May 2018

Pekalongan – Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardana S.Sos.M.M.Tr beserta Rombongan melakukan kunjungan dalam rangka peninjauan kesiapan Jalur Arus mudik lebaran tahun 2018 di Wilayah Kab Pemalang, Rabu (30/5).

Adapun rangkaian kegiatan Danrem antara lain, menerima paparan dari Bp Zakariya ( Staf Teknisi PBTR) tentang kondisi Jalur Tol dari Brebes sampai Pemalang. Kemudian menerima paparan dari Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Edy Supriyadi tentang situasi dan kondisi Jalur Tol dan Rest Area di Wilayah Pemalang.

Serta menerima paparan dari Kompol Alkaf Chaniago ( Kabagops Polres Pemalang ) tentang Pos-Pos Lebaran th 2018 serta Jalur Alternatif apabila terjadi kemacetan

Menurut Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, “ Peninjauan ini merupakan bentuk pengecekan awal persiapan dalam menghadapi Operasi Ketupat Candi 2018 yang akan dilaksanakan saat memasuki musim mudik Lebaran tahun 2018,”Terangnya.

Dandim M.Ridha menambahkan dengan melihat situasi yang semacam ini,  diharapkan akan mengetahui secara pasti, nantinya jalan tol ini sudah siap di manfaatkan untuk arus mudik apa belum,”imbuhnya

 
Sementara dari humas waskita saat tinjauan sebelumnya bersama Forkompinda Kota pekalongan menuturkan, bahwa H-7 lebaran pemalang batang tol road sudah bisa di lalui dengan setatus fungsional.

Dirinya menangkan bahwa untuk interchange kota peklaongan masih belum bisa selesai di tahun ini,  namun dirinya lama tetap bekerja keras untuk segera merampungkan interchange kota pekalongan .

Salain itu dari waskita mengimbau kepada para pemudik nantinya untuk bersama tingkatkan kewaspadaan,  melihat kondisi jalan tol sendiri masih fungsional,  minim rambu rambu serta penerangan.**red (rusg99) 



Pekalongan - Guna memastikan kebutuhan logistik bagi pengungsi di wilayah kab pekalongan,Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha Cek langsung dapur umum yang menyediakan logistik bagi para pengungsi, yang bertempat di Gedung Kopindo kec Wiradesa pada selasa malam,29 mei 2018.

Dalam kesempatan tersebut Dandim Muhammad Ridha menyampaikan bahwa,perlu pendataan yang riil dilapangan tetang jumlah para pengungsi, yang di akibatkan oleh banjir rob yang melanda daerah pesisir wilayah kab pekalongan tersebut. Hal tersebut di sampaikan berkaitan dengan kesimpang siuran jumlah pengungsi yang memang selalu berubah setiap saat.

" Kita perlu data yang akurat dilapangan tentang jumlah pengungsi ini,pasalnya ini berkaitan dengan jumlah logistik yang akan kita kirim ke titik-titik pengungsian sehingga kalau jumlahnya akurat maka di harapkan akan sesuai dan tepat sasaran,"terang Dandim Ridha.

Untuk keadaan tanggap darurat bencana banjir rob di wilayah kab pekalongan, sesuai dengan rencana akan berakhir pada tanggal 5 juni mendatang dan sesuai data dari BPBD kab pekalongan, tercatat ada 884 jiwa yang mengungsi akibat banjir rob tersebut.

Tak lupa, dalam kesempatan tersebut Dandim Muhammad Ridha juga mengucapkan terimakasihnya kepada segenap masyarakat , yang sudah banyak membantu dalam pemenuhan logistik bagi para pengungsi dan yang terdampak bencana banjir rob di wilayah kab pekalongan.

" Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada segenap masyarakat yang selama ini sudah banyak membantu baik tenaga maupun materiil, terutama dalam mencukupi segenap kebutuhan logistik bagi para pengungsi ini,"imbuh Dandim.

Pihaknya berharap dalam penanganan pengungsi bencana air  rob tersebut, bisa terus bersinergi dengan semua elemen dan instansi terkait sehingga akan tercipta kondisi yang solid dan harmonis antara TNI,Pemda serta masyarakat dalam menghadapi musibah bencana air rob tersebut.**red(Rusg99)
Pekalongan - Bencana banjir rob yang melanda wilayah kota dan kab pekalongan beberapa hari yang lalu terus mengundang partisipasi dari seluruh kalangan masyarakat yang ingin ikut meringankan beban warga yang terdampak bencana tersebut.

Tak terkecuali Kodim 0710 Pekalongan sebagai satuan teritorial yang langsung membawahi dua wilayah tersebut, sebagai garda terdepan TNI AD, tentunya sudah menjadi tanggung jawab yang utama adalah selalu terdepan dalam ikut membantu kesulitan rakyat yang ada di wilayah,sehingga dalam keadaan bagaimanapun maka kodim dengan segenap babinsanya akan terus berperan aktif dalam ikut mengatasi kesulitan rakyat.

