July 2018


Pekalongan - Diduga berbuat mesum,  tiga pasangan remaja yang masih berusia 18 tahun - 19 tahun digerebek oleh warga di salah satu rumah kontrakan yang berada di Dukuh Bantengan, Kelurahan Bener, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Senin, (30/07/18).

Kepada Sapu Lidi melalui sambungan telepon, Kapolsek Wiradesa AKP Yoriza Prabowo menerangkan, ketiga pasangan remaja tersebut masuk ke rumah kontrakan sejak pukul 21.00 WIB danan hingga pagi hari belum keluar.

Oleh karena itu, warga setempat melakukan penggerebekan pada pagi harinya dan ketiga pasangan ini anak putus sekolah, salah satunya diindikasikan anak punk.

Menurut Yoriza, di dalam kontrakan pihaknya menemukan 10 botol alkohol 70 persen, obat antimo dan dua tablet pil yang belum diketahui jenisnya. Saat ini, pihaknya masih memintai keterangan dari pelaku dan pemilik kontrakan.

Yoriza menambahkan, pihaknya mengimbau kepaada masyarakat apabila melihat warga kos-kosan yang menerima tamu tanpa laporan ketua RT agar ditegur. Hal tersebut, dilakukan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, narkoba dan gangguan kamtibmas lainnya. ( Idp )


Pekalongan - Satuan Reserse dan Kriminal atau Sat Reskrim Polres Pekalongan berhasil mengamankan 2 pelaku pengedar uang palsu. Dua pelaku pengedar uang palsu yaitu Sri Yinawati umur 47 tahun seorang ibu rumah tangga bersama anaknya Dio Stefanus umur 25 tahun,  keduanya merupakan warga Dusun Kendalduwur Desa Sidorejo Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang.

Hal tersebut diungkapkan, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan saat menggelar press release di halaman Mapolres setempat,  Senin ( 30/07/18 )

Menurut Wawan, mereka ditangkap di depan mushola terminal Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan pada hari Jum'at, 27 Juli 2018 kemarin.



Kepada Sapu Lidi, Wawan mengungkapkan, setelah di cek oleh petugas tas yang dibawa oleh Dio Stefanus, petugas mendapati pecahan uang kertas 100 ribu palsu sebanyak 175 lembar, sedangkan didalam tas yang dibawa oleh Sri Yinawati ditemukan 9 lembar, sehingga total pecahan uang kertas palsu yang didapatkan sebagai barang bukti sebanyak 184 jadi total keseluruhannya Rp.18.400.000.

Wawan menambahkan, tersangka akan terancam Pasal 36 ayat 3 UU no 7 tahun 2011 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda paling banyak 50 miliar. ( Idp )

Pekalongan - Selesai melaksanakan upacara pengibaran bendera rutin setiap hari senin,Kodim 0710 Pekalongan menggelar acara korp rapot dua anggota yang pindah satuan yaitu pelda Sukron pindah tugas ke Kodam XVII/Patimura di ambon dan Serka Didik S pindah tugas ke Kodam V/Brawijaya di Surabaya, selasa(30/7/18).

Acara korp rapot pindah satuan di pimpin langsung oleh Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha,bertempat di lapangan upacara makodim 0710/Pekalongan.

Dalam sambutanya Dandim M.Ridha mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan pengabdian anggota yang pindah satuan,selama berdinas di kodim 0710/Pekalongan.

"Selamat dan terimakasih atas dedikasi selama  berdinas di kodim 0710 Pekalongan,dan semoga di satuan yang baru bisa membawa hal positif dari satuan lama dan buang jauh jauh hal yang kurang bagus",ucap Dandim.

Lanjutnya,"Semoga selama berdinas di sini bernilai ibadah, dengan keikhlasan dan hanya selalu berharap hanya dari Allah karena kalo berharap selain dari Allah akan mendapatkan kekecewaan,"imbuhnya.

Selanjutanya Dandim Muhammad Ridha berpesan,agar di manapun  bertugas selalu berbuat yang terbaik dan jaga nama satuan serta TNI pada umumnya.

"Selalu berbuat yang terbaik dan baik- baik dengan rakyat di manapun kita bertugas,mewakili keluarga besar kodim 0710 Pekalongan mengucapkan selamat jalan dan selamat bertugas di tempat penugasan di tempat tugas yang baru,"Pungkasnya.**red(rusg99)


Pekalongan, – Guna menumbuhkan dan meningkatkan pengetahuan teritorial para prajuritnya, Kodim 0710 pekalongan menggelar kegiatan PembinaanKesiapan aparat Komando teritorisl ( Binsiap Apwil Puanter ) bertempat di aula serbaguna Makodim 0710 Pekalongan pada,Senin ( 30/7 ).

Dalam kesempatan tersebut,Dandim 0710 pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha menjelaskan,kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka membekali para prajurit agar dapat meningkatkan kemampuan dalam hal mencermati setiap perkembangan situasi di wilayah.

“ Kegiatan ini kita selenggarakan untuk menumbuhkan kembali serta meningkatkan kemampuan para babinsa,sehingga kedepan akan lebih maksimal lagi dalam mencermati dan menganalisa setiap ancaman dan perkembangan situasi di wilayah,”Paparnya.

Lanjutnya,”Seiring dengan tuntutan tugas yang semakin tidak mudah dan kompleks, maka sebagai aparat kewilayahan harus senantiasa mengasah kemampuan diri untuk selalu berinovasi dan berkreasi agar peran di masyarakat benar-benar dirasakan kehadiranya oleh masyarakat,yang pada ahkirnya kemanunggalan TNI dan Rakyat benar-benar terwujud dengan baik dan bukan sekedar angan-angan belaka.”Jelas Dandim.

Diharapkan dengan kegiatan tersebut kemampuan para babinsa akan lebih meningkat serta bisa mengawal netralitas TNI di tahun pemilu 2019 yang akan datang.

