dengan pembangunan serta kaderisasi patriot muda.

Sehingga untuk menumbuhkan, memupuk dan memelihara nasionalisme, perlu intens dilakukan pendidikan pembangunan karakter. Ini seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes, Sertu Mujito dan Serda Sri Kuntoro, melatih cara menghormat yang baik dan benar, kepada para peserta PKPNU (Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama) angkatan Ke-33 tahun 2019, bertempat di Madrasah Diniyyah Miftahul Ulum Desa Kemurang Kulon Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes. Minggu (20/1/2019).


Terpisah, dibenarkan Danramil Kapten Inf. Muhtadi bahwa, pihaknya selama dua hari (19/1 dan 20/1) melaksanakan pelatihan terhadap 73 orang kader PKPNU Tanjung. “Jiwa nasionalisme dan patriotisme dikalangan pemuda pada saat ini hanya muncul bila ada suatu faktor pendorong, seperti kasus klaim beberapa kebudayaan Indonesia oleh Malaysia. Namun rasa nasionalisme ini kembali berkurang seiring meredanya konflik tersebut,” ucapnya.
Harapan Danramil adalah terciptanya sosok panutan yang selanjutnya akan menularkan ilmunya mulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Terlihat para peserta baik tua maupun muda, sangat antusias menerima bimbingan dari TNI. Sementara Ketua PKPNU MWC, Drs. Wahidin, mengucapkan banyak terima kasih.

Adapun materi yang diberikan selama karantina dua hari tersebut meliputi apel pagi dalam membentuk kedisiplinan, doa dalam menguatkan rohani, senam pagi untuk penguatan fisik dan kebugaran, PBB dan PPM dasar guna membentuk sikap militansi serta latihan penghormatan dasar baik perorangan maupun penghormat umum saat Upacara Bendera guna menghormati pemimpinnya serta pahlawan bangsanya. (Aan0713/rusg).
Sapulidi.com, Brebes – Bencana longsor kembali terjadi pada puncak musim penghujan Januari-Februari 2019 ini. Kali ini, Talud Penahan Tanah (TPT) di Blok Jetak Rt. 01 Rw. 02 Desa Bentarsari Kecamatan Salem, ambrol sehingga mengancam dua bangunan rumah warga setempat.


Dijelaskan Pejabat Sementara Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Pelda Jahri, bahwa sehari sebelumnya (Jumat 18/1) mulai pukul 14.30-16.00 WIB, wilayah Salem dan sekitarnya diguyur hujan yang cukup lama dan deras sehingga mengakibatkan tebing di samping pemukiman Darsono (47) dan Casri, yang terletak di samping Sungai Cibentar, longsor.

“Tidak ada korban jiwa atas peristiwa ini, kerugian materiil kami perkirakan mencapai 10 juta rupiah. Kami bersama masyarakat membantu evakuasi barang-barang dan surat berharga ke tempat yang lebih aman,” ungkapnya, Sabtu pagi (19/1/2019).

Ditambahkannya, Babinsa bersama Polsek dan BPBD Salem serta puluhan warga setempat, melaksanakan karya bakti pembuatan penahanan tebing darurat.

“Kami bersama anggota Polsek, dinas terkait dan 20 orang masyarakat membuat talud darurat dari bambu dan karung diisi pasir. Batu juga kami gunakan untuk memperkuatnya,” imbuhnya berharap bantuan bronjong guna menyelamatkan rumah tersebut. (Aan0713/rusg)

Sapulidi.com, Brebes – Djarum Foundation kembali melaksanakan aktivitas sosialnya kepada masyarakat Jawa Tengah, melalui aspek pelayanan medis kesehatan. Kali ini sasarannya adalah penduduk wilayah Kabupaten Brebes, tepatnya di Desa Bentarsari Kecamatan Salem. Sabtu (19/1/2019).


Bakti Sosial Djarum Foundation ini, dimulai pukul 07.30 WIB melalui sambutan bertempat di kantor desa setempat. Selain Sekcam, juga dihadiri Pjs. Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Pelda Jahri, Tim dari Bakti Insani Negeri Semarang, Kepala Desa, Ketua Forum Komunikasi Pemuda Karang Taruna, H. Karta Atmanegara (47) beserta anggotanya serta ratusan pasien berobat.

Disampaikan perwakilan Djarum Foundation, Arfi (47) bahwa pihaknya berkolaborasi dengan Yayasan Bhakti Insani Negri memberikan apresiasi kepada Muspika, Karang Taruna dan Pemerintah Desa Bentarsari karena telah memberikan fasilitas tempat dan waktu untuk menggelar kegiatan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan.

Sementara Muspika yang diwakili Sekcam, Ujang Wahyu (60) mengucapkan selamat datang dan ucapan terima kasih atas bantuan kepada warganya. “Kami berharap kegiatan semacam ini terus berkelanjutan demi melayani masyarakat yang kurang mampu demi terciptanya masyarakat yang sehat,” ucapnya.

Pungkas acara dilaksanakan foto bersama serta penyerahan plakat dari Djarum Foundation kegiatan bakti sosial pelayanan medis secara simbolis kepada Muspika. (Aan0713/rusg).
sapulidi.com, Brebes – Bencana alam kembali terjadi di wilayah Brebes selatan, tepatnya di Dusun Kalibuntu Rt. 013 Rw. 004 Desa Wanatirta Kecamatan Paguyangan. Tebing bukit sebelum jembatan dari arah selatan Paguyangan menuju Desa Pandansari, longsor dan sempat mengganggu para pengendara yang akan melintas. Jumat malam (18/1/2019).


