August 2018
Pekalongan – Prajurit dan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XX Kodim 0710/Pekalongan, bersama masyarakat penuhi lapangan Mataram Kota Pekalongan, untuk  melaksanakan latihan Tarian Gemu Famire , Jum’at (31/8/2018).

Rencananya demo Tari Gemu Famire ini akan ditampilkan dalam rangka pemecahan Rekor MURI Tari Gemu Famire terbanyak yang pelaksanaanya serentak pada tanggal 04 September mendatang, sekaligus memeriahkan HUT ke-73 TNI diwilayah Korem 071/Wijayakusuma.

Dalam latihan tersebut, para Prajurit TNI dan Persit bersama masyarakat yang ikut bergabung di lapangan mataram,  tampak bersemangat melaksanakan gerakan-gerakan dasar tarian ini dengan melihat panduan yang di contohkan oleh prajurit Kodim 0710/Pekalongan yang memang sudah mahir senam Gemu Famire tersebut.

Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha,yang juga ikut dalam latihan tersebut mengatakan, bahwa kegiatan Tari Gemu Famire ini dalam rangka pemecahan Rekor MURI Tari Gemu Famire terbanyak dan memeriahkan HUT ke-73 TNI di wilayah Korem 071/Wijayakusuma.

“ Latihan Senam Gemu Famire ini kita lakukan untuk  memeriahkan HUT TNI ke-73 mendatang serta dalam rangka pemecahan rekor Muri Tari Gemu Famire terbanyak yang pelaksanaanya secara serentak pada tanggal 04 spetember mendatang” ujar Dandim Ridha.

Lanjut Dandim Ridha,Tarian Senam Gemu Famire ini merupakan salah satu budaya atau tarian yang berasal dari Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diciptakaan oleh Frans Cornelis Dian Bunda atau dikenal dengan Nyong Franco.Senam Gemu Famire yang memiliki syair serta irama musik yang riang, sehingga sangat bagus dan bisa membangkitkan semangat

“Gerakan tarian ini sangat sederhana dan simple namun dapat mengajak orang yang mendengarnya menjadi ikut bergoyang. Selain itu, tarian ini dapat menjaga kebugaran, dan bisa membangkitkan semangat,” pungkas Dandim.**res ( rusg99)


Pekalongan – Guna menyampaikan kebijakan dan arahan satuan komanda atas, serta lebih mendekatkan diri dengan prajuritnya,Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha,memberikan Jam Komandan kepada Prajurit,PNS dan Persit Kartika Chandra Kiran Cab XX bertempat di Aula serbaguna Makodim setempat,Kamis (30/8/18)

Dalam kesempatan tersebut, Dandim Muhammad Ridha menyampaikan tiga hal yang menjadi arahan dan kebijakan satuan komando atas yang antara lain,yang pertama masalah pelanggaran yang ada di lingkungan TNI AD kemudian yang kedua masalah kesejahteraan dan yang ke tiga adalah mengenai peran TNI AD dalam menjaga stabilitas keamanan negara.

Ditekankan Dandim Ridha,agar seluruh prajurit untuk menjauhi segala bentuk pelanggaran, terutama masalah yang sedang marak yaitu tentang keterlibatan dalam penggunaan dan penyalahgunaan narkoba.

“ Hindari.! dan jauhi..! segala bentuk pelanggaran,terutama tentang penggunaan dan penyalahgunaan narkoba,karena narkoba ini merusak dan menjadi musuh kita saat ini,”tegas Dandim.

Selain menekankan tentang pelanggaran dan bahaya narkoba,Dandim Muhammad Ridha juga menekankan tentang, netralitas sebagai prajurit dalam pileg, dan pemilu di tahun 2019 yang akan datang.

“ Kita sebagai prajurit mempunyai hak yang sama dengan hak warga negara yang lain,namun kita sebagai prajurit netralitas adalah harga mati dan sudah tidak bisa di tawar-tawar lagi,”jelas Dandim.

Dengan di adakan Jam Komadan tersebut, Dandim Muhammad Ridha berharap,seluruh prajurit,pns dan persit yang ada di jajaran Kodim 071/Pekalongan, akan paham dan mengerti betul ketentuan dan aturan yang berlaku,sehingga tidak ragu-ragu lagi dalam mejalakan tugas di lapangan.**red(rusg99)


Kota Pekalongan – Peringati Hari Ulang Tahun Korem 071/Wijayakusuma yang ke-57, Kodim 0710 Pekalongan menggelar ziarah ke Taman Makam Pahlawan Prawira Reksa Negara,.Ziarah di pimpin langsung oleh Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha dan di ikuti oleh Prajurit,PNS dan Persit Kartika Chandra Kirana cab XX kodim 0710/Pekalongan, Kamis, 30 Agustus 2018

Menurut Dandim Muhammad Ridha, kegiatan Ziarah di gelar  sebagai rasa hormat dan wujud penghargaan kepada para pendahulu, yang dengan segenap jiwa dan raga rela berkorban demi mempertahankan dan menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“ Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, sudah sepantasnya yang masih hidup untuk menghargai dan menghormati jasa-jasa para pahlawannya,dengan kegiatan ini adalah sebagai wujud penghargaan kita sebagai generasi penerus bangsa,”ujar Dandim.

Selain menggelar ziarah dan tabur bunga,menurut Dandim Ridha, dalam rangka memperingati HUT Korem 071/Wijayakusuma, nantinya Kodim 0710/Pekalongan juga  akan menggelar bhakti sosial dan  karya bakti.**red(rusg99)



Pekalongan - Cegah penyalahgunaan narkoba, Satuan Propam Polres Pekalongan Kota melakukan tes urine ke seluruh anggota, kegiatan dilakukan, bertempat di aula posko Mapolres setempat, Rabu,(29/08/2018)

Kasie Propam Polres Pekalongan Kota Iptu Ketut Artika mengatakan, ada 34 personil yang dikumpulkan untuk melakukan pemeriksaan urine. Hal tersebut dilakukan, agar anggota Polri benar-benar bersih dari narkoba.

Menurut Artika,  jika ada anggota yang positif menggunakan narkoba, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap anggota tersebut dan melakukan sidang kode etik kepolisian.