Seperti halnya yang sudah di lakukan oleh babinsa selama ini selalu ada di depan dalam ikut membantu kesulitan warga yang terdampak rob yang ada di pengungsian, dengan ikut membantu memasak di dapur umum serta mendistribusikan langsung ke titik-titik pengungsian.

Menurut salah satu Babinsa serka Tri Eko mengungkapkan, " "Merupakan kebanggan tersendiri bisa ikut membantu meringankan beban warga, karena selain sudah menjadi tugas pokok kita, juga mudah-mudahan bisa menjadi amal kita apalagi ini bulan suci ramadhan,"ungkapnya.**red(rusg99)
Pekalongan - Jajaran pemimpin kab pekalongan yang terwadahi dalam Forkompinda,Pada Selasa, 29 Mei 2018 melaksanakan kegiatan Tarweh Keliling( Tarling ) bertempat di Masjid Takmirul Huda Ds. Rowoyoso, Kec. Wonokerto, Kab. Pekalongan.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain,Bupati Pekalongan Asip Kholbihi,Dandim 0710 pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, Kapten Arh Wiryad Danramil 10/Wiradesa beserta Babinsa, Kapolsek Wiradesa, Camat Wonokerto beserta jajaranya serta Warga masyarakat kurang lebih 1000 orang.

Dalam sambutanya, Bupati Pekalongan meminta kepada seluruh warga pekalongan untuk ikut mendoakan agar bencana yang ada di wilayah pekalongan segera berakhir khususnya bencana banjir rob yang melanda wilayah di pesisir pantai utara 

Bupati juga menyampaikan kalau sebentar lagi Jawa Tengah akan ada pesta Demokrasi, " Mari kita sama-sama menjaga agar dalam Pilgub mendatang lancar, aman dan damai,"jelas Bupati

Sementara itu, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha juga mengajak kepada seluruh komponen masyarakat dan aparat pemerintah daerah, untuk bersatu padu mewujudkan pekalongan yang aman dan kondusif.

" Mari kita sama-sama bersatu untuk mewujudkan kab pekalongan yang senantiasa aman dan kondusif serta sejahtera,"tutur Dandim.

Kegiatan Tarling di awali dengan acara sambutan-sambutan serta tauziah dan dilanjutkan dengan buka bersama dan sholat magrib dilanjutkan sholat terawih bersama.

Pekalongan – Bencana banjir rob yang melanda wilayah pesisir kota Pekalongan dan kab pekalongan membuat ribuan rumah warga terendam, dan ribuan warga mengungsi,tak terkecuali beberapa rumah anggota dari kodim 0710 pekalongan pun juga ada yang rumahnya terendam air rob.

Hal tersebut membuat Ketua persit Kartika Chandra Kirana Cab XX Kodim 0710 Pekalongan Ny.Devi Rosanti, tergerak untuk membantu anggotanya yang terdampak rob,dengan memberikan bantuan moril dan materiil pada, jum’at 25 mei 2018.

Menurut Devi, hal tersebut merupakan wujud kepedulian persit terhadap anggotanya,juga memberikan moril sehingga tetap semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“ Ini wujud kepedulian kita sebagai sesama persit,dan mudah-mudahan bisa memberikan moril sehingga bagi anggota yang terkena dampak banjir rob ini tetap semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari,”terang Devi.

Pihaknya berharap, bencana banjir rob ini segera berlalu, dan bisa normal kembali, sehingga warga bisa beraktivitas seperti sedia kala. Adapun rumah anggota persit yang terdampak rob berjumlah 19 orang.



Pekalongan - Ratusan prajurit jajaran Kodim 0710/Pekalongan melaksanakan kegiatan latihan menembak senjata ringan di Lapangan Tembak Subden B Brimob Pekalongan , Kamis (4/5/18)

Kegiatan latihan menembak ini mempunyai maksud untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit dan di laksanakan secara rutin, sehingga masing - masing prajurit dapat mencapai tingkat kecapakapan standart sesuai yang di harapkan oleh komando atas.

Latihan menembak dengan mengunakan senjata ringan ini target sasaranya sejauh 100 meter terbagi dalam 3 posisi, tiarap, duduk dan berdiri,yang sesuai rencana akan dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 24 sampai dengan 26 Mei 2018.

Menurut Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha mengatakan,tujuan latihan menembak adalah untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan skil setiap prajurit.

“Tujuan dari latihan menembak adalah,untuk meningkatkan dan mengasah kemampuan prajurit,  baik itu tamtama, Bintara dan perwira dalam keahlian menembak. Maka ini adalah kegiatan rutin yang digelar tiap 3 bulan sekali,”jelas Dandim.

“ Selain itu sebagai Babinsa, selain harus mampu membina wilayah juga harus jadi jago tembak,maka dari itu harus latihan secara rutin,”imbuh Dandim

Pihaknya berharap dengan rutin melaksanakan latihan ini, nantinya kemampuan dan keahlian dasar menembak anggota TNI tidak berkurang tapi justru semakin meningkat.



