April 2017
PEKALONGAN  - Para anggota Satgas TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan dengan dibantu warga masyarrakat terus kebut rehab rumah milik  Mbah Sahri di Dukuh Tekmbelang, Desa Rogoselo.  Hal itu dilakukan menyusul waktu pelaksanaan TMMD tinggal sedikit hari lagi.

Seiring dengan kerja keras para Satgas TMMD dengan warga masyarakat itu, hingga Minggu (30/4) sudah melihatkan hasilnya. ''Sudah kelihatan hasilnya, dan kami menargetkan rehab rumah Mbah Sahri ini bisa rampung sebelum upacara penutupan,'' ungkap Sertu Azis, anggota Koramil Doro yang juga anggota Satgas TMMD Reguler Kodim Pekalongan.

Menurutnya, kalau boleh jujur, jika nanti rehab rumah mbah Sahri sudah usai, akan ada jauh perbedaan sebelumnya.  ''Direhab Satgas TMMD, rumah Mbah Sahri akan menjadi "mewah". Maksudnya mewah untuk ukuran rumah di pedesaan.  Yang tepenting setelah ditangani Satgas TMMD rumah Mbah Sahri akan menjadi layak huni,'' beber Sertu Azis.  
PEKALONGAN  - Di rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Mbah Karyuni, terasa istimewa. Pasalnya, janda tua itu sangat berharap mempunyai rumah yang layak huni.  ''Bukan berarti mengistimewakan, melainkan rehab rumah Mbah Karyuni terasa istimewa,'' ungkap Danki Satgas TMMD Kodim Pekalongan, Kapten Inf.Wakhidun.

Menurutnya, sangat tepat jika panitia memutuskan rumah Mbah Karyuni termasuk salah satu yang direhab oleh Satgas TMMD Pekalongan. Pasalnya, memang Mbah Karyuni sangat membutuhkan, ''sejak ada informasi akan ada bedah rumah di TMMD Pekalongan, saya sendiri mengusulkan rumah Mbah Karyui masuk. Dan alhamdulillah akhirnya keturutan,'' ungkap Kapten Inf. Wakhidun.

Ditemui terpisah. Mbah Karyuni dengan bahas Jawa medhok mengungkapkan,  ''maturnuwun sanget, griya kula nderek dibangun Satgas TMMD. Mugi-mugi sedaya amal kesaenan Pak Tentara mangke dibales Gusti Allah (terimakasih sangat, ruah saya ikut dibangun Satgas TMMD. Semoga saja amal kebaikan Pak Tentara nantinya akan dibalas oleh Allah -Red),'' ungkap Mbah Karyuni.
PEKALONGAN  - Salah satu tokoh masyarakat di Desa Rogoselo, Haji Ruwah (52), memberikan apresiasi kepada jajaran Kodim Pekalongan yang telah menggelar TMMD di desanya. Dia berharap, di tahun-tahun berikutnya ada kegiatan serupa dari TNI  di desanya.

''Saya pribadijuga mewakili warga Desa Rogoselo benar-benar mengucapkan terimakasih  kepada TNI Kodim pekalongan yang telah menggelar TMMD di desa kami. Tidak sekedar teori, melalui TMMD tekad kemanunggalan ABRI dengan TNI benar-benar nyata,'' ungkapHaji  Ruwah.

Bahkan, lanjutnya, kalau boleh usul, di tahun-tahun berikutnya ada kegiatan serupa yang dimotori TNI di DesaRogoselo, karena memang masih banyak pembangunan yang harus dilakukan.  ''Kalau boleh usul, meski bentukanya tidak TMMD, yang terpenting jajaran TNI Pekalongan memprakarasi pembangunan di Desa Rogoselo di tahun-tahun mendatang,'' harap Haji Ruwah.


PEKALONGAN  -  Apa yang diperbuat para mahasiswa Universitas Pekalongan (Unikal) benar-benar maksimal dalam keterlibatannya di TMMD Reguler ke -98 Kodim Pekalongan. Mulai dari di sasaran fisik pengaspalan jalan, pembuatan saluran, termasuk juga di sejumlah sasaran non fisik.

Demikian juga di sasaran fisik perehaban RTLH di sejumlah warga desa sasaran.  Adalah  Rino Respati Hakim selaku Korlap  KKN  Unikal,  yang meimpin langsung rekan-rekannya untuk berpatisipasi dalam kegiatan tersebut. Sejumlah mahasiswa tampak bahu membahu bersama Satgas TMMD dan warga mengejar target perampungan RTLH. 

''Kami tidak mau setengah-setengah, supaya apa yang kami lakukan di Desa Rogoselo bisa bermanfaat bagi masyarakat. Kami ingin mempunyai kenangan indah saat bergabung dengan Satgas TMMD, semoga saja apa yang kami lakukan dengan rekan-rekan mahasiswa lainnya bermanfaat,'' tutur  Rino. (pendim Pekalongan)
PEKALONGAN  -  Tidak ada yang tersisa, semua Satgas TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan dikerahkan penuh ke sasaran fisik rehab RTLH. Pasalnya di pekerjaan ini butuh konsentrasi penuh, agar semuanya bisa rampung sebelum upacara penutupan.

Dandki Satgas TMMD, Kapten Inf. Wakhidun mengemukakan, sejumlah sasarn fisik sudah selesai, kecuali di rehab RTLH. Untuk itu semua kekuatan diarahkan ke sasaran fisik tersebut, mengingat  waktu pelaksanaan TMMD tinggal sedikit hari lagi.

''Tidak ada yang tersisa, untuk mengejar target, semua pasukan kita arahkan ke sasaran rehab RTLH. Mudah-mudahan waktunya nyandak, sehingga sebelum upacara penutupan TMMD rehab RTLH sudah bisa selesai,'' jelas Kapten Inf. Wakhidun
PEKALONGAN  - Ini ungkapan Rohani (62), warga Desa Rogoselo, terkait rumahnya ikut direhab dalam geberan TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan.  ''Kalau terimakasih jelas, hanya saja saat ini saya tidak tahu bagaimana cara membalas budi baik Pak Tentara yang telah membangun desa kami. Telebih yang membangun rumah saya,'' ungkap Rohani, kepada tim Pendim Pekalongan.

