KAJEN -  Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si didampingi Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TARU) Arif beserta jajaran melakukan inspeksifungsional Jembatan Karangjati di Desa Karangjati Kecamatan Wiradesa dan Jembatan Begal di Desa Tunjungsari Kecamatan Siwalan, Minggu (31/12/2017) sore.
Jembatan Karangjati yang dananya bersumber dari APBD Kabupaten Pekalongan Tahun 2017 sebesar Rp 7.819.114.000,- telah selesai dibangun sesuai jadwal dan dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Jembatan ini dapat dilewati oleh kendaraan roda empat maupun roda dua. Demikian halnya dengan Jembatan Begal dengan anggaran Rp 6 Milyar dari APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2017, juga siap dilalui.
Dalam inspeksinya, Bupati menyampaikan bahwa pada penghujung tahun 2017 ini pihaknya memberikan kado istimewa bagi masyarakat Kota Santri pada umumnya dan warga Kecmatan Wiradesa dan Kecamatan Siwalan khususnya. Kado terindah itu, kata Bupati, adalah telah selesainya pembangunan Jembatan Karangjati Kecamatan Wiradesa dan Jembatan Begal di Desa Tunjungsari Kecamatan Siwalan.
 “Saya melakukan inspeksi untuk mengecek fungsional Jembatan Karangjati dan Jembatan Begal. Alhamdulillah semua berjalan lancar, jembatan bisa dilalui dengan baik dan oleh kendaraan roda empat maupun roda dua,” ujar Bupati.
 Jembatan Karangjati menghubungkan desa-desa di sebelah barat seperti Desa Karangjati, Petukangan Kecamatan Wiradesa dan  lain-lain dan timur Sungai Sengkarang seperti Desa Wuled Kecamatan Tirto yang menyambung ke wilayah Kecamatan Kedungwuni, maupun Kecamatan Buaran hingga Kota Pekalongan.
“Ini akses ekonomi strategis, alhamdulillah sudah selesai. Saya meyakini rakyat akan memanfaatkan jembatan ini dengan baik dan endingnya akan menambah nilai perekonomian bagi masyarakat dan menjadi pengungkit perekonomian di Kabupaten Pekalongan,” terang Bupati.
Dijelaskan Bupati, Jembatan Karangjati fungsinya sangat vital. Sehingga jalan menuju jembatan adalah jalan Kabupaten, sehingga akan kita tingkatkan jalan ini. Jalan ini berfungsi untukmengurangi kepadatan jalur Kedungwuni-Pekalongan yang saat ini sudah sangat padat. Disamping itu, jalan ini akan menghubungkan jalan dari Wiradesa menuju Buaran dan ke Kota Pekalongan.
Lebih lanjut, Bupati menuturkan bahwa untuk Jembatan Begal terletak di Desa Tunjungsari Kecamatan Siwalan. Jembatan Begal juga masuk proyek APBD Kabupaten Pekalongan Tahun 2017 dengan nilai proyek sekitar Rp 6 Milyar.
Seperti halnya Jembatan Karangjati, Jembatan Begal juga sangat vital untuk menunjang perekonomian masyarakat, utamanya adalah masyarakat Kecamatan Sragi yang berada di sebelah barat jembatan dan masyarakat Kecamatan Wiradesa di sebelah timur jembatan.
“Jembatan ini akan mempersingkat mobilisasi warga dari desa-desa di Kecamatan Sragi ke Kota lewat Wiradesa dan ke Kajen, maka jalur ini sangat penting,” jelas Bupati
Dengan adanya jalan tol, yang mana nanti akan interchange-nya berada di Bojong, maka jalan ini sangat strategis dan sudah kita rancang sejak dulu, dan alhamdulillah sudah kita laksanakan dan berjalan dengan baik,” imbuhnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment: