October 2017
KAJEN – Selain penampilan grup musik rampak Angklung Rancak Bambu (ARB),dalam Upacara Hari Sumpah Pemuda Tingkat Kabupaten Pekalongan yang dilangsungkan di Alun-alun Kajen, Sabtu (28/10/2017), diramikan pula oleh penampilan Tari Sodo. Tari Sodo dibawakan oleh 60 penari terdiri atas 27 penari putri dari SMK Muhammadiyah Karanganyar dan 33 penari putra dari      SMK N I Kedungwuni.
Seperti halnya sapu sodo/lidi yang kuat karena bersatu. Pemuda bersatu untuk kemajuan dan kejayaan Indonesia. “Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh”. Penari umbul-umbul menggambarkan simbol ketangguhan pemuda, penarik heroik menggambarkan kesiapan pemuda menghadapi tantangan dan bersatu membela NKRI, penari sapu sodo/ lidi menggambarkan semangat bersatu para pemuda harapan bangsa.
Tarian massal ini menggambarkan persatuan dan kesatuan pemuda yang difilosofikan melalui sapu sodo atau sapu lidi. Sapu sodo terdiri dari banyak sodo/ lidi yang terikat menjadi satu kesatuan hingga kuat dan tidak mudah terpatahkan. Dengan bersatunya sodo/ lidi maka akan lebih mudah untuk membersihkan sesuatu.
Dengan diiiringi musik gamelan dari Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Pekalongan, mereka menghibur para tamu undangan yang hadir pada upacara di alun-alun Kajen tersebut. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Dalam Upacara Hari Sumpah Pemuda Tingkat Kabupaten Pekalongan yang dilangsungkan di Alun-alun Kajen, Sabtu (28/10/2017), Bupati Pekalongan didampingi Wakil Bupati dan Kepala Dinporapar menyerahkan piala dan piagam kepada para pemenang lomba. Antara lain lomba Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan, sebagai Juara I adalah Wike Oktaviana dari Desa Wonopringgo Kecamatan Wonopringgo, Juara II yaitu Siti Khuzaiyah dari Desa Simbangwetan Kecamatan Buaran, dan Juara III Abdurahman Hadiyanto dari Kauman Desa Bojongminggir Kecamatan Bojong.
Kemudian, Lomba Pemuda Pelopor Bidang Sosial, Budaya dan Pariwisata. Sebagai juara I adalah Cahya Ari Safira dari Desa Bener Kecamatan Wonokerto, juara II Budi Raharjo dari Desa Tlogopakis Kecamatan Petungkriyono dan juara III yaitu Alam Kartika M dari Desa Lemahabang Kecamatan Doro.
Selanjutnya, Lomba Pemuda Pelopor Bidang Pangan, diraih oleh Suroso dari Desa Tlogopakis Kecamatan Petungkriyono sebagai juara I, juara II Ahmad Zulfikar Afandi dari Desa Sinangohprendeng Kecamatan Kajen dan juara III adalah Ghani Yulisetyawan Fitra dari Desa Gandarum Kecamatan Kajen.
Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda itu, Bupati juga menyerahkan piala dan piagam penghargaan kepada pemenang Lomba Musik Rampak, Lomba Lukis Mural dan Festival Band Pelajar. Serta piagam penghargaan kepada tim Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS).
Untuk Lomba Musik Rampak, sebagai juara I adalah Angklung Rancak Bambu dari Desa Coprayan Kecamatan Buaran, juara II MCBN dari Desa Samborejo Kecamatan Tirto dan juara III Ramadzar dari Kelurahan Mayangan Kecamatan Wiradesa. Adapun untuk Lomba Lukis Mural, juara I diraih oleh Titik Hijau Jalan Wonoprojo Tirto Pekalongan, juara II Seru Smandung (SMAN I Kedungwuni) dan juara III MDM’s Art SMKN I Kedungwuni.  Sedangkan untuk Lomba Festival Band Pelajar, juara I diraih oleh grup Prishelf dari SMAN I Kedungwuni, juara II Iyant Band dari SMAN I Kajen dan juara III Senopati Band dari SMK Muhammadiyah Bligo.
Sementara piagam penghargaan tim Fornas, diterimakan oleh Ikhsan Ramadhan (juara I Tim Hadang Putra Gobaksodor), Miya Febriyanti (juara I Tim Hadang Putra Gobaksodor) dan Sri Achmadi (Pelatih Tim Hadang Gobaksodor Putra Jawa Tengah).
Selamat kepada para pemenang lomba. Semoga dapat menginspirasi para pemuda lainnya di Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

