BREAKING NEWS

Sunday, 11 February 2018

Semarang Tuan Rumah Konferensi Burung Indonesia ke-4



Selama tiga hari, dari tanggal 8-10 Pebruari telah dilaksanakan Konferensi Peneliti dan Pemerhati Burung Inodnesia ke 4 (KPPBI 4). Konferensi yang dilaksanakan di Auditorium Prof Wuryatmo Universitas Negeri Semarang dibuka secara resmi oleh Rektor Unnes Prof. Dr. Fathur Rohman pada kamis pagi tanggal 8 Pebruari 2014.

Pada konferensi tersebut menghadirkan 11 keynote speaker diantaranya antara lain Bambang Dahono Aji (Direktur KKH Kemenlhk), Vijak Chimchone (Kasetsart University Thailand), Adam Miller (Planet Indonesia), Bas Van Balen (Author) dan lainnya.

Sementara itu diikuti oleh 132 Pemakalah oral, 22 pemakalah poster, 115 non pemakalah. Rangkain acara dimulai dengan presentasi baik keynote speaker maupun pemakalah pada 8-9 Pebruari dan dilanjutkan dengan workshop dan birdwatching pada tanggal 10 Pebruari.

Menurut ketua pelaksana, Dr Margareta, Konferensi yang mengambil tema ‘Stop Perburuan dan Perdagangan illegal” tersebut dimaksudkan untuk melanjutkan ajang tukar menukar informasi tentang penelitian burung di Indonesia, dan meningkatkan jejaring yang telah terbentuk di antara para peneliti dan pemerhati burung. Tujuan utama konferensi ini adalah mendorong dan meningkatkan peran generasi muda dalam penelitian dan konservasi burung di Indonesia.



Mayoritas peserta konferensi pertama adalah pengamat dan peneliti muda. Oleh karena itu pada konferensi kedua ini para pemerhati dan peneliti burung dari generasi muda akan lebih banyak diberi peran. Konferensi ini merupakan bentuk dukungan para pemerhati dan peneliti terhadap konservasi burung dan untuk pengembangan ilmu pengetahuan tentang burung (ornitologi) di Indonesia.

Pada Workshop yang dilaksanakan pada tanggal 10 Pebruari berisikan materi-materi keteknisan tentang pengamatan dan penelitian burung.  Workshop tersebut diikuti oleh 60an peserta.  Sementara itu aktifitas birdwatching yang diikuti oleh 55 peserta dilaksanakan di Rawa Pening Ambarawa. Acara KPBI 4 tersebut sepenuhnya ddukung oleh UNNES, BKSDA Jateng, Kehati dan Wildlife Conservation Society Indonesia. ( Rus )
 
Copyright © 2017 Sapu Lidi Share on Next Generation.