Artika mengungkapkan, hasil dari pemeriksaan, semua anggota bebas dari penyalahgunaan narkoba dan pihaknya berharap tidak ada anggota yang mencoba-coba bermain dengan narkoba. (Idp)


Pekalongan - Walikota Pekalongan Saelany Mahfudz berharap ketua Pengadilan Negeri Kelas 1B Pekalongan bisa meneruskan kebijakan pejabat yang lama. Hal tersebut diungkapkan, saat menghadiri pisah sambut Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1B Pekalongan dari Sarwono kepada Dewa Ketut Kartana di ruang Amarta, Rabu (29/08/2018)

Menurut Saelany, saat ini sinergitas antara Pemerintah dengan Pengadilan terbangun saat luar biasa. Oleh karena itu, pihaknya berharap silahturahmi ini akan terus terjaga.



Saelany mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada pejabat yang lama atas dedikasi dan kerjasamanya yang selama ini telah terbangun dan pihaknya berpesan kepada pejabat yang baru agar amanah yang diembannya dapat dijalankan sebaik mungkin. (Idp)
Pekalongan – Akhirnya, Kodim 0710/Pekalongan melalui perwakilanya Ahmad Sholeh, yang dikirim mengikuti lomba melukis piala Danrem 071/Wijayakusuma, selasa (28/8/18) bertempat di Rita Supermall Purwokerto berhasil menjadi yang terbaik dalam perlombaan tersebut.

Sebelum dikirim ke Korem 071/Wijayakusuna, Ahmad Sholeh sebelumnya sudah melalui seleksi yang ada di kodim 0710 pekalongan dan keluar sebagai juara 1 dalam perlombaan tersebut.

Adapun para kontestan yang mengikuti perlombaan tersebut adalah, 9 Kodim di bawah wilayah kerja Korem 071/Wijayakusuma yang  meliputi, Kodim 0701 Banyumas, Kodim 0702 Purbalingga, Kodim 0703 Cilacap, Kodim 0704 Banjarnegara, Kodim 0710 Pekalongan, Kodim 0711 Pemalang, Kodim 0712 Tegal, Kodim 0736 Batang serta dari Kodim 0713 Brebes.

Dalam sambutannya saat membuka acara tersebut, Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardana memaparkan, bahwa masa remaja merupakan masa transisi dari usia anak menjadi seorang dewasa, perkembangan fisik dan mental mereka sangatlah rentan terhadap pengaruh positif maupun negatif lingkungan sekitarnya.

“Rasa ingin tahu remaja sangatlah tinggi karena dalam masa perkembangan dan pencarian jati diri. Jika perkembangan tersebut tidak diimbangi dengan informasi dan pergaulan yang positif maka dapat menyebabkan para remaja terjerumus dalam hal-hal yang negatif dan merugikan,” terangnya.

Dikatakan lebih lanjut, pendidikan karakter serta penanaman kepribadian jati diri bangsa perlu diberikan dalam rangka mendukung terbentuknya karakter yang berkepribadian sesuai dengan nilai-nilai terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945. Maka Korem 071 melalui program Komsos Kreatif Tahun 2018, menggelar perlombaan Marching Band bagi Siswa-siswi SMP sederajat dan Lomba Melukis tingkat umum sejajaran Korem 071 yang membawahi 9 Kodim.

“Jadikan momentum kegiatan ini sebagai media untuk bersilaturahmi, koordinasi, saling bertukar informasi dan pengalaman, menjalin persaudaraan serta meraih prestasi. Sekali lagi selamat kepada para pemenang.” Pungkas Danrem.

Berikut daftar nama pemenang dalam lomba melukis yang di selenggarakan oleh Korem 071/Wk, sebagai Juara pertama diraih Ahmad Soleh nomor peserta 8 yang meraih total nilai 1.375, perwakilan dari Kodim 0710 Pekalongan. Disusul juara kedua yaitu Faruk, nomor peserta 4, mewakili Kodim 0736 Batang dengan nilai 1.260. Sedang Juara Ke-3 diraih Tri Herwanto, nomor peserta 5 perwakilan dari Kodim 0702 Purbalingga dengan nilai 1.255.

Nantinya para pemenang juara satu dan kedua pada lomba ini, akan ditampilkan dalam ajang Komsos Kreatif yang sama di tingkat Kodam IV Diponegoro pada 5 Oktober mendatang, mewakili Korem 071 Wijayakusuma, guna memeriahkan HUT TNI Ke-73 dan Kodam IV Ke-68 Tahun 2018. (Rusg99).
Pekalongan - Sebanyak 35 anggota penegak dari Saka Wirakartika Kodim 0710/Pekalongan, Minggu pagi (26/8), mengikuti Ujian Syarat Kecakapan Khusus (SKK) renang, bertempat di kolam renang kulu asri kecamatan Karanganyar kabupaten pekalongan.

" Kegiatan renang ini termasuk dalam salah satu Krida,Yaitu Krida bencana  alam, dalam kegiatan tersebut yang di ujikan ada 3 tingkatan, yang pertama adalah Purwa kedua Madya dan yang ketiga Utama,"ungkap serka Samsuri selaku Pamong Saka Kodim 0710/Pekalongan.

Serka Samsuri menambahkan bahwa, tujuan dari kegiatan tersebut agar anggota Saka Wira Kartika terutama golongan penegak, mampu dan mahir dalam mengatasi permasalahan yang ada di lingkunganya terutama wilayah yang sering terjadi banjir.

" Tujuan dari kegiatan tes renang ini adalah, agar anggota Saka Wira Kartika terutama golongan penegak, mampu dan mahir dalam mengatasi permasalahan yang ada di lingkunganya apabila terjadi bencana alam banjir," Ujarnya

Sebelum kegiatan tes renang tersebut, di markas Saka Wira Kartika Makodim 0710 Pekalongan, sudah di awali dengan pelatihan yang di berikan oleh Serka Syamsuri selaku pamong Saka Wira Kartika, serta Pamong Saka yang lain yang ikut mendampingi dalam Kegiatan tersebut. 

Adapun Kegiatan yang di latihkan meliputi, mulai cara melepas pakaian dalam air, renang 200 meter dengan mengunakan gaya katak serta cara menyelamatkan korban.

