June 2018
Pekalongan - Jajaran Forkompinda kab Pekalongan, memastikan pemilihan gubernur dan wakil gubernur jawa tengah 2018 berjalan aman dan kondusif dengan melaksanakan pemantauan langsung ke wilayah,rabu(27/6)

Mengawali pemantauan, Dandim Muhammad Ridha bersama Forkompinda kab pekalongan meninjau langsung di tps 1 dan 2 di desa pesanggrahan kec wonokerto.

Dalam pemantauannya, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, semua berjalan dengan baik lancar, tingkat partisipasi juga menggembirakan.

 " Ini kita berada di salah satu TPS yang kesehariannya adalah terkena dampak rob namun, berdasarkan daftar hadir yang sudah disampaikan, para pemilih ternyata tidak terpengaruh, sudah 50% lebih,"ungkap Bupati.

Menurut Bupati Asip, ini menunjukkan bahwa kondisi alam itu, tidak menjadi tantangan bagi para pemilih warga Kabupaten Pekalongan untuk berpartisipasi memilih pemimpin terbaik untuk 5 tahun ke depan.

 " Saya juga apresiasi kepada Dandim 0710 pekalongan dan Kapolres yang sudah menjaga konsistensi dan kondusifitas wilayah, sehingga sampai sekarang tidak ada gesekan dan hal menonjol di wilayah,"Imbuhnya.
Pekalongan - Guna menciptakan wilayah yang kondusif menjelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur pada tanggal 27 juni 2018,kodim 0710 pekalongan dan polres pekalongan menggelar Apel Besar di lanjutkan patroli gabungan bertempat di depan Mapolres Pekalongan Selasa,26/06/18.

Apel ini di pimpin langsung oleh  Dandim 0710 Pekalongan dan Kapolres Pekalongan yang di hadiri personil TNI - POLRI yang terlibat dalam pengamanan Pilkada Jateng 2018 ini.

Dalam sambutanya Dandim 0710 Pekalongan letkol Inf Muhammad Ridha menjelaskan tentang tugas dan tanggung jawab sebagai aparat yang mengamankan jalanya pemilu agar berjalan lancar  dan damai.

Dandim M.Ridha selain menegaskan tentang netralitas, juga menekankan agar seluruh prajurit bisa menganalisa segala kemungkinan yang terjadi, dengan melaksanakan deteksi dini, cegah dini, serta lapor cepat apabila menemukan indikasi yang bisa mengganggu jalanya pemilihan dilapangan.

" Sebagai aparat harus bisa mendeteksi secara dini dengan melaksanakan cegah dini,deteksi dini serta temu cepat dan lapor cepat sehingga apabila menemukan indikasi-indikasi yang bisa mengganggu jalannya pemilu bisa segera di ambil tindakan pencegahan,"tegas Dandim.

Sementara ditempat yang sama, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan juga menegaskan agar menjaga netralitas, jangan melakukan tindakan - tindakan yang bisa merugikn nama baik TNI - POLRI,"Ucap Kapolres.

" Hilangkan atau jauhi para anggapan masyarakat bahwasanya   TNI - POLRI tidak netral,"jelasnya.

Lanjut Kapolres menegaskan bahwa, Keberhasilan tugas ini adalah keberhasilan bersama jangan sampai gagal. Kita melaksanakan tugas ini demi NKRI,"Pungkas Kapolres.**red(rusg99)
Pekalongan – Guna membantu gelaran pilkada di wilayah Kab dan kota Pekalongan,kodim 0710 Pekalongan menggelar apel Pam pilkada yang bertempat di Makodim setempat pada,senin 25 juni 2018

Apel gelar Pam pilkada juga di maksudkan untuk menyampaikan hal-hal yang menjadi tanggung jawab dan larangan yang harus di patuhi seorang prajurit dalam melaksanakan pengamanan.

Untuk pengamanan Pilkada sendiri menurut Dandim Muhammad Ridha,Kodim 0710 pekalongan menerjunkan 350 prajuritnya yang akan di sebar di seluruh TPS yang ada di wilayah Kota maupun Kan Pekalongan.

“ Kodim 0710 pekalongan akan menerjunkan 350 anggota,yang akan kita sebar ke TPS –TPS yang ada di wilayah Kota maupun Kab pekalongan,”terang Dandim.

Dandim Muhamad Ridha menghimbau kepada prajuritnya agar bisa melaksanakan tugas di lapangan dengan sebaik-baiknya dengan tetap melaksanakan cegah dini,deteksi dini termasuk temu cepat dan lapor cepat bila menemui permasalahan di lapangan.

“ Untuk anggota di lapangan agar tetap bersinergi dengan Babinkamtibmas dan KPU yang ada, dalam rangka mensukseskan gelaran pilkada yang akan dilaksanakan,”Imbuhnya.
Pekalongan – Upacara pengibaran bendera sang merah putih rutin digelar setiap hari senin pada setiap minggunya di Kodim 0710 Pekalongan,hal tersebut dilakukan sebagai wujud pengabdian,penghormatan serta mencipatakan jiwa disiplin prajurit agar tidak luntur.

Tak terkecuali pada setiap senin di akhir bulan untuk kodim 0710 pekalongan menggelar upacara minggu militer yang mana upacara tersebut sama dengan yang dilaksankan pada setiap senin hari biasa namun perbedaanya adalah waktunya di minggu militer.

Pada upacara minggu militer senin,25 juni 2018 Dandim 0710 Pekalongan memimpin langsung jalanya upacara tersebut,ada hal yang di tekankan pada prajuritnya dalam kesempatan tersebut yaitu tentang kedisiplinan sebagai prajurit.

“Sebagai prajurit harus mempunyai tampilan prajurit,jangan bersikap seperti sipil karena kita adalah prajurit yang terlatih,”Tegas Dandim.

