March 2017
Pelaku Penggelapan Ford Ranger berinisial CA Ditangkap Polsek Batang
CA(37 tahun) pelaku penggelapan Ford Ranger di Mapolsek Batang
Batang
Gara gara menggelapkan mobil dengan cara menggadaikan pada seseorang, CA(37) warga Desa Blado Kecamatan Blado ditangkap polisi. CA ditangkap saat berada di Polsek Warungasem ketika bertautan dengan orang lain Sabtu (25/3) sore.

Saat ini, CA masih meringkuk di sel tahanan Mapolsek Batang. “Pelaku sudah kami tahan. Kami masih mengembangkan kasus ini dan memeriksa pelaku,” terang Kapolsek Batang AKP Bambang Sugianto SH, Kamis (31/3/17) sore.

Lebih lanjut Kapolsek menuturkan,sebelumnya Korban bermaksud untuk menjual mobil tersebut kemudian meminta bantuan tersangka untuk menjualkanya, Jumat 10 Pebruari 2017 sekitar pukul 19.00 WIB.

Namun dengan alasan ada pembeli , tersangka kemudian mengambil mobil dirumah korban. Setelah mobil, kunci kontak dan STNK diserahkan oleh korban kepada tersangka, lalu tersangka membawa mobil tersebut untuk diperlihatkan calon pembeli.

Mobil tersebut jenis Ford Ranger warna hitam milik Akbar Bayu (36) warga Perum Pasekaran Griya Permai, Kecamatan Batang yang melaporkan CA ke Polsek Batang.
“Pelaku mengaku menggadaikan mobil pada seseorang di Kota Pekalongan. Uang sudah diterima, tetapi tidak diberikan pada korban selaku pemilik mobil,” terang AKP Bambang Sugianto.
Meski berkali kali korban meminta uangnya, kurang lebih 1 bulan tapi CA selalu berkelit. Sampai akhirnya Akbar Bayu melapor ke Polsek Batang. Didepan polisi, CA mengaku memakai uang penjualan mobil itu untuk keperluan pribadi. “Uangnya sudah saya pakai. Jadi tak bisa kembalikan,” aku CA.
Selain menahan tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) bandel Fotocopy BPKB KBM Ford Ranger warna putih tahun 2009 No. Pol KT 1993 K berikut kontak dan STNK , 1 (satu) lembar surat pernyataan dari CA.
"Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 372 KUHPidana," tandas Kapolsek.
Kapolsek juga mengimbau agar warga berhati hati dan tidak mudah percaya pada orang lain. Apalagi yang punya track record buruk. Sebagai pembelajaran, Kapolsek juga menyarankan agar warga melaporkan setiap kasus penipuan maupun  penggelapan yang dialami.

Saat ini, polisi masih mengembangkan kasus ini untuk menemukan mobil tersebut.
AS Pelaku Peristiwa Penyiraman Cairan Kimia  Ke Wajah Nur Asriyah Diamankan  di Mapolsek Batang
AS Pelaku Peristiwa Penyiraman Cairan Kimia  Ke Wajah Nur Asriyah pegawai RSUD Batang Diamankan  di Mapolsek Batang
Batang
Pelaku peristiwa penyiraman cairan kimia  ke wajah Nur Asriyah (22 th) pegawai RSUD Batang yang sempat menjadi teka teki awal bulan maret lalu. 

Kini pelakunya sudah diamankan  di Mapolsek Batang.  Rupanya, pelaku adalah mantan tunangan pegawai RSUD Batang itu, yakni AS (22) warga Desa Cempereng Kecamatan Kandeman, AS yang juga mantan tunangan  korban nekat melakukan itu karena sakit hati. 
"Pelaku sudah menyerahkan diri, dia sempat kabur ke Bekasi, AS sudah mengakui perbuatannya menyiram wajah korban karena karena pelaku merasa sakit hati setelah pertunangannya dibatalkan sepihak oleh pihak korban,” terang Kapolsek Batang AKP Bambang Sugiyanto didampingi Kanit Reskrim  Polsek Batang, Aiptu Faridin Jum'at (31/3/17).

AS mengakui, sengaja menyiram wajah mantan tunangannya Nur Asriyah (22), warga Desa Dringo, Kecamatan Wonotunggal karena sakit hati, Wajah Nur Asriyah pun sebagian melepuh akibat disiram cairan itu. 

“Ya, saya sakit hati dengan ucapanya. Itu untuk pelajaran saja. Itu bukan air keras, itu cairan pembersih porselen kamar mandi,“ jelas AS.
Sebelumnya, petugas melakukan upaya hukum dengan melayangkan surat panggilan kepada pelaku dan melalui pendekatan kepada pihak keluarga atau orangtua pelaku dengan diantar orangtuanya  pada Senin (27/3) sekitar pukul 21.00 WIB, pelaku menyerahkan diri.
"Pelaku menyerahkan diri atas nasehat orangtuanya untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya,dan pelaku akan dijerat dengan pasal 351,353 KUHP pidana," tandas Kapolsek.
Memang, usai menyiram cairan kimia/pembersih porselen ke wajah mantan tunanganya, AS langsung kabur ke Bekasi, pemuda itu sempat menggelandang dari masjid ke masjid beberapa hari.  Saat ini, Polisi juga masih mencari teman dari  AS  yang diduga ikut terlibat.
“Kami masih mencari temannya yang diajak mencegat korban,” imbuh Aiptu Faridin.

PEKALONGAN – Salah satu  perangkat yang tidak kalah penting dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan adalah,   pembuatan Pos Kotis. Pasalnya, di Pos inilah nanti, tempat melakukan koordinasi dan menadministrasi, tentang kegiatan, prestasi dan raihan target. Disamping data-data lainnya.
Untuk tampat sudah ditentukan, bahwa Pos Kotis akan ditepatkan di salah satu rumah warga Desa Rogoselo, tidak jauh dari lokasi fisik maupun non fisik. Sementara untuk peralatannnya, saat ini terus dipersipkan.
Dari pantauan,  perlengkapan untuk Pos  Kotis TMMD Reguler ke-98 sudah mencapai   90% . menurut Sertu Haryono,   kesiapan aalat perlengkapan  Kotis pada peinsipnya sudah beres. Saat ini tinggal membawa ke tempat yang akan di jadikan poskotis di  Desa rogoselo.
‘’Prinsip sudah  siap semua untuk perlengkapan Pos Kotis TMMD. Hanya saja  masih   perlu pengecekan ulang.  Supaya  nantinya tidak ada  peralatan yangg di butuhkan di Pos  Kotis kurang karena ada  yang ketinggalan,’’  ungkap Sertu Haryono. 