Serka Syamsuri berharap, dengan di adakan kegiatan seperti ini, para anggota Saka Wira Kartika tidak takut dan paham cara menolong korban dalam air serta terus melaksanakan latihan agar terpelihara kemampuan yang sudah dimiliki,"pungkasnya.
Pekalongan - Dalam rangka memperingati HUT ke - 73  Republik Indonesia dan Hari Jadi ke - 396 Kab. Pekalongan,sabtu siang dengan titik star di halaman kecamatan kesesi menuju halaman pendopo kab pekalongan telah berlangsung  kirab budaya Mapanji Cempalo yang di ikuti kurang lebih 1500 orang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kab. Pekalongan H. Asip Kholbihi, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha,Kapolres Pekalongan AKBP Wawn Kurniawan, Ir. Arini Hari Murti (Wakil Bupati Kab. Pekalongan), Hj. Hindun ( Ketua DPRD kab Pekalongan ), Dra. Mukaromah Syakoer (Sekda Kab Pekalongan), Para Ketua Komisi dan Anggota DPRD Kab. Pekalongan, Kepala OPD Kab. Pekalongan, perwakilan dari Toga, Tomas, Tokoh Pemuda dan Ormas kec. Kesesi, Muspika kec. Kesesi serta peserta Kirab Karnaval.

Pelaksanaan kirab budaya mulai start pukul 15.10  wib dengan route  Pendopo kecamatan Kesesi dengan finish di halaman Pendopo rumah dinas Bupati Pekalongan. Adapun peserta kirab Karnaval di ikuti 15  kereta kencana dan 37  andong yang sudah dipercantik dengan hiasan-hiasan.

Mengawali kegiatan tersebut, dalam sambutannya Bupati Pekalongan Asip Kholbihi
Menjelaskan tentang, pusaka Mapanji Cempalo. Menurutnya,  keris  atau pusaka Mapanji Cempalo merupakan pusaka yang ampuh pada waktu itu , dan insya Allah akan membawa kita keberkahan.

" Saya akan ubah budaya, kita wujudkan budaya yg maju , karena beliau yaitu Cempalo dulunya berada  di Kesesi, Kirab budaya yang pertama kali ini dengan tema Mapanji  Cempalo,"jelas bupati.

Sementara itu Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, dalam kesempatan tersebut mengaku sangat terkesan dan kagum akan budaya lokal yang ada di pekalongan.

" Kegiatan Ini sangat mengesankan, dan bagus sekali, karena muatan budaya lokalnya sangat kental sekali,antusias masyarakat juga sangat luar biasa,"ujarnya.**red(rusg99)
Pekalongan - Pekan Raya Kajen 2018 resmi di buka oleh Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, pada sabtu petang (25/8) bertempat di halaman pendopo Kabupaten Pekalongan. Pekan Raya Kajen 2018 digelar dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Pekalongan yang ke 396 tahun.

Nampak hadir dalam pembukaan pekan raya kajen,Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha berserta jajaran Forkompinda kab pekalongan,hadir juga Waliakota Tebing Tinggi berserta jajaranya, serta tamu undangan lain dari berbagai komponen masyarakat dari kab maupun kota pekalongan.

Dalam sambutanya, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi  berharap, Pekan Raya Kajen dapat dijadikan ajang promosi dan sosialisasi produk unggulan kabupaten Pekalongan.

" Kita berharap dengan Pekan Raya Kajen kali ini,bisa dijadikan sebagai ajang promosi produk-produk unggulan lokal asli pekalongan,sehingga produk unggulan dari kabupaten pekalongan ini bisa lebih di kenal dan di minati masyarakat,"papar bupati.

Lebih lanjut Bupati Asip Kholbihi menjelaskan bahwa,Pekan Raya Kajen 2018 selain menjadikan ajang promosi produk unggulan juga memberikan kesempatan yang luas bagi para pelaku Industri Ekonomi Kreatif dan Usaha Kecil Menengah (UKM) serta gerakan koperasi untuk memamerkan produk-produknya.

Dengan Pekan Raya Kajen ini, pihaknya juga berharap dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan perekonomian daerah.

Sementara itu kepala Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Pekalongan, Hurip Budi Riyantini menjelaskan, Pekan Raya Kajen 2018 dilaksanakan di Jalan Mandurorejo Kajen dan alun-alun Kajen Kabupaten Pekalongan selama 7 (Tujuh) Hari dimulai, hari Sabtu 25 agustus s/d Jumat, 31 Agustus 2018 yang akan dibuka mulai Pukul 10:00 wib s/d 21:00 wib setiap harinya.**red(rusg99)

Pekalongan – Bertempat di Pantai Wonokerto Kec Wonokerto kabupaten Pekalongan,Koramil 10/Wiradesa bersama komponen masyarakat melaksanakan kegiatan Bersih Jum’at Pagi ( Berjumpa ),Jum’at ( 25/8/18)

Kegiatan tersebut, dalam rangka memperingati HUT ke-396 Kabupaten pekalongan, dan juga untuk membiasakan kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing sehingga tercipta lingkungan yang bersih,nyaman dan sehat.

Danramil 10/Wiradesa Kapten Arm Ahmad Wiryadi,dalam kesempatan tersebut mengajak kepada masyarakat, untuk  rutin dalam menjaga kebersihan tersebut.

“ Saya mengajak, kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayah kab Pekalongan Khususnya warga sekitar pantai Wonokerto ini, untuk rutin setiap hari jum’at melaksanakan pembersihan di sekitar lingkunganya masing-masing sehingga tercipta wilayah yang bersih, nyaman dan sehat,”terang Danramil.

Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut,masyarakat akan lebih peduli lagi dengan lingkungan,sehingga akan berdampak pada kehidupan sosial yang lebih luas lagi yaitu terciptanya wilayah kabupaten pekalongan yang aman,sehat,rapi dan indah.


Pekalongan – Ratusan orang dari berbagai elemen, baik dari TNI,Polri,Pemda,Pelajar,Organisasi kemasyarakatan serta masyarakat Kecamatan Wonokerto pada Jum’at pagi (24/8),melaksanakan gerakan Bersih jum’at Pagi(Berjumpa) bertempat di pantai Wonokerto.

Kegiatan tersebut di laksanakan dalam rangka menyambut HUT kabupaten Pekalongan yang Ke-396, hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH., M.Si berserta jajaranya,Forkompimcam Wonokerto serta seluruh komponen masyarakat yang ada di Kab Pekalongan yang berjumlah kurang lebih 800 orang.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengajak kepada masyarakat untuk menjaga destinasi wisata yang ada di pekalongan,khususnya pantai wonokerto.