Dijelaskan Danramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Cpl. Harsono bahwa, pihaknya begitu mendapatkan laporan dari warga setempat, Karno Bin Kasduri (51) wiraswasta dan Soleh Al Jabar Bin Kaid (45) Rt. 014 Rw. 004, segera berkoordinasi dengan Polsek dan meluncur ke lokasi longsoran.

Tebing di dekat jembatan Dusun Kalibuntu, dengan ketinggian 15 meter dan sepanjang kurang lebih 12 meter longsor sekitar pukul 20.00 WIB. Material berupa batu gunung dan tanah sempat mengganggu arus kendaraan,” ungkapnya.

Dijelaskannya lanjut, pihaknya bersama anggota Polsek, Bagana dan warga setempat serta pengendara yang lewat, berusaha menyingkirkan timbunan tanah terutama batu dengan peralatan konvensional seperti sekop dan cangkul. Mereka juga membantu anggota Polsek memasang police line di area sekitar tebing yang longsor agar mudah terlihat oleh para pengguna jalan guna menghindarkan kecelakaan. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses utama menuju objek wisata Kaligua Desa Pandansari.

“Kami juga menghimbau agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat akan melewati lokasi tebing, terutama jika hujan lebat telah dan sedang terjadi, karena tanahnya masih labil,” imbuhnya menyatakan setengah jam berselang, jalan sudah dapat dilalui kembali dan tidak ada korban jiwa. (Aan0713/rusg).
Pekalongan - Hujan lebat seharian penuh disertai angin kencang, membuat tebing setinggi 10 meter longsor menimpa badan jalan di kecamatan Petungkriyono, kab Pekalongan, sehingga membuat akses jalan terputus karena tertimbun material longsor.

Hingga saat ini petugas gabungan dari Koramil 18 Petungkriyono, Polsek, BPBD dan warga sekitar masih belum bisa melaksanakan pemindahan material dikarenakan cuaca yang masih hujan lebat dan minimnya peralatan berat yang ada di lokasi.

Danramil 18 Petungkriyono Kapten Arm Sutrisno, saat dikonfirmasi tim penerangan Kodim 0710 Pekalongan menerangkan, " longsor di Jalan Desa Yosorejo-Curugmuncar terjadi sekitar pukul 11.30 WIB dikarenakan hujan yang sangat lebat seharian penuh disertai angin,"terang Danramil melalui sambungan telepon, Jumat (28/1/19).

“ Akses jalan sepanjang 50 meter tertutup, karena tebing setinggi 10 meter lebih longsor dan materialnya menutupi jalan,” imbuhnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak melintas dulu di jalan tersebut, karena cuaca buruk dan tertutupnya akses jalan, rencananya Babinsa dan Babinkamtibmas beserta warga dan BPBD akan melaksanakan gotong royong membersihkan material longsor apabila cuaca mendukung.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo menjelaskan, kemungkinan material longsor baru bisa dipindahkan esok hari karena waktu dan cuaca yang kurang mendukung.

“Situasi sekarang di Petungkriyono hujan lebat disertai angin kencang, tidak memungkinkan untuk memindahkan material longsor, dan alat berat baru akan diturunkan esok hari untuk membantu penanganan bencana longsor di Jalan Yosorejo-Curugmuncar,"imbuhnya.(red/rusg)

Brebes – Proyek betonisasi sand sheet sepanjang 334 meter, lebar 2,5 meter dan ketebalan 10 centimeter di Dukuh Sander Rt. 09 Rw. 10 Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, telah mencapai 40 %.
Progres tersebut ditancapkan pada Kamis sore (17/1) oleh puluhan warga setempat yang mengarsitekinya. Tak hanya pengecoran saja, namun juga beton akan diselimuti aspal sand sheet. Terlihat jalan beton sudah terealisasi sepanjang 150 meter. Jumat (18/1/2019).


Menurut keterangan salah satu tokoh masyarakat yang merangkap sebagai TPK (Tim Pengelola Kegiatan) Bangsri, Darito (68) Rt. 5 Rw. 10 bahwa, jalan itu dibangun untuk menghubungkan jalan di sisi utara dan selatan yang pernah dibangun masyarakat bersama TNI dalam TMMD Sengkuyung tahun 2017 lalu. Jalan sepanjang 334 meter, tidak dibangun melalui TMMD karena sudah dianggarkan melalui Dana Desa (DD) tahun 2018, bantuan dari Pemprov Jateng sebesar 195,8 juta, termasuk mengecor gorong-gorong di 8 titik (3 m x 60 cm).
Proyek ini mengadopsi pendekatan berbasis sumber daya lokal serta pengoptimalan tenaga kerja lokal serta peralatan-peralatan ringan dengan ditunjang concrete mixer/molen. Tentunya tercipta kesempatan kerja jangka pendek bagi penduduk setempat tanpa mengesampingkan standar kualitas jalan.

Diketahui, untuk monitoring pengerjaan juga dilakukan Babinsa setempat dari Koramil 07 Bulakamba Kodim 0713 Brebes, Sertu Sahidin. Jalan ini akan segera menjawab keinginan warga atas peningkatan akses yang sudah dinantikan di tahun 2018 lalu. (Aan/rusg).


Brebes – “Meriah” Hari jadi Kabupaten Brebes yang Ke-341 tahun 2019 (18/1), dirayakan ribuan masyarakatnya dengan sangat meriah melalui pagelaran kirab budaya. Jalur utama Pantura Brebes, mulai dari titik start kirab yaitu halaman depan Gedung DPRD- Alun-alun, disterilkan sementara dari kendaraan mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan kirab berlangsung. Jumat sore (18/1/2019).