PEKALONGAN -  Meski desa sasaran TMMD Reguler 98 Kodim Pekalongan, Desa Rogoselo, Kecmatan Doro, namun anugerah luar biasa juga diterima oleh warga Desa Pedawang, Kecamatan Karanganyar.
Pasalnya,  di sasaran fisik utama, yakni pengaspalan jalan, sebagian diantaranya ada di wilayah Desa Pedawang.  ‘’ Ya alhamdulillah, ruas jalan di Desa Pedawang akan dibangun TNI Kodim Pekalongan melalui TMMD Reguler,’’ ungkap  Kadus Belimbing. Desa Padawang,   Prapto (35).
Menurutnya, nantinya pemerintahan desa Pedawdang  juga akan melakukan pengerahan warga , karena memang sebagian ruas jalan yang akan dibangun TNI itu ada di wilayah Pedawang. Terlebih dari itu azas manfaatnya pembangunan jalan itu akan luar biasa, utamanya akan memperlancar akses jalan Desa Rogoselo ke Desa Pedawang.  
PEKALONGAN – Terkuak sudah sekarang, soal kenapa Kodim 0710 Pekalongan memilih Desa Rogoselo sebagai desa sasaran TMMD Reguler. Salah satunya adalah Desa Rogoselo masuk kategori desa potensial, menyusul di desa itu ada potensi wisata religi dan potensi wisata buah durian.
Dari dua poin itu, ditambah adanya infra struktur yang belum mendukung, melalui berbagai peretinbang akhirnya diputuskan, bahwa Desa Rogoselo menjadi desa sasaran TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan di tahun 2017 ini.
Pasiter Kodim Pekalongan, Kapten Inf. Sunarto, membenarkan, bahwa penentuan kenapa memilih Desa Rogoselo dijadikan desa sasarn TMMD, adanya potensi Rogoselo yang luar biasa. Sementara perlu atau mendesak penanganan infra struktur untuk lebih mendukung potensi yang ada di Desa Rogoselo.
‘’Di Rogoselo ada potensi wisata Religi, selain itu juga potensi  festival  tahunan yakni festival durian yang sudah menasional. Untuk itu perlu dukungan pembangunan infra struktur di desa itu, sehingga lebih memfasilitasi potensi yang ada lebih menasional,’’ tandas Kapten Inf. Sunarto. 
PEKALONGAN -  Menyusul adanya informasi yang simpang siur terkait pelaksanaan rehab Rumah Tidak layak Huni (RTLH) di TMMD Reguler Kodim Pekalongan dengan sasaran Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, terutama jadwalturunnya dana, hingga saat ini terus diupayakan agar turunnya dana bisa dipercepat, sehingga nantinya pelaksanaan rehab RTLH tersebut bisa tepat waktu.
Informasi yang berkembang, yang cukup merepotkan, khusus untuk rehab RTLH tidak bisa memakai sistem ditalangi telrebih dahulu. Pasalnya,  untuk keperluan rehab RTLH itu bantuan  yang turun bentuknya barang bukan uang.
Sehingga salah satunya jaan adalah mengupayakan untuk mempercepat proses turunnya plotingrehab RTLH, sehingga bisa disesuaikan dengan jadwal TMMD Reguler di Desa Rogoselo. Informasi yang ada, untuk tahun ini usulan  Kabupaten Pekalongan untuk RTLH sebanyak 700 unit.
Dandim Pekalongan, Letkol Inf. Heri Bambang Wahyudi SIP, menyatakan bahwa pihaknya sudah oordinasi dengan Pemkab Pekalongan terkait mempercepat turunnya  ploting rehab RTLH.  ‘’Tampaknya tidak ada masalah, kami sudah koordinasi dengan Pemkab Pekalongan untuk mempercepat turunnya bantuan RTLH,’’ tandasnya, baru-baru ini 
PEKALONGAN  -  Menyoa tentang peran serta warga Desa Rogoselo dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke-98 di desa setempat, tampaknya tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya, begitu usai upacara pembukaan, di setiap harinya minimal ada warga dua RT yang akan terlibat atau ikut gotong royong bersama-sama TNI untuk merampung target fisik yang sudah dijadwalkan.
‘’Kami menjamin, peran masyarakat untuk TMMD Reguler  Kodim Pekalongan akan maksimal. DI setiap harinya minimal akan ada warga dua RT yang ikut kerja bhakti, bersama TNI bahu membahu untuk menyelesaikan target fisik yang sudah direncakana,’’ tandas Kades Rogoselo, Saronto, Jumat (31/03/2017).
Kepastian  keterlibatan warga itu, lanjut Kades Saronto, bukan semata-mata klaim dari dirinya pribadi. Melainkan semuanya sudah dirapatkan antar RT, RW.  ‘’Semua sudah dirapatkan, dan alhamdulillah, karena menyadari bahwa apa yang dilakukan jajaran TNI Kodim Pekalongan di TMMD Reguler adalah untuk kesejahteraan warga Rogoselo sendiri. Untuk itu warga sangat antusias dalam pelibatan gotong royong,’’ bebernya. 
PEKALONGAN   - Jika nanti pengaspalan ruas jalan di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro melalui TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, selesai, dijamin semua urusan atau keperluan menjadi lancar. Karena memang dari sisi transportasi dijamin akan lancar.
Kades Rogoselo, Saronto membenarkan hal itu. Menurutnya, jika nanti jalan yang akan dibangun TNI bersama warga di TMMD Reguler ke-98 usai, semua keperluan warga akan menjadi lancar.  ‘’Untuk itu sekali lagi, mewakili seluruh warga Rogoselo mengucapkan terimakasih kepada jajaran Kodim Pekalongan yang telah menjadikan Desa Rogoselo sebagai desa sasaran TMMD Reguler,’’ ungkap Kades Saronto.
Dikemukakan,  dengan pembangunan ruas jalan di Rogoselo, nantinya  akan memperlancar jalur Rogoselo ke Desa Pedawang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.  Nantinya, jalan itu akan memudahkan warga jika ingin   ke rumah sakit, atau warga yang ingin ke ibukota Kabupaten, ke Pasar Induk. “’Selain itu, dengan  dibangunnya jalan yang ada di Desa Rogoselo akan  semakin membumikan agenda tahunan di Rogoselo yakni festifal durian. Nantinya tidak akan ada lagi jalan macet saat digelar festival durian,’’ tandas Kades Saronto.