Menurutnya minggu militer juga bisa di gunakan sebagai sarana melatih jiwa militer agar tidak luntur

“ Waktu minggu militer adalah kesempatan bagi prajurit untuk bisa berlatih lagi tentang dasar-dasar prajurit, sehingga jiwa militer yang sudah di punyai tidak luntur,”tandanya.

Pekalongan – Amankan Distribusian logistik Pemilahan Umum Gubernur 2018, Polres Pekalongan menerjunkan puluhan personil dengan senjata lengkap. Pendistribusian, sendiri dilakukan dari kantor KPU Kabupaten Pekalongan dan gudang penyimpanan logistik yang berada di desa Kebunagung Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. Minggu (24/6/18)

Apel Pengawalan pendistribusian logistik Pilgub Jateng 2018 di pimpinl langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan bertempat di halaman Kantor KPU kabupaten Pekalongan.

Menurut Wawan, pengamanan  logistik sudah di lakukan sejak Sabtu 23 Juni 2018. Kemudian, pihaknya juga menekanan kepada personil yang akan melakukan pengawalan agar selalu waspada dalam pengawalan meskipun wilayah Kabupaten Pekalongan relatif aman dan Kondusif.

Wawan mengantakn, pengawalan ini sesuai SOP, jangan lengah, selalu waspada, ingatkan sopir jangan membuat rute sendiri, rute pengdistribusian sesuai dengan yang telah ditetapkan KPU. Kemudian, jangan segan-segan bertindak tegas dan terukur apabila terjadi hal yang mengancam diri dan logistik Pilgub.

“protapnya jelas dalam pengawalan setiap truk pengangkut logistik Pilgub Jateng 2018 didalamnya terdapat 1 personil bersenjata lengkap kemudian didepan dikawal Mobil Patroli Backbone dan dalam perjalanan personil yang didalam mobil patroli Backbone melaporkan kepada Polsek yang dilalui selain itu juga harus melaporkan kepada petugas jaga yang berada di kantor KPU agar semua termonitor” tambah AKBP Wawan.

Dalam pengawalan ini Polri Khususnya Polres Pekalongan tidak mau kecolongan akan kejadian yang dapat menghambat pelaksanaan Pilgub Jateng pada hari Rabu 27 Juni 2018. Pihaknya, all out dalam pengamanan Pilgub Jateng 2018 in dan pihaknya harapkan dengan kerja maksimal personil didukung kontrol dan motivasi dari pimpinan semoga tugas yang kita emban sebagai salah satu poin menyukseskan Pilgub Jateng 2018 agar berjalan aman lancar dan ingat Polri Netral. ( Idp )
Pekalongan - Koramil 17/Lebakbarang bersama masyarakat, BPBD,PU Kab Pekalongan. Minggu pagi 24 juni 2018 bersama-sama melaksanakan kerja bhakti dengan sasaran pembersihan material longsor yang menimbun jalan penghubung antar desa sidomulyo dengan desa timbangsari.

Dengan dibantu  alat berat/excavator dari PU kab. Pekalongan, kondisi sekarang jalan sudah dapat dilalui /lewati kendaraan roda 2 maupun 4.

Seperti di ketahui bahwa telah terjadi longsor yang telah mengakibatkan akses dua desa terputus yaitu desa Sidomulyo dan desa Tembelang Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan pada sabtu sore (23/6).

Sebelumnya diterangkan Kapten Inf Aryanto Danramil 17 Lebakbarang, karena matrial longsor yang menimbun jalan kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

"Tebing yang longsor panjangnya sekitar 20 meter, lebar 10 meter dan  tinggi 10 meter," ujarnya.

Lebih lanjut Kapten Inf Aryanto menjelaskan, karena vitalnya jalan tersebut maka koramil besama masyarakat dan dinas terkait berkoordinasi agar jalan yang tertutup bisa segera di lalui kembali.

"Alhamdulilah pagi ini kita bersama masyarakat dan petugas gabungan melakukan pembersihan matrial longsor yang menutup akses warga, sehingga jalan yang tertutup longsor sudah normal kembali," paparnya.

Berikut personil yang tergabung dalam pemberaihan material longsor di kec Lebakbarang, Koramil 17 Lebakbarang menerjunkan 6 orang babinsa, BPBD kab pekalongan 3 orang, Staf kecamatan Lebakbarang 1 orang, PU kab Pekalongan 4 orang beserta alat berat, Kades sidomulyo serta masyarakat setempat 20 orang.**red( rusg99)
Pekalongan - Akses Desa Sidomulyo ke Desa Tembelang Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan terputus akibat tertimbun matrial longsor, Sabtu (23/62018).

Pasalnya hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan sejak sore hari mengakibatkan tebing di Dukuh Makirah longsor Desa Sidomulyo longsor dan menutup akses warga.

Diterangkan Kapten Inf Aryanto Danramil 17 Lebakbarang, karena matrial longsor yang menimbun jalan kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

"Tebing yang longsor panjangnya sekitar 20 meter, lebar 10 meter dan  tinggi 10 meter," ujarnya.

Kapten Inf Aryanto menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan kerja bhakti memindah matrial longsor berupa tanah.

"Petugas gabungan masih melakukan koordinasi guna memindahkan matrial longsor yang menutup akses warga, karena membutuhkan alat berat untuk memindahkan matrial longsor," paparnya.

Pihaknya menjelaskan bencana longsor tersebut tidak makan korban jiwa dan kerugian bangunan milik masyarakat.

"Hanya saja warga tidak bisa kemana-mana karena akses tertutup, namun kami bersama istansi terkait baik dari pemerintah desa, DPU Taru dan BPBD akan segera bertindak," timpalnya.