Selama pesta rakyat, jalur dari timur (Semarang) dialihkan melalui Pintu Tol Brexit Timur, sedangkan dari arah barat (Jakarta) dialihkan melalui Tol Brebes Barat. Bupati Brebes Idza Priyanti bersama Forkopimda. Termasuk Dandim 0713 Brebes, Letkol Inf. Faisal Amri, SE bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII, berkesempatan menyapa masyarakat Brebes yang hadir dengan mengendarai kereta kencana, dibelakang Bupati kemudian Wakil, Narjo, SH.

Sepanjang perjalanan dari atas kereta kencana, Forkopimda menaburkan beras kuning disertai permen dan uang receh. Sontan membuat hadirin yang menyaksikan berebut untuk mendapatkanya.

Saat tiba di panggung kehormatan, Bupati memberikan kata sambutan serta menitipkan pesan agar, masyarakat Brebes dapat hidup damai tanpa perselisihan walaupun beda pilihan jelang Pilpres serentak 17 April mendatang. “Saya minta masyarakat jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang tidak benar sehingga memicu perselisihan. Marilah kita memerangi berita bohong (hoax) yang dihembuskan di jejaring sosial,” himbaunya.

Sementara nampak berbagai peserta dari 17 kecamatan, para pelajar SMP dan SMA termasuk didalamnya dan mereka turut menampilkan batik carnival Brebesan desainer sekolah yang tak kalah dengan desainer profesional. Puncak acara yang ditunggu-tunggu Wong Brebes adalah, saling berebut dari 3 gunungan yang diarak yang berisikan hasil laut dan bumi masyarakat, seperti ikan asin, beras, bawang merah, cabe dan lainnya. Diketahui selain tersebut, kirab juga diikuti 120 dokar, 40 pasukan drum band perwakilan setiap kecamatan, sekolah dan instansi pemerintah. (Aan0713/rusg).

Pekalongan – Tidak ingin generasi muda rusak karena pergaulan bebas dan pengaruh narkoba, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, genjar memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan dan 4 pilar kebangsaan pada acara roadshow wawasan kebangsaan pada generasi muda. Untuk kali ini yang menjadi sasaran adalah, di SMP Satyawiguna Kota Pekalongan, jum'at (18/1)

Pembekalan wawasan kebangsaan tersebut digelar di Aula SMP Satyawiguna jalan salak no 31 sampangan kec Pekalongan Timur Kota Pekalongan. Kegiatan ini di selenggarakan oleh atas kerjasama antara Kesbangpol Kota Pekalongan, Kodim 0710/Pekalongan serta Dindik Kota Pekalongan yang di kemas dalam acara roadsow pembinaan wawasan kebangsaan dan 4 pilar kebangsaan bagi generasi muda Kota Pekalongan Tahun 2019.

Dalam kesempatan ini, Dandim Muhammad Ridha mengajak dan menghimbau agar sebagai generasi muda bisa menggantungkan cita - cita setinggi mungkin, dan tentunya untuk mencapai cita cita itu harus dengan cara berdisiplin dan selalu bersyukur. " Karena rasa syukurlah yang akan menjadikan kita merasa cukup, dan bila kita yakin dengan cita cita kita, pastinya kita akan selalu lebih bersungguh-sungguh dalam berusaha dan mengikuti setiap pelajaran yang di berikan oleh para pengajar,"ujar Dandim.

Tak ketinggalan pula, Dandim Ridha juga mengajak agar kita semua bijak dalam penggunaan medsos, terutama dalam  pemberitaan yang  tidak  jelas sumbernya. " Cukup sampai di kita saja suatu berita bila sumber berita itu tidak jelas, dan jangan jadikan diri menjadi bagian suatu masalah yang kita sendiri tidak tahu masalahnya," ajaknya.

Kenakalan remaja pun sudah mulai merambah dengan adanya penyalahgunaan pemakaian narkoba,  bahkan anak usia dinipun sudah banyak mengenal barang haram tersebut, hal ini akan merusak generasi muda bangsa Indonesia, dan mari kita selaku generasi muda penerus bangsa untuk katakan tidak untuk narkoba karena narkoba akan merusak masa depan bangsa,” pungkasnya.(red/pendim0710)
Brebes – Dalam upayanya meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes, Kantor Urusan Agama (KUA) telah meresmikan gedung baru. Acara terselenggara di Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kersana. Kamis siang (17/1/2019).

KUA sebagai garda terdepan Kementerian Agama RI di tingkat Kecamatan, yang hampir setiap hari melayani publik/masyarakat, selalu diharapkan memberikan pelayanan prima disertai dengan komunikasi yang menyenangkan. Itulah salah satu penyampaian Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Brebes, Mahrus, S.Pd.I saat meresmikan bangunan baru KUA Kersana.

Mahrus menambahkan, faktor pelayanan prima akan menciptakan persepsi positif sebuah instansi selain kebanggaan terhadap visual kantornya. Oleh karenanya ia meminta kepada seluruh staf KUA beserta penyuluhnya untuk memberikan senyuman yang tulus dengan masyarakat, meningkatkan kualitas kinerja dari 9 fungsi KUA. Pasalnya itu semuanya merupakan aspek kunci meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang keagamaan.

Terlihat Danramil 06 Kersana Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Solekhudin, mewakili masyarakat memberikan ucapan selamat melalui pemotongan tumpeng tasyakuran, dengan disaksikan Kepala Kemenag, Plt. Camat Asip Fauzan, Kapolsek Iptu Agus Dwi, Kasubag PU Kemenag Brebes H. Aqso, Kasi Bimas Islam Kemenag Imam Ghozali serta para Kepala KUA Se-Kabupaten Brebes. (Aan0713/rusg).
Brebes – Sinergitas antara TNI, Polri serta Pemuda Desa Banjarsari Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes, divisualisasikan melalui penanaman ribuan pohon dalam gerakan sosial gaungkan kembali gotong-royong mereboisasi tepian Jalan Raya Buaran-Banjarsari serta perkebunan penduduk setempat. Kamis siang (17/1/2019).