Dari pantauan, proses rehab rumah Rohani, saat ini sudah pada tataran penyelesaian pondasi. Mengingat waktu TMMD akan segera selesai, para Satgas dan warga sepakat untuk kerja lembur. ''Kami memang sudah perintahkan kepada para Satgas kerja lembur, supaya semua sasaran fisik rehab RTLH bisa rampung sebelum upacara penutupan nanti,'' tandas Danki Satgas TMMD Pekalongan, Kapten Inf, Wakhidun.
PEKALONGAN  -  Bagi PrakaYunas,  anggota  Batalyon 406/CK,  yang saat ini  anggota Satgas TMMD Kodim Pekalongan,  merasa kebanggaan tersendiri selama bertugas di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro. ''Terus terang saya mempunyai kebanggaan tersendiri bertugas di Rogoselo ini,'' ungkapnya kepada Tim Pendim Pekalongan.

Alasannya, menurut Praka Yunas yang merupakan  putra kelahiran Kretek, Kabupaten Sleman itu, melalui tugas dinas itu secara tidak lagsung dia  merasa bisa membantu kesulitan masyarakat langsung.  ''Apalagi  dalam bedah rumah tersebut  salah satunya  adalah rumah yang aselama ini ditempati oleh pasukan selama pelaksanaan TMMD. Pokoknya secara pribadi saya juga ikut bangga,'' ungkap Praka Yunas
PEKALONGAN  - Babinsa Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, Serda Langgeng, mempunyai kebanggan tersendiri terhadap gelaran TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan di wilayah desa binannya. Satu alasannya bahwa pelaksanaan TMMD tersebut benar-benar merupakan bukti nyata kemanunggalan TNI dengan warga, yang sennatiasa selalu membantu kesulitan rakyat.

''Saya benar-benar bangga, untuk itu saya selalu berada di tengah-tengah semua kegiatan,''' tukas Serda Langgeng. Menurutnya, bangga karena TMMD yang digelar di desanya adalah  kegiatan besar yang melibatkan,   sejumlah kesatuan, diantarnaya Batalyon 406/CK , Sat Lanal Tegal.  ''Manfaat lainnya, secara pribadi dia akan tambah teman dengan adanya TMMD,'' pungkas Serda Langgeng. 
no image
PEKALONGAN  -  Sehubungan dengan pelaksanaan TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan di Desa Rogoselo, adalah harapan bagi Suharno  (57),  warga Dukuh Plumutan, Desa Rogoselo. Betapa tidak, rumahnya menjadi salah satu sasaran rehab RTLH.

''Ya ini harapan baru bagi keluarga saya.Betapa tidak, jika saja tidak ada TMMD, mungkin rumah saya tidak akan dibangun bagus,'' ungkap Suharno kepada tim pendim Pekalongan. Karena begitu senangnya, Suharno sendiri ikut langsung membantu para Satgas dan warga lain yang sedang membangun rumahnya.

Menurutnya, di hari raya nanti, karena rumahnya sudah bagus, keluarganya akan senang saat menjamu sanak keluarga, para tetangga. ''Terimakasih Pak Tentara, saya tidak akan  melupakan jasa baik ini,'' ungkap Suharno
PEKALONGAN  - Memanfaatkan waktu dikala tugas untuk belajar !.  Itu yang dilakukan oleh Serda Sahoni, anggota Batalyon 406/CK, salah satu anggota Satgas  TMMD Reguler ke -98 Kodim Pekalongan, saat berada di Desa Rogoselo.

''Ya sambil tugas tetapi sekaligus bisa belajar. Selama ber TMMD saya selalu belajar ilmu bangunan, baik saat pembuatan saluran air, pengaspalan jalan, dan rehab RTLH,'' ungkap Serda Sahoni kepada tim Pendim Peklongan, yang menmuinya di sela-sela rehab RTLH.

Dia mengaku, untuk belajar ilmu bangunan, harus tahap demi tahap, yakni mulai dari cara mengaduk campuran pasir dan semen, berikut ukurannya. Setelah paham, dilanjutkan belajar untuk memasng batu bata dan aselanjutnya.  ''Setelah komplit nanti untuk membangun rumah saya mungkin bisa saya lakukan sendiri,'' beber Serda Sahoni
PEKALONGAN  -  Danki Satgas TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, Kapten Inf Wakhidun benar-benar kerja keras memfloting dan mengarahkan para anggota Satgas TMMD di Rogoselo, agar sasaran fisik rehab RTLH bisa rampung sebelum upacara penutupan TMMD.

''Kalau tidak dibagi dan diarahkan, mungkin untuk merehab rumah waktunya tidak nyandak. Sebgian pasang bata, sebagian lagi memlester dan lain-lain. Pokoknya kebut terus, tanpa meninggalkan kualitas tentunya,'' ungkap kapten Inf. Wakhidun.

Sementara itu, cukup melegakan, salah satu anggota Koramil Doro, yakni Sertu Azis, yng juga tergabung dalam Satgas TMMD, mempunyai keahlian untuk memplester dinding. '' Yang lainnya menaikan bata bata, saya memlester  tembok yang sudah dibata. Biar cepat selesai tepat waktu,'' Sertu Azis.
PEKALONGAN  -  Komitmen para anggota Satgas untuk merampungkan sasaran fisik rehab RTLH sebelum upacara penutupan tmmd dipegang teguh.Terbukti, mereka rela harus kerja lembur, tentu dengan dibantu sejumlah warga setempat.

Seperti saat merehab sumah, Mbah Carmiah, di Dukuh Plumutan. Karena waktunya terus kejar-kejaran dengan penutupan TMMD, sejumlah anggota Satgas harus kerja lembur. ''Ini sudah menjadi komitmen kami, unttuk merampungkan rehab rumah janda tua ini, '' ungkap Serda Casbari, salah seorang anggota Satgas TMMD Kodim  Pekalongan.