“ Disamping untuk menghilangkan penat,menikmati ikan bakar dan oleh-oleh ikan, kita bisa menikmati panorama pantai yang bersih,dan ini akan menjadi ikon tersendiri dan menjadi simbul pantai bersih yang ada di pekalongan,”ujar Bupati

Lebih Lanjut Bupati Asip mengatakan bahwa, untuk tahun 2019 pihaknya akan mewujudkan Pantai Wonokerto dengan ikon Pantai terbersih, dan memberikan fasilitas-fasilitas penunjang dalam rangka mewujudkan hal tersebut.

Sementara itu Danramil 10/Wiradesa Kapten Arm Ahmad Wiryadi,yang wilayah binaanya mencangkup dua wilayah kecamatan yaitu, Wiradesa dan Kecamatan Wonokerto mengajak kepada masyarakat untuk  rutin dalam menjaga kebersihan tersebut.

“ Saya mengajak, kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayah kab Pekalongan Khususnya warga sekitar pantai Wonokerto ini, untuk rutin setiap hari jum’at melaksanakan pembersihan di sekitar wilayahnya masing-masing sehingga tercipta wilayah yang bersih dan nyaman,”terang Danramil.**red ( rusg99)


Pekalongan – Sebanyak 40 grup drum band dari pelajar tingkat  SLTP  se Kabupaten Pekalongan mengikuti Lomba Marchingband Tingkat Kodim 0710/Pekalongan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (19/8/2018).

Komandan Kodim 0710, Letkol Inf Muhammad Ridha. Menerangkan, nantinya yang menjadi juara akan dikirim mewakili Kodim 0710/Pekalongan ke tingkat Korem 071/Wijayakusuma di Banyumas.

"Ada tingkatan, yang menjadi juara di tingkat kodim nantinya akan kita kirim ke tingkat Korem 071/Wk dan apabila lolos tingkat korem maka selanjutnya akan di kirim ketingkat Kodam IV/Diponegoro dan selanjutnya akan maju ke tingkat nasional," paparnya.

Selain dijadikan ajang adu kreatifitas bagi para group Drumband, Letkol Inf Ridha juga menerangkan, perlombaan tersebut juga untuk memperingati HUT ke-73 Republik Indonesia.

Pihaknya bekerjasama dengan Dewan kesenian  Kab Pekalongan untuk memilih juara dalam perlombaan tersebut.

"Terkait penilaian, kami bekerjasama dengan Dewan kesenian Kab Pekalongan agar nantinya penilaian benar-benar fair dan pantas ditampilkan ke tingkat Korem," timpalnya.

Dalam pagelaran Lomba Marchingband tersebut, keluar sebagai juara adalah MTs YMI Wonopringgo (Juara 1), MTs Muhammadiyah Kajen (Juara 2), dan SMP Al-Fusha Kedungwuni (Juara 3).**red(pendim 0710 pekalongan)

Pekalongan – Sebanyak 153 grup atau sedikitnya 7.500 pemain drum band dari pelajar tingkat  TK/RA/BA (54 grup), SD/MI (75 grup) dan SMP/MTs (24 grup) se Kabupaten Pekalongan mengikuti "Kajen Gemuruh 5" di Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (19/8/2018). Acara itu diselenggarakan oleh Pemkab Pekalongan  dalam rangka merayakan HUT Ke-73 Republik Indonesia dan Hari Jadi Ke-396 Kabupaten Pekalongan.

Hadir dalam acara Kajen Gemuruh 5, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Ridha, SS.S.IP., Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ny. Hj. Munafah Asip Kholbihi, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., serta para kepala OPD Kabupaten Pekalongan.

Para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, diminta bersama-sama memainkan 3 lagu yakni Garuda Pancasila membentuk konfigurasi AG 18 (ASIAN GAMES ke 18), Hari Merdeka konfigurasi RI 73 (HUT ke 73) dan Maju Tak Gentar konfigurasi 1266 (hari lahir Kabupaten Pekalongan), dipantu seorang mayoret yang bediri di tengah.

Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, mengatakan bahwa acara itu bertujuan untuk mengembangkan minat, bakat serta talenta siswa yang menjadi kekayaan khusus bagi kabupaten Pekalongan, terutama semangat dan partisipasi masyarakat kabupaten Pekalongan.

“Kajen Gemuruh telah dilakukan sebanyak 5 kali dalam lima tahun ini yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari perigatan HUT ke-73 Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-396 Kabupaten Pekalongan. Diikuti oleh sekitar 7500 siswa dari 153 grup drum band di sekolah se-kabupaten Pekalongan dan di tahun 2018,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menuturkan selain Kajen Gemuruh dan resepsi, juga akan diadakan acara dari puncak Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, yaitu pawai budaya untuk mengelaborasi dari perjalanan panjang berdirinya Kabupaten Pekalongan, “Pawai ini nanti akan dimulai dari tokoh Ki Ageng Cempaluk  yang ada di Kesesi menuju pendopo yang diiringi dengan kereta. Kemudian nanti akan diadakan pula rapat paripurna istimewa dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pekalongan tanggal 25 Agustus nanti.” Tutur Bupati.

Dalam pagelaran Kajen Gemuruh ke-5 tahun 2018 tersebut, panitia juga melakukan penilaian bagi seluruh peserta. Untuk juara drumband pada Kajen Gemuruh dibagi tiga tingkatan, tingkatan pertama dari TK/RA yang dijuarai oleh TK Batik Wonopringgo (Juara 1), TK Muslimat NU Gembong (Juara 2), RA Muslimat NU Pakis Putih (Juara 3), tingkatan ke dua dari SD/MI yang di dijuarai oleh SDI YMI Wonopringgo (Juara 1), sdn o1 Wonopringgo (Juara 2), SDN 01 Paninggaran (Juara 3), dan tignkatan ke tiga dari SMP/MTs yang di juarai oleh dijuarai oleh MTs YMI Wonopringgo (Juara 1), MTs Muhammadiyah Kajen (Juara 2), dan SMP Al-Fusha Kedungwuni (Juara 3).**red(pendim 0710 pekalongan)
PEKALONGAN - Ruang serbaguna Kodim 0710 Pekalongan dipenuhi seniman dari wilayah Pekalongan. Mereka berkumpul dalam perlombaan seni lukis tingkat Kodim 0710, Selasa (21/8/2018).