KAJEN - Dalam Upacara Hari Sumpah Pemuda Tingkat Kabupaten Pekalongan yang dilangsungkan di Alun-alun Kajen, Sabtu (28/10/2017), dimeriahkan oleh penampilan grup musik rampak Angklung Rancak Bambu (ARB). ARB adalah sebuah grup musik rampak pemuda-pemudi dari Desa Coprayan Kecamatan Buaran. ARB merupakan juara I pada Lomba Musik Rampak Tingkat Kabupaten Pekalongan Tahun 2017 yang gelar dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Grup musik rampak dibawah pimpinan Kang Mas Sulaiman, berdiri pada tanggal 28 September 2015, dengan jumlah personil 8 orang penari dan 40 pemain musik. Mereka memiliki visi dan misinya “Menyatukan Kaum Muda dalam Kegiatan Positif dan Melestarikan Warisan Budaya Bangsa”.
Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 tahun 2017 ini, ARB mempersembahkan lagu dengan judul “Sluku-sluku Bathok”. Filosofinya adalah Sluku-sluku bathok, bathoke ela-elo (dalane menungso ing dunyo iku bunder koyo bathok ela-elo). Si romo menyang solo (hidup di dunia seperti bapak, fungsi bapak melestarikan, merawat dan mengemban amanah serta pergi menuju kesadaran yang tunggal).
Leh olehe payung moto (anugerah yang menuju kewaspadaan dan kebahagiaan). Tak jentit lolo loba, wong mati ora obah (ketika posisi manusia sujud dzohir batin kepada Tuhan, manusia tidak bisa memilih karena semua pilihan manusia dibatasi pilihan manusia yang lain). Yen urip golek becik (yang dicari dalam kehidupan adalah kebaikan dan keabadian).
Seperti filosifi yang terkandung dalam lagu Sluku-sluku Bathok, kita sebagai pemuda-pemudi bangsa harus mampu melestarikan, merawat dan mengemban amanah untuk bangsa ini. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN = Ratusan orang yang terdiri dari berbagai elemen, baik pelajar, mahasiswa, aparat, serta instansi pemerintahan memadati Alun-alun Kajen. Mereka berbaris rapi mengikuti jalannya upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89. Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si hadir dan menjadi inspektur upacara peringatan hari sumpah pemuda.
Dari mimbar kehormatan tampak hadir Wakil Bupati Pekalongan ir. Hj. Arini Harimurti, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH., S.IK., M.Si, Wakil Ketua DPRD Ir. Nunung Sugiantoro, ST., perwakilan Kodim 0710/ Pekalongan, Kejari Kabupaten Pekalongan, Pengadilan Agama, Ketua Kantor Kementerian Agama Kajen, Sekda Dra. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan Kepala OPD se Kabupaten Pekalongan serta hadirin tamu undangan.
Upacara pun berlangsung dengan khidmad dan lancar. Pada upacara terebut, Bupati Pekalongan membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI yang berjudul “Pemuda Indonesia Berani Bersatu” di hadapan para peserta upacara.
Dalam amanat yang dibacakannya Bupati Pekalongan, Menpora Imam Nahrawi mengajak seluruh masyarakat untuk mensyukuri lahirnya sumpah pemuda, dimana sumpah pemuda yang diperingati hari ini, Sabtu (28/10/2017) merupakan sumbangsih para pemuda Indonesia di masa lampau.
Dijelaskan, delapan puluh sembilan tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928, sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air, berkumpul di sebuah gedung di Jalan Kramat Raya, daerah Kwitang Jakarta. Mereka mengikrarkan diri sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia. Sungguh sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Ikrar ini nantinya, 17 tahun kemudian melahirkan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945.
Lebih lanjut, Menpora Imam Nahrawi, menuturkan pernahkah kita membayangkan bagaimana seorang Mohammad Yamin dari Sawah Lunto dapat bertemu dengan Johannes Leimena dari Ambon? Pernahkah kita membayangkan bagaimana seorang Katjasungkana dari Madura dapat bertemu dengan Lefrand Senduk dari Sulawesi?
Bukan hanya bertemu. tapi mereka juga berdiskusi, bertukar pikiran, mematangkan gagasan hingga akhirnya bersepakat mengikatkan diri dalam komitmen ke lndonesiaan, Padahal jarak antara Sawah Lunto dengan Kota Ambon, lebih dari 4.000 kilometer. Hampir sama dengan jarak antara Kota Jakarta ke Kota Sanghai di China. Sarana transportasi umum saat itu masih mengandalkan laut. Dibutuhkan waktu berminggu-minggu untuk bisa sampai ke kota mereka. Alat komunikasi pun masih terbatas, mengandalkan korespondensi melalui kantor pos. Hari ini surat dikirim, satu dua bulan kemudian, barulah sampai dialamat tujuan.
“Kita tentu patut bersyukur atas sumbangsih para pemuda Indonesia yang udah melahirkan Sumpah Pemuda, sudah seharusnya kita meneladani langkah-langkah dan keberanian mereka hingga mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsanya. Bandingkan dengan era sekarang. Hari ini, sarana transportasi umum sangat mudah. Untuk menjangkau ujung timur dan barat Indonesia hanya dibutuhkan waktu beberapa jam saja. Untuk dapat berkomunikasi dengan pemuda di pelosok – pelosok negeri ini  cukup dengan menggunakan alat komunikasi, tidak perlu menunggu datangnya tukang pos hingga berbulan -bulan lamanya. Interaksi sosial dapat dilakukan 24 jam, kapanpun dan di manapun,” kata Bupati Asip Kholbihi.
Usai pembacaan amanat Menpora oleh Bpati Pekalongan, acara pun dilanjutkan dengan pembacaan doa dan diakhiri oleh penampilan Tari Sodo oleh siswa-siswi SMK Muhammadiyah Karanganyar dan SMKN I Kedungwuni. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Batang - Kodim 0736/Batang telah memperingati hari Sumpah Pemuda pada hari Sabtu 28/10 akan tetapi walaupun sudah memperingatinya kali ini 1 SST anggota mengikuti upacara Hari Sumpah Pemuda ke 89 Tingkat Kabupaten Batang Tahun 2017 dengan tema,"Pemuda Indonesia Berani Bersatu" yang digelar pada 30/10/2017  bertempat Halaman Pendopo Kabupaten Batang.

Bertindak selaku Pembina Upacara Bupati Batang H.Wihaji,SAg,MPd dengan peserta upacara kurang lebih 300 orang dari beberapa Instansi dan elemen masyarakat se Kabupaten Batang. Dalam Upacara tersebut dibacakan Amanat dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI yang dibacakan oleh Bupati Batang antara lain, Seperti yang pernah disampaikan Presiden Republik Indonesia yang pertama, Bung Karno kepada para pemuda Indonesia  saat itu “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah Api Sumpah Pemuda. Kalau sekedar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir".

Bagi generasi muda Indonesia, Api sumpah pemuda harus terus menyala, harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kita juga harus berani melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan. Ego ini yang kadang kala mengemuka dan menggerus persaudaraan kita sesama anak bangsa. Persatuan Indonesia adalah segala-galanya, jauh di atas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan apalagi golongan, harus tetap dijaga dan tertanam di seluruh jiwa masyarakat Indonesia,” katanya.
dan Kita patut bersyukur dan berterima kasih kepala Presiden Joko Widodo yang selama ini memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan kepemudaan Indonesia. Bulan Juli 2017 yang lalu, Bapak Presiden telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan.

Usai kegiatan upacara dilaksanakan penganugerahan Satya Lencana Karya Satya kepada PNS Kabupaten Batang masa bakti 10, 20, dan 30 tahun serta penyerahan surat petikan keputusan Presiden RI kepada perwakilan penerima penghargaan oleh Bupati Batang dengan jumlah 110 orang. Adapun penerima penghargaan sebagai berikut , Masa bakti 30 tahun sebanyak 68 orang, Masa bakti 20 tahun sebanyak 35 orang dan Masa bakti 10 th sebanyak 7 orang. (Pendim 0736/Batang)
Batang - Setiap Tanggal 28 Oktober tiap tahun diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda.Momen itu sebagai cikal bakal bersatunya komponen pemuda dari berbagai latar belakang di Nusantara untuk terikat dalam sebuah nation-state atau bangsa.

Sumpah Pemuda merupakan hasil Kongres Pemuda Kedua yang dirumuskan pada 28 Oktober 1928 di Batavia atau kini lebih dikenal sebagai Jakarta.

Kodim 0736/Batang pada 28/10 melaksanakan Upacara dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda dengan Irup Dandim 0736/Batang Letkol Inf Fajar Ali Nugraha S.Sos bertempat di Lapangan Upacara Kodim 0736/Batang sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pemuda terdahulu yang telah mengorbankan segalanya demi tercapainya satu tujuan yaitu Satu Kata "Indonesia" dengan latar belakang berbagai macam perbedaan.

Pada pelaksanaan upacara tersebut dibacakan amanat Menpora yang berisikan tentang ajakan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa karena apabila kita berselisih paham dan mengarah kepada perpecahan kita harus malu dengan pemuda 1928 dan Bung Karno, karena kini saatnya kita melangkah ke tujuan lain yg lebih besar yaitu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. 

Kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada Presiden Ir. Joko Widodo yang selama ini memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan kepemudaan Indonesia.

Letkol Fajar juga tidak lupa memberikan penekanan kepada semua prajuritnya untuk dapat bijak dan dewasa serta jangan mudah terprovokasi dalam menanggapi terhadap perkembangan medsos yang akhir akhir ini memojokkan dan menjelek jelekkan TNI serta untuk tidak sekali kali mencoba maupun ikut terjun dalam penggunaan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba,  karena Narkoba adalah musuh nyata bangsa Indonesia yang harus kita perangi bersama, pungkas Dandim.(Pendim0736).
Batang - Guna mengenalkan berbagai macam satwa yang ada di lingkungan dan yang ada di Dunia kepada anak didik, pada 28/10 Dewan guru TK Kartika III - 29 Kodim 0736/Batang mengajak anak didiknya ke BDC TSI (Batang Dolphin Center Taman Safari Indonesia) di lokasi wisata Pantai Sigandu.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala TK Kartika III - 29 Kodim 0736/Batang Ibu Enis Setyoningsih S.Pd Aud saat mendampingi anak didiknya mengunjungi Taman Safari Indonesia Batang. 