Sebagaiman diketahui, sejumlah sasaran fisik TMMD Reguler ke -98 Kodim Pekalongan saat ini sudah terselesaikan dan hanya menyisakan rehab sejumlah RTLH milik warga Desa Rogoselo. Terkait TMMD akan segera selesai, Satgas dengan dibantu warga masyarakat harus kerja ngebut. 
PEKALONGAN  -  Tidak terasa hampir sebulan penuh ratusan anggota Satgas TMMD Pekalongan berada di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro. Sedikit hari lagi, gelaran TMMD akan ditutup dan mereka akan berpisah dengan warga Rogoselo.

Menjelang penutupan, sejumlah  anggota Satgas memanfaatkan untuk "njagong" dengan pemilik rumah yang selama ini mereka tempati. Banyak pesan yang disampaikan kepada warga, terutama soal hubungan silahturahmi antara warga denganTNI anggota Satgas jangan sampai terputus setelah TMMD usai.

''Kami juga sedih mau ditinggal bapak-bapak tentara. Hanya saja, bagaimana lagi orang bapak-bapak juga akan kembali di kesatuannya masing-masing untuk menjalankan tugas yang baru.  ''Kami berharap, hendaknya hubungan baik yang selama ini sudah terjaga bisa disambung terus,'' ungkap, Sahari (50), warga Desa Rogoselo yang rumahnya ditempati pasukan. 

PEKALONGAN  -  Rohani (48), salah seorang warga Desa Rogoselo yang rumahnya termasuk salah satu yang direhab melallui kegiatan TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, tampak ikut ribet membantu para angota Satgas dan warga yang tengah membangun rumahnya.

''Saya senang Pak rumah ikut direhab. Kalau tidak ada kegiatan TMMD di desa kami belum tentu saya bisa membangun rumah ini,'' ungkapnya.

Di berharap setelah proses perehaban rumahnya nanti selesai, tempat tinggalnta akan menjadi layak huni. Tidak lagi berdinding bambu dan berlantai tanah,  ''yang terpenting jika rumahsudah jadi, saya sekeluarga tidak akan takut lagi sewaktu-waktu ada hujan angin,'' ungkap  Rohani.
PEKALONGAN  Dengan selesainya pengaspalan ruas jalan di Desa Rogoselo - Pedawang oleh Satgas TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, kegiatan warga semakin menggeliat. Tidak hanya bagi warga Rogoselo maupun warga Pedawang yang menikmati.

Melainkan, beberapa warga di luar dua desa itu yanga selama ini beraktifitas di Desa Rogoselo juga merasakan legga. Adalah  Ali Sadikin, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Talun, yang selama ini jual sayuran keliling dengan desa sasarnnya adalah Desa Rogoselo.

''Wah sekarang berkat dibangun TNI, jalannya sudah mulus. Ya terimaksih, selama ini saya harus melewati jalan rusak, namun sekarang jalnnya sudah mulus, alamat cari rejekipun juga semakin mulus,'' ungkap Ali Sadikin kepada Tim Pendim Pekalongan.
PEKALONGAN  - Entah ini sudah direncanakan atau memang secara kebetulan, kelompok organisasi yang justru "nganyari" jalan hasil TMMD Reguler ke -98 Kodim Pekalongan, yakni ruas jalan di Desa Rogoselo tembus ke Desa Pedawang, adalah rombongan anggota Banser dari Kecamatan Tirto.

Rombongan Banser tersebut tengah melakukan long murch dari Karanganyar menuju ke Desa Rogoselo, sehingga praktisd alam perhalannya mereka yang kali pertama menikmati halusnya jalan aspalan dari kegiatan TMMD Reguler Kodim Pekalongan.
PEKALONGAN  -  Dandim 0710/Pekalongan,  Letkol Iinf.Heri Bambang Wahyudi SIP, berpesan kepada warga Desa Rogoselo, Kecamatan Doro dan warga Desa Pedawang, Kecamatan Karanganyar, nantinya bisa merawat dengan baik jalan aspal produk TMM Reguler.

Dandim menyampaiakan hal itu disela-sela mengunjungi sasaran fisik  TMMD pekalongan, yakni pengaspalan jalan sepanjang sekitar 3 Km. Dalam kesempatan itu, ikut mendampingi sejumlah Perwira di jajaran Kodim Pekalongan, kades Rogoselo, Saronto.
PEKALONGAN  Sejumlah Perwira jajaran Kodim Pekalongan, saat mengunjungi langsung jalan yang dibangun TNI  bersama warga dalam gelaran TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, patut berbangga hati. Pasalnya, hal itu merupakan salah satu karya monumental yang bisa membantu rakyat di pedesaan melalui pembangunan Infrastruktur.

Tidak hanya jajaran perwira yang bangga, melainkan sejumlah anggota Banser Kecamatan Tirto yang menggelar kegiatan long march di lokasi itu juga mengemukakan kebanggannya. Bahkan, kebanggaan itu diwujudkan dengan permintaan foto besama dengan jajaran Perwira Kodim Pekalongan
PEKALONGAN  - Entah ini sudah direncanakan atau memang secara kebetulan, kelompok organisasi yang justru "nganyari" jalan hasil TMMD Reguler ke -98 Kodim Pekalongan, yakni ruas jalan di Desa Rogoselo tembus ke Desa Pedawang, adalah rombongan anggota Banser dari Kecamatan Tirto.

Rombongan Banser tersebut tengah melakukan long murch dari Karanganyar menuju ke Desa Rogoselo, sehingga praktisd alam perhalannya mereka yang kali pertama menikmati halusnya jalan aspalan dari kegiatan TMMD Reguler Kodim Pekalongan.
PEKALONGAN  -  Dandim 0710/Pekalongan,  Letkol Inf.Heri Bambang Wahyudi, SIP terus pantaau rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Rogoselo yang merupakan salah satu sasaran fisik TMMD Reguler ke98 Kodim Pekalongan.