PEKALONGAN – Menindaklanjuti anjuran dari jajaran Kodim Pekalongan, tiga hari belakangan ini material untuk keperluan proyek fisik TMMD Reguler ke-98 di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro terus menggelontor. Bahkan, dari pantauan untuk droping material terkesan agak dikebut. Hal itu semata-mata demi terpenuhinya target TMMD Kodim Pekalongan.
‘’Dalam 3 atau 4 hari ini material sudah terus menggelontor di beberapa lokasi sasaran fisik TMMD di Desa Rogoselo. Mudah-mudahan, apa yang sudah dijadwalkan, apa yang sudah ditargetkan akan tercapai,’’ tandas Kades Rogoselo, Saronto, Jumat(31/03/2017)
Sebagaimana diketahui,  di TMMD Reguler Kdoim Pekalongan, menyasar sejumlah fisik, disamping juga ada banyak sasaran non fisik. Untuk sasaran non fisik utama adalah pembuatan atau pengaspalan jalan yang panjangnya 1 Km lebih dengan lebar  3 Meter. Selain itu pembuatan saluran air dan gorong, pembuatan turap, termasuk rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). 
PEKALONGAN -  Ini kesaksian salah soerang perwira Kodim Pekalongan terkait pelaksanaan festival durian di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, yang selalu memacetkan jalan hingga berkilo-kilo meter. Adalah Mayor Kav. Hariyono,  ‘’saya pernah mengalamai sendiri, di saat gelaran festival durian, jalanan menjadi macet total. Hal itu disebabkan masyarakat yang hadir begitu banyakanya, sementara tidak ada jalur pengurai,’’ tandasnya. Ditambahkan, masyarakat yang hadir di fertival durian tiak saja dari Desa Rogoselo, melainkan banyak dari luar daerah.
Untuk itu, wajar jika warga masyarakat Desa Rogselo menyambut antusias pelaksanaanTMMD Reguler Kodim Pekalongan. Dimana salah satu  sasaran fisik utama adalah pembuatan atau pembenahan jalan yang bisa mengurai kemacetan saat digelar festival durian.
Untuk itu Mayor Kav. Hariyono minta doa dan peran masyarakat semua, agar pelaksanaan TMMD Reguler Kodim Pekalongan bisa berjalan lancar. ‘’Untuk TMMD Reguler lain dengan TMMD Sengkuyung. Karena   TMMD Reguler  melibatkan satuan besar juga serta komponen masyarakat lain baik dari mahasiswa, ormas maupun pihak-pihak lainnya.
PEKALONGAN -  Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0710/Pekalongan,  Mayor Kav. Hariyono wanti-wanti  kepada seluruh anggota Satgas TMMD Reguler ke -98 Kodim Pekalongan, jangan sampai membebani warga Desa Rogoselo selama pelaksanaan TMMD. 
‘’Jangan sampai ada yang membebani warga selama pelaksanaan TMMD.  Karena hakekat, atau roh dari TMMD itu adalah karya bhakti dari TNI untuk membatu kesulitan warga, sehingga jangan sebaliknya justru akan membebani warga,’’ tandas Mayor Kav. Hariyono di sela-sela sosialisasi TMMD  di Balai Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan.
Apa yang dipesankan Perwira Penghubung , bukan tanpa alasan, menyusul dalam TMMD Reguler, selama pelaksanaan semua anggota Satgas akan tinggal  di rumah-rumah warga. Di momen inilah yang selalu ditekankan, dalam keseharian  nantinya anggota Satgas  TMMD jangan membebani warga yang rumahnya ketempatan prajurit. Apakah itu soal tidur, makan dan lain-lain
PEKALONGAN – Setelah dua pekan  warga Desa Rogoselo, Kecamatan Doro melakukan kerja bhakti dalam rangka Pra TMMD  Reguler 98 Kodim Pekalongan, kini giliran warga Desa Pedawang, Kecamatan Pedawang melakukan hal serupa.  Yakni bersama  unsur  TNI Kodim Pekalongan, melakukan kerja bhakti.
Sesusai budaya yang ada di desa setempat, sebelum memulai kegiatan, warga Desa Pedawang dengan ditunggui langsung Kades Pedawang, Suyono melakukan hajatan selamatan di lokasi kerja bhakti.  ‘’Ya agar selamat, tidak terjadi sesuatu kami menggelar selamatan sebelum bekerja. Atau bisa “idhep-idhep”  untuk bekal makan warga yang sedang kerja bhakt,’’ ungkap Suparman, salah satu warga Desa Pedawang yang ditemui di lokasi kerja bhakti.
Sebagaimana diketahui, di pelaksanaan TMMD Reguler 98 Kodim Pekalongan, desa Rogoselo  dijadikan sasaran. Hanya saja untuk sasaran fisik utama, yakni pengaspalan jalan – sebagian lokasinya berada atau masuk wilayah Desa  Pedawang. Untuk itu, dalam pelaksanaannya nanti,  baik di Pra TMMD atau pelaksanaan, pengerahan warga juga dilakukan pihak Desa Pedawang. 

PEKALONGAN – Tidak hanya sekedar  bewacana dengan rapat di belakang meja. Dalam rangka memantabkan jalannya upacara pembukaan TMMD Reguler ke -98 Kodim pekalongan, tim gabungan yang terdiri dari Kodim dan Pemkab Pekalongan, melakukn survey lapangan. Mereka terjun lngsung Desa Rogoselo, Kecamatan Doro.
Tim gabungan itu, sebelumnya melakukan rapat di Pemkab Pekalongan, untuk membahas satu persatu atur acara pembukaan. Setelah itu, untuk mencocokan apa yang tertulis di kertas dengan kondisi riil di lapangan mereka terjun ke lapangan langsung.
Saat berada di lapangan,  mereka meninjau lapangan yang akan digunakan untuk upacara, tempat transit dan sejumlah fasilitas lainnya. Hal itu dilakukan, supaya jangan sampai nanti terjadi eror para har H pelaksanaan upacara pembukaan.  
PEKALONGAN -  Mengingat lokasi desa sasaran TMMD Reguler ke98 Kodim Pekalongan, Desa Rogoselo, Kecamatan Doro,  cukup jauh dari kota, sehingga untuk keperluan atau ubo rampe  upacara pembukaan , harus di datangkan dari Pekalongan Kota atau Kabupaten yani dari Kajen. Apakah itu tiang bendara atau mimbar upacara. Pasalnya sangat tidak mungkin mengandalkan perlengkapan dari desa setempat maupun dari desa tetangga.
Dandim Pekalongan, Letkol Inf. Heri Bambang Wahyudi  SIP, jauh-jauh har sudh memerintahkan agar dipikirkan mendatangkan tiang bendera yang bisa bongkar pasang untuk upacara pembukaan atau penutupan TMMD nanti.