Dalam pembelajaran tersebut 75 anak didik dikenalkan dengan berbagai macam satwa yang ada di TSI Batang  mulai dari Pintu masuk berupa Kudanil dan di penghujung acara dengan melihat atraksi burung Kakak Tua dan Lumba lumba.

Lebih lanjut Enis memaparkan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan belajar mengajar dengan tema binatang secara langsung di alam nyata tidak hanya dalam buku saja, sehingga harapannya anak anak dapat melihat langsung berbagai macam binatang termasuk tempat hidupnya baik yang di darat maupun di air dan rencananya akan dijadikan sebagai program pembelajaran tahunan. 

Terpisah Saudara Andre wali murid dari Adinda Niken merasa senang dengan kegiatan tersebut karena anaknya merasa senang dan terhibur dengan melihat langsung satwa yang ada dan serasa tidak mau diajak pulang karena asik menyaksikan atraksi lumba lumba.

Turut mendampingi anak anak Ketua Yayasan Kartika Ny. Hilda Fajar Ali Nugraha, Dewan Guru, para wali murid    dengan didampingi anggota Provost Kodim 0736/Batang.(Pendim0736).
Batang - Anggota Koramil 07/Bandar bersama warga masyarakat dan mahasiswa Unnes yang sedang melaksanakan KKN pada 29/10 bahu membahu membuat jalan tembus dari Dukuh Simpar menuju Dukuh Kanyaran Desa Simpar Kecamatan Bandar sepanjang 700 m. 

Danramil 07/Bandar Kapten Inf Maryana yang memimpin pelaksanaan karya bhakti tersebut menuturkan bahwa pembuatan jalan tembus tersebut bertujuan untuk memperpendek jarak tempuh antara kedua pedukuhan, karena selama ini harus melambung. 

Sehingga harapannya ke depan apabila jalan tersebut sudah bisa dilalui secara otomatis akan dapat membantu meningkatkan perekonomian warga dengan naiknta nilai jual harga tanah yang berada di sepanjang jalan tersebut daripada sebelumnya. 

Lebih lanjut Kapten Maryana nenambahkan karya bhakti tersebut juga dalam rangka meningkatkan kemanunggalan TNI dan rakyat karena TNI lahir dari rakyat dan mengabdi untuk kepentingan rakyat. 

Terpisah Supriyono warga Dukuh Simpar menuturkan bahwa pembuatan jalan tersebut sudah lama diidam idamkan akan tetapi baru bisa dikerjakan sekarang karena harus melalui musyawarah untuk mencapai kesepakatan warga yang memiliki tanah yang akan dijadikan jalan. 

Masyarakat Dukuh Simpar merasa senang dengan dibuatnya jalan tersebut dan akan dilanjutkan setiap minggu secara bergotong royong.(Pendim0736).
Batang -  Tingginya angka kematian ibu di Indonesia akibat resiko tinggi untuk melahirkan menjadi perhatian pemerintah. Sehingga dipandang perlu dan harus diadakannya program keluarga berencana ( KB ) sebagai salah satu cara untuk mengurangi tingginya angka kematian ibu. 

Banyaknya anak-anak terlantar dan masih ditemukannya usia melahirkan dengan jarak yang sangat dekat juga menjadi perhatian pemerintah. Alat kontrasepsi yang saat ini sudah tersedia bermacam-macam. Selain adanya alat kontrasepsi untuk wanita, juga tersedia alat kontrasepsi untuk pria. Hanya saja yang menjadi masalah saat ini, kurangnya pengetahuan masyarakat akan metode memilih kontrasepsi dengan keuntungan, kerugian, serta efek samping dari pemakaian alat kontrasepsi tersebut juga sebagai bahan pertimbangan dalam memilih alat kontrasepsi, seperti yang dituturkan oleh Kapten Kav M Purbo S pada saat memantau pelaksanaan KB dengan methode Tubektomi (MOW)  dan Pasektomi (MOP) di Puskesmas Subah. 

Alasan tersebut juga diutarakan oleh Susanto 43 tahun warga Amongrogo Kecamatan Limpung yang mengikuti KB MOP dengan alasan kasihan dengan isteri karena sering pusing, sehingga memutuskan untuk mengikuti MOP agar bergantian dalam mengikuti KB. 

Terpisah Ibu Jariyah 45 tahun warga Desa Gunungsari Kecamatan Bawang beralasan mengikuti MOW karena mempunyai penyakit kelenjar sehingga tidak disarankan untuk mengikuti metodhe KB lainnya, sehingga memutuskan untuk melakukan KB Tubektomi (MOW).

Hadir dalam acara tersebut Danramil 01/Subah Kapten Kav M Purbo S mewakili Dandim 0736/Batang, Kepala Puskesmas Subah dr.Ida Susilaksmi, Kabid KB DP3AP2KB Batang Dra.Martiningsih MM, dr.Rudi H dari RS Pantiwiloso Semarang, Petugas PLKB dan para Babinsa jajaran Kodim 0736/Batang yang mendampingi para Akseptor. 

Pelaksanaan pelayanan KB kali ini diikuti oleh 25 akseptor MOW dan 6 akseptor MOP dari wilayah se Kabupaten Batang.(Pendim0736).

Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Mulyono, uapkan terimaksih kepada para prajurit yang tergabung dalam satgas TMMD Reguler ke -100, dimana secara aserentak di seluruh Indonesia digelar di 52 titik di 52 kabupaten /kota.

''Saya ucapkan terimaksih atas dedikasi,pengabdian dan kerja keras yang telah ditunjukan oleh para prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD selama pelaksanaan TMMD Reguler ke-100,'' tandas Kasad dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Komandan Lanal Tegal Letkol Marinir S.B Manurung, dalam upacara penutupan TMMD Reguler ke -100 Kodim 0713/Tegal.

Dikemukakan KASAD, bahwa taujuan dari kegiatan TMMD adalah membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka menyiapkan ruang juang, alat juang dan kondisi juang yang tangguh dengan sasaran melaksanakan pembangunan fisik dan non fisik. (Pendim Brebes)

BREBES - Bersamaan dengan penutupan TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes, Desa Cikuya yang menjadi sasaran TMMD tersebut layak disebut desa merah putih. Pasalnya jajaran Kodim setempat membentangkan bendera merah putih sepanjang 7.200 M tanpa putus.

Bentangan bendera itu dibentangkan mulai dari masuk desa Cikuya di kanan kiri jalan, hingga di lokasi digelarnya upacara penutupan TMMD, yakni di lapangan Desa Cikuya. AKsi itu benar-benar spektakuler.

Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf. Ahmad Hadi Hariono mengemukakan, bendera merah putih sepanjang 7,2 Km itu dipesan dari sebuah perusahaan garmen di Pekalongan. ''Ya supaya ada warna lain di pelaksanaan TMMD Reguler ke-100 dengan sasaran Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo,'' tandasnya. (Pendim Brebes)

BREBES - Salah satu acara tambahan yang ditunggu-tunggu oleh di penutupan TMMD Reguler. Seperti halnya di acara penutupan TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes dengan sasaran Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.

Ratusan warga langsung menyerbu stand pasar murah yang dibuka seusai upacara pembukaan TMMD. Begitu Bupati Brebes, Hj.Idza Priyanti membuka acara itu. Sementara warga berebut untuk belanja di arena pasar murah itu, Bupati dan rombongan melanjutkan dengan meninjau sejumlah sasaran fisik di pelaksanaan TMMD Reguler ke -100 Kodim Brebes itu.

''Lumayan kami dan warga lainnya bisa belanja sembako dengan harga murah di pentuupan TMMD Cikuya ini. Dulu waktu di pembuakannya juga digelar pasar murah, sehingga warga Desa Cikuya benar-benar dimanjakan oleh Kodim Brebes,'' ungkap Sri Mulyani, salah satu warga Cikuya yang ikut bebruru sembako di pasar murah. (Pendim Brebes)

BREBES - Atraksi sosok mirip Limbad, yakni dari Ki Ronggolawe sesuai gelaran upacara TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, mampu memukau para penonton, peserta upacara dan tamu undangan.

Layaknya atraksi yang sering dilakukan oleh Mr Limbd, Ki Ronggo Lawe menarik sebuah mobil yang penuh penumpanang. Keruan saja ataraksi itu menjadi magnet sendiri bagi warga masyarakat yang ikut menyaksikan upacara penutupan TMMD.

Sebagaimana diketahui, banyak cara yang dilakukan oelh Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono untuk menghibur warga desa sasaran tMMD Reguler ke -100, Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo. Satu diantaranya Dandim mengajak serta seorang sosok yang mirip dengan tokoh pesulap Indonesia, Limbad.

Sepekan lalu, Ki Ronggo Lawe juga sudah sempat dibawa ke Desa Cikuya yang menjadi sasaran TMMD. Sontak kehadiran laki-laki yang di wilayah Brebres dan sekitarnya itu dikenal dengan panggilan Ki Ronggolawe, membuat warga Desa Cikuya gempar dan berebut untuk menekatinya, bahkan mereka berebut untuk berfoto bareng. Apalagi kedatangan Ki Ronggolawe komplit mengenakan kostum hitam-hitam seperi kegemaran Limbad dalam berpakaian. (Pendim Brebes)

BREBES - Di penghujung pelaksanaan TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes Kamis (26/10/2017) yang digelar di lapangan Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, juga wiwarnai dengan sejumlah penyerahan piagam dan bingkisan, yang diserahkan oleh Dandim Brebes, Letkol Inf. Ahmad Hadi Hadirono.

Beberapa piagam dan bingkisan oleh Dandim Hadi itu masing-masing, penyerahan piagam kepada masyarakat yang menyerahkan senpi rakitan, yakni Taryoto. Penyerahan penyerahan piagam keluarga asuh TMMD Reg ke-100, penyerahan kunci RLTH dan foto kepada keluarga asuh.Selain itu juga penyerahan bingkisan sunatan massal. (Pendim Brebes)

BREBES - Acara penutupan TMMD Reguler ke -100 Kodim 0713/Brebes tak terkesan kering, artinya tidak sekedar upacara, melainkan ada sejumlah acara tambahan yang membuat kesan tersendiri di upacar yang berlangsung di lapangan Desa Cikuya, Kecamatan, Banjarharjo itu.

Satu diantara acara tambahan itu adalah atraksi tinju dari sasana tinju Koramil 14/ Banjarharjo, dimana mampu memukau dan membuat tepuk tangan yang diuh dari peserta upacara maupun tamu undangan, termasuk warga masyarakat.

Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf. Ahmad Hadi Hariono mengemukakan, tidak sja selama TMMD saja, melainkan ke depan pihaknya berharap pembinaan tinju di wilayah Kecamatan Banjarharjo ditingkatkan. (Pendim Brebes)

BREBES - Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf. Ahmad Hadi Hariono menandaskan, berkat kerja keras para Satgas TMMD dan didukung warga desa sasaran, yakni warga Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, semua proyek fisik dan non fisik di TMMD Cikuya itu bisa rampung 100 persen.

Dikemukakan, untuk proyek fisiknya masing-masing pengaspalan jalan dengan panjang 1 Km, Lebar 3 Meter, pembangunan jalan Makadam sepanjang 885,8 Meter lebar 3 Meter, pembangunan Talud penahan jalan sepanjang 131 Meter denan tinggi 0,5-1,5 M eter. Pembangunan , pembangunan 1 unit pos kamling, termasuk rehab 20 Unit Rumah Tidak Layak Huni.

Sementara itu, menurut Dandim Hadi, ada sejumlah sasaran fisik tambahan, masing-masing, , pembangunan jalan makadam sepanjang 314,2 Meter, pembangunan plat decker dengan panjang 1,5 Meter dan Lebar 3 Meter, plesterisasi rumah 5 unit, jambanisasi 5 Unit.

Masih menurut Dandim Hadi, untuk sasaran non fisik TMMD Reguler di Cikuya cukup bervariatif, diantaranya pelayanan KB Kes, sosialisasi Revolusi Mental, pelayanan akte kelahiran, sosialisasi UU perkawinan no. 1 tahun 1974, penyuluhan wawasan kebangsaan dan rekruitmen TNI
, Penyuluhan Hukum, penyuluhan program pertanian dan program KRPL
, Sosialisasi Bank sampah dan bantuan tong sampah.

Selain itu juga bantuan alat biopori dan bantuan grobak sampah, pelayanan dan pengobatan ternak, sosialisasi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba(P4GN)
, sosialisasi tentang kebencanaan, penyuluhan kearsipan dan perpustakaan keliling, penyuluhan KB melalui pemutaran Film, Pelayanan SKCK dan Samsat keliling dan sejumlah kegiatan lainnya. (Pendim Brebes)

BREBES - Pelajar SMAN 1 Brebes ikut ambil bagian dalam upacara penutupan TMMD Reguer ke-100 Kodim 0713/Brebes yang digelar di lapangan Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kamis (26/10). Mereka seolah larut dengan sukses TMMD yang dimulai sejak tanggal 27 September 2017 lalu.

Dua pleton pelajar SMA 1 itu bergabung dengan satu peleton Karang Taruna dan satu peleton tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Banjarharjo. Selain itu di upacara penutupan TMMD Cikuya itu, juga diikuti oleh 1 SSK Satgas TMMD Kodim Brebes, 1 SSK gabungan masing-masing dari 1 pleton Yonif 407/PK dan 1 pleton pasukan dari Polres Brebes dan 1 pleton dari Satpol PP Kabupaten Brebes)

3)Kompi 3 : 1 SSK Gabungan (1ton Dishub Kab.Brebes +1 ton linmas kab.Brebes + ASN Kab.Brebes)

4) Kompi 4 : 1 SSK Gab

Peserta upacara lainnya adalah gabungdan dari satu pleton Senkom Brebes dan 1 Pleton FKPPI Kabupaten Brebes. Sementara itu, untuk perwakilan yang didaulat untuk acara pelepasan tanda peserta TMMD, masing-masing Serda Sucipto dari Babinsa Koramil 14/Banjarharjo dan Dadang yang anggota Linmas Desa Cikuya. (Pendim Brebes)

BREBES - Seluruh sasaran fisik dan non fisik TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes berhasil diselesaikan sehari sebelum upacara penutupan. Semua hasil itu secara resmi diserahkan oleh Dandim Brebes, Letkol Inf. Ahmad Hadi Hariono ke Pemkab Brebes dalam hal ini Bupati Brebes, Hj.Idza Priyanti, bersamaan dengan gelaran upacara penutupan TMMD di lapangan Desa Cikuya, Kamis (26/10).