Pekalongan - Dukung Pilkada damai Front Pembela Islam Kota Pekalongan dan Polri menggelar silahturahmi untuk membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat guna mensukseskan Pilkada 2018, Pileg dan Pilpres 2019.

Kegiatan tersebut digelar bertempat di Kantor Sekretariat FPI yang ada di Jalan Sumatra, Kamis ( 22/06/18)

Menurut Ketua DPW FPI Kota Pekalongan Abu Ayyas mengatakan, dalam deklarasi tersebut pihaknya siap mendukung pemerintah dalam rangka mensukseskan Pilkada dan Pilpres 2019 serta menjaga keamanan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain itu juga, dalam menentukan suara dalam menentukan suara umat beragama pihaknya mengedepankan nilai-nilai kebinekaaan dan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai Pancasila serta UUD 1945.



Abu menambahkan, pihanknyamenghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk masing-masing pendukung pasangan calon untuk siap berkompetisi dengan cara yang jujur, adil, bermartabat serta siap menerima hasil perolehan suara dengan cara elegan. ( Idp )


Pekalongan - Komisi Pemilihan Umum  Kota Pekalongan sudah mulai melakukan packing dan penyegelan terhadap logistik dan kotak suara untuk penyelenggaraan Pilgub Jawa Tengah yang akan di selenggarakan pada tanggal 27 Juni 2018.

Ketua KPU setempat, Abdul Basir mengatakan, pemackingan sudah dilakukan sejak Jumat kemarin dengan diawali untuk Kecamatan Pekalongan Barat dan Utara. Kemudian, pada hari Sabtu 23 Juni 2018, akan dilakukan kegiatan serupa untuk  wilayah Pekalongan Selatan dan Pekalongan Timur.

Basir mengatakan, beberapa logistik yang ada akan didistribusikan yakni surat suara sesuai DPT dengan tambahan 2,5 persen, tinta, alat coblos, form C atau berita acara, kantong plastik, template, spidol besar maupun kecil.



Basir menjelaskan, para pihak penyelenggara seperti PPS dan PPK diajak mengecek bersama-sama agar mengetahui isi logistik dalam kotak suara, sehingga pada hari H tidak bingung dan tidak terjadi kekurangan
Basir menambahkan, setelah selesai dipacking maka logistik akan didistribusikan dari KPU ke kecamatan mulai Hari Minggu, 24 Juni 2018.

Kemudian melalui kecamatan akan didistribusikan ke PPS, dilanjutkan dari PPS ke TPS pada Hari Selasa atau Rabu sebelum pukul 7 pagi. ( Idp )
Kadispenad menegaskan bahwa dalam perhelatan Pilkada Serentak 2108 maupun tahapan Pemilihan Legistlatif dan Pemilihan Presiden/Wakil Presiden, TNI AD senantiasa menjaga dan memegang teguh Netralitas TNI. *Hal ini tidak terlepas dari komitmen TNI AD yang sering disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat.

Dalam pernyataan resminya di Mabesad, Jumat (22/6/2018), Brigen TNI Alfret Denny D. Tuejeh menyampaikan bahwa “Bagi TNI AD, netralitas TNI merupakan jiwa, nafas dan sikap setiap prajurit. Tidak hanya terkait dengan pesta Demokrasi namun juga dalam kehidupan kesehariannya, baik didalam kedinasan maupun kehidupan sosial kemasyarakatan. Ini sudah final, tidak bisa ditawar-tawar, bahkan diragukan maupun dipertanyakan lagi”.

Kemudian, dalam menyikapi situasi Politik  yang demikian dinamis menjelang hari pencoblosan tanggal 27 Juni 2018, Kadispenad mengajak agar seluruh komponen bangsa untuk sama-sama mendukung pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah dengan baik. 

“Menjelang hari pemilihan yang sudah tinggal hitungan jari, TNI AD mendorong agar seluruh rakyat Indonesia untuk terlibat secara aktif dan positif guna mendukung terlaksananya pemilihan kepala daerah serentak di 171 wilayah secara langsung, umum, jujur, adil serta damai” Imbuhnya.

Selanjutnya,  dalam menyikapi keikutsertaan para purnawirawan dalam Pilkada, Kadispenad juga menyatakan bahwa sebagaimana telah diatur dalam UUD 1945 dan UU TNI No 34 tahun 2004, TNI AD tidak akan pernah terlibat, melibatkan diri atau dilibatkan dalam politik praktis.

“Tugas TNI hanya mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. Adapun tugas dan peran dalam pengamanan pelaksanaan pesta demokrasi, sifatnya hanya tugas bantuan kepada Polri. TNI AD tidak mempunyai niat sedikitpun untuk mempengaruhi proses maupun hasilnya. Kita (TNI AD) senantiasa menempatkan diri diatas kepentingan seluruh  rakyat dan bangsa Indonesia”, tutur lulusan Akademi Militer angkatan 1988 ini.

 “Saya ingatkan kembali, sebagaimana yang telah disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat, meski dibeberapa daerah terdapat para purnawirawan TNI yang mencalonkan diri, bagi Angkatan Darat itu merupakan hak politik mereka sebagai masyarakat sipil dan tidak ada hubungannya dengan Angkatan Darat lagi” tegasnya.