Dalam Perlombaan, para perupa diberikan waktu lima jam untuk menyelesaikan lukisan bertemakan Kemerdekan Republik Indonesia.

Nantinya pemenang dalam perlombaan akan mewakili Kodim 0710 ke tingkat Komandan Resor Militer (Korem) 017. Untuk kemudian akan diseleksi untuk berlomba ke tingkat Komando Daerah Militer (Kodam) IV Diponegoro.

Komandan Kodim 0710, Letkol Inf Muhammad Ridha. Menerangkan, nantinya yang menjadi juara akan dikirim mewakili Kodim 0710/Pekalongan ke tingkat Korem 071/Wijayakusuma di Banyumas.

"Ada tingkatan, jika lolos ke Korem dan Kodam akan mewakili Jateng nantinya akan maju ke tingkat nasional," paparnya.

Selain dijadikan ajang adu kreatifitas bagi para perupa, Letkol Inf Ridha juga menerangkan, perlombaan tersebut juga untuk memperingati HUT ke-73 Republik Indonesia.

Pihaknya bekerjasama dengan Dekase Kota Pekalongan untuk memilih juara dalam perlombaan tersebut.

"Terkait penilaian, kami bekerjasama dengan Dekase Kota Pekalongan agar nantinya penilaian benar-benar pantas ditampilkan ke tingkat Korem," timpalnya.

Sementara itu, Cecep Surya Permana Ketua Bidang Produksi dan Dokumentasi Dewan Kesenian (Dekase) Kota Pekalongan, yang menjadi juri dalam acara tersebut. Keorisinilan karya menjadi penilaian dalam perlombaan.

"Selain estitika lukisan, originalitas karya juga menjadi penilaian para juri. Dan ada 11 perupa dari Pekalongan yang mengikuti perlombaan," jelasnya.

Dengan adanya perlombaan seni rupa, diharapkan Cecep, bisa menjadi pematik perkembangan geliat seni di Pekalongan.

"Kota Pekalongan disebut Kota Kreatif, dan geliat seni di Kota Batik ini cukup berkembang. Jika dihitung, pelaku seni yang aktif, baik lukis, patung dan tari ada sekitar 100 orang. Dengan adanya perlombaan atau agenda tentang karya seni pastinya akan membuat para pelaku seni tergugah," jelasnya.**red( rusg99)
Kota Pekalongan - Bertempat di lapangan upacara Makodim 0710/Pekalongan,selesai melaksanakan upacara Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha memberikan Jam Komandan kepada segenap Prajurit dan PNS  yang hadir dalam upacara tersebut,(20/8/18)

Dalam Jam Komandan tersebut, Dandim Muhammad Ridha menyampaikan,dalam upacara 17an yang sudah di laksanakan,ada sebuah tindakan seorang anak SMP yang bisa menjadi contoh buat kita yaitu Johannes adekalla.

" Kita sudah ketahui bersama,Johannes Adekalla siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Silawan, Atambua, atas keberaniannya memanjat tiang bendera yang talinya putus saat upacara kemerdekaan HUT RI ke-73 tahun 2018, di Pantai Motaain Desa Silawan, Kec. Tasifeto Timur, Kab. Belu, Nusa Tenggara Timur,"Ujar Dandim.

Menurut Dandim Ridha,perbuatan seorang anak SMP tersebut hendaknya bisa menjadi motivasi buat kita semua sebagai aparat negara, dalam setiap melakukan tugas,dan hendaknya kita selalu berbuat yang terbaik,"tegasnya.

Dandim Muhammad Ridha berpesan, kepada segenap Prajurit dan PNS untuk selalu menjaga Sinergitas yang selama ini sudah terjalin sangat baik dengan rekan kita kepolisisan.

" Jaga sinergitas dengan rekan kita kepolisian,hilangkan sikap ego dan kedepankan sikap saling menghargai,dan jangan terlibat dengan yang namanya Narkoba,"Pungkasnya.**red(pendim 0710 Pekalongan)
Pekalongan - Bertempat di lapangan tenis indoor komplek pendopo Bupati Pekalongan,Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, secara resmi membuka kejuaraan burung berkicau Bupati Cup II tahun 2018,minggu (19/8/18)

Lomba burung berkicau ini di ikuti kurang lebih 1500 peserta, yang hadir dari berbagai daerah, antara lain dari kabupaten pekalongan,batang,tegal semarang,kudus,banjarnegara,sidoarjo(jatim),samarinda(kaltim),jembrana(bali),indrgiri hilir(riau)dan majalengka(jabar).

Dengan mengangkat tema "Melalui lomba burung berkicau kita perkenalkan destinasi wisata kabupaten pekalongan" Bupati pekalongan Asip Kholbihi, dalam amanat yang dibacakan Dandim 0710 pekalongan Muhammad Ridha berharap,kegiatan tersebut selain sebagai ajang lomba,juga dapat menanamkan kesadaran para komunitas pencinta burung berkicau untuk menjaga,melindungi dan melestarikan satwa yang di lindungi oleh pemerintah dan dapat mengenal lebih dekat kota kajen sebagai ibu kota pekalongan.

" Pemerintah Pekalongan mendukung sepenuhnya kegiatan lomba burung berkicau tingkat nasional ini,dan agar di rekomendasikan sebagai salah satu kegiatan promosi wisata di kabupaten pekalongan untuk tahun-tahun mendatang,"ujar Bupati.

Lebih lanjut bupati berpesan kepada para juri,agar bersifat obyektif dan kepada peserta lomba untuk menjunjung tinggi sportifitas.

"Kepada para dewan juri saya berpesan agar bersifat obyektif dan kepada peserta lomba untuk junjung tinggi sportifitas,semoga hasil kegiatan lomba ini dapat melestarikan satwa yang dilindungi, khususnya burung berkicau,"pungkas Bupati.

Acar peresmian berjalanya lomba di tandai dengan, Dandim Muhammad Ridha menggantangkan satu ekor burung milik perserta ke arena gantangan yang sudah tersedia.Adapun kejuaran burung berkicau Bupati Cup II tahun 2018 ini memperebutkan hadiah utama berupa satu buah sepeda motor,sepeda,tv,
kulkas piagam penghargaan dan uang pembinaan**red(rusg99)

Pekalongan – Guna Mengenang jasa para pahlawan yang telah mendahului kita, dapat dilakukan dengan beragam cara. Salah satunya yang sering dilaksanakan adalah berupa Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP).