Penyerahan hasil karya TMMD itu diwujudkan dalam penandatanganan naskah berita acara oleh Dandim Hadi dan Bupati Brebes dengan disaksikan Inspektur Upacara, Letkol Marinir S.B dengan didampingi oleh Forkopimda Brebes.
Acara dilanjutkan penandatangan prasasti oleh Bupati Brebes, Hj.Idza Priyanti. (Pendim Brebes)

BREBES - Komandan Lanal Tegal, Letkol Marinir S.B Manurung menutup pelaksanaan TMMD Reguler ke-100 Kodim 0713/Brebes dengan desa sasaran Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo yang digelar di lapangan desa setempat. Bertindak sebagai Komandan Upacara, Kapten Inf. Muhtadi yang sehari-hari sebagai Danramil 04/Tanjung.Ribuan Orang Ikuti Upacara Penutupan TMMD Cikuya (1)

Sedikitnya 3.800 orang hadir di acara pamungkas TMMD Cikuya yang terdiri dari peserta upacara dan tamu undangan. Ternyata Cuku komplit tamu udangan yang hadir, diantaranya
Katopdam IV/Dioegoro, Kol (CTP) Agus Sumantri Sugarman, Wairdam IV/Diponegoro, Letkol Inf.Jefson Marsiano Simanjuntak
d. Kapuskodalopsdam IV /DIponegoro Letkol Inf.Angkat Purbadi dan sejumlah tamu udangan lainnya.

Dandim Brebes, Letkol Inf. Ahmad Hadi Hariono selaku Dansatgas TMMD berharap, apa yang dilakukan oleh jajarannya di Desa Cikuya dalam rangka melaksanakan TMMD Reguler ke-100 Di Desa Cikuya bisa dimanfaatkan secara maksimal. (Pendim Brebes)

Pekalongan – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung III Tahun Anggaran 2017 berakhir Kamis (26/10). Kegiatan yang dilaksanakan kurang lebih selama satu bulan tersebut dimulai dari tanggal 27 September hingga 26 Oktober 2017. Untuk Kabupaten Pekalongan dilaksanakan di Desa Sengare, Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan.

Upacara penutupan digelar di Lapangan Picis Desa Sengare dengan inspektur upacara Dandim 0710/ Pekalongan Letkol Inf Heri Bambang Wahyudi, S.I.P. Kegiatan tersebut juga di hadiri  oleh Bupati pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, M.Si.dan Wakil bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Muspida Kabupaten Pekalongan, SKPD terkait serta Muspika Talun juga masyarakat setempat.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jendral TNI Mulyono dalam sambutannya yang dibacakan oleh Dandim 0710/Pekalongan mengatakan, Beberapa waktu yang lalu, TNI baru saja memperingati Hari Ulang Tahunnya yang ke-72, dan bila kita melihat momentum perayaan HUT tersebut, tergambar dengan cukup jelas kedekatan antara TNI dan rakyat Indonesia. Terkait dengan hal itu, atas nama semua prajurit TNI, perkenankan saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Indonesia atas doa restu sehingga peringatan ke-72 HUT TNI berjalan lancar, sekaligus permohonan maaf apabila ada hal-hal yang belum memuaskan masyarakat.,” tegasnya.

Selanjutnya, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pada bulan Oktober 2017 ini, Litbang Kompas juga merilis hasil survei yang menunjukkan bahwa TNI menempati posisi tertinggi sebagai institusi dengan citra paling baik. Pada hasil survei tersebut, tingkat kepercayaan publik kepada TNI mencapai 94%, atau mengalami peningkatan sebanyak 3% dari survei sebelumnya pada Januari 2015 sebesar 91,2%.

Tingginya kepercayaan rakyat terhadap TNI mengindikasikan bahwa kedekatan dan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin baik. Bagi TNI, khususnya TNI AD, hal ini adalah modal utama dalam pembangunan inti kekuatan pertahanan negara yang bersifat semesta. Slogan Bersama Rakyat TNI Kuat, yang ditetapkan sebagai tema HUT TNI yang baru lalu, bukanlah semata-mata kalimat yang dibuat supaya manis didengar, tetapi karena TNI sangat menyadari dahsyatnya kekuatan kebersamaan dalam mempertahankan kedaulatan dan mengawal eksistensi NKRI. Mengakhiri sambutannya, KSAD mengungkapkan harapannya, diantaranya agar kebersamaan dan semangat gotong royong yang sudah terbina dengan baik dapat dipelihara.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, M.Si.mengungkapkan bahwa TMMD menjadi solusi dari berbagai persoalan yang harus di selesaikan secara riil dengan tenggang waktu yang tidak terlalu lama dan action nyata. Bupati juga akan selalu mendukung kegiatan TMMD ini karena menurutnya hasilnya juga cukup jelas dan dalam waktu yang relatif singkat hasilnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Bupati Asip Kholbihi menambahkan bahwa TMMD ini merupakan Crass Program bagi percepatan pembangunan di daerah.

Selesai Pelaksanaan Upacara penutupan kegiatan dilanjutkan dengan meninjau berbagai jajanan lokal dan pasar murah serta dilakukan pemotongan pita oleh Wakil Bupati Ir.H Arini Hari Murti sebagai tanda peresmian jalan yang di laksanakan pada TMMD sengkuyung III tahun anggaran 2017. **Red ( Pendim 0710 Pekalongan )
Pekalongan – Bertempat di Halaman Stadion Hoegeng Kraton,Pekalongan Utara,TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung III Tahun Anggaran 2017 resmi di tutup oleh Kasdim 0710 Pekalongan pada Kamis, ( 26/10 ). 

Kegiatan TMMD Sengkuyung tahap III Ta.2017, yang dilaksanakan kurang lebih selama satu bulan tersebut dimulai dari tanggal 27 September hingga 26 Oktober 2017. Untuk Kota Pekalongan dilaksanakan di rt08/rw11 Padukuhan Kel Kraton, Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan,dengan sasaran peningkatan dan peninggian jalan Volume panjang 182 meter dan lebar 4,70 meter.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jendral TNI Mulyono dalam sambutannya yang dibacakan oleh kasdim 0710/Pekalongan mayor Inf Hufron mengatakan, yang antara lain menjelaskan bahwa sudah tergambar dengan cukup jelas kedekatan antara TNI dan rakyat Indonesia.Hal tersebut bisa terlihat pada saat perayaan HUT TNI Ke-72 kemarin yang mana sangat antusiasnya  masyarakat dan terlihat jelas bahwa TNI dan Rakyat sudah menyatu. Dan atas nama semua prajurit TNI, perkenankan saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Indonesia atas doa restu sehingga peringatan ke-72 HUT TNI berjalan lancar,” tegasnya.

Selanjutnya kita ketahui bersama bahwa pada bulan Oktober 2017 ini, Litbang Kompas juga merilis hasil survei yang menunjukkan bahwa TNI menempati posisi tertinggi sebagai institusi dengan citra paling baik. Pada hasil survei tersebut, tingkat kepercayaan publik kepada TNI mencapai 94%, atau mengalami peningkatan sebanyak 3% dari survei sebelumnya pada Januari 2015 sebesar 91,2%.