“Dengan adanya Perintah Presiden, Panglima TNI dan Kasad, serta penekanan pada setiap pengarahan kepada prajurit, baik dalam kunjungan kerja bahkan safari ramadan, yang juga memerintahkan prajurit agar netral, maka seharusnya tidak ada lagi yang meragukan Komitmen TNI AD terkait masalah Netralitas. Kalaupun ada yang terindikasi tidak netral, itu mungkin saja terjadi kepada oknum tertentu. TNI AD sangat berterima kasih menerima masukan dan kritikan, kalau memang ada prajurit yang tidak netral. Hal ini menunjukan kecintaan terhadap TNI AD dalam mengawal Proses demokrasi di Indonesia. Namun pada sisi lain, kita berharap ada masukan yang pasti dan jelas, siapa prajurit yang tidak netral, dari satuan mana asalnya. Sehingga bukan hanya asal bicara tapi tidak menunjukan bukti yang benar. Kalau ada laporkan secara resmi dan benar, pasti akan kita tindak secara tegas dan bahkan terbuka. Proses hukum terhadap prajurit yang tidak netral juga merupakan bagian dari proses demokrasi yang baik di Indonesia”.

“Kemudian, bagi TNI AD, perilaku ini (ketidaknetralan) tidak hanya menciderai kepercayaan masyarakat namun juga melanggar perintah atasan yang sudah sering disampaikan bahkan sumpah dan janjinya sebagai prajurit serta amanah undang-undang. Ini bukan hanya sekedar retorika belaka, kita akan lihat bersama, apakah TNI AD menindaklanjutinya atau tidak, dan publik pun bisa menilai komitmen dan integritas ini” ucap Jenderal berbintang satu yang oleh Media akrab dipanggil Brigjen Denny.

Sebelum mengakhiri, atas nama TNI AD, Kadispenad juga berharap agar seluruh komponen bangsa untuk menghentikan sorotan atau polemik netralitas TNI. "Percayalah, sebagai prajurit Sapta Marga, kita tidak pernah berkeinginan untuk menggores bahkan melukai hati rakyatnya hanya demi kepentingan perorangan ataupun kelompok tertentu” pungkas Kadispenad.

Pekalongan – Ribuan orang memadati Lapangan Kuripan Lor, Pekalongan Selatan Kota Pekalongan, mereka berkumpul dilapangan tersebut untuk menyaksikan java balon festival,Jum’at (22/6)

Dalam festival tersebut, kelompok-kelompok pengrajin balon tradisional asal Pekalongan dan sekitar memperlihatkan kebolehannya membuat balon udara.

Adapun beberapa kelompok yang mengikuti perlombaan tersebut dengan menggunakan kertas minyak untuk membuat balon raksasa dan mengisi balon dengan asap dari perapian agar bisa terbang.

Rata-rata peserta lomba menghabisakan Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta untuk membuat balon, kalau proses pembuatan tergantung dari tingkat kesulitan balon ada yang 4 hari ada yang dua minggu.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub RI Agus Santoso yang datang dan menyaksikan langsung festival tersebut menerangkan, festival sengaja diadakan untuk meminalisir pelepasan balon udara saat Lebaran yang membahayakan penerbangan.

"Dengan adanya festival balon udara yang ditambatkan atau ditali setinggi 150 meter masyarakat bisa menikmati keiindahan balon udara kreasi warga sekitar," terangnya.

Agus menegaskan jika ada masyarakat yang menerbangkan balon udara melebihi batas ketinggian 150 meter akan ditindak secara tegas.

"Karena tak jarang ada balin yang terbang hingga ketinggian 10 ribu meter dan sangat mengancam pesawat yang melintas. Acara ini juga merupakan sosialisasi bagi masyarakat agar merayakan Lebaran dengan cara menerbangkan balon udara yang ditambatkan," jelasnya.

Sementara itu Dandim 0710 Pekalongan dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi dengan kegiatan yang di gelar tesebut, Dandim berharap, perlombaan balon udara terus diadakan agar krestifitas masyarakat khususnya pembuat balon udara tersalurkan.

"Karena setiap Lebaran hingga bulan Syawal masyarakat sekitar Pekalongan acapkali menerbangkan balon udara dan hal tersebut sudah menjadi budaya. Dengan adanya festival semacam ini kreatifitas masyarakat bisa tersalurkan dan tidak membahayakan bagi dunia penerbangan di Indonesia," Imbuhnya.



Pekalongan – Tradisi syawalan di kota pekalongan tahun ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya,karena selain tardisi pemotongan lopis raksasa juga banyak kegiatan lain yang di gelar yang antara lain, festival balon udara,kirab budaya jarik jlamprang 99 dan pentas seni yang di gelar mulai tanggal 21 sampai dengan 22 juni 2018.

Dandim 0710 pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha yang memang bukan asli orang pekalongan mengungkapkan,menurutnya menjadi hal yang sangat menarik, karena perayaan syawalan di kota pekalongan ternyata banyak hal yang unik dan menarik yang merupakan budaya asli pekalongan.

“Ada hal unik dan menarik yang dilakukan masyarakat Kota Pekalongan tepatnya di kel.Krapyak Kecamatan Pekalongan Utara untuk menyambut bulan Syawal. Yaitu dengan cara membuat lopis kemudian dibagikan ke masyarakat,”Terang Dandim.

Diketahui lopis merupakan makanan tradisional berbahan beras ketan yang dibungkus daun pisang kemudian ditanak.

Namun bukan lopis biasa yang dibagikan ke masyarakat, melainkan lopis raksasa dengan berat 1652 kilogram dan tinggi 188 centimeter serta diameter 86 centimeter.

Pembuatan lopis tersebut melibatkan ratusan masyarakat dan memerlukan bahan bakar berupa kayu sebanyak 8 kubik untuk menanak lupis selama 4 hari 5 malam.

Lopis tersebut sangat ditunggu oleh masyarakat, tak hanya masyarakat sekitar yang berdesakan untuk mendapatkan sepotong lopis bahkan masyarakat luar daerah juga ikut memenuhi lokasi pembagian lupis tersebut.

Untuk acara pemotongan lopis sendiri secara simbolis di awali oleh Walikota pekalongan dilanjutkan oleh Dandim 0710 Pekalongan Letkol nf Muhammad Ridha serta jajaran Forkompinda Kota Pekalongan.