Pekalongan - Bencana rob berkepanjangan yang menimpa beberapa derah di pesisir pekalongan bagian utara,  yang puncaknya malam tadi hampir seluruh daerah di wilayah pekalongan utara tergenang air rob,Rabu ( 23/5/18) 

Dengan adanya bencana rob tersebut, Dandim 0710 pekalongan Letkol Infantri Muhamamd Ridha meninjau langsung di beberapa daerah di wilayah pekalongan bagian utara yang terdampak banjir rob.

Adapun tempat yang di kunjungi Dandim Muhammad Ridha  antara lain,  pantai slamaran,  pantai sari,  peraian wisata mangrove dan di lanjutkan meninjau ke proyek pembutaan tanggul raksasa untuk mengatasi rob di pekalongan ,

Dalam tinjauanya Dandim melihat lansung ketinggian air laut , hingga ketinggian air rob yang masuk ke pemukiman warga dan di akhiri dengan melihat progres pembangunan proyek tanggul raksasa. 

Dengan bencana rob yang ada di pekalongan,  Dandim Muhammad Ridha perintahkan seluruh babinsa untuk terjun langsung ke masyarakat untuk membantu meringankan beban masyarakat. 

“ Kita maksimalkan keterlibatan babinsa untuk membantu masyarakat yang terdampak rob dan mengadakan pendataan pengungsi beserta kebutuhananya,sehingga di harapkan pada bulan puasa ini waluapun ada pengungsi jangan sampai tidak terdata sehingga tidak mendapatkan bantuan,”jelas Dandim Ridha

Dandim menghimbau agar warga terdampak rob  apabila kondisinya tidak memungkinkan untuk tinggal di rumah agar mengungsi demi keamanan.

“ Saya menghimbau kepada masyarakat yang terdampak rob agar selalu menjaga keamanan, apabila memang air naik dan rumah tidak dapat di tempati agar segera mengungsi, sehingga di harapkan tidak ada korban yang sia-sia,”Pungkasnya.


Pekalongan - Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Pemda Kabupaten pekalongan digelar di Lapangan Alun Alun Kajen,kabupaten pekalongan , Senin (21/5), yang di ikuti oleh TNI, Polri, PNS dari lingkungan Pemda kab pekalongan Serta para pelajar dengan Inspektur Upacara Komandan Kodim 0710 pekalongan Letkol Infanteri Muhammad Ridha. 

Dalam Upacara tersebut Letkol Infantri Muhammad Ridha mambacakan sambutan tertulis dari Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang diantaranya menegaskan bahwa, Pemerintah terus berupaya meningkatkan aspek pemerataan pembangunan di segala sektor. Di sektor kelistrikan, misalnya, pembangunan ketenagalistrikan telah dilakukan di 2.500 desa yang belum mendapat aliran listrik. Pada saat yang sama, kebijakan pemerataan dilakukan melalui subsidi listrik yang difokuskan kepada masyarakat menengah ke bawah, sehingga bisa dilakukan relokasi subsidi listrik sebesar Rp 12 trillun, dialihkan untuk menunjang sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Pemerintah juga memandang bahwa pembangunan infrastruktur diperlukan untuk meningkatkan pemerataan ekonomi dan meningkatkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk juga salah satunya infrastruktur jalan raya. Baru-baru ini Bapak Presiden berkenan menjajal langsung jalan Trans-Papua yang sudah hampir selesai dibangun. Dari 4.300 kilometer jalan raya Trans-Papua, 3.800 kilometer di antaranya telah dibuka.

Dalam bidang agraria, juga telah diluncurkan Kebijakan Pemerataan Ekonomi (KPE) yang bertumpu pada 3 pilar yaitu lahan, kesempatan dan SDM. bahwa upaya pemerataan tersebut sebagai upaya dalam rangka meningkatkan persatuan dan kesatuan

Pada kesempatan tersebut, Dandim 0710 pekalongan letkol infanteri Muhammad Ridha berpesan agar para pemuda bisa menghargai jasa para pahlawan, tidak terpengaruh pada hal negativ di era digital , serta di minta untuk meningkatakan prestasi, demi kemajuan negra kesatuan republik indonesia.

“ Untuk generasi muda supaya jangan terpengaruh dengan kegiatan-kegiatan yang negatif apalagi dalan era di gitalisasi ini,hargai jasa para pahlawan dengan terus mengukir prestasi demi kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai ini,”terang Dandim.

Usai upacara tersebut dilanjutkan dengan ziarah dan tabur bunga di taman makam pahlwan Bhakti Wiratama Kec.Bojong, kab Pekalongan untuk mengenang kembali jasa para pahlawan. 

Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Pekalongan Bpk. H. Asip Kholbihi, Wakil Bupati Wakil Bupati Pekalongan Ibu Hj. Iriana Harimurti,Dandim 0710/Pkl  Letkol Inf M. Ridha, Kapolres Pkl  AKBP Wawan Kurniawan, Setda Kabupaten Pekalongan Mukaromah Syakoer, Ketua DPRD Kab. Pekalongan Hj. Hindun,Forkopimda Kab. Pekalongan, serta elemen masyarakat lainnya.