Demikian halnya yang dilakukan di TMP Bhakti Wiratama Kec Bojong Kabupaten Pekalongan, pada kamis dini hari (16/8) tepat pukul 00.00 WIB dilaksanakan Renungan Suci dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia

Kegiatan ini diikuti kurang lebih 250 orang, terdiri dari anggota TNI, Polri, perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Pekalongan, perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, mahasiswa, pelajar, hingga anggota Gerakan Pramuka.

Hadir dalam acara tersebut, bertindak selaku Inspektur Upacara Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan. Turut hadir dalam Renungan Suci, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi Dandim 0710/Pekalongan Letkol inf Muhammad Ridha,Wakil bupati Pekalongan H.Arini Harimurti serta jajaran Forkompinda Kab Pekalongan dan tamu undangan lainya.

Usai kegiatan, Dandim 0710/Pekalongan Letkol nf Muhammad Ridha  menyampaikan, melalui acara renungan suci diharapkan dapat mengenang kembali jasa-jasa para pahlawan, terutama Pahlawan Kemerdekaan.

“Berkat kegigihannya para pahlawan kita dahulu, dalam memperjuangkan kemerdekaan dari tangan penjajah, sehingga udara kebebasan dapat kita nikmati sampai saat sekarang,” jelasnya.

Melalui kegiatan renungan suci, Dandim M.Ridha berharap, dapat  memberi pelajaran berharga akan pentingnya sikap saling menghargai dan saling menghormati antar sesama manusia. Setiap perbedaan yang ada, merupakan anugerah yang sangat berharga.


Kota Pekalongan - Peringati Hari Ulang Tahun (HUT ) Ke-73 Republik Indonesia,Kodim 0710/Pekalongan selenggarakan Upacara pengibaran bendera yang diikuti seluruh anggota dan PNS kodim 0710 pekalongan,bertempat di lapangan upacara makodim setempat,jum'at(17/8/18).

Dalam amanatnya, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha membacakan amanat dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang antara lain, menyampaikan bahwa, upacara yang dilaksanakan setiap tahun ini sepatutnya menjadi momen-momen istimewa yang membawa kita kembali untuk flash back pada sejarah kemerdekaan Bangsa Indonesia puluhan tahun silam.

Lebih Lanjut Kasad mengatakan bahwa, momen peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi kita untuk melaksanakan evaluasi terhadap eksistensi Bangsa Indonesia saat ini, serta berintrospeksi atas karya apa yang telah kita dedikasikan untuk menjaga eksistensi tersebut.

Selain itu Kasad juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh prajurit dan PNS TNI-AD dimanapun bertugas dan berada atas kinerja yang telah ditunjukkan hingga saat ini, sehingga tugas-tugas TNI Angkatan Darat dalam pengabdiannya kepada Bangsa dan Negara dapat berjalan dengan baik dan membuahkan hasil yang positif.

Mengakhiri amanatnya, Kasad menekankan kembali akan netralitas TNI dalam menghadapi Pileg dan Pilpres tahun 2019 mendatang serta memerintahkan kepada para Komandan Satuan agar melaksanakan deteksi dini dan cegah dini terhadap situasi yang berkembang yang berpotensi menjadi ancaman dan menimbulkan konflik. Dengan tetap bersinergi dengan Polri serta elemen masyarakat lainnya untuk menciptakan serta menjaga kondusifitas wilayah selama Pemilu.

“Selamat bertugas, Dirgahayu Republik Indonesia. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan-Nya kepada kita dalam melanjutkan pengabdian kepada TNI-AD, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai.” Pungkasnya.**red (rusg99)


Kota Pekalongan – Upacara untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT ) Ke-73 Republik Indonesia,tahun 2018 di gelar di banyak tempat di kota pekalongan,tak terkecuali di Lapas kelas II A kota Pekalonganpun demikian, juga menggelar upacara pengibaran bendera merah putih dan dilanjutkan pemberian remisi kepada warga binaan,Jum’at (17/8/18)

Sesuai melaksanakan Upacara pengibaran bendera di makodim, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, juga langsung menghadiri upacara tersebut bersama jajaran Forkompinda Kota Pekalongan serta tamu undangan lainya.

Dalam kesempatan tersebut,Walikota Pekalongan H.Saelany Mahfudz mengatakan, bahwa remisi yang di berikan merupakan kebijakan pemerintah, terhadap narapidana yang mana memang pantas di berikan remisi tersebut, sesuai dengan kriteria yang di tentukan.

“ Pemberian remisi merupakan kebijakan pemerintah, yang di berikan kepada narapidana, dan rutin setiap 17 agustus, mudah-mudahan bisa menjadi motivasi tersendiri bagi narapidana untuk bisa mendapatkan remisi tersebut,”Ucap Walikota.

Untuk di Lapas Kota Pekalongan sendiri, pada kesempatan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia tahun 2018 kali ini,yang mendapat remisi sejumlah 93 warga binaan.


Pekalongan - Peringati Hari Ulang Tahun (HUT ) Ke-73 Republik Indonesia,Pemerintah Kota Pekalongan menyelenggarakan Upacara Detik –Detik Proklamasi kemerdekaan, yang diikuti seluruh jajaran Forkompinda dan elemen masyarakat,yang dilaksanakan di lapangan mataram Kota Pekalongan,jum'at(17/8/18).

Bertindak selaku Irup pada upacara tersebut, Walikota Pekalongan H.Saelany Mahfud seusai melaksanakan upacara kepada awak media menjelaskan,bahwa dalam rangka menyatukan seluruh komponen anak bangsa, masih ada yang harus di benahi terutama masih adanya indikasi-indikasi di masyarakat yang mempyunyai faham yang belum sepaham dengan  pancasila.

“ Momen 17 Agustus ini mari kita satukan seluruh komponen anak bangsa,karena masih ada indikasi kelompok-kelompok yang masih butuh perhatian, dan dengan maraknya berita hoax ini mari kita lawan sehingga tidak sampai mengganggu stabilitas keamanan dan keutuhan bangsa kita,”Ujar Walikota.