"Kita berharap dengan banyaknya kegiatan syawalan yang banyak melibatkan masyarakat dan semua elemen yang ada di kota pekalongan ini akan bisa menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan serta cinta akan NKRI," imbuh Dandim. red(rusg99)


Pekalongan - Serangkaian kegiatan sawalan di kota pekalongan di isi dengan berbagai acara, diantaranya adalah festival balon udara,kirab budaya 99 jaril jlamprang dan tradisi lopis raksasa yang akan di gelar pada jum'at 22 juni 2018 besuk.
Untuk festival budaya jarik jlamprang 99, menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat kota pekalongan,pasalnya kirab tersebut di ikuti oleh budaya-budaya lokal serta instansi terkait di kota pekalongan.
Berikut daftar peserta kirab budaya jarik jlamprang 99 yang dilaksanakan oleh kota pekalongan,pertama adalah Paskibra 2018, Drumband MTs Nurul Islam, TNI Kodim 0710/Pekalongan, Posal AL kota Pekalongan, Umbul-imbul Jlamprang, Penari Jarik Jlamprang dan Musik Rampak, Gulungan Lopis, Ikon Djarum, PS. Leo Krapyak, Musik Rampak Pagar Bambu, Prajurit Jlamprang, Musik Rampak TPG, Musik Rampak Bang Jali, Gunungan Perahu Pegirikan, PS. RAO Landung sari serta musik rampak respek.
Dandim 0710 pekalongan Letkol Inf Muhamad Ridha sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, pasalnya masyarakat mempunyai kegiatan yang sangat positif dalam mengisi kegiatan syawalan tahun ini.
" Saya sangat mengapresiasi kegiatan dalam rangka syawalan ini,karena diisi dengan kegiatan - kegiatan yang positif dan memberi inspirasi serta motivasi baru yang sangat berguna bagi kepentingan umum,"jelas Dandim.

Pekalongan – Guna mempererat tali silahturahmi dan saling memaafkan, yang masih dalam suasana Idul fitri, kodim 0710 pekalongan menggelar acara halal bihalal,acara di gelar di aula serbaguna dan halaman makodim setempat,kamis(21/6).

Acara halal bihalal di pimpin langsung oleh Dandim 0710 pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha,dan di hadiri seluruh prajurit kodim dan ASN jajaran kodim 0710 pekalongan,dengan menghadirkan Ust Nurkhan sebagai penceramah yang juga sebagai Danramil 08 Bojong.

Dalam sambutanya Dandim Ridha menyampaikan, kegiatan halal bihalal di gelar untuk saling mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan, karena masih dalam suasana Idul Fitri.

" Kegiatan Ini kita laksanakan untuk mempererat tali silahturahmi serta saling memaafkan, karena setelah selama sebulan melaksanakan ibadah puasa mungkin ada salah dan kekhilafan yang saling kita perbuat,"terang Dandim.

Lebih lanjut Dandim M.Ridha berharap, kedepanya seluruh prajurit dan ASN akan lebih bersemangat lagi dalam menjalankan tugas pokok,karena tugas –tugas yang akan datang juga masih banyak yang harus terselesaikan.

“ Setelah melaksanakan pengamanan lebaran dan perayaan Idul fitri ini,saya berharap kedepanya akan lebih bersemangat lagi dalam bertugas,karena dalam waktu dekat akan ada pelaksanaan pemilihan gubernur dan pemilu di tahun 2019 mendatang,”Pungkas Dandim.


Pekalongan - Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha,S.S S.IP., secara simbolis menyalurkan zakat fitrah, keluarga besar Kodim 0710 Pekalongan tahun 1439 H yang bertempat di Koramil 19 Pekalongan Utara. Yang dilanjutkan dengan pendistribusian oleh masing-masing Koramil jajaran Kodim 0710 Pekalongan kepada warga binaan yang berhak mendapatkan zakat fitrah,Rabu (13/6/2018).

Adapun Zakat Fitrah yang di salurkan adalah hasil zakat yang di kumpulkan dari Keluarga besar Kodim 0710 Pekalongan beserta keluarganya, kemudian Zakat yang terkumpul tersebut  didistribusikan kepada para penerima zakat.

Menurut Dandim M.Ridha menjelaskan, untuk tahun ini dari 1.6 ton  Zakat yang terkumpul akan di salurkan kepada yang berhak ,namun demikian diprioritaskan di daerah yang terdampak rob.

“Kita salurkan Zakat fitrah ini kepada yang berhak menerima,namun demikian kita juga memproritaskan di daerah yang kemarin terdampak bencana rob,”jelas Dandim.

Pihaknya berharap dengan adanya prioritas pembagian Zakat di daerah yang terdampak rob tersebut akan tepat sasaran, dengan tetap mempertimbangkan bahwa, masyarakat yang menerima zakat adalah memang yang seharusnya berhak menerima Zakat fitrah.

Sementara itu salah satu warga yang menerima zakat dari kodim 0710 pekalongan Rizahudin, mengaku sangat berterima kasih atas di berikanya zakat kali ini,pasalnya dari kodim 0710 pekalongan,memang baru kali ini memberikan zakat yang jumlah koutanya lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

“ Saya berharap kedepanya Kodim 0710 Pekalongan,dalam pembagian zakat fitrah ini, akan tetap memprioritaskan daerah kami,karena memang warga sangat membutuhkan dan banyak warga kita yang memang berhak menerima zakat ini,”Jelasnya.**red ( Rusg99)




Pekalongan - Kepala Cabang PT Jasa Raharja Jawa Tengah Harwan Muldidarmawan, siap memberikan layanan secara cepat menjelang dan sesudah ebaran 2018, yakni H-7 hingga H+7 apabila ada pelaporan terjadinya kecelakaan.