Adapun materi yang di berikan dalam kegiatan Binsiap Apwil Puan Ter tersebut antara lain Metode Binter,Penanggulangan Bencana Alam,Sikap Ter, Lima Kemampuan Ter serta Terorisme.red (Rusg99)

Kota Pekalongan - Dibutuhkan sebuah tindakan darurat ketika pintu air ini jebol, untuk mengatasi aliran sungai yang telah mengandung air asin ini masuk ke areal persawahan yang berada di kel. Degayu kec Pekalongan Utara Kota Pekalongan,Sabtu (28/7/18).

Danramil 19 Pekalongan Utara Kapten Inf Suhardi menjelaskan, pintu air  dengan lebar 2 meter tersebut jebol dikarenakan, kontruksinya hanya terbuat dari kayu sedangkan kanan kirinya masih tanah, sehingga mudah tergerus oleh air rob.

"Pintu air hanya terbuat dari kayu,kanan dan kiri masih pakai tanah dan masih belum permanen sehingga mudah tergerus air rob,"jelas Danramil.

Untuk mencegah agar air laut tidak masuk ke areal persawahan, untuk sementara dilakukan penutupan sementara dengan menggunakan tanah urugan.

"Untuk mencegah agar air laut tidak masuk ke areal pesawahan,untuk sementara pintu air yang jebol ini, kita perbaiki dengan penanganan secara darurat dengan di urug tanah," ujar kapten Suhardi.

Melalui gotong royong antara TNI,Kelompok tani, Lurah Degayu serta Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, diharapkan perbaikan pintu air ini akan bisa menahan sementara air laut yang masuk ke areal pesawahan, sehingga tidak akan mengganggu tumbuhnya tanaman yang sedang di tanam oleh petani terutama tanaman padi.

Pihaknya berharap, akan ada tindakan lanjutan dari pemerintah kota pekalongan , untuk memperbaiki secara permanen pintu air tersebut,karena sangat vital bagi kelangsungan lahan pertanian yang ada di kel degayu kec pekalongan utara kota pekalongan.**red(rusg99)


Pekalongan - Sebanyak 6 orang anggota Pramuka Kota Pekalongan,  yang berasal dari Penggalang, Penegak dan Pandega mengikuti lomba Eagle Scout Award atau Pramuka Garuda Berprestasi Tingkat Kwarda Jawa Tengah.

Kepada Sapu Lidi, melalui telepon, Tim Penilai Pramuka Garuda Kwarcab Kota Pekalongan, M Amhar Azet mengatakan, pramuka Garuda ialah tingkatan tertinggi dalam setiap golongan pramuka, setelah peserta didik mengikuti pendidikan kepramukaan di masing-masing pangkalan Gugus Depan.

Pencapaian syarat Pramuka Garuda merupakan salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pola dan mekanisme pembinaan di Gugus Depan. Sehingga, dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas anggota pramuka sebagai bentuk Revitalisasi Gerakan Pramuka di Kota Pekalongan, Ujar Azet.



Azet menambahkan, nantinya Eagle Scout Award Tingkat Kwarda Jawa Tengah akan di selenggarakan pada tanggal 23 dan 24 Agutus 2018 mendatang. ( Idp )
Pekalongan - Memasuki hari ke 17 dari satu bulan waktu yang di targetkan, pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sengkuyung tahap 2 kodim 0710 pekalongan,  progres 3 pekerjaan fisik yang di kerjakan di kel Setono kec Pekalongan Timur Kota Pekalongan sudah mencapai sekira 50 persen. 

Kapten CZI  Agus Pujiatmo selaku Dansatgas tmmd kodim 0710 pekalongan yang di wilayah kel. Setono Kota Pekalongan menjelaskan, untuk kegiatan tmmd sengkuyung tahap 2 kodim 0710 pekalongan yang di laksanakan di kelurahan setono sudah capai 50 %, hal tersebut tidak lah lepas dari peran kita bersama,TNI - Polri dan masyarakat sekitar yang ikut sengkuyung dalam menyukseskan gelaran tmmd sengkuyung tahap 2 ini,"Jelas Danramil .

Sebagai informasi, program TMMD tahap 2 kodim 0710 pekalongan dilaksanakan selama sebulan,dimulai 10 Juli-8 Agustus 2018. Tujuannya, membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang bersifat fisik maupun non fisik. Selain itu juga bertujuan untuk memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kegiatan TMMD ini terdiri dari dua kegiatan, yaitu fisik dan non fisik. Untuk kegiatan fisik, menyasar pada pembutaan talud, pavingisasi dan pengerasan badan jalan sedangkan untuk non fisiknya adalah melaksanakan penyuluhan,sosialisasi dan pemberian wawasan kebangsaan kepada masyarakat setempat.

" Sampai saat ini peran dari masyarakat sangat mendukung sekali sehingga pekerjaan yang kita lakukan jadi semakin mudah dan cepat, contohnya apabila masyarakat pada tidak bisa membantu di waktu siang hari karena bekerja,maka mereka melakukan dengan membantu kegiatan TMMD pada malam hari,"ujar kapten Agus.

Sementara dari warga setempat Sutanto Menjelaskan bahwa dengan adanya kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa sangatlah membantu warga .

Sutanto menambahkan Selama ini akses masyarakat begitu susah , di mana medan yang harus di lewati berlumpur , namun saat ini warga sudah mengakses jalan tersbut dengan lancar. 

" TMMD ini sangat diharapkan masyarakat pak,.makanya kita berharap akan ada terus program ini bagi masyarakat,jalan yang dulunya sulit di lewati dan becek,sekarang sudah bisa di lewati dan sangat bagus,"kata Sutanto.**red(rusg99)
Pekalongan - Melalui Tema " Bersama Rakyat Mewujudkan NKRI Berdaulat" bertempat di Gedung BPL Kec. Doro, kab Pekalongan, Koramil 15/Doro, menggelar acara Komunikasi dengan Komponen Masyarakat,rabu(25/7/18).