Nampak Kapolsek Iptu Hasari, Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes Kapten Armed Zaenal Abidin, Kades Banjarsari, H. Imron serta Pemuda-pemudi desa maupun anggota Babinsa dan Babinkamtibmas.

Dinyatakan Kades, H. Imron bahwa, reboisasi digelorakan dalam rangka menggerakkan kembali budaya gotong-royong dan semangat untuk saling menghormati perbedaan di lingkungan masyarakat, terutama menjaga kondusifitas Kamtibmas yang aman dan damai jelang Pemilu 2019. Pemerintah Kecamatan Bantarkawung melalui PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa) berupaya meningkatkan ketahanan keluarga melalui program Tribina, yaitu Bina Remaja, Keluarga dan Bina Lansia.

Sementara dari keterangan Danramil, dari 7500 pohon yang ditanam, pohon cemara difokuskan untuk merindangkan para pengguna jalan yang melintas, memberikan estetika lingkungan serta mengawetkan akses dengan pencegahan abrasi bahu jalan.

“Geografis Kecamatan Bantarkawung adalah perbukitan sehingga merupakan wilayah rawan bencana longsor. Edukasi kepada masyarakat dalam pencegahan longsor melalui penghijauan sangatlah penting dilakukan guna memperkuat tebing atau bahu jalan,” ungkapnya.

Diketahui, anggaran pengadaan menggunakan ADD TA. 2018. Dari jumlah pohon, bibit cemara, mangga dan rambutan masing-masing sebanyak 500 batang, sedangkan sisanya adalah sengon dan petai. (Aan0713/rusg).
Brebes – Dalam kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Brebes, Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP, menyempatkan diri bertatap muka dengan 20 keluarga korban Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) ke Sorong Papua, di rumah salah satu warga Dusun Sekardoja Desa Pamulihan Kecamatan Larangan, keluarga Wirto (31). Rabu malam (16/1/2019).
Forkopimda Kabupaten Brebes turut mendampingi ramah tamah Ganjar ini, ia juga menanyakan kronologis kejadian kepada para keluarga korban dan melakukan komunikasi melalui ponsel dengan para korban yang masih dalam perjalanan pulang dan berada di Kota Balikpapan Kalimantan Timur.


“Dari 20 orang, 3 lainnya dalam keadaan demam. Mereka akan tiba di Surabaya besok (17/1) sekitar pukul 17.00 WIB. Saya perintahkan Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jateng untuk menjemput mereka di Surabaya untuk diantar kembali ke keluarganya masing-masing,” ungkapnya berharap, agar pihak berwenang mengusut secara tuntas permasalahan ini sehingga tidak terjadi lagi kedepannya.

Lebih lanjut dijelaskannya, 20 pekerja sebelumnya berangkat awal Desember 2018 lalu dengan iming-iming uang saku 1 juta rupiah. Mereka dijanjikan bekerja di proyek pemasangan kabel, namun setelah berada di Sorong mereka ditinggal pergi oleh mandor yang mengajaknya begitu saja tanpa digaji. Di hadapan para istri pekerja tersebut, Gubernur memastikan penjemputan para suami mereka.

”Ya negara harus tanggung jawab. Kita bantu sebisanya. Alhamdulillah Kemensos membantu pemulangan mereka dari Sorong ke Surabaya. Dari Surabaya ke Brebes kita bantu,” tegasnya.

Inilah data ke-20 para korban TPPO, yang kesemuanya dari Dusun Sekardoja Desa Pamulihan, meliputi Wirto (31), Damad (54), Sukra (42), Darwanto (27), Karwanto (43), Dirman (53), Carkiyad (42), Supendi (25), Rusjito (28), Suhari (27), Toto Kartono (37), Tardi (32), Handoko (38), Dikrim (48), Tarno (32), Waryono (28), Hariri (55) serta Kuswanto (32). (Aan0713/rusg)
Kota pekalongan - Upacara Bendera 17-an di wilayah Kodim 0710/Pekalongan dilaksanakan setiap bulan dengan tempat upacara secara bergantian yaitu, di Kodim 0710/Pekalongan, Polres Pekalongan/Polres Pekalongan Kota dan Pemerintah Kota/Kab Pekalongan. Pada upacara 17an kali ini, Upacara Kemuspidaan dilaksanakan di lapangan Makodim 0710/Pekalongan dengan Irup Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH., M.Si, dan dihadiri Forkompinda Kab Pekalongan,Kamis,(17/1/19).

Mengawali amanatnya Bupati pekalongan Asip Kholbihi, menyampaikan dukungan sepenuhnya dengan kegiatan yang dilaksanakan tersebut, yaitu Upacara 17an kemuspidaan yang rutin digelar setiap tanggal 17 dalam setiap bulannya.

“ Saya mendukung penuh kegiatan seperti ini, yang sangat baik guna mempererat silaturahmi diantara unsur TNI, Polri yang ada di daerah dengan pemerintah daerah, serta sekaligus memantapkan kerjasama dan sinergitas dalam memajukan pembangunan dan menjaga kehidupan di kabupaten pekalongan yang senantiasa selalu kondusif,”papar Bupati.

Bupati juga mengingatkan, akan pentingnya menjaga kondusifitas wilayah. “ Keamanan dan kenyamanan kehidupan masyarakat itu harus selalu kita rawat dengan baik, apalagi saat ini kita sudah berada pada tahun politik atau tahun pemilu,”Imbuhnya.