Menurut Harwan, walaupun target yang diberikan selama 4 hari, namun sekarang bisa diproses dalam waktu kurang dari dua hari. Apabila, proses dan berkas sari pihak berwajib sudah semua. Pencairan hanya butuh 20 menit. Selain itu juga, pihaknya juga mengatakan, dalam pencairanya juga pihaknya bekerja sama dengan perbankan.



Harwan menambahkan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar cepat melapor, jika terjadi kecelakaan agar proses pemberkasan dan pencairan santunan cepat dilakukan. ( Idp )


Pekalongan - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa puncak arus balik lebaran 2018 di prediksi terjadi pada tanggal 19 dan 20 Juni 2018.

Hal tersebut diungkapkan, saat cek posko terpadu di pos THR, yang berada di Jalan Pemuda, Selasa, 12/06/18.

Menurut Budi, hasil dari prediksi memang tanggal tersebut puncak arus balik, namun pada tanggal 21 hanya ada kegiatan pada hari Jumat saja. Dipastikan, arus balik tidak terjadi apa-apa.



Budi mengatakan, di arus balik ini pihaknya akan menambahkan rest area di sepanjang jalan yang berada di Pantura maupun di tol fungsional.

Budi menambahkan, untuk puncak arus mudik sendiri sudah terlewati dan dari hasil pengamatan puncaknya tertinggi terjadi pada H-7. ( Idp )

Pekalongan – Menteri Perhubungan Republik Indonesia Ir. Budi Karya Sumadi,memastikan arus mudik di wilayah Kota Pekalongan dengan melakukan kunjungan resmi serta melakukan pengecekan ke pos-pos pengamanan yang ada di wilayah kota pekalongan pada,Selasa (12/6 ).

Selaian melakukan pengecekan secara langsung,Menteri Perhubungan juga memberikan bingkisan kepada anggota yang saat itu sedang melaksanakan jaga di pos pengamanan sebagai pemberian semangat dan moril bagi anggota yang melaksanakan pemantauan arus lalulintas.

Tak terkecuali, Dandim 0710 pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, yang saat itu ikut mendampingi kunjungan Menteri Perhubungan juga berkesempatan memberikan bingkisan tersebut kepada anggota yang saat itu sedang melaksanakan jaga di pos pengamanan

Kepada awak media Menteri Perhubungan Budi Karya menjelaskan bahwa,dalam pemantauan arus mudik untuk tahun 2018 ini ada penurunan jumlah kendaraan yang mudik,sehingga terpantau arus lalulintas mayoritas lancar

“ Untuk arus mudik tahun ini terpantau lancar dan ada penurunan volume kendaraan yang mudik,dan untuk puncak arus mudik sendiri sampai saat ini sudah lewat,namun perlu kewaspadaan untuk arus balik yang di perkiarakan akan jatuh pada tanggal 19 dan 20 juni mendatang,”Terangnya.

Dalam kunjungannya ke Kota pekalonga ada dua pos pam yang di datangi menteri Perhubungan yaitu Pos Pam THR dan pos pam terminal Kota Pekalongan.**red ( Rusg99)



Pekalongan - Kepala Jasa Raharja Cabang Jawa Tengah Harwan Muldidarmawan, meninjau langsung pos pelayanan terpadu atau mudik dan balik lebaran 2018 di cek points yang berada di Markas Brimob Kalibanger, Minggu sore,10/6/18

Menurut Harwan, pos cek points ini diperuntungkan oleh pemudik baik roda dua maupun roda empat. Pihaknya, membuka 3 cek points yang tersebar di wilayah Jawa Tengah, untuk di wilayah Pantura di Markas Brimob Kalibanger dan di reset area Kelang Depok, Pemalang sedangkan untuk wilayah Pantai Selatan di Cilacap serta Kebumen.

Harwan mengatakan, banyak sekali fasilitas yang di berikan kepada pemudik, seperti tes kesehatan, pijat dan hiburan semuanya gratis serta 24 jam. Selain itu juga, pemudik bisa menikmati fasilitas bengkel yang sudah disiapkan.

Harwan mengungkapkan, untuk di Pantura akan di buka dari H-7 hingga H+1, sedangkan untuk wilayah Pansel akan buka di H+1 hingga H+7.



Harwan menambahkan, pihaknya menghimbau kepada pemudik untuk selalu menjaga kesehatannya di jalan, apabila lelah segera istirahat dan selalu tertib berlalulintas.

Sementara itu, Sugiyanta pemudik dari Lampung yang hendak ke Yogyakarta mengatakan, adanya posko kesehatan sangatlah bermanfaat bagi pemudik dan ia sengaja cek kesehatan agar selama perjalanan selalu sehat.

Sugiyanta menambahkan, ia berharap semoga layanan ini saat mudik selalu ada. (Idp)


Pekalongan - Rachma Mulya ( 34 ) warga Klego, Kecamatan Pekalongan Timur yang hendak mudik di Semarang mengapresiasi kepada pemerintah mengenai kenyamanan yang ada di terminal Tipe A Kota Pekalongan. Bahkan, sangat senang sekali melihat wajah baru terminal bus kebanggaan warga Kota Pekalongan.

Menurut Rachma, sekarang terminal sudah berubah drastis di bandingkan tahun kemarin / misalnya fasilitas dari pintu masuk sudah ada alat pendeteksi benda logam dan penumpang juga di periksa menggunakan alat mental detektor.



Kemudian dari ruang tunggu, tempat duduknya sudah nyaman, bersih, tidak hanya itu ada tempat buat menyusui serta ruang bermain anak-anak. Selain itu, bersihnya di  kamar mandi juga membuat kenyamanan pemudik.