Pekalongan – Kodim 0710 Pekalongan, mengawali kegiatan di bulan ramadhan dengan melaksanakan buka puasa bersama Maulana Habib Lutfi ali Bin Yahya, bertempat di ruang serbaguna makodim 0710 pekalongan,kamis ( 17/5/18 )

Dalam kesempatan tersebut Dandim 0710 Pekalongan mengungkapkan rasa syukurnya, karena diawal bulan puasa 1439 H ini, bisa melaksanakan acara buka puasa antara prajurit Kodim 0710 Pekalongan bersama dengan ulama karismatik Maulana Habib Lutfi ali bin Yahya.

 Dandim Muhammad Ridha berharap, dengan adanya kegiatan ini para prajurit bisa di bekali dengan tausiah dan pandangan-pandangan habib lutfi dalam mendukung tugas pokok para prajurit di lapangan.

“ Kita berharap dengan kegiatan ini para prajurit akan di bekali dengan tausiah dan pandangan-pandangan dari Habib Lutfi untuk mendukung tugas pokok di lapangan,sehingga prajurit bisa mendeteksi secara dini tentang kondisi keamanan di wilayah, yang ujungnya akan tercipta kondisi wilayah yang aman dan kondusif,”Terang dandim Ridha.

Sementara itu, dalam Tausiahnya Habib Lutfi ali Bin Yahya menyampaikan bahwa,Kecintaan terhadap tanah air akan mempengaruhi perkembangan dan kemajuan suatu bangsa. Jika nasionalisme kita semakin melemah, jangan harap kita sebagai Muslim bisa menjawab tantangan umat dan tantangan bangsa.

“ Walau hanya sebutir pasir yang ada di atas tanah air ini, akan kita jaga mati-matian,” Tegas Habib Lutfi.

“Kata siapa cinta tanah air atau nasionalisme tidak ada dalilnya? Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Aku cinta Arab karena aku adalah bangsa Arab”,di contohkan Habib.

“ Ini contoh kongkrit kecintaan suatu bangsa pada tanah airnya, Cinta tanah air itu sebagai wujud syukur kepada Allah atas anugrah bumi pertiwi ini. Ulama adalah benteng ideologi, TNI-Polri adalah benteng NKRI. Mari kita bersatu. Jangan goyahkan persatuan karena oknum kiai, TNI atau POLRI ada yang tidak benar,”Sambungnya.

Lebih Lanjut Habib Lutfi menyampaikan,seorang Babinsa harus dekat dengan perangkat Desa, penguasaan wilayah harus di kuasai, Babinsa tidak boleh kecolongan serta menjaga stabilitas keamanan.

“Masyarakat harus mempunyai Intelijen, apabila masyarakat mempunyai Intelijen saya yakin bom-bom tidak akan terjadi di negara kita.Para ulama harus mempunyai peran besar dalam menciptakan kondisi yang aman dan tenteram,”Terang Habib Lutfi

Kegiatan buka puasa bersama di ikuti seluruh prajurit kodim 0710 Pekalongan beserta ASN dengan di awali Tausiah dari Ustad Samlawi dan dilanjutkan dengan tausiah oleh Maulana Habib Lutfi Ali Bin Yahya.**red ( Rusg99)


Pekalongan - Pawai ta’aruf kirab merah putih yang mengusung tema kibar 1.000 sang saka merah putih untuk kejayaan negeri  di kota pekalongan   berlangsung meriah.

Berbagai elemen  khusunya TNI dari Kodim 0710 , Polri, masyarakat, pelajar, ormas, perkumpulan dan organisasi masyarakat ikut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Kirab yang diberangkatkan oleh Danramil pekalongan utara kapten infanteri suhardi  diikuti lebih kurang 2000 orang.

Selaku ketua panitia dalam kegiatan tersebut Kapten Inf Sapari Dairyanto mengatakan, Kirab tersebut  merupakan salah satu langkah untuk menangkal penyebaran bahaya radikalisme.

Melalui tema.“Melalui kegiatan kirab ini kita tanamkan nilai cinta pada tanah air dan bangsa Indonesia serta untuk menyambut datangnya bulan suci ramadhan.

“ Kegiatan kirab ini merupakan suatu bentuk nyata dalam menangkal paham radikalisme, selain membawa bendera merah putih juga ada iring - iringan pawai menampilkan budaya lokal daerah,sehingga tertanam jiwa cinta tanah air dan nasionalisme yang kuat di dalam jiwa para peserta pawai,”Jelas Kapten Sapari.
  
Menurutnya,melalui pendekatan kultural diyakini mampu menjadi alternatif dalam mencegah dan membendung paham radikalisme dan terorisme karena sangat menyentuh langsung ke akar masalahnya.