Cukup bisa dimaklumi, sdikit hari lagi TMMD akan ditutup, sementara untuk sasaran fisik RLTH masih menyisakan banyak pekerjaan. Dengan pemantauan itu diharapkan nantinya sleuruh rehab RTLH kan isa rampung sebelum upacara penutuan TMMD digelar.

Saat mengunjungi sasaran rehab RTLH, Dandim Heri selaku Dansatgas TMMD, didampingi  Perwira  Penghubung (Pabung),  Mayor Kav. Hariyono. Turut serta pula Kades Rogoselo, Saronto.
PEKALONGAN  - Meski dihadapkan dengan sejumlah kendala, proses pengaspalan jalan di TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, akhirnya bisa disampungkan sepekan sebelum upacara penutupan. Bahkan, menurut Serka Nur Abidin, di saaran fisik pengaspalan jalan ini Satgas dan warga bisa menciptakan over prestasi.

Yakni, jelasnya, panjang jalan aspal yan dietentukan, yakni, 3 KM akhirnya bisa bertambah dari ketentuan itu. ''Alhamdulilah, tidak hanya selesai tepat waktu melainkan malah bisa over prestasi,'' jelas Serka Nur Abidin.

Diharapkan, dengan pengaspalan jalan itu, akan memperlancar aktifitas warga sejumlah desa dan pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan atau perekonomian warga.
PEKALONGAN  -  ''Pak Tentara, kenapa waktu TMMD -nya kok singkat ?'' Pertanyaan itu meluncur dari muuh Mbok karni,salah seorang warga Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, kepada Sertu Heru Sujatmiko, anggoa Koramil Doro yang tergabung daam Satgas TMMD Kodim Pekalongan.

Semula Sertu Heru agk bingung untuk menjawab pertanyaan dari warga itu. Hanya sja pelan-pelan akhirnya anggota Koramil Doro itu bisa memberi penjelasan panjang lebar. Dikemukakan,bahwa yang namanya TMMD Reguler itu wakunya sudah terjadwal pasti, termasuk jenis kegiatannya juga sudah direncanakan matang.  Hanya saja, bukan berarti setelah TMMD usai nantinya kemanunggala antara TNI dengan wargamtidak berlanjut
PEKALONGAN  - Inilh orang yang mungkin merasakan paling bahagian di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, disaat di desa tersebut digelar TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan. Adalah Mbah Karyumi (75), sosoknya, yang sehari-harinya tinggal di Dukuh  Plumutan, Desa Rogoselo.

Betapa tidak, di usainya yang sudah tua seperti saat ini,  praktis tidak akn lagi memikirkan untuk memperbaki apalgi membangun rumah. Hanya saja semua sudah ditentukan oleh Sang Kholiq, dengan adanya gelaran TMMD dari Kodim Pekalongan, rumahnya ikut dibangun.

Kini, disaat para anggota Satgas TMMD dan para tetangganya tengah mebongkar rumahnya untuk dibangun menjadi lebih baik, keseharinayya Mbah Karyumi selalu memandang degn padangan bahagia.  ''Mewakili Mbah Karyumi, saya ucapkan terimkasih ke jajaran TNI Kodim Peklongan yang telah membangun desa kami, membangun rumh Mbah Karyini,'' ungkap Tono, tetangga Mbah Karyuni.
PEKALONGAN  - Sedikit hari lagi, gelaran TMMD Kodim Pekalongan di Desa Rogoselo akan berakhir. Selain sejumlah anggota Satgas TMMD tengah mengejar rehab RTLH, sejumlah Perwira Jajaran Kodim Pekalongan tengah mempersiapkan gelaran upcara penutupan TMMD tersebut.

Di gelaran upacara penutupan TMMD itu, diwacanakan akan ada gelaran pasar murah. Untuk keperluan itu, orang nomor satu di jajaran Kodim Pekalongan, Letkol Inf. Heri Bambang Wahyudi, selaku Dansatgas TMMD, juga sudah turun ke lapangan untuk ngrembug soal pasar murah tersebut.

Direncanakan pula, dalam pasar murah itu, nantinya akan da kerjasama dengan  Yayasan Terang Bangsa. Untuk keperuan itu, saat survey lapangan, ikut mendapingi sejumlah Perwira Kodim Pekalongan, Kades Rogoselo, Saronto.
PEKALONGAN  -  Tidak hanya bekerja, makan, ngobrol olahraga yang dilaksanakan bareng antara Satgas TMMD Reguler Kodim Pekalognan bersama warga desa sasaran. Melainkan, di kesehariannya, anggita Satgas juga beribadah bareng bersama warga.

Terlebih, saat hari Jumat, tak pernah terlepaskan, para Satgas TMMD akan shalat Jumat bersama warga di masjid yang letaknya berdekatan dengan lokasi sasaran TMMD yang tengah dikerjakan. Misal, Jumat (28/4/2017. kebanyakan Satgas TMMD bekerja di sasaran fisik rehab RTLH, shalat Jumat bareng warga dilaksanakan di masjid yang berdekatan dengan lokassi pekerjaan bedah rumah.
PEKALONGAN  -  Sejak di gelaran pemangunan salura air, keterpaduan antara Satgas TMMD dengan wraga masyarakat yang  mengejar prestasi sasaran fisik, benar-benar tercipta. Demikian juga saat Satgas dan warga mengejar sasaran fisik rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

Seperti dalam proses perehaban RTLH milik Slamet, di Dukuh Plumutan, Desa Rogoselo yang saat ini terus dikebut. Untuk mengejar prestasi, sudah menjadi kebiasaan, beberapa Tentara anggota Satgas TMMD yang mengaduk campuran, sementara warga yang memba diekatkan dengan lokasi pekerjaan.