Rachma mengatakan, ia  mengambil mudik awal karena tidak ingin terkena macet di tengah-tengah perjalanan dan ia berharap fasilitas dan kenyamanan di terminal terus di pertahankan. ( Idp )
Pekalongan – Perlancar air masuk ke persawahan guna sukseskan Swasembada pangan, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 05 Kesesi, Kodim 0710 Pekalongan bersama sama dengan anggota kelompok tani agro makmur  melaksanakan gotong royong membersihkan saluran irigasi di  areal persawahan dukuh kwigaran desa kwigaran kecamatan kesesi kabupaten pekalongan jumat (08/6).

Komandan Koramil 05 Kesesi Kapten Inf Parman saat di temui penerangan kodim di tempat terpisah mengatakan,  pembersihan saluran irigasi ini merupakan salah satu upaya khusus (Upsus) untuk meningkatkan produksi pertanian dalam menunjang program ketahanan pangan di Kabupaten pekalongan.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini nantinya air menjadi mudah masuk ke arel persawahan, dan bisa mengaliri ke seluruh areal sawah dengan baik, karena irigasi pertanian sudah dibersihkan secara bersama-sama dan tidak ada lagi gangguan irigasi dalam pemenuhan kebutuhan air di sawah para petani,” Ucap Danramil.

Sementara Babinsa desa kwigaran sertu Mudji Bagyo mengatakan, petani sudah sangat berpengalaman dalam mengolah lahan pertanian, namun dengan adanya pendampingan dari Babinsa  diharapkan dapat membantu perawatan pemeliharaan tanaman padi menjadi lebih baik serta lebih bersemangat untuk bisa meningkatkan hasil panen sehingga apa yang menjadi target Pemerintah mewujudkan swasembada pangan segera terwujud.

" Tentunya para petani sudah sangat berpengalaman dalam bertani,namun dengan adanya pendampingan dari babinsa,diharapkan akan lebih semangat lagi dalam mengolah lahan,sehingga apa yang menjadi target pemerintah dalam mencapai swasembada pangan bisa tercapai,"Jelasnya.**red(rusg99)
Kapolda Jateng Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi Tahun 2018
Kabupaten Batang - Apel Gelar pasukan Operasi Ketupat Candi tahun 2018 Polda Jawa Tengah berlangsung di sebelah barat Jembatan Tol Kali Kuto Gringsing Kabupaten Batang, Rabu (6/6/18) sore.

Bertindak sebagai pemimpin Apel Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, tampak pula Pangdam IV Diponegoro Mayjend Wiriyanto, Plt Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmiko Bupati Batang Wihaji dan Kapolres Se Pantura Barat. Sementara komandan apel dipercayakan pada Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono usai apel mengatakan, Pemerintah Provinsi bersama Polda, TNI Kodam IV Diponegoro Jawa Tengah sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk pengamanan arus mudik dan balik.
"Kita sangat berterima kasih kepada Pemerintah pusat yang telah membangun infrastruktur sehingga meringankan bagi aparat pengamanan untuk mengurai kemacetan - kemacetan," kata Irjen Pol Condro Kirono.
Lebih lanjut menjelaskan bahwa di tahun 2016 ke bawah kemacetan di Jawa Tengah menjadi problem setiap tahunnya, dengan dibangunnya infrastruktur untuk alternatif selain jalan pantura yaitu jalan tol di 2018 yang melintas Jawa Tengah sudah tembus sampai Semarang, Salatiga sudah tembus ke arah Sragen, walaupun ada sebagian yang fungsional.
"Jalan Tol yang masih fungsional Pemalang-Semarang, oleh karena itu Provinsi Jawa Tengah siap menerima pemudik yang melintas, kekuatan yang kita kerahkan sebanyak 21.688 personil gabungan Polri, TNI dan Pemerintah Daerah yang semua siap ke pos pam - pos pam dan reas area," jelas Irjen Condro Kirono.
Jenderal bintang dua juga mengimbau kepada masyarakat yang akan pulang mudik, ada banyak pilihan jalur untuk menuju ke rumah melintas jalan pantura dan jalan tol yang sudah tersedia berbagai fasilitas seperti rest area yang di fasilitasi mushola, BBM dan tempat oleh - oleh.
"Untuk yang masuk jalan tol, saya mengimbau untuk kecepatannya di kendalikan sekitar 40-60KM/jam, khususnya mulai dari Pemalang sampai Semarang," imbaunya
Di jelaskan juga bahwa titik - titik simpul kepadatan antrian di Kabupaten Tegal di pintu tol Pembayaran Kertasari dengan menggunakan e-tol, oleh karena itu bagi pemudik harus mempersiapkan benar kartu elektronik tol.
"Untuk jalur tol fungsional yang idealnya akan di operasional siang hari, namun kita akan melihat situasi sebagai mana tahun lalu dan di buka malam pun tidak masalah, dan antisipasi kurangnya penerangan setiap 5 km ada mobil patroli dan berikut lampu sar," kata Irjen Pol Condro Kirono.
81 ribu lebih miras dimusnahkan usai apel gelar operasi ketupat candi 2018 
Kabupaten  Batang - 81 ribu lebih miras dimusnahkan usai apel gelar operasi ketupat candi 2018 di Jalan Tol-Jembatan Kalikuto, Gringsing, Batang. Rabu (6/6/2018).
Pemusnahan puluhan ribu miras tersebut disaksikan langsung oleh Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga beserta jajaran stakeholder.
Sebelum pemusnahan miras tersebut Jenderal bintang dua  mengimbau kepada seluruh masyarakat aktif melaporkan atau menginfokan apabila ada pelanggaran pekat di sekitar.
"Jika ada pelanggaran terkait pekat, masyarakat bisa melaporkan atau menginfokan kepada pihak yang berwenang, jangan mengambil tindakan sendiri," pungkasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa miras yang dimusnahkan tersebut berdasarkan penyitaan di wilayah Polres Batang, Polres Pemalang dan Kendal
"Total miras yang dimusnahkan berjumlah 81.082 botol dan Kepolisian telah mengamankan 6.440 pelaku dari konsumen dan produsen miras," tuturnya.