Tingginya kepercayaan rakyat terhadap TNI mengindikasikan bahwa kedekatan dan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin baik. Bagi TNI, khususnya TNI AD, hal ini adalah modal utama dalam pembangunan inti kekuatan pertahanan negara yang bersifat semesta. Slogan Bersama Rakyat TNI Kuat, yang ditetapkan sebagai tema HUT TNI yang baru lalu, bukanlah semata-mata kalimat yang dibuat supaya manis didengar, tetapi karena TNI sangat menyadari dahsyatnya kekuatan kebersamaan dalam mempertahankan kedaulatan dan mengawal eksistensi NKRI. Mengakhiri sambutannya, KSAD mengungkapkan harapannya, diantaranya agar kebersamaan dan semangat gotong royong yang sudah terbina dengan baik dapat dipelihara.**Red ( Pendim 0710 Pekalongan )
Batang - Sebulan sudah kegiatan TMMD Sengkuyung tahap III tahun 2017 Kodim 0736/Batang berlangsung, tuntas juga pekerjaan para prajurit dalam usaha membangun desa, Seakan terbayar lunas sudah hutang para prajurit untuk menyelesaikan apa yang selama ini menjadi beban di pundaknya.

Hal tersebut terlihat ketika Dandim 0736/Batang Letkol Inf Fajar Ali Nugraha S.Sos menjadi Irup dan menutup secara resmi TMMD Sengkuyung tahap III tahun 2017 di lapangan bola Dukuh Plompongan Desa Siwatu Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang pada 26/10.

Upacara penutupan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Sengkuyung tahap III tahun 2017 Kodim 0736/ Batang dengan Tema'' percepatan pembangunan meningkatkan kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat'' merupakan konsekuensi dan implementasi dalam membantu Pemerintah daerah melalui program TMMD. 

Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Forkopimda Plus Kabupaten Batang, Muspika Kecamatan Wonotunggal,
Ilham Agung Ka Lapas Batang,
Kapten CPL Rudianto mewakili Kaminvetcad Batang, SKPD Batang, Anwar Hidayat (Ketua LVRI Batang), Kades dan Perangkat desa Wonotunggal, Perwakilan PEPABRI Batang dan Toga, Tomas Desa Siwatu.

Adapun peserta upacara terdiri dari 1 SSK Kodim 0736/Batang, 1 SSR Posmat TNI-AL Batang , 1 SST Polres Batang, 1 SST Dishub Batang ,1 SST Banser Wonotunggal, 1 SST Pemuda Pancasila, 1 SST FKPPI Batang, 2 SST Kades dan perangkat desa se Kecanatan Wonotunggal, 1 SST ibu-ibu PKK Kecamatan Wonotunggal, 2 SST Pelajar SMP dan SLTA , 1 SSK pelajar Pramuka dan 1 SSK Korsik Pemda Batang

Dandim 0736/Batang dalam sambutannya membacakan amanat KASAD yang berisikan tentang adanya hasil survey oleh Litbang Kompas dengan hasil survei yang menunjukkan bawa TNI menempati posisi tertinggi sebagai institusi dengan citra paling baik dengan tingkat kepercayaan publik kepada TNI mencapai 94%.

TNI AD terus berusaha mengambil bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dan mewujudkan kemanunggalan TNI rakyat sebagai kekuatan pertahanan secara Universal, tugas tentara memang untuk berperang, tetapi pada masa damai tentara akan turun ke lapangan untuk membantu kesulitan rakyat dan membantu program pemerintah karena hal ini sejalan dengan tema yang diangkat yaitu '' percepatan pembangunan meningkatkan kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat '' tema ini sangat selaras dengan Nawa Cita Presiden Republik Indonesia Ir.Joko Widodo yang salah satunya adalah membangun indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Program TMMD yang saat ini telah berlangsung ke 100 kali, pada hakekatnya adalah sebagai implementasi upaya untuk menggali dan membangkitkan kembali sistim kekebalan tubuh atau imunitas bangsa.

Dan yang terakhir Pelihara dengan baik hasil pembangunan program TMMD ke -100 baik fisik maupun non fisik, agar manfaatnya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat dalam kurun waktu yang lama.

Sasaran TMMD terdiri dari Fisik berupa sasaran pokok.
Telford/makadam jalan sepanjang 719 meter, pembuatan gorong-gorong plat beton 3 unit, pembuatan tebing penahan jalan panjang 24 meter dengan tinggi rata-rata 370 cm dan lebar 30 cm, jembatan plat beton ukuran 5 meter x 3 meter dengan tinggi 2 meter, cor/rambat beton 445,5 meter x 3 meter dengan tebal 15 cm dan sasaran non fisik berupa Penyuluhan jambanisasi/sanitasi, penyuluhan pertanian dan peternakan, penyuluhan KB dan kesehatan, penyuluhan tentang bahaya narkoba
, penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, penyuluhan tetang kamtibmas dan terorisme, pelayanan perpanjangan SIM, pelayanan perpanjangan pajak kendaraan bermotor dan pelayanan pengecekan darah.

Upacara selesai dilanjutkan pengecekan hasil dan peresmian oleh Dandim, akan tetapi seperti TMMD sebelumnya pengguntingan pita dilakukan oleh sesepuh Desa Siwatu sebagai pertanda bahwa TMMD yang dilaksanakan oleh anggota TNI bergotong royong bersama warga masyarakat sebagai bentuk manunggalnya masyarakat dengan TNI yang lahir dari rakyat dan apa yang dilakukan juga semata mata untuk kepentingan rakyat, tandas Letkol Fajar diiringi dengan doa bersama.(Pendim0736).
Batang - Taman makam pahlawan di Kabupaten Batang tidak hanya TMP Bahagia yang terletak di Kadilangu Kelurahan Kauman, ternyata ada juga Taman Makam Pahlawan di Desa Lebo Kecamatan Gringsing yaitu makam Lettu Soeadi, Sertu Mathohir, Kopral Sugono dan Abdul Roayid.

Selama ini makam Pahlawan di Desa Lebo Kecamatan Gringsing seakan akan terlupakan, akan tetapi momentum peringatan HUT ke 72 tahun 2017  mengingatkan kembali kepada kita untuk peduli dan menghargai kembali jasa para pahlawan pendahulu kita dibuktikan dengan adanya penyerahan bantuan pembangunan makam oleh Danramil 03/Gringsing kepada Kades Lebo.

Pada 24/10 Forkopimcam Gringsing melaksanakan peletakan batu pertama sebagai pertanda pembangunan pagar makam pahlawan tersebut dimulai. 

Kades Lebo Bp. Sunardi dalam sambutanya menyampaikan Rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Komandan Koramil 03/Gringsing yang telah mengupayakan dan memperhatikan kondisi makam pahlawan di Desa Lebo ini, sehingga hari ini bisa terlaksana pemugaran taman makam para pahlawan kemerdekaan kita yang telah gugur mendahului kita demi mempertahankan Kemerdekaan.

Adapun Kapten Inf Sugito mengatakan bahwa Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai jasa para Pahlawanya, sebagai generasi penerus marilah kita contoh para pendahulu kita yang telah rela mengorbankan harta bahkan nyawanya demi NKRI yang kita cintai.

Lebih lanjut Danramil menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa hormat kita kepada para pendahulu/pahlawan kita yg rela dengan tulus berjuang demi kemerdekaan NkRI. Kita saat ini bisa merasakan hidup di negara merdeka dengan tidak ada intervensi dari pihak asing. 

Selanjutnya mari kita isi/pertahankan kemerdekaan ini dengan berbuat yang terbaik untuk Bangsa Negara dan masyarakat di sekeliling kita.