Lebih lanjut Bupati berpesan, agar dapat mengantisipasi terhadap potensi konflik dan kerawanan sosial dengan selalu mengadakan deteksi dini dan cegah dini dalam setiap ancaman potensi kerawanan yang ada.

“ Lakukan deteksi dini dan cegah dini dan lapor cepat potensi kerawanan yang terjadi. Perkuat koordinasi, komunikasi dan kerjasama antar aparat terkait dalam rangka antisipasi terhadap potensi kerawanan,”pungkasnya.

Adapun peserta upacara dalam 17 an tersebut adalah, 1 SST dari Kodim 0710/Pekalongan, 1 STT Kompi C Yonif 407/PK, 1 SST  Polres Pekalongan dan 1 SST Pemda Kab. Pekalongan dengan petugas upacara melibatkan semua unsur terdiri dari Pembaca Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia, Pengucap Sapta Marga, Tri Brata, Catur Prasetya dan Panca Prasetya Korpri.(red/rusg)
Brebes – Inilah salah satu bukti kecintaan dan ingin dekatnya masyarakat dengan TNI. Komando Distrik Militer 0713 Brebes menerima kunjungan puluhan Anak-anak Taman Kanak-kanak Pertiwi Kaligangsa Wetan, Jalan Sunan Kalijaga No. 10 Kecamatan/Kabupaten Brebes. Rabu (16/1/2019).


Disampaikan Susinem, S.Pd. AUD (57), Kepala Sekolah TK, bahwa kegiatan merupakan studi wisata dalam rangka memperdalam kedisiplinan dan kecintaan terhadap tanah air melalui pengenalan tentang apa itu TNI beserta tugas-tugasnya kepada anak didiknya/usia dini.

“Saya bersama tiga guru pembimbing dan 35 orang murid sekolah, sangat senang sekali mendapat kesempatan mengunjungi instansi kerja TNI serta mendapatkan sambutan hangat keluarga besar Kodim Brebes,” ungkapnya bersyukur.

Diketahui, mereka disambut di pintu gerbang Kodim oleh Pasiter, Kapten Arhanud Nediono. Pasiter juga menjelaskan kepada mereka bahwa Indonesia dalam kondisi aman dan tentram dengan adanya TNI bergandengan tangan dengan rakyat. Tak lupa dia berpesan agar mereka rajin belajar, patuh kepada guru dan orang tua agar kelak menjadi agar kelak menjadi pemimpin bangsa ke depan termasuk TNI, sehingga dapat turut menjaga keutuhan NKRI.
Selain dipandu bernyanyi lagu-lagu kebangsaan, murid-murid juga diajarkan permainan ketangkasan balap kelereng serta perlombaan kebersamaan memindahkan air kedalam gelas aqua bekas “water estafet”.

Sementara itu, pihak Yayasan Dian Dharma sekolah TK tersebut, memberikan apresiasi atas dukungan dan motivasi dari TNI melalui tanda mata yang diterima langsung oleh Ketua Persit KCK Cabang XXIII Dim 0713 Brebes, Ny. Reva Faisal Amri. (Aan0713/rusg).

Brebes – Pabrik Gula (PG) Banjaratma Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes merupakan cagar budaya berusia 110 tahun peninggalan penjajah Belanda. Bangunan yang dibangun pada tahun 1908 oleh Perusahaan Gula N.V. Cultuur Maatschappij (perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam).

Masyarakat setempat percaya bahwa hantu “Noni Yolanda” anak pejabat administratur PG asal Belanda, adalah salah satu penghuni bekas pabrik gula ini. Kini, pabrik yang terakhir kali beroperasi pada tahun 1997 ini, suwung dan terkesan angker. Tutupnya pabrik diakibatkan kerugian secara terus menerus, biaya operasional tak sebanding dengan keuntungan.


Konon, Noni Yolanda adalah salah satu korban pembantaian keluarga Belanda saat perebutan penguasaan pabrik dari tangan Belanda di masa nasionalis radikal oleh perlawanan masyarakat. Yolanda bukan termasuk korban pembantaian, namun saat terjadi pengepungan rakyat yang mulai masuk di perumahan sekitar PG, dirinya mencoba melarikan diri karena ketakutan dari amuk massa. Naas, saat berlari, ia terjatuh sehingga matanya tertancap besi tajam dan akhirnya tewas seketika. Jenazahnya dimakamkan di negeri asalnya. Penampakan Noni Yolanda biasanya berwujud seorang gadis dengan pakaian pengantin yang sangat cantik, namun terkadang berwujud gadis biasa dengan mata dan wajah penuh darah.
Kini, pabrik tersebut sudah disulap menjadi rest area kilometer 260 B Ruas Tol Pejagan-Pemalang dan telah ditinjau oleh Gubernur Jateng, H. Ganjar Pranowo, saat kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Brebes guna melihat progres pembangunannya. "Luar biasa, ini akan menjadi the best rest area nasional dan bisa juga De Tjolomadoe kedua," ucap Ganjar. Rabu sore (16/1/2019).

Rest Area Tipe-A ini akan dilengkapi dengan fasilitas seperti masjid, SPBU, bengkel, klinik, taman bermain dan tempat parker sangat luas. Terlihat foto bersama dari kiri, Serma Ujang (Penerangan Kodim 0713 Brebes), Lusi (Kabid Diskominfotik Brebes) dan Bripka Sarinto (Humas Polres Brebes, sedang berfoto dengan background akar beringin yang tumbuh terjuntai dari atas PG. (Aan0713/rusg).