“ Melalui pendekatan kultural diyakini mampu menjadi alternatif dalam mencegah dan membendung paham radikalisme  karena sangat menyentuh langsung ke akar masalah,    antara lain, terkait dengan masalah lokal, seperti soal kebijakan, keterasingan, dan kemiskinan serta dapat memberikan pelajaran bagi para masyarakat dan pelajar untuk cinta pada Negara Kesatuan RI,”Pungkasnya.


Pekalongan – Maraknya aksi teror yang terjadi baru-baru ini,Kodim 070 pekalongan mengambil langkah antisipasi cepat dengan mengumpulkan seluruh Danramil dan Babinsa yang ada di wilayahnya pada ,bertempat di aula serbaguna makodim 0710 pekalongan,Senin ( 14/5/18)

Dalam kesempatan tersebut Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha menyampaikan kejajaranya untuk lebih memaksimalkan dan menggiatkan lagi patroli wilayah bersama Polri serta masyarakat.

“ Selain pengamanan pangkalan juga obyek-obyek vital menjadi perhatian dan sasaran untuk di amankan,”Jelas Dandim.
Dandim Muhammad Ridha berharap, peran serta masyarakat dan sinergitas semua lapisan masyarakat sangat di butuhkan untuk menanggulangi aksi teror yang terjadi.

“ Kita harus bersinergi dengan semua lapisan masyarakat untuk menanggulangi aksi teror ini,karena dengan saling bersinergi maka akan terjalin soliditas yang kuat, sehingga informasi sekecil apapun akan sangat berarti dalam mengantisipasi teror ini,”Terang Dandim.

Pekalongan - Seiring marak dan bertambahnya jumlah anak-anak punk, serta pengemis yang berkeliaran tidak jelas di wilayah kota pekalongan,Pemkot pekalongan senin siang (14/5/18), mengadakan rapat koordinasi dengan dinas dan instansi terkait guna penanganan lebih lanjut.

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut antara lain, Dandim 0710 Pekalongan Letkol nf Muhammad Ridha, Sekda kota pekalongan Sri Ruminingsih, Polres Kota Pekalongan, Kompol Arifin, Kejaksaan Kota Pekalongan serta Opd  Kota Pekalongan( Satpol PP, Dinsos, Dinkes).

Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, hadir sebagai undangan dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa, dalam menanggulangi anak-anak punk perlu sinergitas antar Intansi baik TNI,Polri, Pemkot, Tokoh agama serta Tokoh masyarakat.

“ Harus ada pendekatan secara emosianal dengan anak-anak punk, dan para pengemis yang berada di jalanan maupun tempat keramaian,”terang Dandim Ridha.

Menurut  Dandim M.Ridha, untuk mencegak meluas dan bertambah banyaknya anak-anak punk dan pengemis,perlu segera melakukan tindakan preventif, dengan melaksanakan operasi gabungan antara Polres, Kodim dan Satpol PP di titik-titik berkumpulnya anak-anak punk dan daerah operasi para pengemis untuk memberi efek jera pada mereka.

Langkah – langkah tersebut nenurut Dandim Muhammad Ridha, juga sebagai langkah cegah dini dalam menangggulangi radikalisme yang ada di wilayah.

“ Langkah cegah dini tentang radikalisme ini perlu kita laksanakan sejak dini, karena bukan tidak  mungkin dengan segala keterbatasan dan kurangnya perhatian dari kita sebagai aparat pemerintah, sehingga para anak punk dan pengemis ini nantinya akan dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab  untuk kepentingan yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat,”Jelas Dandim Ridha.
Pekalongan - Paguyuban sosial marga tionghoa indonesia (pmtsi) cabang kota pekalongan , yang beranggotakan para pengusaha tionghoa kota pekalongan siang tadi (13/5) bagikan 1000 paket sembako bagi korban bencana rob di beberapa daerah di kecamatan pekalongan utara,minggu(13/5/18). 

Melihat kondisi warga pekalongan bagian utara dengan bencana rob yang berkepanjangan,  psmti ( paguyuban sosial marga tionghoa indonesa)  tergerak hatinya dari swadaya anggota untuk membantu korban bencana rob tersebut.

Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha dalam kesempatan tersebut sangat mengapresiasi kegiatan tersebut dan ikut terjun langsung dengan memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak banjir rob.

" Kegiatan ini sangat baik sekali dan tentunya sangat efektif dan tepat sasaran,karena langsung di terima oleh warga yang benar-benar mendapat bencana dan kesulitan,"terang Dandim.

Sementara itu Soleh Dahlan selaku ketua psmti ( paguyuban sosial marga tionghoa indonesa) Kota pekalongan menyampaikan bahwa, dirinya bersama anggota psmti ( paguyuban sosial marga tionghoa indonesa) yang nota bene sebagai pengusaha, menyisihkan sedikit rezekinya untuk sesama.

Soleh menambahkan bahwa kegiatan ini nantinya akan berkelanjutan, setiap bulanya sebagai kegiatan sosial psmti ( paguyuban sosial marga tionghoa indonesa) Kota pekalongan .