 Acara digelar penuh suasana keakraban dan kesederhanaan. Danramil 15/Doro Kapten Cpm Abdul Khamim mengungkapkan,dengan menyelenggarakan acara komsos tersebut,akan lebih meningkatkan lagi jalinan silahturahmi yang selama ini sudah terjalin baik.

" Kita merasa lebih akrab lagi dan sudah seperti saudara,dengan acara seperti ini,dan mudah-mudahan akan menambah jalinan silahturahmi kita bersama semua komponen masyarakat yang ada di wilayah Doro,"Ucap Danramil.

Sebagai Danramil baru di wilayah Kec. Doro, Kapten Abdul Khamim berharap, agar kedepanya seluruh komponen yang ada di wilayah kec.Doro selalu bersinergi dan solid sehingga terwujudnya suatu wilayah yang kondusif.

"Saya berharap semua komponen yang ada di wilayah kec.Doro,mari.. kita kompak dan solid sehingga wilayah kita selalu dalam keadaan aman dan kondusif,"pungkasnya.

Hadir dalam giat tersebut, Danramil 15 / Doro Kapten Cpm Abdul Khamim, Camat Doro Yuhanto, Kapolsek Doro diwakili Aiptu Ridawati, Ka Puskesmas Doro 1 Dr Triyono, Kh. Harun dan tamu undangan lainya.**red(rusg99).
Pekalongan - Guna menjalin keakraban dan mensosialisasikan tentang hakekat ancaman terhadap NKRI kepada masyarakat, Koramil 03 Kajen menggelar kegiatan Komsos dengan komponen masyarakat, bertempat di Aula Makoramil 03/Kajen,rabu(25/7/18).

Kegiatan komsos tersebut merupakan sarana menjalin keakraban di tingkat perangkat kecamatan dan masyarakat sehingga dalam menjalankan tugasnya masing-masing bisa terlaksana dengan baik berkat jalinan komunikasi yang sudah terjalian baik tersebut.

Danramil 03/Kajen Kapten Inf Suryanto dalam sambutanya mengatakan, komunikasi merupakan modal utama didalam melaksanakan tugas - tugas Koramil yang merupakan Satuan Komando Kewilayahan paling bawah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Tugas-tugas Danramil dibantu oleh para Babinsa terjun langsung ke desa - desa binaan maka perlu adanya suatu  komunikasi yang sehat yang harmonis.

" Komunikasi sangat di butuhkan dalam menunjang tugas pokok sebagai satuan komando kewilayahan paling bawah, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,"terang danramil.

Dengan adanya kegiatan tersebut kami  Danramil Suryanto berharap seluruh komponen yang ada baik komponen utama komponen cadangan maupun komponen pendukung ikut serta menjaga  keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Apalagi situasi dan kondisi saat ini era Globalisasi yang ditandai dengan berkembangya IPTEK (Ilmu Pengetauan dan Teknologi) tentunya ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar jauh berbeda. Dulu ancaman yang dihadapi secara konfesional  secara fisik tapi untuk saat ini ancaman baik dari dalam maupun dari luar  bisa secara fisik bisa secara non fisik,"Pungkasnya.

Pekalongan - Bertempat di Wilayah Kota Pekalongan telah berlangsung kunjungan kerja Marsda TNI Emir Panji Dermawan S. Sos (Deputi Pengembangan Setjen Wantannas) beserta Tim Setjen Wantannas dalam rangka Pengkajian Daerah (Kajida) peninjauan pembagunan proyek tanggul raksasa terkait dampak banjir Rob di Kota Pekalongan,Selasa ( 25/7/18 )

Turut mendampingi kunjungan kerja Setjen Dewan Ketahanan Nasional tersebut,Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha berserta jajaran Forkompinda Kota Pekalongan.

Dandim Muhammad Ridha menjelaskan, kunjungan kerja Setjen Wantanas di wilayah Kota bertujuan untuk mengumpulkan, mengidentifikasi, menelaah dan menganalisa berbagai  materi terkait dengan kegiatan pertanian, perikanan dan industri di Kota Pekalongan sebagai upaya terwujudnya percepatan pembangunan daerah.

“Kita selaku satuan kewilayahan pastinya ada keterkaitan kita dengan kunjungan ini,makanya kita dampingi kunjungan kerja Setjen Wantanas ini, sehingga nantinya peran kita jelas dan bisa melaksanakan apa yang menjadi arahan maupun program yang akan di jalankan,”Tutur Dandim.

Sementara itu Setjen Wantannas Marsda TNI Emil Panji Dermawan, prihatin melihat kondisi sungai Kota Pekalongan.

Menurutnya, “ Limbah yang mencemari air aliran di Komplek Pemkot dan sungai sepanjang di Pekalongan sangat parah dan akan berdampak pada kesehatan bagi masyarakat,”Ucapnya.

Pihaknya juga akan mengundang para pakar untuk mengatasi permasalahan pencemaran air di Kota Pekalongan.

“Pembahasan terkait pencemaraan air harus segera dilakukan, Pasalnya, merujuk pada kondisi sungai di Kota Pekalongan yang semakin parah dan pihaknya akan mengusulkan untuk merubah undang-undang atau Permen yang mengakibatkan pencemaran di aliran air,”Pungkasnya.**red ( rusg99)



Pekalongan – Guna menambah wawasan dan meminimalisir pelanggaran di jajaran TNI AD Khususnya anggota Kodim 0710/Pekalongan,seluruh Prajurit,ASN dan satuan Dinas jawatan yang ada di wilayah Pekalongan mendapat penyuluhan Hukum dari TimKum Dam IV/Diponegoro,rabu ( 25/7/18 ).bertempat di Aula Serbaguna Makodim 0710/pekalongan.