Danki Satgas TMMD Kodim Pekalongan, Kapten Inf. Wakhidun menyatakan cukup bangga dengan semakin menyatunya para TNI dengan rakyat, di gelaran TMMD Rogoselo.  ''Ini benar-benar wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,'' ungkapnya.
PEKALONGAN  -  Tidak hanya memperlancar akses Desa Rogoselo ke Desa Pedawang, jalan yang diaspal Stgas TMMD bersama warga di gelaran TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, menurut sejumlah warga desa tetangga cukup efektif untuk jalan pintas berbagai aktifitas.

Seperti dikemukakan  Riskon (41), sebelum ruas jalan di Rogoselo dibangun TNI, biasanya kalau dia menjemput anaknya yang sekolah di SD Lolong, Kecamatan Karangayar, harus memutar yang jaraknya mencapai sekitar 6 Km. Hal iu dilakukan, karena ruas jalan yang ada di Desa Rogoselo dalam kondisi rusak parah.

Saat ini, setelah ruas jalan di Rogoselo dibangun TNI Kodim Pekalongan, Riskon tidak lagi harus memutar dengan jarak jauh, melainkan cukup memalui jalan pintas yang saat ini sudah selesai dibangun Satgas TMMD.  ''Alhamdulillah, untuk menjemput anak  sekarang ada jaln pintas yang memadai,'' ungkap Riskon.
PEKALONGAN  -  Sunguh beruntung Tim Satgas TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, beberapa anggotanya ada yang mempunyai keahlian tukang, baik tukang batumaupun tukang kayu. Keberadaan anggota Satgas yang mempunyai kehalian itu sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan sejulah sasaran fisik. baik di pembangunan saluran air, pembangunan turab, terlebih di sasaran rehab RTLH.

Adalah  Sertu Badri dan Sertu Heru Sujatmiko,  anggota Kodim 0710/Pekalongan yang tergabung dalam Satgas TMMD, tenaga dan keahliannya  benar-benar dibutuhkan di lokasi TMMD. Seperti saat ini yang tengah mengejar prestasi Rehab RTLH.

Di rehab RTLH dalam TMMD Reguler Kodim Pekalonan itu, duet TNI Kodim Pekalongan, yakni Sertu Badri dan Sertu Heru Sujatmiko benar-benar dihandalkan untuk mengejar prestasi. Kehadirannya yang berkobalorasi dengan sejumlah tukang di desa sasaran diharapkan akan menyelesaikan seluruh rehab RTLH yang ditargetkan sebelum upacara penutupan. 
PEKALONGAN  - Komplit sudah keterlibatan warga Desa Rogoselo (desa sasaran TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan) di sejumlah kegiatan TMMD Pekalongan, baik di sasaran fisik maupun di sasaran non fisik. Tidak hanya kaum tua, ibu-ibu, melainkan sejumlah pemuda desa setempat juga kompak menyatu dengan Satgas TMMD untuk menyukseskan seluruh kegiatan.

Seperti yang dilakukan oleh  sejumlah pemuda Dukuh  Tembelang Wetan, desa setempat yang ikut bahu-membahu bersama warga dalam merampungkan rehab sejumlah  RumahTidak Layak Huni (RTLH). ''Ya sebagai pemuda tidak etis kalau kami hanya tinggal diam dia manakala ada pihak yang tengah membangun desa kami, tengah membantu warga desa kami,'' ungkap Marno, salah seorang pemuda Dukuh Tembelang
PEKALONGAN  - Tampaknya sejumlah rumah yang direhab Satgas TMMD Pekalongan bersama warga dalam gelaran TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan di Desa Rogoselo, benar-benar tuntas. Terbukti, rumah sasaran bedah yang semula tidak ada jendela, dalam proses perehaban diberi jendela.

Sementara itu, jika ada rumah yang sebenarnya sudah berjendela, namun kusen dari jendela sudah lapuk, Satgas TMMD Pekalongan memutusakan untuk mengganti sejumlh kusen yang kayunya sudah mulai lapuk.  ''Percuma dalam rehab RTLH hanya separoh-seproh, hrus total. Kalu memang dinilai perlu menggnati kayu kusen yang ada langsung diganti,'' ujar Sertu Azis, salah seorang anggota Sastgas TMMF Pekalongan.

Sementara itu, Danki Satgas TMMD Pekalongan, Kapten Inf.  Wakhidun menjelaskan, di rehab RTLH yang merupakan salah satu sasaran TMMD Reguler ke - 98 Kodim Pekalongan, hampir sebagian besar ada penggantian kusen.  ''Tidak hanya itu, untuk penggantian kayu kap rumah juga sebagian besar dilakukan,'' jelasnya. 
PEKALONGAN  -  Selaku Ketua RT, Trisno ikut merasa senang ada beberapa warganya yang ikut  mendapat jatah perehaban rumah melalui kegiatan TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan. Bahkan, kalau dibolehkan danmemungkinkan, sebenarnya masih ada beberapa rumah warganya yang perlu direhab.

''Saya senang, ada beberapa warga di lingkungan RT saya yang rumahnya ikut direhab oleh Satgas TMMD. Ikhlas, karena secara tidak langsung lingkungan saya juga rumahnya sehat-sehat,'' ungkap Trisno kepada Tim Pendim Pekalongan yang menemuinya.

Tidak hanya berucap senang, melainkan,  Ketua  RT01/RW03, masuk wilayah Dukuh Tembelang, Desa Rogoselo, Trisno ikut turun langsung ke lokasi rumah waganya yang sedang direhab TNI Kodim Pekalongan, dengan dibantu sejumlah warga lainnya.  Begitu rumah dibongkar, RT Trisno memilah sejumlah material bekas bongkaran rumah yang sekiranya masih bisa digunakan.
PEKALONGAN  -  Setelah diobservasi detail ternyata rumah Mbah Sariwan yang menjadi salah satu sasaran bedah rumah TMMD reguler ke-98 Kodim Pekalongan, tim dari Satgas TMMD memutuskan untuk merehab total rumah yang berada di  Dukuh Tembelang Wetan, Desa  Rogoselo.