"Kegiatan ini akan rutin jadi agenda setiap bulanya, dan mudah-mudahan akan bisa meringankan warga yang terkenan musibah banjir rob,"jelas Soleh.

Bantuan tersebut di bagikan di berbagai tempat di kecamatan pekalongan utara diantaranya, Perum Widoro Kel Kandang Panjang 90 bks, Perum Swadaya Kel Kandang Panjang 145 bks, Perum Sekarwangi Kel Kandang Panjang 40 bks, Perum Salamanis 200 bks, Perum Sijimat Kel Kandang Panjang 220 bks,Kel Pabean 300 bks.**red ( rusg99)
Pekalongan - Anggota Koramil 08/Bojong bersama Gapoktan melaksanakan kegiatan gropyok tikus (Pengendalian hama tikus) serentak di beberapa lahan persawahan,antara lain Desa Bojong Wetan,Desa Wangandowo,Desa Duwet dan Desa Randumuktiwaren Kecamatan Bojong pada rabu (09/5/18)

Hal ini di lakukan karena sudah banyak masukan dari para petani dengan semakin mewabahnya hama tikus di persawahannya,selanjutnya Babinsa dan PPL serta Gapoktan pun berkordinasi guna menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan para anggota Gapoktan dari masing - masing Desa.

Dan hasil dari kordinasi pun di laksanakan pada hari ini bersama warga setempat sepakat untuk memusnahkan hama tikus sampai ke liang-liang persembunyianya dengan peralatan seadanya.

Tak hanya warga, kelompok tani dan anggota Koramil, aksi gropyok tikus juga diikuti oleh para Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Bahkan aksi tersebut juga menarik perangkat Desa setempat untuk berpartisipasi.

Salah seorang anggota Gapoktan mengaku sudah geram dengan kerusakan yang ditimbulkan oleh tikus sawah yang selalu mengerat batang padi.

"Akibatnya banyak tanaman kami membusuk lebih dulu sebelum kami panen," ungkapnya.

Beruntung, niat warga untuk memusnahkan hama tikus sawah mendapat sambutan baik dari Babinsa yang selanjutnya mengerahkan anggotanya.

"Kami selalu tanggap dengan apa yang menjadi permasalahan yang ada di masyarakat kita,karena sebagai anggota di lapangan harus mengawal para petani untuk bisa mendapatkan hasil panen yang melimpah  sesuai perintah komando atas," ungkap Sertu Sunarko selaku Babinsa setempat.
Pekalongan - Kodim 0710 Pekalongan, menggelar kegiatan komunikasi sosial dengan aparat pemerintah kota dan kabupaten Pekalongan bertempat di aula serbaguna,pada Rabu 9 Mei 2018.

Kegiatan komunikasi  dengan aparat pemerintah dilaksanakan dalam rangka ikut menyukseskan program pemerintah, dihadiri oleh camat se-kota Pekalongan dan  camat se-kabupaten pekalongan, dinas kesatuan bangsa dan politik (Kesbangpol) kota kabupaten Pekalongan serta perwakilan kades/lurah sekecamatan dan kab pekalongan.

Dengan mengusung tema " Melalui komunikasi dengan aparat pemerintah, kita tingkatkan sinergitas dan kerjasama antara TNI AD dengan pemerintah Daerah dalam rangka mensukseskan program pemerintah RI di daerah"

Danramil kajen kapten Inf Suryanto dalam membacakan amanat Dandim menjelaskan.  Sesuai dengan perintah pimpinan, bahwa komsos dengan aparatur pemerintah  dilaksnakan secara serentak. Bahkan dikorem pada hari sebelumnya juga telah dilaksanakan kegiatan demikian," Jelas Danramil.

"Tujuannya dilaksanakan komsos dengan aparat pemerintahan tersebut agar TNI AD dapat berperan lebih, dalam membantu mewujudkan pembangunan masyarakat,serta guna tercapainya pemahaman aparat pemerintah tentang 4 konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara dalam menjaga kedaulatan NKRI, dan guna tercapainya pemahaman aparat pemerintah tentang wawasan kebangsaan guna mensukseskan program pemda,"Imbuhnya.

Apalagi memasuki tahun politik yang akan berlangsung, pemilihan kepala daerah  gubernur Jawa tengah pada 27 Juni 2018 mendatang. Pihaknya berharap agar pilkada serentak di Jawa  tengah, dapat berjalan dengan aman dan damai, sehingga masyarakat tetap kondusif,"pungkasnya.

Pekalongan – Guna meningkatkan kemampuan aparat komando kewilayahan yang di antaranya adalah Babinsa,kodim 0710 menyelenggarakan pembekalan pembinaan kesiapan aparat komando kewilayahan dan kemampuan teritorial TA. 2018 bertempat di Aula serbaguna,Selasa 8 Mei 2018.