Hadir dalam kegiatan tersebut,Letkol Inf M. Ridha S.S. SIP (Dandim 0710/Pkl), Mayor Chk Munadi SH (Kumdan IV/Dip), Mayor Inf Hufron (Kasdim 0710/Pkl), Mayor Inf Laindah (Pabung Dim 0710/Pkl), Mayor Cpm Nuryanto (Kaminvet Pekalongan),Jajaran Danramil 0710/Pkl, Jajaran Pasi Kodim 0710/Pkl,Peltu Beni IR (Sub Denpom Pekalongan), Anggota Kodim 0710, Persit  Kodim 0710/Pkl

Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha dalam kesempatan tersebut menjelaskan,kegiatan di maksudkan untuk memberikan pengetahuan tentang norma-norma hukum yang harus di patuhi sebagai seorang prajurit dan ASN di lingkungan TNI AD Khususnya anggota Kodim 0710/Pekalongan.

“ Penyuluhan Hukum dari Tim Kumdam ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan ataupun wawasan kepada seluruh prajurit juga ASN, sehingga mereka mengerti apa yang harus di lakukan apabila bersinggungan dengan hukum,”jelas Dandim.

Dengan adanya penyuluhan hukum tersebut Dandim Ridha berharap seluruh prajurit dapat menambah wawasan dan mengerti langkah-langkah yang di ambil apabila dalam kehidupan sehari-sehari bersinggungan dengan hukum.

“Kita berharap dengan adanya penyuluhan hukum ini,seluruh prajurit mengerti akan haknya dalam mendapat bantuan hukum karena salah satu hak anggota apabila bersinggungan dengan hukum adalah mendapatkan bantuan hukum,”Pungkasnya.

Dalam penyuluhan hukum tersebut selain di sampaikan tentang materi dan permasalahan-permasalahan yang sering di hadapi prajurit juga diadakan sesi tanya jawab.**red ( Rusg99)





Pekalongan - Guna mendukung kelancaran serta untuk kesuksesan Tim Porad Kodam IV/Diponegoro yang berlaga di ajang Pekan Olah Raga Angkatan Darat tahun 2018 yang di selenggarakan di Akmil Magelang,Jawa Tengah,Satgas TMMD Kodim 0710 Pekalongan Gelar Doa Bersama,Senin(23/7/18)

Danramil 08/Bojong Kapten Inf Nurkhan yang juga selaku Perwira Koordinator di lapangan mengatakan,kegiatan doa bersama dilaksanakan setiap hari dan bersama-sama masyarakat setempat.

"Selama kegiatan pekan olah raga masih berlangsung dan sampai selesai nanti,kita bersama-sama masyarakat akan terus mendoakan untuk kesuksesan Tim Porad Kodam IV/Diponegoro,"terang Kapten Nurkhan.

Seperti di ketahui Pekan Olah Raga Angkatan Darat merupakan ajang berprestasi yang di ikuti satuan jajaran angkatan darat yang ada di indonesia,sehingga juga merupakan prestasi yang patut dibanggakan apabila satuan yang mengikuti tersebut menjadi juara dalam ajang tersebut.

Waktu pelaksanaan PORAD sendiri dimulai terhitung dari tanggal 21 sampai 30 Juli 2018 dengan tema "Melalui PORAD VIII Tahun 2018 Kita Tingkatkan Sportivitas dan Prestasi Atlet TNI AD".

Adapun peserta PORAD untuk tahun 2018 ini, diikuti 18 kontingen dengan cabang olahraga atletik, renang, tenis, voli, sepakbola, karate dan tinju.**red(rusg99)


Pekalongan – Bintara Pembina Desa ( Babinsa ) dari koramil 05/Kesesi bersama-sama dengan PPL dan petani melakukan penyemprotan masal hama wereng di area persawahan dukuh Grejo desa Krandon Kec.Kesesi Kab Pekalongan,selasa (24/7/ 2018).

Penyemprotan masal dilakukan guna mencegah berkembangnya hama wereng yang di sinyalir sedang menyerang area persawahan di desa krandon kec kesesi tersebut.
Danramil 05/Kesesi Kapten Inf Parman yang juga ikut terjun langsung kelapangan mengatakan,penyemprotan dilakukan secara masal agar hama wereng tidak berkembang, karena apabila hama tersebut  tidak segera di atasi maka, akan  bisa mengakibatkan gagal panen.
“Jika hama wereng yang menyerang padi tersebut tidak cepat diatasi maka petani bisa gagal panen,” ujarnya.

Menurutnya, penyemprotan sendiri dilakukan pada waktu pagi hari, dan memilih waktu yang tepat guna menghindari cuaca hujan, agar hasil lebih maksimal

"Kami melakukan penyemprotan Insektisida ini diwaktu pagi dan kondisi cuaca cerah, sebab bila dilakukan saat mendung  ataupun hujan, kami khawatir Insektisida tersebut akan larut oleh air hujan dan hasilnya tidak maksimal terhadap hama wereng," tandasnya.

 Pihaknya berharap dengan pendampingan ini,masyarakat akan lebih semangat dalam bertani serta bisa membawa manfaat yang lebih baik lagi,terutama dalam mendukung program pemerintah yaitu terciptanya swasembada pangan.** red ( rusg99).



Semarang - Aris Sofingi resmi menjabat kepala kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, menggantikan Noer Isrodin Muchlisin. Beralihnya kepemimpinan Kepala kantor yang lama kepada yang baru dilakukan prosesi serah terima jabatan dan pisah sambut yang digelar di kantor Basarnas Semarang, Senin, (23/07/18)

Noer Isrodin Muchlisin, Kepala Kantor SAR (Kakansar) yang lama kini ditugaskan di Basarnas Pusat, tepatnya menjadi Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana, sedangkan penggantinya kini adalah Aris Sofingi, yang merupakan mantan Kakansar Merauke.