Untuk kebutuhan mimbar Inspektur Upacara,  para angggota dari Kodim Pekalongan justru memproduksi sendiri. Saat ini pembuatannya sudah  hampir selesai. Menurut Sertu Haryono, untuk pembuatan mimbar ispektur upacara dengan  ukuranya 2,5 m x 2,5 m sudah memasuki tahap finising . Dipasstikan saat  upacara pembukaan TMMD nanti sudah siap digunakan
PEKALONGAN – Ada yang menarik pada gelaran TMMD Reguler ke 98 Kodim Pekalongan di Desa Rogoselo, dimana diantara hiruk pikuk liputan dari wartawan, ternyata ada anggota Kodim 0710 Pekalongan, yang menjadi alih profesi.  Yakni menjadi wartawan, selain tetap menjalankan tugas sebagai anggota TNI tentunya.
Dan dilihat dari aktifitas para wartawan, yang paling getol melakukan liputan, baik di lokasi sasaran, maupund di rapat-rapat koordinasi adalah justru wartawan Tentara itu.  ‘’Ini tuntutan mas, karena taarget kami di TMMD Reguler adalah sukses pelaksanaan dan suksesk publikasi,’’ ungkap Serma Murtiyono.
Dia mengaku, pada awalnya agak kaku memang, untuk menyusuk kata demi kata agar semua kegiatan TMMD tertuliskan sesuai dengan kaidah dasar jurnalistik.  ‘’Kalau sekedar menyesuaikan prinsip 5 W 1 H tidak masalah, hanya saja menyusun kata-kata antara alenia satu ke alenia berikutnya runtut dan tetap berhubungn, masih perlu di asah,’’ tambahnya
PEKALONGAN -  Mengingat inti  dari TMMD adalah manungggalnya TNI dengan warga dalam mewujudkan pembangunan , Kodim Pekalongan yang akan menggelar TMMD Reguler di Rogoselo, meminta peran atau dukungan dari warga Desa Rogoselo  bisa maksimal.
‘’Kami berharap  dukungan dari warga Rogoselo, untuk TMMD Reguler Kodim Pekalongan nanti maksimal.  Jadi diharapkan nati dis etiap harinya antara warga dan TNI saling bahu membahu untuk menyelesaikan target sasaran baik sasaran fisik maupun non fisik,’’ tandas Pasiter Kodim Pekalongan,  Kapten Inf. Sunarto,  Kamis (29/03/2017).
Pada bagian lain, Pasiter Kapten Sunarto sngat mengapresiasi, dimana saat Pra TMMD digelar,, peran serta masayarakat cukup besar.  Dimana di setiap harinya, secara bergiliran warga ikut kerja bhakti di setiap kegiatan.  ‘’Hanya saja, kami berharap saat pelaksanaan nanti peran dari warga masih perlu ditingkatkan,’’ tandasnya.  

PEKALONGAN  -  Dalam rangka memantabkan dan mensikronkan program TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan,  program tersebut disosialisasikan ke masyarakat, Kamis (30/03/2017). Cukup komplit tamu undangan yang hadir di acara yanga digelar di Aula Desa Rogoselo, Kecamatan Doro.
Dengan cara itu, diharapkan, wara masyarakat akan lebih paham tentang apa-apa yanag akan dilakukan TND jajaran Kodim Pekalongan dan apa-apa yang harus dilakukan warga selama pelaksanaan TMMD berlangsung.
Sejumlah pihak yang terlibat dalam sosialisasi itu, dari Kodim Pekalongan diwakili  diwakili oleh Mayor Kav. Hariyono , Kapten Inf.  Sunarto,  Dinas  PMD, P3A, PPKB. Bappeda, Danramil  15/Doro,  Kades  Rogoselo,  Saronto,  Perwakilan dari  masyarakat Desa  Pedawang,  masyarakat  Desa Rogoselo. 
PEKALONGAN-  Ini ungkapan kakek   Sikur (78), warga Desa Rogoselo, Kecamatan Doro,  terkait pelaksanaan TMMD Reguler ke98 Kodim Pekalongan di desanya.  ‘’Berkat pak Tentara pembangunan Desa saya lancar. Buktinya, jalan rusak di desa kami yang sudah dibiarkan cukup lama kini akan di apal,’’ ungkapnya ketika ditemui tim Pendim  Pekalongan, Kamis  (29/03/2017).
Mbah Sikur membenarkan dengan dibangunnya ruas jalan di desanya kelak akan bisa memperlancar  akses  Rogoselo ke sejumlah desa lainnya.  Dengan lancarnya akses itu, nantinya pemasaran hasil perkebunan warga akan lancar dan otomatis nanti bisa mengangkat perekonomian warga.
Sebagaimana diberitakan,  salah satu sasaran fisik TMMD Reguler Kodim Pekalongan, adalah pembangunan jalan dengan panjang hampir 1 Km, dengan lebar 3 Cm. Khusus untuk pembangunan jalan tersebut,  sudah selama dua pekan ini  sudah dilakukan Pra TMMD, dengan melibatkan unsur TNI dengan warga setempat. 
PEKALONGAN -  Belajar dari pengalaman pelaksanaan TMMD sengkuyung beberapa waktu lalu, pelaksanaanya hingga 2 bulan lebih lantaran terlambatnya droping material,  jajaran Kodim Pekalongan, mengingatkan kepada pihak-pihak yang  berurusan  dengan material  jangan sampai terlambat untuk dropingnya.
‘’Ssaat ini Pra TMMD sudah berjalan bahwa sudah beberapa lama. Segera droping material dilakukan, supaya nanti capaian targetnya bisa maksimal. Intinya jangan sampai target molor gara-gara keterlambatan droping material,’’ tandas Pabung Kodim Pekalongan, Mayor  Kav. Hariyono.
Apalagi, ungkapnya, sasaran fisik TMMD Reguler ke-98 cukup bervariasi dan tersebar di beberapa tempat, sehingga perlu perhitugan matang masalah droping material.  ‘’Misalnya, untuk pembangunan saluran air, untuk gorong-gorong bisa segera dicicil,’’ pesan Mayor Kav. Hariyono. 
PEKALONGAN – Jajaran Kodim Pekalongan mensyaratakan wajib untuk tampilnya kesenian yang memuat kearifan lokal di pembukaan TMMD Reguler ke-98 dengan desa sasaran Desa Rogoselo, Kecamatan Doro. Rencananya upacara pembukaan akan digelar tanggal 5 April 2017 mendatang.