Dalam amanatnya Dandim 0710 Pekalongan menjelaskan, kegiatan dimaksudkan untuk membekali aparat komando kewilayahan agar dapat meningkatkan pengetahuan teritorial,ketrampilan dan kemampuan intelijen teritorial,sehingga akan diperoleh kesamaan pola pikir,tindakan yang efektif dan efisien sehingga dapat memperoleh hasil yang optimal dalam menyikapi situasi dan kondisi yang berkembang di wilayah saat ini.

Lebih lanjut Dandim Muhammad Ridha meminta agar, para prajuritnya meningkatkan kemampuan dan wawasan sehingga menjadi prajurit yang mahir dalam memecahkan berbagai masalah.

“ Saya minta kepada aparat Apkowil semua, agar secara tulus dan ikhlas,berupaya terus menerus untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas wawasan sehingga terwujud kualitas aparat teritorial yang memiliki daya nalar dalam berolah pikir serta mahir memecahkan berbagai permasalah tugas di lapangan,”Terang Dandim.

Pihaknya berharap, dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut para babinsa yang ada di lapangan akan mempu mengatasi segala permasalahan dilapangan dengan baik.

“Saya berharap dengan kegiatan ini para babinsa akan lebih peka lagi dalam mendeteksi segala permalasahan di lapangan, sehingga akhirnya akan mampu menyelesaikan segala permasalahan di lapangan dengan baik,”Pungkasnya.



Pekalongan - Silaturahmi merupakan suatu metode binter atau cara efektif untuk meningkatkan komunikasi antara komponen masyarakat, sehingga akan dapat saling bertukar informasi, menyamakan pemahaman serta tentunya akan dapat mengurangi sikap kecurigaan satu sama lainnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kodim 0710/Pekalongan menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama komponen Masyarakat, bertempat di Aula  Makodim 0710/pekalongan, senin (7/5)

Adapun tema yang diusung dalam acara Komsos tersebut yaitu “Melalui Kegiatan Penyelenggaraan Komunikasi Sosial Dengan Komponen Masyarakat, Kita Tingkatkan Kemanunggalan TNI – Rakyat dan Wawasan Kebangsaan Dalam Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Dalam sambutannya, Komandan Kodim 0710pekalongan  Letkol infanteri Muhammad Ridha S.S,S.IP menyampaikan bahwa pertemuan seperti ini, merupakan sarana yang efektif untuk memelihara dan meningkatkan kebersamaan, guna membangun komunikasi dialogis, sehingga dapat diperoleh kesamaan pandangan dalam memahami setiap permasalahan yang terjadi. Selain itu pertemuan ini menurutnya bertujuan sebagai forum silaturahmi, sehingga bisa memperkuat hubungan emosional antara TNI dan seluruh elemen bangsa.

Pada kesempatan tersebut Dandim juga menjelaskan, Tugas pokok TNI dalam Undang-undang RI nomor 34 tahun 2004 tentang TNI. Bahwa TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam pelaksanaan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.

“Peran tersebut dilaksanakan melalui tugas pokok TNI yaitu menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara,

Di akhir sambutannya, Dandim menegaskan bahwa Keluarga besar Kodim 0710 Pekalongan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat guna kemajuan bangsa dan negara.

Diharapkan melalui kegitan komsos dengan masyarakat kali ini, bisa menjalin silaturahmi yang baik antara TNI dengan Rakyat agar terjalin lebih baik lagi " imbuh Dandim.
Pekalongan - Jembatan penghubung dua desa dan antar kecamatan yaitu desa pantianom kec bojong dan desa kalijambe kec sragi rusak parah dan kondisinya sangat memprihatinkan,padahal jembatan tersebut sangat vital keberadaanya,karena sebagai jalan penghubung antar dua kecamatan.

Melihat kondisi jembatan yang sangat memprihatinkan dan rawan kecelakaan tersebut akhirnya masyarakat desa Panti Anom dan kali jambe,pada minggu (6/5/18) di bantu anggota dari koramil 08 Bojong melaksanakan kerja bhakti pembenahan sementara untuk mengurangi kerawanan dan kecelakaan.

Kepala desa Panti Anom Hadi Sutomo menjelaskan,bahwa jembatan tersebut merupakan jembatan milik Pabrik Gula Sragi yang pemanfaatanya dahulu untuk rel sebagai jalan mengangkut tebu menuju ke pabrik, dan di bangun mulai tahun 1974 sehingga kondisinya sudah sangat tua dan membahayakan.

" Jembatan tersebut milik pabrik gula sragi,yang di bangun mulai tahun 1974 sehingga kondisinya sudah tua dan sangat membahayakan bagi yang lewat,pasalnya sudah banyak papan kayu yang patah dan lapuk,"jelas kades Hutomo.

" Adapun kegiatan perbaikan ini,sifatnya hanya sementara,karena menjelang lebaran jangan sampai nanti timbul korban karena volume kendaraan yang lewat pasti meningkat,"terangnya.