Acara tersebut terasa lengkap dengan Doa penutup oleh Ky. H. Abdul Syukur dilanjutkan peletakan Batu pertama oleh Forkopimcam Gringsing.(Pendim 0736).
Batang - Wilayah pembinaan teritorial Koramil 01/Subah terdiri dari 2 Kecamatan yaitu wilayah Kecamatan Subah dan Kecamatan Pecalungan yang merupakan Kecamatan pemekaran di Kabupaten Batang.

Selaku pelaksana binter Kodim 0736/Batang di kedua wilayah tersebut pada 25/10 Koramil 01/Subah memaksimalkan upaya pembinaan tersebut dengan moment HUT ke 72 tahun 2017 bekerjasama dengan RS QIM (Qolbu Insan Mulia) dan Lazismu Batang dengan menggelar Bhakti Sosial dan Silaturrahmi Kebangsaan bertempat di Balai Desa Pecalungan Kecamatan Pecalungan. 

Dalam gelaran tersebut dilaksanakan  kegiatan Khitanan massal dengan diikuti oleh 30 anak dan Santunan kepada 150 anak yatim dan Duafa yang berada di wilayah Kecamatan Pecalungan. 

Dari ke 30 anak peserta khitan massal tersebut ada yang merupakan 2 saudara kandung yaitu Muhamad Iza Khoirul Faza umur 10 tahun Kelas IV SD dan Muhammad Izan Abidun Nafi umur 8 tahun Kelas II SDN Pecalungan 1, keduanya merupakan anak dari Bapak Suyono yang beralamat di Dukuh Tinandu Desa Pecalungan.

Suyono menuturkan harapannya kegiatan ini sering dilakukan karena akan sangat membantu warga yang kurang mampu seperti dirinya dan sangat membantu meringankan beban orang tua lainnya dalam biaya mengkhitankan anaknya, seperti yang dituturkan saat mendampingi ke 2 anaknya tersebut. 

Tampak hadir dalam gelaran tersebut Kasdim 0736/Batang Mayor Inf Raji mewakili Dandim 0736/Batang, Forkopimcam Plus Kecamatan Pecalungan, Ketua Persit Kodim 0736/Batang Ny. Hilda Fajar Ali N, dr. Maftuhan Nurbaeti mewakili Direktur RS QIM, Dir Lazismu Batang Bp Muntoro, Kades Pecalungan beserta perangkat desa, Alim Ulama, Toga dan Tomas se Kecamatan Pecalungan.

Dalam sambutannya Mayor Inf Raji mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut andil dalam penyelenggaraan bhaksos tersebut dan menekankan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat tanpa membedakan golongan dan sebagainya. 

Diakhir acara ada hal yang terlihat unik dan menarik ketika Camat Pecalungan menyerahkan potongan tumpeng sebagai pertanda peringatan HUT ke 72 kepada Kapten Kav Purbo ternyata tumpeng tersebut justru diserahkan kepada Mbah Caswi,  83 tahun dengan alasan Kapten Purbo memberikannya kepada Ibu dari TNI yang berarti bahwa TNI lahir dari rakyat dan untuk rakyat, demikian imbuhnya.(Pendim0736).

Derai air mata warnai pertemuan anggota Satgas TMMD Reg Ke-100 Kodim 0713/Bbs Serda Danu dengan seorang nenek yang rumahnya mendapat program RTLH dalam gelaran TMMD Ke-100 Kodim 0713/Bbs.

Mbah Tarmah (63) warga Dukuh Cikuya Rt. 04 Rw. 02 namanya, janda tua yang hidup sebatang kara dalam kehidupan kesehariannya, keenam putra-putrinya sudah berkeluarga dan hidup terpisah jauh darinya.

Sebelum digelarnya kegiatan TMMD, ia pesimis dengan apa yang ia lakoni dalam kehidupannya, ia sudah pasrah dengan kondisi rumahnya. Menurutnya, walaupun rumahnya yang sudah tidak baik lagi dalam segi kesehatannya, yang penting baginya dapat menjadi tempat berteduh dan berisirahat melepas lelah setelah seharian berladang mencari sesuap nasi untuk menyambung hidupnya.

Ia berpendapat, entah sampai kapan rumahnya bisa diperbaiki, sementara untuk menyambung hidup susah. "Sampai matipun rumah abdi teh tetep bertembok bambu, saha eta yang mau bantu", ujarnya.

Rasa pesimis mbah Tarmah seketika itu juga sirna, setelah diberitahu Serda Danu Satgas TMMD Reg Ke-100 Kodim 0713/Bbs yang memberitahukan bahwa rumah mbah Tarmah masuk dalam program RTLH TMMD Reg Ke-100 Kodim 0713/Bbs.

Setelah mendengar keterangan dari Serda Danu tentang apa yang ia dengar rumahnya akan dibangun, ia pun dengan serta merta merangkul Serda Danu sembari meneteskan air mata dan terbata-bata menyampaikan ungkapan perasaannya.

"Hatur nuhun bapak, sampai kapanpun abdi tidak lupa jasa TNI khususnya Kodim 0713/Bbs yang telah memperbaiki rumah abdi", ungkapnya.

Ia ungkapkan bila tidak ada TMMD di desanya, entah kapan rumahnya dapat diperbaiki.

Dansatgas TMMD Reg Ke-100 Kodim 0713/Bbs Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono yang juga Dandim 0713/Bbs menyampaikan rumah mbah Tarmah memang salah satu rumah dari sekian rumah yang akan di RTLH dalam TMMD ini.

"Memang benar rumah mbah Tarmah salah satu rumah yang akan di RTLH di TMMD ini, rumah mbah Tarmah kondisinya sudah tidak layak huni. Dan bahkan dinding-dinding yang terbuat dari anyaman bambu dan kayu, kondisinya sudah lapuk dan lantainya sudah pecah", terangnya.

Dikatakan Dansatgas bahwa program RTLH dalam TMMD ini direncanakan dua puluh rumah yang akan di RTLH, namun melihat kondisi warga yang memprihatinkan, RTLH akan ditambah pembangunannya hingga mencapai tiga puluhan rumah.

"Mengingat waktu yang pendek dalam TMMD ini, RTLH dapat kita lanjutkan dalam program lain seperti karya bakti maupun bhakti TNI ataupun program lain yang dilaksanakan dengan bersinergi bersama pemda ataupun instansi terkait ataupun yang lainnya", terangnya.

Dansatgas berharap semoga apa yang telah didarma baktikan TNI khususnya Kodim 0713/Bbs, dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik agar pembangunan yang telah dilaksanakan ini mempunyai usia pakai lama. Begitupula dengan kebersamaan yang telah dijalin selama ini, tetap terjalin dengan baik antara TNI dengan rakyat, karena bersama rakyat TNI kuat.

Program TMMD Reg Ke-100 Kodim 0713/Bbs yang sedang berjalan memasuki detik-detik terakhir perjalanan pembangunan TMMD, warga masyarakat khususnya para Kartini-Kartini Desa Cikuya semakin getol bersemangat menyelesaikan pembangunan kegiatan fisik dalam TMMD ini.

Ibu Tursini (36) salah seorang warga dukuh cikuya mengungkapkan "siapa lagi bapak, kalau bukan kita semua warga desa cikuya, yang akan memajukan desa kita sendiri", ungkapnya.

"Walaupun para kaum pria tidak ada, kami para ibu-ibu warga desa cikuya tetap membantu pembangunan yang sedang dilaksanakan ini, demi kemajuan desa kami", tegasnya.