Walikota Pekalongan Juga mengajak, untuk mengisi kemerdekaan yang sudah di raih dengan segala pengorbanan dengan prestasi yang membanggakan.

“Mari,kita sebagai anak bangsa memaknai arti kemerdekaan ini,dengan  kita berprestasi, karena kemerdekaan ini di raih dengan segala pengorbanan,harta,benda bahkan nyawa para pahlawan kita,”Imbuhnya.

Pekalongan – Pastikan pelaksanaan upacara peringatan HUT Ke-73 Republik Indonesia berjalan Hikmat dan lancar, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha  melakukan pengecekan kesiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di lapangan mataram Kota Pekalongan,Rabu (15/8/18)

Kepada para anggota Paskibraka yang terdiri dari unsur TNI, Polri serta para siswa siswi terpilih, Dandim berpesan agar saat pelaksanaan nanti  konsentrasi dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

“Jangan sampai ada sedikit kesalahan dalam perjalanan dari titik start sampai pengibaran bendera pusaka. Mari kita pegang kepercayaan dari masing – masing satuan dan sekolahan karena menjadi anggota paskibraka adalah orang-orang yang pilihan tidak semua siswa bisa menjadi anggota paskibra, tampilkan yang terbaik karena kesuksesan dari pelaksanaan upacara adalah dilihat dari kesuksesan paskibra, tegas Dandim.

Dandim Muhammad Ridha juga meminta agar berkosentrasi penuh untuk menghindari kesalahan sekecil apapun dengan gerakan yang tidak perlu, serta siapkan sarana prasarana yang terbaik untuk pelaksanaan upacara.

" Siapkan mental dan fisik, jaga kesehatan agar pada saat pelaksanaan tidak ada yang sakit, dan siap melaksanakan tugas,kosentarsi dan hindari kesalahan sekecil apapun,serta siapkan sarana dan prasarana yang di butuhkan dari sedini mungkin sehingga pada pelaksanaan nanti bisa berjalan sesuai rencana dan sukses,"Ujarnya.

Menurutnya, kegiatan upacara ini adalah kegiatan rutin tahunan,maka harus bisa menunjukan yang terbaik dan sinergitas TNI,Polri dan Pemda harus bertambah solid untuk menjaga NKRI.

“Karena ini acara tahunan dan disaksikan oleh orang banyak dan di sorot media elektronik dan cetak. Maka tampilkan yang terbaik, mari kita tunjukan kepada warga Kota Pekalongan dan Pemerintah daerah Kota Pekalongan bahwa dari dulu sampai kapanpun TNI , Polri dan Pemda betul – betul mampu bersinergi dengan rakyat dan kompak guna menjaga keutuhan serta kedaulatan NKRI,”pungkasnya.

Kota Pekalongan - Bertempat di Halaman Sekda Kota Pekalongan Kec. Pekalongan Barat telah dilaksanakan Kegiatan Upacara Bendera Peringatan Hari Jadi Ke - 68 Provinsi Jawa Tengah yang di hadiri kurang lebih 250 orang,Rabu ( 15/8/18)

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Sri Ruminingsi, Sekda Kota Pekalongan,Letkol Inf M. Ridha Dandim 0710/ Pekalongan,Kompol Wayan Tudy Sumbawa Wakapolresta Pekalongan, Datuk Rosihanawar Kepala Kajari Kota Pekalongan, Sarwono Ketua Pengadilan Kota Pekalongan, Para Staf Ahli Walikota Pekalongan, Para Asisten Sekda 
Kota Pekalongan,serta Para Kepala OPD Kota Pekalongan

Selaku irup, Sekda Kota Pekalongan Sri Ruminingsih  dalam amanatnya membacakan sambutan dari Gubenur Jawa Tengah yang antara lain menyampaikan bahwa,lebih dari 8 windu usia provinsi jawa tengah saat ini dan pembangunan Jawa Tengah terus bergerak kearah yang semakin baik hal ini ditandai dengan angka pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak kearah yang positif, Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah Tahun 2017 sebesar 5,27% capaian ini lebih baik dari pada pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,07%.

Lebih lanjut Sri Rumininingsih menyampaikan,dann masih banyak lagi capaian-capaian yang telah di raih. Atas dasar itulah kemudian, Pemerintah Pusat memberikan penghargaan kepada TPID Jateng sebagai pengelola TPID terbaik selama 3 tahun berturut-turut, yakni tahun 2015, 2016 dan 2017, dalam rangka mewujudkan kesejahteraan

Sementara itu Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, juga apresiasi kepada jalanya upacara peringatan  Hari Jadi Ke - 68 Provinsi Jawa Tengah,yang di gelar kota pekalongan. Pasalnya ada yang unik dan menarik dari upacara yang di gelar,yaitu semua perserta upacara memakai seragam kebaya dan sarung khas pekalongan

“ Kita apresiasi jalanya upacara berjalan dengan hikmat,walaupun para peserta menggunakan kabaya dan sarung,dan ini merupakan keunikan tersendiri yang merupakan budaya lokal yang tetap harus dilestarikan dan merupakan ciri khas kota pekalongan,”ujar Dandim.

Pekalongan - Kecintaannya terhadap berorganisasi sudah di tekuni Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha,baik itu organisasi kesiswaan maupun kepemudaan,salah satunya adalah keikut sertaanya sebagai anggota pramuka, dari situlah sikap dan jiwa disiplin terbentuk, hingga menjadikanya sebagai seorang Dandim seperti sekarang ini.

Hal tersebut di ungkapkan Dandim Muhammad Ridha saat menghadiri upacara peringatan hari ulang tahun ke-57 pramuka, bertempat di lapangan desa Rowoyoso kec Wonokerto kab pekalongan,selasa(14/8/18).

Bahkan, saking cintanya terhadap pramuka, Dandim Muhammad Ridha berkeinginan untuk mewujudkan pramuka yang ada di kab pekalongan sebagai kiblatnya kegiatan kepramukaan yang ada di jawa tengah dan bahkan tingkat nasional.

" Ya,kita berkeinginan akan mewujudkan organisasi kepramukaan yang ada di wilayah kab pekalongan ini sebagai kiblatnya kegiatan pramuka yang ada di wilayah jawa tengah bahkan nasional,"ungkap Dandim.