Hanya saja , Perwira Penghubung (Pabung) Kodim Pekalongan,  Mayor Kav. Hariyono wanti-wanti, tampilnya kesenian lokal tersebut jangan sampai membosankan.  ‘’Pokoknya dipikirkan waktu  tampilnya kesenian, yakni sangan terlalu lama juga jangan terlalu sebentar,’’ tandasnya.
Dikemukakan, untuk mengetahui  waktu tampail yang pas, nantinya bisa di uji coba pada saat gladi kotor maupun gladi kotor maupun gladi bersih. Waktu yang pas itu perlu supaya jangan sampai membuat bosa peserta upacara, apalgi nanti tamu undangan juga melibatkan unsur Muspida plus.
PEKALONGAN - Seperti sudah direncanakan semula bahwa Kodim 0710 Pekalongan akan mengandeng Universitas Pekalongan (Unikal)  peada pelaksanaan TMMD Reguler ke -98 di Desa Rogoselo akhirnya benar-benar direalisasi.
Kepastian itu disampaikan oleh Perwira Penghubung Kodim Pekalongan, Mayor Kav. Hariyono, saat rapat koordinasi di Pemkab Pekalongan, Rabu (29/03/2017), hadir dalam rapat itu sejumlah pihak terkait yang akan terlibat dalam TMMD di Desa Rogoselo.
Dikemukakan Pabung, ke -20 mahasiswa itu nantinya akan tinggal selama 30 hari, bersama Satgas TMMD di rumah-rumah warga yang ada di Rogoselo. Hanya saja, khusus untuk keperluan makan dan lain-lain para mahasiwa itu, sepenuhnya ditanggung oleh pihak Unikal
PEKALONGAN  -  Adalah Danramil 15/Doro, Kodim Pekalongan, Kapten Inf. Wakhidun, yang bertanggung jawab dengan mempersipkan dua ekor kuda untuk upacara pembukaan TMMD Reguler  ke -98  Kodim, Pekalongan.  ''Saya sudah mempersiapkan dua ekor kuda untun keperluan itu,' tandas Kapten Inf Wakhidun.
Menuruetnya dua ekor kuda itu sudah terlatih, dan untuk menghindari nantinya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dua pawang kuda tersebut akan ikut serta saat kuda ditunggangi oleh Dandim dan Bupati  Pekalongan nantinya.
Sebagaimana diektahui, ada yang sepektakuler pada upacara pembukaan TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan pada tanggal 5 April mendatang. Yakni saat pengecekan pasukan, Dandim maupun Bupati akan naik kuda. Sementara lazimnya pada acara itu, menggunakan mobil pasukan atau jalan kaki.
Agar segala sesuatunya nanti lancar, Perwira Penghubung Kodim Pekalongan,  Mayor Kav. Hariyoni berpesan agar semuanya dipersiapkan matang, dan wajib hukumnya untuk dilakukan latihan. Supaya kudanya juga sudah bisa beradaptasi saat di arena upacara. 
PEKALONGAN - Ada yang spektakuler di upacara pembukaan TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, denan desa sasaran Desa Rogoselo, Kecamatan Doro. Yakni saat melakukan pengecekan pasukan, Dandim besama Bupati akan naik kuda.
Tentang Dandim Pekalongan, Letkol Inf. Heri Bambang Wahyudi yang akan naik kuda saat melakukan pengecekan pasukan di upacara pembukaan TMMD Reguler ke -98 itu, sudah dibahas matang saat rapt koordinasi di Pemkab Pekalongan, Rabu (29/03/2017).
Untuk inovasi di upacara pembukaan TMMD tersebut, Perwira Penghubung Kodim Pekalongan, Mayor Kav. Hariyono sudah mempelajarai tentang aturan dibolehkan atau tidaknya, Meski sesuai aturan dibolehkan, Pabung berpesan kepada Danramil  15/Doro selaku penanggung jawab acara itu, agar kudanya dipersiapkan matang, dan diminta ada acara latihan khusus, supaya jalannya upacara nanti bisa lancar.  
PEKALONGAN-  Meski belum ada kepastian, besar kemungkinan nanti yang akan menjadi Irup di upacara pembukaan TMMD Regule ke-98 Kodim Pekalongam, di lapangan Desa Rogoselo, Kecamatan Doro adalah, Bupati Pekalongan,  Asip Kholbihi SH Msi.
''Yang jelas hingga saat ini bisa dikatakan yang menjadi Inspektur upacara di pembukaan TMMD Kodim Pekalongan adalah Bupati. Untuk yang lain-lain masih kita koordinasikan terus, dan kami selalu memantau dan mempersiapan jika sewaktu-waktu ada perubahan mendadak,'' tandas Perwira Penghubung Kodim Pekalongan, Mayor Kav. Hariyono, Rabu (29/03/2017).
Sebagaimana  diketahui, sejak adanya kepastian jadwal TMMD Reguler ke -98 Kodim  Pekalongan adalah Desa Rogoselo, Kecamatan Doro sebagai sasaran, orang nomor satu di Pemkab Peklongan itu, Asip  Kholbihi menyatakan dukungan sepenuhnya. Banyak asa yang ditaruh Bupati terhadap pelaksanaan TMMD reguler itu, diantaranya di pelaksanannya nanti bisa menumbuhkan budaya gotong royong. 
PEKALONGAN  - Sedikit hari lagi upacara pembukaan TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan akan digelar. Sementara itu hingga hari ini, Rabu (29/03/2017), Pra TMMD terus berjalan untuk mengejar target.
Seiring dengan semakin dekatnya waktu TMMD yang akan digelar mulai tanggal 5 April  hingga 4 Mei 2017 itu, Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Inf. Heri Bambang Wahyudi menyampaikan kepada semua pihak, bahwa TMMD Reguler di Desa Rogoselo itu harus sukses.  ''Harus multi sukses, sukses pelaksanaan, sukses publikasi dan sosialisasi maupun sukses manfaat,'' tandasnya, Rabu (29/03/2017).
Bebragai terobosan terus dilakukan dandim Heri, yakni dengan berkoordinasi dinas intnsi, swasta, untuk bisa berpartisipasi dalam kegiatan TMMD Reguler di Desa Rogo Selo itu. Hal itu dimaksudkan, agar nantinya ada tambahan di sasarn fisik maupun sasaran non fisik. 
PEKALONGAN - Mewakili Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Inf. Heri Bambang Wahyudi, SIP,  Perwira Penghubung (Pabung) mayor Kav. Hariyono, wanti-wanti kepada semua saja yang bertanggung jawab dengan suksesnya upacara TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan disiplin.