Kepada sapu lidi, Noer yang sudah bekerja 20 tahun di Basarnas mengatakan bahwa pergantian Kepala Kantor, promosi, mutasi, adalah hal yang biasa di pemerintahan. Meskipun hanya bertugas tak lama di Semarang, namun bagi bapak dua anak tersebut banyak kesan yang ditinggalkan selama menjabat.

Keragaman di Jawa Tengah yang menjadi wilayah kerja Basarnas Semarang baik dari segi banyaknya operasi SAR yang ditangani , jumlah potensi SAR yang ribuan, hingga tak terputusnya pelatihan yang ada menjadikan menjalankan amanah di Semarang adalah hal yang menarik dan berkesan baginya.
“ kinerja saya yang hanya sebentar di Semarang ini diapresiasi baik oleh pimpinan pusat, sehingga saya diamanahi untuk memimpin bagian Ortala, untuk itu saya ucapkan terimakasih dan kebanggaan saya menjadi bagian dari keluarga besar Basarnas Semarang" lanjut Noer.



Sementara itu, Aris Sofingi mengatakan bahwa tidak banyak yang bisa dia sampaikan, namun baginya bertugas di Semarang itu adalah pulang kampung baginya.
“Saya tidak bisa menyampaikan banyak hal karena saya baru di kantor ini, namun bagi saya ditugaskan di semarang itu adalah anugrah, saya bisa pulang kampung, karena sebenarnya saya itu asli Boyolali" ujarnya.
“ Harapan saya, semoga kami sekeluarga bisa diterima dengan baik disini, memperoleh support yang baik juga dari rekan-rekan pegawai Kantor SAR Semarang seperti yang sudah diterima oleh Pak Noer, dan tentunya semoga saya bisa membawa Kansar Semarang menjadi lebih baik lagi"tutup Aris. (Idp)




Pekalongan - Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan Mahatma Sentanu berharap di hari Bhakti Adhyaksa yang ke 58, kejaksaan lebih mandiri, profesional dan menjadi pelayan masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan saat menggelar acara resepsi Hari Bhakti Adhyaksa yang ke 58, di aula Kejaksaan setempat, Senin, (23/07/18)

Menurut Mahatma, dii hari bahkti pihaknya ingin meningkatkan integritas penegakan hukum baik perkara Pidana Umum ataupun Pidana Khusus.

Kepada Sapu Lidi, Mahatma mengatakan, kejaksaan saat ini sudah berubah paradigmanya / pihaknya menginginkan jaksa menjadi pelayan masyarakat.

Mahatma menambahkan, pihaknya berpesan kepada seluruh pegawai Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan untuk selalu solid dan mandiri dalam menjalankan tugasnya. (Idp)
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si didampingi beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan peninjauan secara langsung proyek pembangunan tanggul penahan rob di Desa Semut, Tratebang dan Wonokerto Kulon Kecamatan Wonokerto, Rabu (18/7/2018).
Bupati mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan pengecekan semua pekerjaan proyek tanggul penahan rob, baik di paket I, paket II, paket III maupun di paket IV dalam rangka untuk mengetahui secara pasti sejauhmana progresnya dan permasalahan atau kendala apa yang dihadapi.  Karena, menurut Bupati, proses pekerjaan ini haru cepat. “Saya sudah sampaikan bahwa Pemkab Pekalongan akan membantu penuh untuk rekayasa sosialnya. Saat ini masih ada kendala berkaitan dengan pembebasan lahan karena kita masih menunggu peta bidang dari BPN,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa dana untuk pembebasan lahan adalah sharing antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten. Karena masih terkendala dengan peta bidang, progres pekerjaan baru sekitar 3%. Namun demikian waktunya masih cukup untuk pekerjaan selanjutnya.
“Dengan pantauan kita ke proyek hari ini, saya yakin permasalahan yang ada bisa kita uraikan. Saya akan langsung koordinasi dengan Bapak Gubernur karena proyek ini sangat dinanti-nanti oleh masyarakat,” terang Bupati.
Berkaitan dengan harga ganti rugi lahan yang dibeli untuk proyek tanggul penahan rob ini, Bupati jelaskan bahwa kita masih menunggu tim appraisal (penilai). ”Insya Allah harga  appraisal ini sesuai harga existing bukan NJOP. Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh warga yang tanahnya terdampak pembangunan proyek tanggul penahan rob ini untuk kerjasamanya karena proyek ini kan untuk kebaikan kita bersama untuk mengatasi persoalan kita bersama yakni rob,” katanya.
Seperti yang kita ketahui bahwa bencana rob ini sudah terjadi sejak lama yakni sejak tahun 2008 silam. Dan Pemerintah sangat serius untuk menanggulani rob dengan menggelontorkan dana yang tidak kecil yakni totalnya hampir Rp 600 milyar yang menyambung Kabupaten Pekalongan dengan Kota Pekalongan. Dengan harapan persoalan rob bisa teratasi maksimal akhir tahun 2019.
Dijelaskan Bupati, dengan progres yang masih minim ini kita harus melakukan langkah-langkah akseleratif terhadap permasalahan-permasalahan yang mungkin ada untuk kita urai bersama-sama pula.
Dalam proyek ini, banyak komponen yang terlibat dan bersinergi yaitu Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana yang punya sungai dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang punya lokasi dan masyarakat, serta dari Pemerintah Pusat yang membiayai. Ada juga dari BPN yang berwenang menetapkan peta bidang dan Pemerintan Provinsi yang memiliki kewenangan untuk izin penentuan lokasi (Penlok) untuk menentukan proyek ini. Dan ntuk panjang proyek ini yang Kabupaten Pekalongan sekitar 6,3 kilometer dan Kota Pekalongan sekitar 2 kilometer, sehingga total 8,3 kilometer.
“Dalam rangka mendukung pelaksanaan proyek tanggul penahan rob ini, Pemkab Pekalongan telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Seperti pada hari ini kita melakukan sosialiasi di Desa Semut, Tratebang dan Wonokerto Kulon. Insya Allah seluruh masyarakan mendukung. Tinggal pola komunikasinya yang harus kita bangun dan kita perbaiki sehingga terjadi kesadaran kolektif di tingkat masyarakat untuk mendukung pembangunan tanggul penahan rob ini. Karena saya khawatir nanti kalau musim hujan akan terkendala. Sehingga mumpung ini musim kemarau kita akan mempercepat progres pembangunan tanggul penahan rob ini,” tandas Bupati.
Guna mempercepat pembangunan proyek ini, Bupati instruksikan lahan bengkok segera bangun dulu dan proses administrasi kita lakukan selanjutnya. Karena ini mudah karena milik pemerintah desa. “Untuk tanah milik masyarakat, bagi masyarakat yang belum memahami akan kita lakukan sosialisasi terus-menerus. Kita akan dibantu oleh TNI-Polri dalam sosialisasi ini nanti untuk menyelesaikan semua persoalan. Dan saya yakin bahwa proyek ini akan tepat waktu dan masyarakat akan menikmati hasilnya,” imbuhnya.
Pekalongan – Ada yang berbeda pada upacara bendera yang di laksanakan di SMA Negeri 1 Wiradesa pada senin pagi,(23/7), pasalnya upacara bendera kali ini di pimpin langsung oleh Danramil 10/Wiradesa Kapten Arm Ahmad Wiryadi beserta anggotanya yang turut hadir sebagai petugas upacara.