Dengan mengintensifkan jajaran koramil untuk membina kepramukaan yang ada di wilayah, nantinya akan di buat kompetisi untuk memajukan kepramukaan dengan mengadakan perlombaan.

" Kita akan intensifkan jajaran koramil untuk membina pramuka yang ada di wilayahnya masing-masing,dan nantinya akan kita lombakan,sehinga akan terjadi kompetisi yang baik yang akan memajukan organisasi pramuka ini,"Pungkas Dandim.
                                                                (Ilustrasi)


Batang - AKBP Edi Suranta Sinunglingga mengatakan bahwa pelaku pengedar air zam-zam palsu yang berada di rumah yang di kontrak oleh CV Moya Janna, yang berada di jalan Blado-Pagilaran RT 03 RW 01, Desa Blado, Kabupaten Batang adalah pemain lama.

Hal tersebut diungkapkan, saat menghadiri lomba PBB ormas dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia yang ke 73.

Menurut Edi, modusnya pelaku adalah apabila ada pesanan baru pelaku membuatnya. Berbeda dengan pelaku pada tahun 2016, pelaku membuat dulu tanpa ada pesanan.

Edi mengatakan, saat ini tim sedang mendalami untuk mengecek apakah ada tempat lain mengenai kasus tersebut.

Edi menambahkan, pihaknya akan terus mengecek dan berharap agar kasus tersebut tidak terjadi lagi ketiga kalinya di Kabupaten Batang. (Idp)


Pekalongan - Walikota Pekalongan Saelany Mahfudz berpesan, kepada anggota pramuka garuda untuk bisa menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal tersebut diungkapkan, saat melantik dan mengukuhkan 44 anggota pramuka garuda di ruang Amarta, Jumat sore ( 10/08/18 )

Saelany, mengatakan, selain menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini, anggota pramuka juga di tuntut menjadi contoh dan teladan anggota pramuka yang lainnya.

Saelany menambahkan, bahwa yang menjadi anggota pramuka garuda adalah orang-orang yang terpilih. Karena harus mengikuti dahulu, berbagai proses dan seleksi kepramukaan.

Sementara itu, Aris Supriyanto, Sekretaris Kwarcab cabang Kota Pekalongan mengatakan, pramuka garuda ialah tingkatan tertinggi dalam setiap golongan pramuka, setelah peserta didik mengikuti pendidikan kepramukaan di masing-masing pangkalan Gugus Depan.



Aris menambahkan, pencapaian syarat pramuka garuda merupakan salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pola dan mekanisme pembinaan di Gugus Depan. Sehingga, dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas anggota pramuka sebagai bentuk Revitalisasi Gerakan Pramuka di Kota Pekalongan. (Idp)
Pekalongan – Bertempat di lapangan alun - alun kajen, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, Memberikan Motivasi Kepada anggota Paskibra Kabupaten Pekalongan,Pada Kamis ( 9/8/18 ) pagi.

Dalam penyampaianya Dandim Muhammad Ridha,mengajak kepada segenap anggota Paskibra untuk selalu ihklas dalam setiap melakukan kegiatan, karena menurut Dandim, apabila kita dalam setiap melaksanakan kegiatan didasari dengan semangat tulus ihklas, maka kegiatan tersebut akan terasa lebih ringan dan bernilai ibadah.

“ Laksanakan semua kegiatan dengan tulus ihklas, maka akan terasa lebih ringan,dan raih cita-cita kalian mulai dari sekarang,karena dengan bercita-cita maka langkah kalian kedepan akan lebih jelas dan terarah,” Jelas dandim.

Lebih lanjut, Dandim Muhammad Ridha menambahkan,agar dalam setiap kegiatan dan kunci menuju sukses adalah untuk selalu membawa DUIT,yang mana duit diartikan oleh Dandim Ridha sebagai do’a,usaha,ihtiar dan tawakal.



“ Kunci mencapai kesuksesan adalah kalian kemana saja harus bawa duit,.yang artinya Do’a, Usaha, Ihktiar dan tawakal,”Imbuh Dandim.**red (rusg99)

Pekalongan – Guna mendukung program Swasembada pangan yang ada di wilayah kab pekalongan,Dandim 0710/Pekalongan letkol Inf Muhammad Ridha bersama Kapolres pekalongan,kepala dinas pertanian Kab pekalongan dan korluh serta para petani malaksanakan panen raya bersama di lahan demplot  ketahanan pangan dan sergap Kab Pekalongan dengan luas 5 ha,yang beralamatkan di Desa Tanjungsari Kecamatan Kajen, 

Kabupaten Pekalongan,Kamis ( 9/8/18)
Dalam kesempatan tersebut Dandim 0710/Pekalongan Letkol Muhammad Ridha menerangkan,panen raya bersama yang di laksanakan merupakan salah satu bentuk pendampingan kepada para petani guna meningkatkan kesejahteraan para petani dalam rangka mewujudkan swasembada pangan.

“ Kegiatan panen raya ini merupakan salah satu pendampingan kita kepada para petani dalam rangka mewujudkan kesejahteraan para petani dan mensukseskan program pemerintah swasembada pangan,sehingga diharapkan kalau swasembada pangan sudah tercapai maka kita tidak akan meng impor beras lagi dari luar negeri,”jelas dandim.

Selanjutnya dalam menghadapi musim kemarau ini, pihaknya dalam hal ini TNI, akan terus mendampingi para petani bersama para koorluh, dengan memberikan  alat pertanian berupa pompa air.

“ Dalam menghadapi musim kemarau ini kita tetap akan mendampingi para petani, sehingga tidak ada lahan yang sampai menganggur dengan cara memberi bantuan alat yang memadai, yaitu pompa air dan itu sudah kita ajukan ke dinas pertanian dan alhamdulillah akan di dukung,”imbuhnya.

Selain memberikan bantuan alat pertanian, dalam musim kemarau ini, untuk menjaga agar tidak ada lahan yang sampai menganggur,  Dandim Ridha mengajak para petani agar bisa menanam padi jenis gogo.

“ Selain memberikan bantuan alat pompa air, kita juga mengajak para petani agar dalam musim kemarau ini bisa menanam padi jenis varietas gogo,yang mana jenis varietas ini lebih tahan apabila di tanam di musim kemarau di karenakan tidak teralalu banyak menggunakan air,”pungkas dandim.**red ( rusg99)