Pihaknya berharap, pemerintah dalam hal ini pemda, akan segera membangunkan jembatan yang lebih baik lagi, sehingga jangan sampai jembatan tersebut nantinya rusak jembatan yang baru tidak ada,"pungkasnya.

Sementara itu babinsa desa Panti Anom,serda Rustam Yogaswara menambahkan bahwa, sebagai babinsa akan selalu siap membantu masyarakat dalam kegiatan apapun,termasuk perbaikan jembatan tersebut karena menurutnya, memang jembatan tersebut kondisinya sangat berbahaya apabila tidak segera di perbaiki.

" kita sebagai babinsa akan selalu siap membantu kesulitan warga,tidak peduli itu hari libur,apalagi jembatan tersebut sangat vital sehingga memang harus segera di perbaiki,"Jelasnya.**red( rusg99)
Pekalongan - Bertempat di lapangan mataram kota pekalongan sabtu pagi,(5/5/18) Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha menghadiri kegiatan pengukuhan pengurus komisi daerah lanjut usia periode tahun 2018 sampai dengan masa bhakti 2021. Kegiatan pengukuhan dilaksanakan oleh Walikota Pekalongan H.M Saelany Machfudz.

Sebelum dilaksanakan pengukuhan terlebih dahulu di awali dengan kegiatan senam masal lanjut usia.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Walikota Pekalongan H.M Saelany Machfudz, ketua DPRD kota pekalongan Hj. Balgis diab, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, sekda kota pekalongan Sri Ruhminingsih, ketua TP Pkk kota pekalongan Hj Khusnul Khotimah dan beberapa kepala  Opd kota pekalongan .

Menurut walikota pekalongan H. M Saelany Machfudz, Dengan adanya komisi daerah lanjut usia diharapkan bisa menjadi wadah para lansia untuk memberikan aspirasinya sehingga dapat ikut serta membangun kota pekalongan.

" Kita berharap dengan adanya kepengurusan komisi daerah lanjut usia ini,semoga bisa menjadi wadah para lanjut usia untuk memberikan aspirasinya dalam ikut membangun kota pekalongan,"terangnya.


Dalam acara tersebut juga di berikan bantuan sosial sembako secara simbolis, yang nantinya akan di bagikan kepada 350 orang lansia.

Senada halnya dengan Walikota Pekalongan, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha menyambut baik kegiatan tersebut,dan berharap  dengan terbentuknya kepengurusan para lansia tersebut juga bisa berperan aktif mengawal pembangunan di kota pekalongan,"Jelas Dandim.**red ( rusg99)

Pekalongan – Sinergitas antara TNI dan Pemda yang terwadahi dalam kegiatan TMMD senantiasa membuahkan hasil yang sangat berguna bagi masyarakat,hal tersebut tak terkecuali dengan apa yang sudah di capai oleh Kodim 0710 Pekalongan dalam gelaran TMMD sengkuyung Tahap 1 tahun 2018 ini.

Kegiatan yang baru saja di tutup oleh Komandan Kodim 0710 pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha Pada Kamis 3 Mei 2018,telah menorehkan prestasi yang sangat membanggakan,pasalanya selain sasaran fisik dan non fisik yang sudah di tentukan juga dalam kegiatan tersebut justru malah over prestasi,yaitu dengan menambah sasaran fisik dengan berhasil membangunkan satu buah Poskampling.

Selesai meresmikan sasaran fisik berupa jalan makadam sepanjang VOL. P. 960 meter X L. 3,1 meter Wakil Bupati Pekalongan Hj. Arini Harimurti mengatakan, sangat aperesiasi sekali dengan apa yang sudah di capai dalam kegiatan TMMD tersebut, selain itu menurut Arini kegiatan TMMD tersebut sangat baik dalam pengerjaan fisiknya baik itu volume maupun pengerjaanya.

“ Saya sangat beterima kasih sekali dengan Kodim 0710 Pekalongan, yang sudah membuka jalan ini,yang mana dengan program TMMD ini hasil dan kwalitasnya lebih bagus dengan biaya yang lebih sedikit,”Jelasnya.

“ kegiatan ini sangat menguntungkan pemerintah daerah dan masyarakat sangat senang sekali dengan adanya kegiatan TMMD ini,”Imbuhnya

Wakil Bupati berharap, kedepanya kegiatan TMMD bisa dilanjutkan dan ditingkatkan dan bahkan kalau perlu anggaran APBD nantinya bisa di tingkatkan juga sehingga akan mendapat hasil yang lebih luas dan bermanfaat lagi bagi masyarakat.

Sementara itu Dandim 0710 Pekalongan menambahkan agar dengan terbangunnya akses jalan tersebut,masyarakat bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya sehingga akan berguna dan tahan lama.

“ Kita patut bersyukur dengan berakhirnya kegiatan TMMD yang sudah sesuai target dan waktu yang di tentukan ini,dan saya berharap agar masyarakat bisa memanfaatkan jalan ini dengan sebaik-baiknya sehingga bisa berguna dan lebih tahan lama dalam pemakainnya,”Terang Dandim.