Sementara itu, ibu Romlah (40) juga menungkapkan benaknya bahwa apa yang dilakukan bersama-sama ini demi kemakmuran dan kemajuan desanya.

"Saya bersama para ibu-ibu yang lain, semenjak mendengar di desa kami akan ada TMMD, berjanji untuk bersatu membantu proses pembangunan dalam TMMD di desa kami", terangnya.

"Kami lakukan ini dengan cara bergantian dalam kegiatan setiap harinya, bila ada ibu-ibu yang berhalangan hadir, ibu-ibu yang lain datang menggantikannya, begitu tiap harinya", lanjutnya.

Kegiatan yang dilakukan para ibu-ibu Dukuh Cikuya Desa Cikuya dapat dikatakan sebagai bentuk emansipasi wanita terhadap kemajuan desanya agar desanya maju, makmur dan sejahtera.

"Tak ada pria, kami wanita Dukuh Cikuya Desa Cikuya akan tetap dan terus berjuang demi kami semua warga Desa Cikuya. Apapun akan kami lakukan dan seberat apapun tantangan dan hambatan akan kami lakukan bersama dengan seluruh warga Desa Cikuya demi membangun desa kami yang maju dan sejahtera", tegas bu Romlah.

"Kami siap laksanakan bapak, apapun itu", lanjutnya.

Brebes - Dalam mematangkan program TMMD Reguler Tahun 2017 yang akan digelar serentak diseluruh wilayah tanah air, Kepala Staf Angkatan Darat yang bekerjasama dengan Kementan RI menggelar Rakornis TMMD Reguler Ke-100 Tahun 2017 yang bertemakan " Dengan Semangat Kemanunggalan TNI Dan Rakyat Kita Percepat Pembangunan Daerah Guna Meningkatkan Kemandirian Pangan Dan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Rangka Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI " yang bertempat di Kantor Kementan RI Jakarta tanggal 5 September 2017 beberapa waktu yang lalu.

Rakornis TMMD Reguler 100 yang dipimpin oleh Menteri Pertanian RI, DR. IR. H. Andi Amran Sulaiman. Rakor ini diikuti oleh seluruh jajaran Kodam TNI AD, setiap Kodam akan diwakili 4 Kodim yang akan menyelenggarakan kegiatan TMMD Reguler 100 tersebut. Salah satu Kodim dijajaran Kodam IV/Diponegoro yang akan menggelar TMMD Reguler 100 adalah Kodim 0713/Brebes.

Untuk itu pada tanggal 5 September 2017 tersebut, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono beserta jajaran Forkopimda Kab. Brebes mengikuti Rakornis TMMD di Kementan RI tersebut.

Dalam Rakornis tersebut juga disepekati, sejumlah kegiatan sasaran fisik dan non fisik pendukung di TMMD, dan waktu pelaksanaan TMMD yang akan dibuka serentak pada tanggal 27 September 2017diseluruh wilayah Indonesia.

Brebes – Hari ke-23 TMMD, masih melanjutkan pengaspalan jalan TMMD, Kasdim 0713/Brebes Mayor Inf Ustadi Rahmad terjun langsung kelokasi pengaspalan dan memimpin langsung para Satgas TMMD bersama warga Desa Cikuya Kec. Banjarharjo. Jum'at (20/10/17).

Jalan TMMD yang didambakan warga Desa Cikuya dan sekitarnya ini sekarang mulai berwarna hitam pekat karena Ter mulai mewarnai jalan, semula warga Cikya hanya melihat jalan yang kering dan tandus serta becek dan licin jika musim hujan/hujan mengguyur jalan tersebut.

Jalan aspal dengan panjang 1 km ini, akan menghubungkan antara Desa Cikuya atau Kec. Banjarharjo menuju ke Desa Cikeusal Lor Kec. Ketanggungan.

Dandim 0713/Brebes melalui Kasdim Mayor Inf Ustadi Rahmad menuturkan bahwa, "Inilah hasil jerih payah dan doa warga Cikuya yang selama ini berharap punya jalan yang bagus menuju perkebunan mereka, hampir 1 bulan lebih mereka bahu membahu mengeraskan jalan bersama Satgas TMMD sebagai pondasi awal pengaspalan, dan inilah jalan yang TNI dapat berikan, semoga bermanfaat bagi Rakyat Cikuya khususnya dan Banjarharjo umumnya, semoga juga dapat meningkatkan taraf hidup dan perekonomian warga dari dua kecamatan yang terisolasi," pungkasnya.

Brebes - Siang itu seperti biasa kami anggota Satgas TMMD Reguler ke 100 Kodim 0713/Brebes di desa Cikuya bekerja gotong royong melangsir batu, tak sperti biasanya Pak Joni (48) warga Desa Cikuya, menghampiri dan berkata dalam bahasa Sundanya yang sarat dan kental "Pak ngasoh berang engke nyimpang heula ka imah urang nya" (Pak istirahat siang nanti mampir ke rumah saya dulu ya, "Poko na mah aya wae lah ti abdi, nu penting mah bapak nyimpang ka imah wae lah" (Pokoknya ada lah dari saya, yang penting bapak mampir ke rumah saja lah-red) ucap Pak Joni yang masih kental dengan bahasa sundanya. Banjarharjo, Kamis (19/10/17).

Serda Arif Satgas TMMD, Setelah istirahat, sholat dan makan saya pun segera menuju ke rumah Pak Joni, ternyata Pak Joni pintar Melukis, "Iyeu kenang-kenangan ti urang, bikeun Pak Tantara inget ka warga Cikuya" (ini kenang kenangan dari Saya biar pak Tentara selalu ingat desa Cikuya-red) ucapnya.

Serda Arif pun mengucapkan banyak terimakasih, sambil ngobrol-ngobrol melihat aksi Joni yang terus memainkan kuwas ke kanvas untuk melukis. "Semoga cindera mata dari Pak Joni ini menjadi perekat kemanunggalan TNI dengan Rakyat Cikuya ya Pak," pungkasnya.

Brebes – Hari ke-23 TMMD, masih melanjutkan pengaspalan jalan TMMD, Kasdim 0713/Brebes Mayor Inf Ustadi Rahmad terjun langsung kelokasi pengaspalan dan memimpin langsung para Satgas TMMD bersama warga Desa Cikuya Kec. Banjarharjo. Jum'at (20/10/17).

Jalan TMMD yang didambakan warga Desa Cikuya dan sekitarnya ini sekarang mulai berwarna hitam pekat karena Ter mulai mewarnai jalan, semula warga Cikya hanya melihat jalan yang kering dan tandus serta becek dan licin jika musim hujan/hujan mengguyur jalan tersebut.

Jalan aspal dengan panjang 1 km ini, akan menghubungkan antara Desa Cikuya atau Kec. Banjarharjo menuju ke Desa Cikeusal Lor Kec. Ketanggungan.

Dandim 0713/Brebes melalui Kasdim Mayor Inf Ustadi Rahmad menuturkan bahwa, "Inilah hasil jerih payah dan doa warga Cikuya yang selama ini berharap punya jalan yang bagus menuju perkebunan mereka, hampir 1 bulan lebih mereka bahu membahu mengeraskan jalan bersama Satgas TMMD sebagai pondasi awal pengaspalan, dan inilah jalan yang TNI dapat berikan, semoga bermanfaat bagi Rakyat Cikuya khususnya dan Banjarharjo umumnya, semoga juga dapat meningkatkan taraf hidup dan perekonomian warga dari dua kecamatan yang terisolasi," pungkasnya.