''Kondisinya sudah tidak memungkinkan jika hanya direhab sebagian, untuk itu kira putuskan rumah yang satu ini direhab total. Saat ini Satgas sudah membongkar dans ecepatnya akan merampungkan proses rehab itu,'' jelas Danki Satgas TMMD Reguler Kodim Pekalongan, Kapten Inf. Wakhidun.

Dijelaskan, rumah Mbah Sariwan yang semula tidak berpondasi akan dipondasi, untuk beberapa kap atas yang kayunya sudah banyak yang lapuk juga kan diganti.  ''Kami tidak mau tanggung, untuk rumah warga yang direhab nanti disamping layak huni juga akan  kokoh supaya tidak mengkhawatirkan,'' beber Kapten Inf. Wakhidun.
PEKALONGAN  - Untuk menggambarkan jelas ruas jalan yang dibangun TNI bersama warga dalam gelaran TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, tertama panjang, ada petugas khusus untuk menandai.  Apalagi, di sasaran fisik pengaspalan jalan ini ada over prestasi, ''sehingga perlu ad kejelasan, mana yang sasaran sesuai perencanaan dan mana jalan yang over prestasi,'' ungkap  Serka Nur Abidin anggota Staf Ter Kodim 0710/Pekalongan.

Dia menjelaskan, meski banyak kendala, terutama cuaca, akhirnya sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-98Kodim Pekalongan, yakni pengaspalan jalan akhirnya bisa terselesaian jauh sebelum upacara penutupan.  ''Tidak hanya sekedar terselesaikan, melainkan ada over prestasi,'' ungkap Serka Nur Abidin.

Sebagaimana diketahui, di gelaran TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan dengan desa sasaran Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, salah satu sasaran fisik utamanya adalah pegaspalan jalan sepanjang 3 Km lebih dan dengan lebar jalan 3 meter.
PEKALONGAN  - Sebelum resmi diserahkan kepada Pemkab Pekalongan, jalan tembus antara Desa Rogoselo - Pedawang hasil TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan untuk sementara tidak boleh dilewati oleh kendaraan berat. Karena dikhawatirkan, aspal yang belum mengembang maksimal akan rusak jika dilalui kendaraan berat.

Hanya saja selepas selesainya pengaspalan jalan tersebut, sejumlahwrag Desa Rogoselo meluapkan kegembiraannya dengan cara mondar-madir di jalan baru dengan berkendara motor. ''Sekedar meluapkan kegembiraan saja, lagian juga naik motor tidak bakalan merusak jalan yang baru selesai dibangun,'' ungkap Parjan, salah seorang warga Desa Rogoselo.

Pasiter Kodim Pekalongan, Kapten Inf. Sunarto mengemukakan, dengan selesainya pembangunan jalan dalam kegiatan TMMD Reguler Kodim Pekalongan itu, hendaknya seluruh warga ikut menjaga dan merawat.  Bahkan kalau perlu kendaran dengan tonase berat dilarang untuk melintasi jalan itu . 
PEKALONGAN  -  Jumat (28/04/2017), merupakan hari terakhir pengaspalan jalan di Desa Rogoselo, dalam kegiatan TMMD Reguler ke -98 Kodim Pekalongan. Begitu titik terakhir pengaspalan jalan selesai, sejumlah warga dan anggota Satgas TMMD Pekalongan, melakukan Komsos sambil ngopi bareng.

''Ini kopi terakhir di lokasi pengaspalan jalan, karena sasaran fisik pengaspalan jalan juga sudah usai,'' ungkap Sihirin, wraga Petungkriyono yang ikut bergotong royong di lokasi pengaspalan jalan.  ''Terimakasih pak Tentara, dengan adanya TMMD belum tentu jalan Rogoselo tembus Desa Pedawang dibangun,'' ungkap Sihirin.

Tampaknya kopi terakhir di lokasi pengaspalan jalan itu, akan ada seri kopi selanjutnya, yakni di lokasi rehab RTlH yang ada di Desa Rogoselo.  ''Ada seri kopi selanjutnya, yakni di lokasi rehab RTLH,'' ungkap Sertu Azis. Sebagaimana diektahui, karena disentuh di hari-hari terakhir, hingga menjelang pentupan TMMD, konsentrasi pasukan akan dialihkan ke sasaran fisik tersebut
PEKALONGAN  -  Apa yang tidak bisa dikerjakan para Satgas TMMD Reguler ke-98 di Desa Rogoselo ? Mengaspal jalan piawai, demikian juga menjadi tukang kayu. Di rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), beberapa TNI anggota Satgas TMMD Pekalongan juga menjadi tukang batu profesional.

Adalah Sertu Azis dan Serka Amar, satu persatu batu bata dipasang di rumah salah soerang warga yang mendapat jatah rehab. ''Lumayan kepandaian tukang batu bisa kamiterapkan saat ditugaskan di lokasi TMMD seperti ini,'' ungkap Sertu Azis.
PEKALONGAN  -  Sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan akhiya kelar. Sebuah prestai monumentasl telah diraih jajaran TNI Kodim Pekalongan telah diukir, dan tidak tanggung-tanggung jalan yang diaspal tersebut panjangnya mencapai 3 Km lebih.

Jalan tembus dari Desa Rogoselo ke Desa Pedawang, Kecamatan Karangnyar itu merpakan asa baru bagi warga ke dua dsa trersebut untuk menggapai perekonomian yang lebih mapan.  Terbukanya akses dua desa itu akan memudahkan warga untuk memasarkan hasil perkebunannya.