Brebes – Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP, dalam kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Brebes, meninjau dari dekat progres pembangunan rest area kilometer 260 B ruas Tol Pejagan-Pemalang, di bekas Pabrik Gula (PG) Banjaratma Kecamatan Bulakamba. Rabu sore (16/1/2019).

Rest area yang berdiri di lahan seluas 5 hektar dari total luas PG kurang lebih 10 hektar, dan masih dalam pengerjaan Konsorsium BUMN dan dijadwalkan rampung Mei 2019 atau sebelum lebaran. “Rest area sengaja dibangun di lahan tidur bekas PG. Banjaratma, bangunan cagar budaya, guna mewadahi produk UMKM lokal Brebes dan sekitarnya. Ini juga untuk menampung aspirasi pengrajin telur asin dan penjual bawang merah Brebes yang sebelumnya mengeluhkan penurunan penjualan setelah adanya tol,” ucapnya.


Ganjar ingin paling tidak ada 70% penjualan produk berasal dari UMKM lokal. Lebih lanjut dijelaskannya, arsitektur bekas tungku pabrik dan ornamen pendukung lainnya sengaja dibiarkan alami guna menambah daya tarik pengguna jalan tol untuk berkunjung beristirahat melepas lelah di rest area tersebut. Disini akan disediakan stand berukuran kecil 2 x 2,5 meter sebanyak 64 buah dan ukuran besar sebanyak 52 buah bagi para UMKM guna memasarkan hasil bumi maupun kerajinan.
“Sengaja bangunan sejarah yang indah ini dibiarkan kondisinya seperti ini dan akan diberikan pagar pembatas agar orang tidak menyentuh. Dan diharapkan nantinya akan ada pemutaran film sejarah dengan layar lebar tentang PG ini, sehingga menambah daya tarik,” imbuhnya.

Gubernur juga berharap kedepan juga ada pertunjukan kesenian dan workshop kreatif seperti cara membatik, pembuatan telur asin atau inovasi membuat makanan dari telur asin dengan mengundang master chef atau youtuber untuk lebih mempromosikannya.

Dono Prasojo, selaku Pimpro pembangunan terlihat menjelaskan mendetail bangunan kepada Gubernur beserta rombongan serta Forkopimda Kabupaten Brebes, bahwa Rest Area Tipe-A ini dilengkapi dengan fasilitas seperti masjid, SPBU, bengkel, klinik, taman bermain dan tempat parkir yang mampu menampung kendaraan kecil maupun berat. (Aan0713/rusg).

Brebes Rumah semi permanen yang berdinding gypsum milik salah satu warga Desa Kaliwlingi Kecamatan/Kabupaten Brebes, Sakudin (37) Rt. 01 Rw. 02, rusak pada bagian dinding dan atap setelah terkena sambaran petir. Satu buah televisi hancur dan diduga menjadi pemicu sambaran. Rabu (16/1/2019).

Menurut keterangan saksi mata yang merupakan tetangga korban, Giman (43) Rt. 4 Rw. 1, saat kejadian kondisi rumah dalam keadaan sepi. “Kejadian sekitar pukul 16.14 WIB sore ini, Pak Sakudin sedang melaut dan istrinya sedang berjualan ikan. Jadi tidak ada korban jiwa,” ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, saat itu listrik rumah Sakudin padam, terlihat kepulan asap keluar dari rumah. Giman langsung menghampiri dan mendapati kondisi rumah sudah mengalami kerusakan. “Kemungkinan rumah tersambar petir sesaat setelah listrik menyala, karena kabel televisi masih terpasang ke arus listrik,” imbuhnya.

Sementara menurut Sakudin, dirinya mendapatkan kabar tersebut dari anaknya saat sedang di perahu. “Saya langsung pulang setelah mendapat telepon dari anak saya, saat ditinggal pergi listrik dalam keadaan padam dan kemungkinan saat menyala petir langsung menyambar antena TV karena jek masih menancap,” tuturnya.

Diketahui, bangunan berada di tanah Lepe-lepe atau bantaran Kali Jepang, anak Sungai Pemali. Giman juga sudah melaporkan musibah yang menimpa tetangganya kepada pihak Koramil 01 Kodim 0713 Brebes dan Polsek, serta menyarankan keluarga Sakudin sementara menumpang di tetangga terdekat sambil menunggu bantuan. Pasalnya tergolong keluarga tak mampu. (Aan0713/rusg).
Pekalongan - Apa yang sudah dilakukan seorang Babinsa Desa Bojong Wetan, kecamatan bojong, kabupaten Pekalongan  yaitu Sertu Tofik Prio Handoyo patut kita acungi jempol, dan patut kita jadikan contoh dalam kehidupannya bermasyarakat. 

Pasalnya Babinsa ini, selain aktif dalam kegiatan di wilayahnya, juga mempunyai rasa sosial dan kepedulian yang tinggi dalam bekerja bersama warganya. Hal tersebut ditunjukkan saat bersama petani, melaksanakan kerja bakti membersihkan dan membuat saluran irigasi di area persawahan desa bojong wetan,rabu(16/1/19).

Menurutnya, hal itu dilakukan selain bentuk kepedulian kepada warga binaannya, juga yang lebih penting lagi adalah untuk memperlancar jalannya air, sehingga saatnya hujan tiba air bisa masuk ke area persawahan dengan lancar dan mempermudah petani dalam menggarap sawahnya.

" Ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai seorang babinsa, yang terpenting saya bisa membantu petani dan warga disini apapun saya lakukan, termasuk ikut mencangkul membersihkan dan membuat saluran irigasi guna menunjang musim tanam bulan ini,"ujarnya.