''Semua haur disiplin. Semua harus pasti, karena ini hitungannya matematika. Tidak ada hanya andai-andai, sehingga pada saat upacara pembukaan akan menimbulkan persoalan yang pelik,''  tandas Mayor Kav. Hariyono, saat memimpin rapat koordinasi persiapan pembukaan TMMD Reguler, ke-98 Kodim Pekalongan, di Pemkab Pekalongan, Rabu (29/03/2017).
Pabung mengingatkan, harus dipersiapkan matang, mulai dari siapa saja yang akan menjadi peseta, siapa saja tamu undangn, tempat ransit, hiburan di sela-sela upacara. Tidak ketinggalan persoalan untuk memperhitungkan pegangkutan masa menuju lokasi upacara. Halitu dimaksudkan agar waktu upacara yang sudah disusun sedemikian rupa itu tepat waktu.
PEKALONGAN -  Dalam rangka sukses upacara pembukaan TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan,  jajaran Kodim menggelar rapat kkordinasi dengan sejumlah pihak, Rabu (29/03/2017. Rapat di gelar di ruang pertemuan Dinas Sosial Pemkab Pekalongan.
Dalam rapat yang dipimpin oleh Perwira Penghubung (Pabung), Mayor Kav. Hariyono, mewakili Dandim Pekalongan, Letkol Inf Heri Bambang Wahyudi, SIP itu, dibahas secara njlimet mulai itu, dari jam upacara, tama undangan yang hadir, acara tambahan di upacara pembukaan tersebut.
''Sesuai pesan Dandim semua harus dipersiapkan matang agar jalannya upacara nanti bisa sukses, Tidak hany sekedar suskes di upacara pembukaan saja, melainkan juga sukses di pelaksanaan dan sukses di publikasi,'' tandas Pabung Mayor Inf. Hariyono.  
PEKALONGAN- Pemkab Pekalongan All Out mendukung sepenuhnya pelaksanaan TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, Melalui Kepala Dinas Pemeritnahan Desa dan KB setempat, Drs Yoyon Ustar Hidayat Msi, ditandaskan, bahwa gawe Rogoselo adalah pekerjaan untuk mensejahterakan rakyat.
''Saya berpesan demi suksesnya TMMD Reguler ke-98 Koidm 0710 Pekalongan, jangan sampai da yang mempunyai pikiran bahwa ini pekerjaan Pemkab, ini pekerjaan TNI. Melainkan harus benar-benar kita tanamkan bahwa pkerjaan TMMD di Rogoselo tersebut adalah gawe bersama dalam rangka mensejahterakan masyarakat,'' tandas Drs Yoyon, saat memberi sambutan awal rapat koordinasi lintas setoral dalam rangka pembukaan TMMD, Rabu (29/03/2017).
Untuk itu, lanjutnya, semua pihak yang terlibat diminta untuk ikhlas, sepenuh hati mensukseskan TMMD Reguler ke-98 di Rogo Selo. ''Dengan cara itu nantinya apa yang diperbuat TNI, Pemkab bersama-sama semua unsur bisa menghasilkan maksmimal,'' bebernya.
PEKALONGAN  -  Sedikit hari lagi gong pelaksanaan TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan akan ditabuh, menyusul upacara pembukaannya kn digelar 5 Paril 2017 mendatang. Untuk saat ini pelaksanaan Pra TMMD terus digelar, bahkan terkesan dibekut untuk memperoleh prestasi maksimal.
Pasiter Kodim Pekalonga, Kapten Inf. Sunarto menjelaskan, semua program sudah direncanakan dan diatur sedemikian rupa. Dengan cara itu diharapkan nantinta hasil TMMD Reguler Kodim Pekalongn tahun 2017 di Desa Rogoselo hasilnya bisa maksimal.  ‘’Doa dan dukungan semua pihak kami harapkan demi suksesnya TMMD Kodim Pekalongan di Desa Rogoselo,’’ ungkapnya.
Seperti diketahui, untuk TMMD Kodim Pekalongan di Desa Rogoselo direncanakan kan menyasar sejumlah proyek fisik dan non  fisik. Di Semua sasaran itu akan melibatkan banyak pihak, dan diharapkan azas manfaat badi desa sasaran cukup signifikan.  
PEKALONGAN -  Sebanyak 10 rumah warga Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, Pekalongan,  dipastikan akan direhab oleh TNI Kodim Pekalongan bersama warga saat pelaksanaan TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, yang rencananya akan dibuka pada tanggal 5 April 2017 mendatang.
Dari pantauan, rumah-rumah warga yang termasuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) itum tersebar di sejumlah pedukuhan yang ada di Desa Rogoselo.  Dengan progra, itu diharapkan, sebagian warga yang tinggal di rumah tidak layak huni nantinya bisa mempunyai rumah standar, sehat untuk dihuni.
Beriktu sejumlah rumah warga yang akan direhab TNI Kodim Pekalongan tersebut, yakni masing-masing rumah,  Rumah Karyumi di Dukuh Sandong, rumah  Suharno di Dukuh Sandong,  rumah Rohani Dukuh Plumutan,  rumah Slamet Dukuh Plumutan,  Sukikin Dukuh  Bangunrejo, Sahri warga Dukuh TMBL Wetan,  rumah Ny Casmiah dukuh TMBL Wetan,  rumah Kuryadi warga Dukuh Plumutan, dan rumah Imam S, di Dukuh Plumutan, Desa Rogoselo.
Kades Rogoselo, Saronto ketika dikonfirmasi menjelaskan, bahwa beberapa waktu lalu pihaknya telah mensosialisasikan kepada para warga yang rumahnya akan drehap saat TMMD Reguler Kodim pekalongan.  ‘’Kami sudah mensosialisasikan, mudah-mudahan tidak ada kendala saat pelaksanaannya nanti,’’ harap Kades Saronto
PEKALONGAN – Cukup komplit unsur yang akan mengikuti jalannya upacara pembukaa TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro.  Tercantum mulai unsur FKPPI, mahasiswa, masyarakat akan ambilbagian dalam kegiatan itu. Termasuk pelajar.
Tercatat, dari Kodim Pekalongan saja sejumlah  2 Satuan Setingkat  Kompi atau SST, dari Kompi  C/407  sebanyak  1 SST, Lanal 1 SST,  Polri   1 SST, Pol  PP sebanyak  1 SST, unsur KORPRI sebanyak  1 SST, FKPPI  sebanyak  1 SSR, Banser  1 SSR, pelajar  1 SST, masyarakat 2 SST,  Korsik 1 SST.
Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Inf. Heri Bambang Wahyudi SIP, menyatakan, di luar unsur itu nani tidak menutup kemungkinan ada unsur dari kelompok trabas yang ada di Pekalongan juga akan ambil bagian.  ‘’Saat ini  Sedang dimatangkan,  yang terpenting  nanti jalannya upapcara pembukaan TMMD harus semeriah mungkin,’’ tandas Dandim.

PEKALONGAN -  Jumlah personil baik dari TNI, jajaran samping maupun wraga masyarakat yang akan terlibat di TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro ternyata cukup banyak. Tercatat, sedikitnya ada 250 orang yang akan terjun memonitor dan mengasistensi di kegiatan tersebut.
Rinciannya, dari Kodim tercatat ada   40 orang, asistensi teknis  sebanyak   5  orang, masyarakat   25 orang  sehingga totaol ada  70  orang. Sementara dari Kabupaten Pekalongan, untuk yang di Posko sebanyak    15 orang, tim asistensid ari  Kodim  5 orang, Polres Pekalongan   10 orang, Pemkab   10 orang.
Sementara itu untuk jumpah personil di Satuan Setingkat Kompi,  Yonif 407/Pekalonga  88 orang, Zipur 4/TK 10 orang,  Kesdam IV/Dip sebanyak  2 orang.Lanal Pekalongan 5 orang, Lanud  5 orang. Sementara dari  masyarakat sejumlah   100 orang.
PEKALONGAN – Selain menentukan sasara fisik, saat ini di TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan juga telah direncanakan sejumlah penyuluhan yang dikemas dalam sasaran non fisik.  Diharapkan dengan penyuluhan-penyuluhan itu akan mendorong dan menumbuhkan sejumlah target bagi warga desa sasaran dalam hal ini Desa Sasaran Rogoselo, Kecamtan Doro, Kabupaten Pekalongan.
Menurut Pasiter  Kodim 0710/Pekalongan, Kapten Inf. Sunarto, untuk sementara sejumlah sasaran fisik yang terlah dipersiapkan diantaranya,  penyuluhan dan pembinaasn bidang hukum. kesadaran bela negara.
Selanjutnya  penyuluhan tentang  Kamtibmas dan Lantas. Penyuluhan tentang  kesehatan lingkungan,   KB dan HIV/AIDS, juga penyuluhan tentang  perlindungan anak    (KDRT ), peningkatan ketenagakerjaan,  penanggulangan bencana (BPBD). Termasuk penyuluhan tentang  Capil dan Kependudukan.
Menurut Pasiter,  tidak menutup kemungkinan dalam perkembangannya nanti sasaran non fisik itu bertambah, tergantung dengan kebutuhan praktis yang ada di lapangan. ‘’Tidak hanya saasran nonon fisik, di sasaran non fisik TMMD Reguler yang paling diutamakan adalan azas manfaat  bagi masyarakat  desa sasaran,’’ beber Kapten Inf. Sunarto. 

PEKALONGAN – Setelah melalui berbagai tahapan pembahasan, akhirnya ditetapkan sejumlah sasaran fisik TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan tahun 2017. ‘’Cukup alot untuk memastikan sasaran fisik di TMMD Regler, karena azas manfaat bagi masyaralat desa sasaran yang kami utamakan,’’ tandas Pasiter Kodim Pekalongan, Kapten Inf. Sunarto.
Sejumlah sasaran fisik tersebut diantaranya,  pengaspalan jalan  dengan panjang 2.500 Meter dan  Lebar  3 Meter.  Pembuatan Turap  degnan panjang  4 Meter dengn tinggi  1,5 M eter,  pembuatan gorong-gorong  sepanjang  4 Meter dangan diameter 30 Cm. 
Selain itu juga pembuatan saluran  air sepanjang  200 Meter denga tinggi 0,6 meter. Belum lagi  rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dimana untuk sementara ditentukan 10 rumah warga Desa Rogoselo.
Dari pantauan, untuk sasaran fisik pembangunan jalan, sudah tersentuh pada pelaksanaan Pra TMMD. Untuk sasaran jalan ini memang dibutuhan perhatian ekstra, karena medannya cukup ekstrim, dan bahkan untuk kepentingan itu Kodim Pekalongan harus menurunkan alat berat. 
PEKALONGAN –  Sementara Pra TMMD Reguler ke-98 Kodim 0710 Pekalongan terus berjalan, saat ini jajaran Kodim setempat dengan Pemkab Pekalongan disebukkan dengan rencana upacara pembukaannya. 
Menurut   Pasi Pers Kdoim 0710/ Pekalongan , Lettu Inf. Nurkhan,  bahwa persiapan terkait upacara pembukaan TMMD Reguler Kodim Pekalongan di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro sudah mencapai 9o persen.  ‘’Sudah 90 persen persiapan upacara pembukaan TMMD  Reguler,’’ tandasnya  ketika ditemui saat apel pembukaan karya bhakti pembuatan bendungan gotong royong di Desa Mulyorejo,  Kecamatan Ttirto, Minggu (26/03/2017).
Menurutnya, saat ini tinggal menunggu  kepastian siapa yang akan mnejadi Inspektur upacara, pasalnya hingga saat ini belum bisa dipastikan siapa yang akan menjadi Inspektur Upacara pada upacara pembukaan TMMD Kodim Pekalongan.
Untuk undangan pasukan  sudah cleasr dan tingga dikirim ke kesatuan-kesatuan yang  terlibat. ‘’Termasuk alat perlengkapan juga sudah kita persiapan,’’ beber Pasi Pers  Lettu Inf. Nurkhan yang juga Danramil 08/Bojong. 
PEKALONGAN – Situasi cuaca yang tidak menentu ditambah medan ekstrim di lokasi TMMD Reguler Kodim Pekalongan, yakdi di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro cukup ekstrim, menjadi kendala tersendiri pada pelaksanaan Pra TMMD Reguler Kodim Pekalongan.
Akibatnya, jadwal alat berat yang hanya 1 minggu, hingga saat ini alat berat yang dipunyai Kodim Pekalongan masih “manggung” di Desa Rogoselo.  ‘’Molor waktunya, karena memang cuaca yang tidak menentu, bahkan cenderung seirng turun hujan di lokasi TMMD,’’ ungkap Paister Kodim Pekalongan, Kapten Inf. Sunarto.
Dijelaskan, untuk jadwal alat berat tidak terpancang waktu. Artinya sesuai kebutuhan, sepanjang massih dibutuhkan untuk mensukseskan TMMD, alat berat akan bekerja terus. ‘’Di  lokasi TMMD saat ini sering hujan, sehingga juga tidak bisa dipaksakn. Hanya saja pantang menyerah, TMMD Rogoselo harus sukses dalam segala hal,’’ beber Kapten Inf. Sunarto.