Yanto, warga Desa Rogoselo, tampaknya tak sabar lagi untuk mencoba jalan yang baru saja dirampungkan oleh Satgas TMMD bersama warga itu .  ''Sudah lama kami memimpikan jalan yang baik ini, rasanya ingin segera mencoba,'' ungap Yanto.
PEKALONGAN  -  Menyusul telah selesainya pengaspalan jalan di Desa Rogoselo, Satgas TMMD Kodim Pekalongan membersihkan sejumlah sisa material yang ada untuk digunakan di sasaran fisik perehaban Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Adalah Sertu Mujiyo, salah seorang anggota Satgas TMMD Kodim Pekalongan yang dipasarahi tugas tersebut.  ''Banyak material yang tersisa di sasaran fisik pengaspalan jalan.  ''Ini bisa digunakan untuk keperluan rehab RTLH sejumlah warga Rogoselo,'' bebernya Sertu Mujiyo.
PEKALONGAN  -  Pelaksanaan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) oleh Satgas TMMD reguler Kodim Pekalongan ternyata total. Yakni mulai dari bawah, pemasangan pondasi, dinding sampai di pembersihan atau penggantian atap. 

Danki Satgas TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, Kapten Inf. Wakhidun, karena sifatnya total di perehaban RTLH, untuk teknisnya sudah dipasrahkan kepada tim tukang dari Satgas maupun kepada tukang dari masyrakat.  ''Intinya bagaimana supaya pekerjaan cepat selesai, dan diharapkan sebelum TMMD ditutup semuanya sudah beres,'' beber Kapten Inf. Wakhidun.

Sebagaimana diketahui, untuk sasaran fisik TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, terutama untuk rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dikerjakan paling akhir.  Semua pihak bertekad proses rehab RTLH itu akan bisa rampung sebelum upacara penutupan
PEKALONGAN  -  Salah satu perangkat desa di Desa Rogoselo ini tidak pernah ketinggalan dalam gotong royong di kegiatan TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan. Mulai dari pengaspalan jalan, pembuatan saluran, dan sejumlah kegiatan non fisik TMMD tersebut.

Demikian juga dalam perehaban Rumah Tidak layak Huni yang termasuk salah satu sasaran fisik TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, Ragil Darsanto, salah seorang perangkat desa Rogoselo, juga aktif ikut gotong royong.  ''Ya ini khan gawe desa kami juga, selaku perangkat desa kamipun harus memberi contoh warga supaya mereka giat ikut gorong rooyng,'' ungkap Ragil. 
PEKALONGAN  - Materi obrolan antara warga Desa Rogoselo dengan para anggota Satgas TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan akhir-akhir ini tidak lagi berkisar bagaimana mengejar target sasaran fisk atau non fisik. Melainkan, harapan warga agar para anggota Satgas tidak melupakan Desa Rogoselo seandainya TMMD sudah usai.

Seperti yang dialami oleh  Serma.Burus Sudiro, salah seorang anggota Satgas TMMD Kodim Pekalongan, saat melakukan Komsos disela-sela kegiatan rehab sejumlah Rumah Tidak Layak Huni di Desa Rogoselo,  yang kebanyakan mendengar harapan warga itu.

''Mendengar pertanyaan seperti itu, kami selalalu memberi pencerhan kepada warga, bahwa hubungan TNI dengan rakyat tidak hanya sebatas saat TMMD. Melainkan meski nantinya TMMD sudah usai, silahturahmai anggota TNi dengan warga tetap terus berlangsung,'' ungkap Serma Burus Sudiro.
PEKALONGAN  -  Bagi Danramil 15/Doro/Kodim Pekalongan, Kapten Inf. Wakhidun kini mempunyai ketrampilan baru di luar tugas kedinasan sehari-hari, yakni piawai menebar batu kricak pada proyek pengaspalan jalan. ''Lumayan ada pengalaman dan ilmu baru,''  ungkapnya kepada Tim Pendim Pekalongan.

Dia mengatakan,  semula apa yang dilakukan, yakni ikut terjun langsung sendiri ke lokasi TMMD, semata-mata untuk memberi contoh dan memotivasi para anggota dan warga masyrakat.  ''Hanya saja dibalik itu saya mempunyai ilmu baru,'' beber Kapten Inf. Wakhidun
PEKALONGAN  -  Ternyata  tidak hanya kaum laki-laki yang ikut gotong royong di kegiatan fisik TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, di Desa Rogoselo. Melainkan ada ibu-ibu yang begitu semangat ikut kerja bhakti bersaama bapak-bapak dan Satgas TMMD.

Adalah,  Ny. Lestari, seorang warga Desa Rogoselo yang ikut kerja bhakti dalam sasaran fisik rehab Rumah Tidak Layak Huni di desanya. Dia juga tidak canggung, campur bersama wrga lainnya ynag semuanya laki-laki.  ''Ya ikut berpartisipasi Pak,'' ungkapnya kepada tim Pendim Kodim Pekalongan. 
PEKALONGAN  - Jelang berakhirnya pelaksanaan TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, antara warga dan TNI Satgas TMMD terlihat semakin padu. Dengan demikian salah satu target TMMD tercapai, yakni bentuk kemaunggalan antara TNI dengan rakyat semai terwujud.

Seperti di sasaran fisik rehab RTLH yang akhir-akhir ini sedang dikebut, dalam pelaksanaannya terlihat sudah ada lagi pemisah mana antara TNI dengan warga. Mereka salin bahu membahu untuk menyelesikan program yang sudah ditentukan.
PEKALONGAN  -   Butuh Strategi khusus dalam pengerahan pasukan untuk merampungkan sasaran fisik rehab Rumah Tidak layak Huni (RTLH) di TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan. Pasalnya, start pekerjaan itu termasuk terlambat.

Danki Satgas TMMD Reguler Kodim Pekalongan, Kapten Inf. Wakhidun membenarkan, jika pihaknya harus mengatur strategi, baik di pengerahan pasukan, mendorong keterlibatan warga secara maksimal untuk mengejar target rehab RTLH.

Di setiap harinya,  lanjut Kapten Wakhidun, dia turun langsung ke lapangan,  melakukan pembagian sektor kepada masing-masing  anggota Satgas di setiap harinya.  ''Koordinasi salah satu cara yang ampuh untuk menghasilkan kerja yang makasimal.'' 
PEKALONGAN  - Karena keterbatasan, rumah tempat tinggal  Sisbudi Santoso, warga Dukuh Bangunrejo, Desa Rogoselo, agak kalah "moncer" dibanding dengan rumah para tetangganya. Hanya saja, bak mendapat rejeki nomplok, berkat TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, rumah Sisbudi akan direhab oleh Satgas TMMD bersama warga.