Sementara itu, salah seorang anggota gabungan anggota kelompok tani (Gapoktan)  Hadi Prayitno menyampaikan, Sertu Topik memang sudah sangat dikenal di desanya, pasalnya sebagai seorang babinsa selalu aktif dan ringan tangan dalam membantu masyarakat yang dalam kesulitan. Dicontohkan Hadi bahwa sertu Topik sering membantu bekerja di desanya baik itu rehab rumah, pengerasan jalan maupun di sawah membantu petani.

" Sebagai Babinsa, sertu Topik sudah seperti keluarga sendiri di desa ini, orangnya ringan tangan dan aktif dalam kegiatan di masyarakat, saya sangat simpatik dan senang dengan keberadaan babinsa disini,"ungkap Hadi.(red/rus
Kota Pekalongan – Seiring perkembangan zaman yang semakin pesat, maka kemampuan generasi muda yang begitu maju dalam mengikuti kemajuan teknologi juga harus disertai dengan pengetahuan yang mumpuni terkait wawasan kebangsaan dan Pancasila, sehingga tidak mudah menerima ideologi dan budaya dari luar negeri yang tidak sesuai dengan Pancasila dan budaya kita.

Hal tersebut diungkapkan Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha pada pembinaan wawasan kebangsaan dan 4 pilar kebangsaan bagi generasi muda kota pekalongan , yang diselenggarakan kantor kesbangpol di aula SMPN Islam kota pekalongan , Rabu (16/1),

Menurut Dandim Ridha, dengan mengikuti kemajuan ilmu teknologi dan mempunyai wawasan kebangsaan yang mumpuni, para generasi muda sebagai penerus bangsa ini bisa menangkal segala bentuk budaya asing yang masuk, yang tidak sesuai dengan pancasila dan budaya bangsa indonesia. Karena apabila sudah tertanam jiwa kebangsaan yang kuat maka jiwa cinta akan tanah air juga kuat.

“ Dengan mempunyai ilmu yang mumpuni, serta jiwa cinta tanah air yang kuat, maka itulah sebagai penangkal budaya asing masuk ke indonesia, yang tidak sesuai dengan budaya bangsa serta bisa menghancurkan moral anak bangsa,”Papar Dandim.

Lanjutnya, Dandim Ridha berharap, dengan pembekalan dan motivasi yang di berikan tersebut, para generasi muda mempunyai akhlak yang baik, mau bekerja keras serta berbakti kepada orang tua, sehingga nantinya para generasi muda ini, bisa menjadi generasi pemimpin bangsa dimasa yang akan datang.(red/rusg)
Kalianda – Tim Relawan Bela Negara dari Yayasan Barisan Patriot Bela Negara (YBPBN) Kementerian Pertahanan, kembali melakukan trauma healing terhadap korban terdampak musibah Tsunami Selat Sunda (22/12/18), di pesisir Provinsi Lampung tepatnya di SMAN 1 Rajabasa, Jalan Pesisir Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Kalianda, Lampung Selatan.

Disampaikan Ketua Relawan Belneg, Achmat Juniawan (51) melalui Cepi G, salah satu anggota bahwa, “Tim disini didukung oleh FKPLP (Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan) yang diketuai oleh Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan. Selama dua hari (14-15/1) sasarannya termasuk murid dan guru sekolah tersebut yang juga menjadi korban tsunami. Selain disini, kami juga akan bergerak ke Pulau Sebesi wilayah Desa Tejang Kecamatan Rajabasa,” tuturnya melalui pesan whatsapp kepada Serka Aan Setyawan, Humas Kodim 0713 Brebes. Selasa (15/1/2019).


Sementara menurut Kepala Sekolah Khoerulloh, sesaat sebelum trauma healing dilakukan,  “Saya mengapresiasi sekali dengan kegiatan relawan Bela Negara Kemhan ini, kebetulan disini masih banyak siswa-siswi yang trauma akan peristiwa tsunami beberapa minggu lalu. Di sekolah kami ada yang menjadi korban bahkan ada yang meninggal dunia,” ujarnya.

Tak kurang dari 200 anak didik SMA tersebut hadir mengikuti kegiatan kemanusiaan ini. Pendekatan spiritual diselingi edukasi tentang wawasan kebangsaan membuat suasana menjadi semakin hangat. Beberapa anak kelas 12 yang menyatakan senang antara lain Firmansyah, Evi, Imel dan Revi. Pasalnya, perbedaan trauma healing dari relawan Bela Negara dengan yang lain adalah aspek pendekatan spiritual ditambah pemberian muatan edukasi wawasan kebangsaan dan lainnya.

Diketahui sebelumnya, di pesisir Banten tepatnya di di Dusun Tanjung Lame Desa Ujungjaya Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang (Minggu pagi (13/1), dengan dukungan Dirjen Bela Negara Kemhan RI, Brigjen TNI Tandyo Budi Revita, S.Sos serta Koperasi Madu Hanjuang Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut, Jabar. Setidaknya 250 orang, baik Balita/Paud, anak-anak sampai dengan Lansia terdampak tsunami, diberikan pemulihan trauma melalui metode serupa. (Aan0713/rusg).

Brebes – Aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan warga masyarakat Desa Sigentong Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes yang mengatasnamakan Gabungan Masyarakat Peduli Demonstrasi (GMPD), di depan Kantor Bupati Brebes, Jalan Raya Pantura/Jalan Diponegoro No. 141, sempat membuat kemacetan arus kendaraan selama kurang lebih lima menit. Selasa sore (15/1/2019).