Melalui amanat yang di bacakan, Danramil Wiryadi menyampaikan bahwa,upacara di laksanakan sebagai pelestarian nilai-nilai perjuangan bangsa indonesia, dan sebagai upaya untuk selalu meningkatkan kecintaan kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain itu Kapten Ahmad Wiryadi juga menyampaikan tentang 4 pilar kebangsaan yang meliputi,Pancalisa UUD 1945,NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Sebagai landasan persatuan dan kesatuan bangsa,Indonesia adalah negara yang besar, maka di perlukan pilar yang kuat pula,yaitu 4 pilar kebangsaan,”Paparnya.
Lebih lanjut Danramil berpesan agar, sebagai generasi muda penerus pemimpin bangsa harus mempunyai karakter kebangsaan yang kuat, dan memiliki jiwa disiplin yang tinggi, sehingga nantinya akan menjadi penerus bangsa yang bisa membawa negara kesatuan republik indonesia ini menuju kejayaan.

“ Dengan masa depan bangsa ini 15 sampai dengan 25 tahun yang akan datang berada di tangan kalian para siswa, untuk itu di butuhkan siswa yang memiliki karakter kebangsaan indonesia dan memiliki disiplin yang tinggi,karena kesuksesan akan berhasil di capai jika memiliki karakter yang tangguh dan jiwa disiplin yang tinggi,”Pungkasnya.


Upacara bendera di SMA Negeri 1 Wiradesa di hadiri ribuan siswanya serta guru pembimbing dan staf,selesai upacara di lanjutkan yel-yel yang di lakukan oleh para siswa sebagai penyemangat untuk melaksanakan aktivitas belajar pagi.**red ( rusg99)


Pekalongan - Satuan Lalu Lintas Polres Pekalongan Kota sedang gencar-gencarnya menggelar operasi rutin di kawasan Jetayu. Hal tersebut dilakukan, guna meminimalisir pelanggaran yang terjadi di Kota Pekalongan. Senin pagi (23/07/18).

Kepada Sapu Lidi, KBO Lantas Polres Pekalongan Kota Iptu Eko Yuli mengatakan, operasi kelengkapan kendaraan ini akan dilakukan setiap harinya baik pagi, sore ataupun malam hari.

Eko menjelaskan, pihaknya menghimbau kepada pengendara untuk selalu berhati-hati, mematuhi rambu-rambu di jalan raya dan melengkapi surat-surat kendraanya. Karena,  jalan di Kota Pekalongan setiap harinya semakin ramai.

Eko menambahkan, dalam operasi pagi ini pihaknya memeriksa 200 kendaraan dan berhasil menindak 80 kendaraan. (Idp)
Pekalongan Kota - Kepolisian Resor Pekalongan Kota, Jawa Tengah, menggelar sepeda sehat dalam menyongsong Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-72, Minggu (22/7) pagi tadi

Peserta sepeda sehat dilepas oleh kapolres pekalongan kota,  Ajun Komisaris Besar Polisi Ferry Sandy Sitepu dari depan Mapolres dengan rute yang dilewati keliling kota Pekalongan, start dan finis di Mapolres Pekalongan Kota.

Terlihat hadir dalam acara tersebut kasdim 0710 pekalongan Mayor Infanteri Hufron , anggota brimob kalibanger  , jajaran Polres Pekalongan Kota serta ribuan masyarakat nampak antusias mengikuti jalanya sepeda santai tersebut.

Kapolres pekalongan kota Ajun Komisaris Besar Polisi Ferry Sandi Sitepu, dalam acara sepeda sehat   menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Kota Pekalongan yang telah mendukung serta berpatisipasi dalam sepeda sehat tersebut.

Pihaknya berharap, melalui sepeda sehat antara polisi dan warga semakin kompak dalam menjaga situasi dan kondisi yang kondusif di Kota Pekalongan.

" Terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah mengikuti kegiatan ini,dan masyarakat kota pekalongan yang sudah ikut menjaga kondusifitas di kota pekalongan,sehingga sampai saat ini kota pekalongan masih selalu dalam keadaan aman dan kondusif,"Paparnya.

Guna memeriahkan dalam acara sepeda sehat tersebut, polres pekalongan kota  menyediakan berbagai macam hadiah hiburan dan hadiah utama berupa mesin cuci dan kulkas untuk di bagikan kepada seluruh peserta sepeda sehat yang beruntung. 

Dalam perayan hari ulang tahun bhayangkara ke - 72 ini, diharapkan polri bisa lebih baik lagi bisa melayani , mengayomi dan melindungi masyrakat.*red(rusg77)
Pekalongan - Bertempat di SMA YMI Wonopringgo, Danramil 07/Wonopringgo kapten Inf sunarto, memberikan pembekalan kepada siswa siswi SMA YMI Wonopringgo dengan materi wawasan kebangsaan,sabtu(21/7/18).

Adapun materi wawasan kebangsaan yang disampaikan antara lain, tentang 4 pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, yang menurutnya memang harus tertanam sejak dini dalam jiwa generasi muda.

Menurut Sunarto, Kekayaan bangsa Indonesia bukan hanya berasal dari sumber daya alam saja, tetapi juga besasal dari sumber daya manusia terutama generasi mudanya.

"Meskipun kekayaan alam kita berlimpah apabila tidak didukung dengan sumber daya manusianya maka tidak akan berarti apa apa, namun apabila sumber daya manusia bagus ditambah dengan kayanya sumber daya alam yang dimiliki maka bangsa kita akan menjadi sangat maju," Jelasnya.

 Untuk menjadikan bangsa kita maju maka generasi muda harus benar benar fokus dan mewujudkan cita - cita tersebut , dengan cara belajar dan belajar jangan mudah menyerah dan selalu berpikir optimis.

Lebih Lanjut Danramil Sunarto menerangkan bahwa, kemajuan dan keutuhan suatu bangsa sangat tergantung pada generasi mudanya.

" Karena generasi mudalah yang nantinya akan meneruskan perjuangan para pahlawan dan menjaga keutuhan NKRI serta menjadi pemimpin - pemimpin bangsa, dan dengan generasi mudalah yang nantinya akan menjadikan Negara kita lebih maju,"imbuhnya.**red ( rusg99 )

Kota Pekalongan – Asisten Teritorial ( Aster ) Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Inf  Satyo Ariyanto tinjau lokasi tmmd kota Pekalongan di kel Setono kec pekalongan timur Kota Pekalongan,Selasa ( 17/7/18)

Dalam tinjaunya secara langsung di lokasi TMMD Kel Setono Kec Pekalongan Timur Aster kolonel Satyo Ariyanto menerangkan bahwa,dengan adanya TMMD tersebut akan bisa membawa dampak yang positif untuk kesejahteraan masyarakat setempat.

“ TMMD ini akan bisa membawa dampak yang positif yaitu mensejahterakan masyarakat,kita bisa lihat yang sedang kita kerjakan ini,dari jalan yang dulunya becek dan berlumpur nantinya akan bisa jadi bagus dan bisa di lewati kendaraan roda empat,serta membuka akses masyarakat yang akan membawa hasil bumi,”Terangnya.

Lebih lanjut Aster menjelaskan bahwa dengan TMMD juga bisa menguatkan budaya lokal dan gotong royong yang ada di masyarakat serta bisa dijadikan sarana bagi prajurit untuk lebih mendekatkan lagi dengan masyarakat.

“Kita berharap dengan TMMD ini akan lebih menguatkan budaya lokal dan gotong royong serta bisa di jadikan sarana bagi prajurit untuk lebih dekat lagi dengan masyarakat dalam rangka kemanunggalan TNI – Rakyat,”pungkasnya

Pekalongan - Gedung Kanzus Sholawat gelar peringatan hari bhayangkara ke-72 dengan di hadiri Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian beserta pejabat tinggi di jajaran Polri maupun TNI pada,selasa(17/7/18).

Nampak hadir dalam acara tersebut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, beserta jajaranya, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono beserta jajarannya, Bupati dan forkopinda Kabupaten Pekalongan serta ribuan santri turut meramaikan acara tersebut.

Dalam sambutanya selaku tuan rumah penyelenggara acara tersebut, Habib Lutfi Ali Bin Yahya menyampaikan, Kapolri memang menyempatkan diri untuk datang merayakan HUT Polri ke-72 bersama warga Pekalongan dan santri.

"Kapolri sengaja datang setelah kami undang, karena kami ingin menyatukan Polri TNI dan para ulama guna menguatkan NKRI," ujarnya.

Habib Lutfi juga menerangkan pentingnya kesatuan dalam mewujudkan NKRI, karena Indonesia rawan perpecahan.

"Kami yakin jika HUT Polri ke-72 dimaknai dengan persatuan, bangsa ini akan tenang tanpa perpecahan. Dan kebersamaan kali ini merupakan benteng ketahanan, jika ada yang mengganggu TNI Polri berarti harus berhadapan dengan rakyat juga," katanya.

Sementara itu Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, baru pertama kali HUT Polri diadakan dan dirayakan oleh masyarakat.

" Baru kali ini masyarakat ikut merayakan HUT Polri,dan saya sangat apresiasi sekali, berarti memang masyarakat sudah ikut merasa memiliki Polri,"Terangnya.

Berakhirnya Sambutan dari kapolri maka selesai juga rangkaian acara peringatan HUT ke-72 bhayangkara yang di gelar di gedung kanzus sholawat,ikut dalam penyambutan kapolri Danrem 071/wijayakusuma Kol Inf Dani Wardana,Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha beserta para kapolres dan Dandim sejajaran pantura.**red(rusg99)


Pekalongan - Tanpa ada pemberitahuan SMA Masehi Pekalongan yang terletak di Jalan Kurinci,  Kecamatan Pekalongan Barat di tutup, Jumat, (13/0718)

Kepada Sapu Lidi, melalui sambungan telepon, Samuel, Kepala Sekolah SMA Masehi mengatakan, pihaknya menerima pemeritahuan penutupan dari pihak yayasan secara mendadak, pada hari Kamis, 12 Juli 2018.