Sisbudi berharap proses perehaban tumahnya bisa segera rampung.  ""Ya maturnuwun Pak, rumah saya akan direhab TNI. Nantinya  paling tidak rumah saya akan setara dengan rumah para tetangga,'' ungkap Sisbudi.

Menurut Danki Satgas TMMD, Kapten Inf. Wakhidun untuk rumah Sisbudi Santoso akan segera dijamah Satgas dan diharapkan bisa segera rampung.  ''Mudah-mudahan bisa segera rampung sebelum upacara penutupan TMMD,'' harap Kapten Inf. Wakhidun. 
PEKALONGAN  - Menjelang berakhirnya pengaspalan jalan penghubung antara Desa Rogoselo,  Kecamatan Doro, semangat pasukan Satgas TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan bukan kendor, melainkan malah terlecut. Hal itu menyusul, dengan selesainya  pengaspalan jalan tersebut, masih ada tugas lain yang tidak kalah penting, yakni rehab Rumah Tidak layak Huni (RTLH).

Sertu Mujiyo, salah seorang anggota Satgas TMMD mengemukakan, untuk sasaran fisik pengaspalan jalan sudah akan final, untuk itu dirinya perlu memacu semangat para anggota Satgas  lainnya.  ''Jika cuara mendukung, teman-teman Satgas saya lecut semangatnya. Pengaspalan jalanmemang tinggal sedikit lagi, hanya saja masih ada tugas lainnya yang butuh percepatan, yakni rehab RTLH,'' ungkap Sertu Mujiyo
PEKALONGAN  - Koramil 15/Doro boleh dikatakan menjadi tuan rumah di pelaksanaan TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan. Untuk itu di pundak para personil jajaran Koramil tersebut cukup besar untuk mensukseskan semua sasaran fisik maupun non fisik digelaran manunggalnya TNI dengan rakyat itu.

Danramil 15/Doro, Kapten Inf.Wakhidun selaku Danki Satgas, mengakui akan tanggungjawab itu. Untuk itu di setiap harinya, dia bagi-bai tugas dengan para anggotanya. Koordinasi dengan  BatiTuud, Pelda.supriyono dan Babinsa Serda  Langgeng terus dilakukan.  ""Kami bagi-bagi tugas, mengingat sasaran fisiknya cukup banyak, belum lagi ada sasaaran on fisik,'' ungkap Kapten Inf. Wakhidun
PEKALONGAN  - Menyelam sambil minum air ! Itu yang dilakukan sejumlah anggota Satgas TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, yang tengah melaksanakan sasaran fisik utama TMMD berupa pengaspalan jalan sejauh 3 Km dengan lebar 3 meter.

Adalah Sertu  Rihanto, anggota Satgas TMMD, karena sudah menimba ilmu dari staf PU Kabupaten Pekalongan yang diterjunkan di TMMD Rogoselo,  dia bisa menceritakan panjang lebar bagaimna SOP melakukan pengaspalan jalan .

Menurutnya,  sebelum dilakukan pegaspalan,  penyebaran batu 1/2 harus rata.  ''jadi penyebarannya tidak asal buang,'' ungkap  Sertu Rihanto yang selama pelaksanaan TMMD Reguler Kodim Pekalongan  bertugas  di sasaran fisik pengaspalan jalan. 

Menurutnya, ilmu itu dipelajari dengan  melihat dan mempraktekan langsung saat sejumlah tim pengaspalan jalan dari PU Pekalongan bertugas sehari-hari,  ''ya lumayan, bertuga di TMMD sekaligus bisa menimba ilmu,'' beber Rihanto yang  sehari-harinya anggota Koramil Kajen/Kodim 0710/Pekalongan.
PEKALONGAN  -   Mbah Sariwan (80),  warga Dukuh Tembelang Wetan,  Desa Rogoselo tak pernah bermimpi, jika rumahnya yang selama ini berdinding babmbu, lantai dari tanah, bakal direhab jajaran TNI Kodim Pekalongan, melalui  kegiatan TMMD Reguler ke-98.

''Mboten pernah mbayangke Pak, kok griyo kula didandani Tentara. Nggih maturnuwun, griyo kula didandani (Tidak pernah membayangkan Pak, kok rumah saya dibangun Tentara. Ya terimaksih, rumah saya dibangun -Red),'' ungkap Mbah Sariwan.

Mbah Sariwan membayangkan, lebaran tahun ini nantinya dia akan tinggal di rumah yang layak. Nanti kalau ada tamu yang mau berlebaran juga akan disambutnya dengan layak. Terlebih, jika rumahnya sudah jadi, di setiap harinya tidak kedinginan lagi.

PEKALONGAN  - Ungkapan rasa benar-benar ditunjukkan oleh warga pedesaaan Rogoselo,Kecamatan Doro, yakni sebagai tanda ucapan terimakasih kepada jajaran TNI Kodim Pekalongan dan warga yang melakukan perehaban rumah, pemilik rumah "menjamu" .

''Ini inisiatif kami sendiri,untuk memberi makan pagi para anggota TNI danw arga yang bergotong royong membangun rumah saya. Dengan cara ini kami memberi ucapaan terimakasih kepada mereka,'' ungkap Suhari (47), pemilik RTLH asal Desa Rogoselo yang direhab oleh jajaran TNI Kodim Pekalongan melalui TMMD Reguler ke-98 tahun 2017 ini.

Sertu Sumaji, anggota Tim Pendim Kodim Pekalongan menjelaskan, jamuan makan pagi itu  sebagai bentuk penghormaran tuan rumah kepada anggota Satgas TMMD dan masyarakat yangg akan membantu dalam pelaksanaan bedah rumahnya.