Pangdam IV Diponegoro Dan Kapolda Jateng Serahkan Santunan Dan Berikan Al Quran
Kabupaten Batang - Usai Melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi tahun 2018, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan Pangdam IV Diponegoro Mayjend Wuryanto melaksanakan Sholat Tarawih di Masjid Jami Al Awwabin Desa Kutosari Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Rabu (6/6/18).

Pangdam IV Diponegoro Mayjend Wuryanto usai sholat tarawih mengatakan mengatakan kedatangan kami sengaja untuk mengikuti Sholat Tarawih, selain menjalankan tugas, juga ingin melihat lebih dekat masyarakat Kabupaten Batang untuk mengetahui kondisi masyarakat Batang khususnya Desa Kutosari  dalam mengambil berkah di Bulan Ramadhan.
"Apel Pengamanan mudik lebaran di pusatkan di Batang karena semuanya akan bermuara di sini, karena disini merupakan titik lelah, tentunya apa yang lakukan oleh aparat kepolisian dan TNI tidaklah maksimal tanpa ada bantuan dari masyarakat dalam mengurangi kemacetan," kata Mayjend Wuryanto.
Diimbau agar saat pelaksanaan musik tahun ini kita bisa memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh komponen masyarakat dengan mengurangi tingkat kemacetan khususnya diwilayah jalur pantura jateng.
"Diharapkan jalur tol yang telah ada juga bisa menjadi penunjang guna kelancaran arus mudik dalam situasi saat ini marak akan ancaman teror sehingga segenap komponen bangsa indonesia harus saling bersinergi," pintanya.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, terima kasih kepada ulama dan tokoh masyarakat yang sudah memberikan pencerahan dan tausiahnya kepada masyarakat, sehingga keamanan dan ketertiban masyarakat aman dan kondusif.
"Rasa aman ini patut kita syukuri untuk meningkatkan keimanan kita, kerana aman kita dapat khusuk dalam beribadah dan harus kita wujudkan dalam keseharian untuk menjalin rasa persaudaraan dan tali silaturahmi," kata Irjen Pol Condro Kirono.
Kapolda juga meminta kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan di laksanakan 27 Juni dalam pesta demokrasi mendatang.

"Ayo gunakan hak demokrasi kita yang lima tahun sekali untuk tidak disia siakan untuk datang ke TPS dan mimilih dua pasangan calon yang terbaik sesuai dengan hati nurani masyarakat," katanya.
Ia juga meminta agar jangan ada pertengkaran karena beda pilihan dan jangan sampai putus persaudaraan, karena pesta demokrasi bukanlah persaingan tetapi memilih calon pemimpin daerah agar lebih sejahtera lagi.

Bupati Batang Wihaji mengatakan tarawih ukuwah uang di hadiri kedua Jenderal menjadi kebahagiaan masyarakat Kecamatan Gringsing dan Kabupaten Batang, dan ini merupakan sejarah yang mungkin belum tentu dapat terulang lagi.
"Kesinergian antara pemkab dan jajaran Kepolisian Polres Batang dan Kodim 0736 Batang yang sudah melakukan kerjasama dengan di tandatangani MoU Penanggulangan teroris di Kabupaten Batang," kata Wihaji
Ia juga mengatakan kekompakan dan guyub rukun Forkopimda Kabupaten Batang sangat menjadi contoh masyarakat, sehingga harapan masyarakat mendapatkan pengayoman, pelayanan  dapat terealisasi dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut Pangdam IV Diponegoro Mayjend TNI Wuryanto menyerahkan bantuan AL Quran sebanyak 100 eksemplar kepada tamir Masjid Al Awwabin, di serahkan juga oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono yang memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa sebanyak 100 orang.
Tampak Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga dan Pejabat Utama Polda Jateng mendampingi Kapolda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro.

Guna menghadapi lebaran 2018, Kodim 0710 Pekalongan akan menerjunkan anggotanya sebanyak 300 personil

Hal tersebut diungkapkan Komandan Kodim 0710 Letnan Kolonel Infanteri Muhammad Ridha, selepas melaksanakan acara buka bersama antara Kodim dan Polres yang bertempat di Makodim setempat.

Menurut Dandim Ridha, 300 anggota tersebut nantinya akan disebar di 19 posko pengamanan baik di Kota dan Kabupaten Pekalongan.

“ Kemudian, untuk Polres akan menerjunkan 370 personil sehingga total keseluruhan anggota yang mengamankan mudik dan arus balik berjumlah 700 an personil,”Terang Dandim Ridha.

Lebih lanjut Dandim Muhammad Ridha mengatakan, nantinya setiap titik posko pengamanan akan dijaga oleh Babinsa dan Bhabinkatibmas, karena menjaga keamanan mudik dan arus balik sudah menjadi tugas bersama.

Tidak hanya itu, pasukan on call yang berjumlah 30 personil juga akan terus disiapkan siagakan selalu siap bergerak.

“Nantinya setiap titik posko pengamanan akan dijaga oleh Babinsa dan Bhabinkatibmas, Tidak hanya itu, pasukan on call juga kita siagakan di makodim yang berjumlah 30 personil yang setiap saat siap bergerak,”Imbuh Dandim.

Pihaknya berharap, mudah-mudahan melalui sinergi ini tingkat kemacetan di Kota Pekalongan berkurang dan kedepan sinergitas ini akan terus dipupuk dan terus ditingkatkan.**red ( rusg99)