" Pihaknya sama sekali tidak mengetahui kalau sekolah akan ditutup. Adanya penutupan membuat kebingungan bagaimana nasib para guru dan murid-murid karena keputasan penutupan sangat mendadak". Ujar Samuel.

Samuel menambahkan total murid di SMA Masehi ada 40 orang sedangkan jumlah pengajar 16 orang. Kemudian, untuk nasib para guru nanti akan ada rapat bersama pihak yayasan, sedangkan murid akan diserahkan kembali ke orang tua masing-masing.

"Kalupun pindah, disarankan ke SMA Santo Bernadus dan SMP Pius. Namun, pihaknya tidak bisa apa-apa karena keputusan mutlak dari pihak yayasan".

Sementara itu, Alan Fernanda, salah satu peserta aksi saat di temui di sekolah menjelaskan, ia menggelar aksi bersama temannya karena para murid ingin memperjuangkan nasipnya agar bisa bersekolah.

" Ia baru tahu sekolah ditutup pagi tadi, padahal tiga hari lagi sudah waktunya masuk sekolah dan jika disuruh mendafar ke sekolah lain pendaftaran sudah ditutup.

Alan menambahkan, Ia ingin masih sekolah, tapi kadaan seperti ini ia jadi bingung mau sekolah dimana dan orang tua juga masih menunggu keputusan dari yayasan. (Idp)

Pekalongan - Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pekalongan Kota, berhasil menangkap pasangan suami istri spesialis pelaku pencongkel jok motor di kawasan Desa Watusalam, Kecamatan Buaran, Kabuapten Pekalongan.
Pelaku berinisial MM, umur 28 tahun, warga Kelurahan Bendan Kergon, Kecamatan Pekalongan Barat dan seorang wanita PE, umur 21 tahun warga Kelurahan Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat.
Hal tersebut diungkapkan, Waka Polres Pekalongan Kota Kompol I Wayan Tudy saat menggelar pres release di halaman Mapolres setempat.
Wayan mengatakan, pelaku berhasil diamankan setelah buron lebih dari dua minggu. Pelaku diduga, nekat melakukan pencurian di siang hari lantaran terdesak tuntutan ekonomi.
Menurut Tedy, barang bukti yang hasil amankan berupa sebuah hp, satu lembar foto copy atas nama korban, dua buah kartu ATM atas uang tunai 500 ribu dan satu unit sepeda motor yang digunakan untuk melakukan kejahatan.
Tedy menambahkan, tersangka akan kenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara minimal tujuh tahun penjara. (Idp)


Pekalongan - Dalam rangka untuk mencegah aksi terorisme dan radikalisme, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, mengajak seluruh masyarakat untuk menonton film yang bertemakan pemberantasan terorisme yang berjudul 22 menit.

“Nanti masyarakat bisa menonton film action yang berjudul 22 menit di bioskop terdekat, yang rencananya akan di putar secara serentak pada Kamis (19/7/2018). Diharapkan setelah menonton film tersebut nantinya masyarakat akan lebih paham serta bisa mendeteksi dini mengenai radikalisme dan aksi terorisme,” ujar Wawan.

Kapolres mengatakan, untuk mensosialisasikan undang-undang terorisme pihaknya telah meminta kepada seluruh elemen masyarakat, Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk bersama-sama mensosialisasikan kepada masyarakat.

Sebelumnya, film action yang diperankan oleh aktor Ario Bayu, berjudul  “22 Menit”  akan segera tayang di bioskop seluruh indonesia. Film ini di sutradarai oleh Eugene Panji dan Myrna Paramitha Pohan, yang menceritakan tentang aksi teror bom Thamrin pada 14 Januari 2016 lalu.

Film berdurasi 80 menit tersebut menjanjikan adegan yang membuat dada bergetar. Seperti ledakan bom, baku tembak dan adekan berbahaya lainnya.

Wawan menambahkan, pesan besar dalam film ini, bahwa polisi siap mengamankan setiap aksi terorisme dan radikalisme di tengah masyarakat. (Idp)

Kota Pekalongan – Guna mempertajam naluri inteljen anggota Unit Intel Kodim 0710/Pekalongan,Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha membuka kegiatan Latihan Tehnis Inteljen (Latnis intel) bertempat di Aula Makodim setempat,Senin (16/7/18).

Selain untuk mempertajam naluri inteljen juga di harapkan dalam kegiatan Latnis Intel tersebut,bisa di gunakan sebagai sarana berlatih sehingga kedepan sebagai anggota unit intel akan lebih profesional dan mahir dalam bidangnya.

Saat membuka kegiatan tersebut, Dandim Muhammad Ridha menekankan kepada para aparat inteljen di jajaranya agar, wajib mempunyai kepekaan informasi sekecil apapun di wilayah teritori yang menjadi tanggung jawabnya.

"Ancaman stabilitas keamanan bisa timbul karena hal-hal kecil, oleh sebab itu sebagai aparat inteljen diharapkan terus mengikuti perkembangan dan terus meningkatkan kemampuan serta terus memberikan informasi yang akurat sekecil apapun, sehingga akan tepat dalam mengambil tindakan selanjutnya," Jelas Dandim.

Lebih lanjut Dandim Muhammad Ridha menegaskan akan pentingnya deteksi dini,cegah dini,lapor cepat dan temu cepat guna  mencegah terjadinya hal-hal yang bisa mengancam stabilitas keamanan negara.**red (rusg99)