Massa dapat dihimbau untuk merapat ke pinggir jalan/di depan gerbang Kantor Bupati oleh anggota Polres, Siaga Kodim 0713 Brebes dan Satpol PP, sehingga arus lalu-lintas kembali normal. Aksi yang dipimpin Korlap berinisial Nursidik dan Iqbal ini, digelar selama 3 jam dari pukul 14.10 WIB, menuntut kepada Bupati agar Kaur Keuangan Desa, Roisun, mundur dari jabatannya. Selain itu mereka juga meminta kepada Kejaksaan Negeri Brebes untuk mendalami permasalahan yang terjadi di desa serta supaya BPK Provinsi Jateng mengaudit pengelolaan keuangan desanya.

Latar belakang aksi adalah dugaan penyimpangan praktek administrasi pengelolaan Dana Desa (DD) oleh segelintir perangkat desa yang bertolak belakang dengan Permendagri No. 113 tahun 2014 tentang pengelolaan keuangan desa. Pemicu lainnya adalah kurang transparansi publik atau buruknya komunikasi antara Pemdes dengan RT/RW yang berkaitan dengan pendanaan program pembangunan desa dibawah kepemimpinan pejabat sementara Kades, Abdul Wahid, sebagaimana tertuang dalam amanat UU No. 14 tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dimana desa menjadi salah satu aktor dalam UU KIP tersebut. Warga juga menilai pembuatan akta tanah/sertifikat milik beberapa warga melalui desa mangkrak selama beberapa tahun dan tak kunjung jelas progresnya.

Unras, diterima oleh Inspektorat Kabupaten Brebes, Joko Santoso dan Kabag Pemdes Setda Brebes, Laode Windar P. Massa akhirnya membubarkan diri pukul 17.10 WIB, dan saat ini aspirasi masyarakat Sigentong tersebut masih dalam pemeriksaan Inspektorat Kabupaten.

Diketahui sebagian masyarakat, pada pukul 09.45 WIB, sempat menyegel kantor desa dan meminta Pjs. Kades beserta perangkatnya keluar menemui para audiensi di halaman Balai Desa. (Aan0713/rusg)
Brebes – Pasca bencana longsor yang merusak satu rumah penduduk Dusun Bojong Neros Rt. 03 Rw. 04 Desa Legok Kecamatan Bantarkawung, telah dilaksanakan Karya Bakti (Karbak) TNI bersama BPBD Kabupaten, Banser Tanggap Bencana (BAGANA) Satkoryon Bantarkawung serta puluhan masyarakat setempat. Selasa (15/1/2019).


Dari keterangan Danramil 12 Bantarkawung, Kapten Armed Zaenal, pembersihan material longsor guna membantu Tawirjo, yang bagian belakang rumahnya tertimbun. Kegiatan sosial tersebut dimulai pukul 08.00-13.30 WIB, dengan sebelumnya dilaksanakan apel pembagian tugas oleh Danramil.

“Adapun sasaran karbak di lokasi adalah menyingkirkan material longsor dari belakang rumah Pak Tawirjo. Ini merupakan salah satu tugas TNI bersama segenap komponen masyarakat dalam membantu Pemda mengatasi bencana alam,” ungkapnya.

Dari pekerjaan skala massal tersebut, kini material longsoran sudah dapat disingkirkan. “Kegiatan juga sebagai wadah menjalin komunikasi sosial bersama masyarakat dan dinas terkait melalui sosial,” tutupnya. (Aan0713).

Diketahui sebelumnya, Talud/TPT (Tanggul Penahan Tanah) diatas hunian Tawirjo, jebol pada hari Minggu (13/1) sekitar pukul 22.30 WIB karena tidak kuasa menahan dorongan/pergerakan tanah, menyusul guyuran hujan lebat di wilayah Bantarkawung antara pukul 15.00-19.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai 15 juta rupiah. (Aan0713/rusg).

Brebes – Potensi kerawanan bencana alam khususnya puting beliung pada puncak musim penghujan Januari-Februari 2019 di wilayah Brebes Tengah dan Selatan, yang diprediksi oleh Kaharudin dari BMKG Tegal Karesidenan Pekalongan, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pengoptimalan penanganan bencana alam di Ruang Data Kodim 0713 Brebes pada Jumat (4/1) kemarin, benar-benar terjadi.


Dijelaskan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes bahwa, di Dusun/Desa Buniwah Rt. 04 Rw. 01 Kecamatan Sirampog telah terjadi hujan lebat disertai puting beliung/leysus yang mengakibatkan beberapa pohon tumbang dan merusak sekitar 20 rumah warga setempat. “Sekitar pukul 14.45-16.30 WIB, wilayah Kecamatan Sirampog dan sekitarnya turun hijan lebat disertai puting beliung. Kencangnya angin mengakibatkan beberapa pohon tumbang dan bangunan rusak sedang dan berat. Atap atau genteng berjatuhan terbawa angina,” ungkapnya, Selasa malam (15/1/2019).

Lanjut disampaikannya, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Adapun data bangunan warga yang mengalami rusak berat antara lain Suhamah, Wasrip, Wasipah, Toharo, Ruslani, Wahidin, Wasrun dan Sutimah. Sedangkan rusak sedang meliputi hunian Saepudin, Abdul Hadi, Megi, Maryono, Rohmat, Ahmad Fauzi, Toto, H. Abu Hasan, Abdul Kholik, Abdul Fatah, Harisman serta Muhrodi.

“Sementara di Dukuh Tengah Desa Buniwah, pohon tumbang menimpa kabel listrik dan beberapa rumah warga. Pihak kami bersama BPBD Kecamatan segera mendatangi lokasi bencal, mendata kerugian, berkoordinasi dengan Kades untuk merencanakan kegiatan pembersihan puing besok pagi, termasuk mengurangi batang pohon dekat pemukiman penduduk serta melaporkan ke Komandan Kodim selaku Ketua Penanggulangan Bencana Alam Brebes,” imbuhnya. (Aan0713/rusg).