PEKALONGAN -  Jangan kira hari Minggu program kerja bhakti antara warga dan TNI di Desa Rogoselo libur . Terbukti  meski sementara bagi kebanyakan warga berlibur bersama keluarganya, namun tidak demikian bagi sebagian warga Rogoselo dan jajaran TNI Kodim pekalongan.
Mereka tetap antusias menggelar kerja bhakti di ruas jalan yang kelak akan diaspal saat TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan.  ‘’Kami tidak mengenal libur, karena target harus terpenuhi . Dari satuan sudah mengistruksikan   agar selama Pra TMMD sudah bisa meraih prestasi besar, sehingga saat pembukaan TMMD tinggal melanjutkan,’’ ungkap Pasiter Kodim Pekalongan, Kapten Inf. Sunarto.
Sementara itu, menyadari target, Kades Rogoselo, Saronto menyatakan, bahwa seluruh warganya akan dengan sukarela mengimbangi dengan apa yang dilakukan jajaran TNI Kodim Pekalongan.  ‘’Tidak apa-apa, warga sudah sepakat karena memang apa yang dilakukan jajaran TNI Kodim Pekalongan untuk pembangunan Desa Rogoselo,’’ beber Kades Saronto
PEKALONGAN -  Harapan dari Bupati Pekalongan,  bahwa TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan diharapkan bisa menumbuhkan semangat gotorng royogn di masyarakat yang belakangan ini terkesan muali pudar, tampaknya bakal menjadi kenyataan.
Hal itu terbukti , disaat gelaran Pra TMMD Reguler Kodim Pekalongan, semangat gotong royong di tengah-tengah warga Desa Rogoselo  tampak begitu tumbuh pesat. Hal itu juga diakui oleh Kades rogoselo, Saronto, ‘’alhamdulilah dengan TMMD, kegotongroyongan masyarakat di desa kami mulai bergairah lagi,’’ ungkapnya.
 Menurutnya, bukan berarti jiwa gotong royong masyrakat di desa kami tidak ada, hanya saja melalui gelaran TMMD Reguler Kodim Pekalongan ini bisa mendorong dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong. ‘’Saya berharap, seusai TMMD nanti semangat gotong royong warga bukannya luntur melainkan malah meningkat. 
PEKALONGAN -  Meski uisa sudah tidak muda lagi, bahkan sudah tergolong mbah-mbah, namun tidak menyurutkan niatnya untuk berbakti mensukseskan TMMD Reguler Kodim Pekalongan di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro.
Adalah Mbah Kio dan Mbah Parjo, warga Desa Rogoselo yang setiap harinya begitu semangat ikut kerja bhakti bersama-sama jjaran TNI Kodim Pekalongan yang segang mengadakan Pra TMMD Reguler ke-98 di desanya.
‘’Meski tua-tua begini kami juga ingin kok menyumbangkan tenaga di TMMD Kodim Pekalongan. Selain ingin berbalas budi dengan TNI, juga saya yang sudah tuda-tua begini bisa dijadikan contoh yang muda-muda,’’ ungkap Mbah Kio.
Karena mungkin tenaganya terbatas, tidak jarang Mbah Kio da Mbah Parjo, saling membantu untuk mengangkat bongkahan tanah bekas galian gorong-gorong yang baru saja di keruk dengan alat berat yang diuturunkan oleh Kodim Pekalongan.
PEKALONGAN -  Salah satu rumah warga Desa Rogoselo yang akan ditempati pasukan anggota Satgas TMMD adalah rumah Mbah  Sartiyem (64). Ketiak ditemui tim pendim Pekalongan, dia mentakan senang sehubungan rumahnya akan ditempati tentara selama TMMD Reguler.
‘’Seneng pak kula, saged ngladosi pak Tentara ingkang badhe mbangun desa kula. Geh niki sagede kula mbales. Mugi-mugi mawon mangke pak Tentara kraos manggon omahe kula ngantos sesasi (Senang pak saya, bisa melayani  pak Tentara yang akan membangun desa kami. Ya ini cara saya membalas budi. Semoga saja nantinya pak Tentara kerasan menempati rumah saya sampai satu bulan –Red),’’ ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, selama pelaksanaan TMMD Reguler nantinya seluruh anggota Satgas TMMD akan tinggal di rumah-rumah warga. Pasukan akan tidur dan makan bersama-sama wraga yang ditempati. Dengan cara itu diharapkan para anggota TNI akan semakin dekat dengan warga masyarakat dan tahu persis persoalan yang dirasakan warga di pedesaan
PEKALONGAN – Bukannya tidak terimakasih dengan adanya pembangunan yang akan dilakukan TNI Kodim Pekalongan melalui kegiatan TMMD Reguler di Desanya,  Muji (66),  Rarga Rt.02/01, Dukuh Plumutan, Desa  Rogoselo, berharap, nantinya jajajaran Kodim Pekalongan bisa berbuat banyak di Desa Rogoselo.
‘’Bukannya saya dan waarga Rogoselo tidak tahu rasa terimakasih kepada jajaran TnI Kodim Pekalongan yang akan membangun Desa Rogoselo. Hanya saja kalau bisa nantinya bapak-bapak TNI bisa mengejrakan pembanguna lain di desa kami,’’ ungkap Muji, Minggu (26/03/2017).
Menurutnya, sudah tepat jika sasarn fisik utama Kodim Pekalongan dalam TMMD Reguler ke -98 adalah pembanguna ruas jalan yang bisa menghubungkan denga Desa Pedawang, Kecamatan Karangnyar.  Hanya saja, misalnya nanti ada waktu dan memang dana memungkinkan, ada beberapa lokasi rawan longsor yang perlu ditangani.
Mendengar masukan dari Muji, jajaran Kodim Pekalongan melalui Pasiter Kapten Inf. Sunarto menyatakan, apa yang diusulkan warga tersebut memang sangat bagus. Hanya saj karena keterbatasan waktu adan anggaran yang ada, untuk pembangunan lokasi raawn longsor bisa dilakukan di waktu-waktu mendatang. 
PEKALONGAN -  Ada yang menarik dicermati saat jajaran Kodim Pekalongan dan warga Desa Rogoselo, Kecamatan Ndoro melaksanakan Pra TMMD Reguler ke-98. Dari pantaun, dis etiap harinya animo warga sangat besar,  artinya jumlah warga yang ikut kerja bhakti bersama-sama TNI di Pra TMMD itu jumlahnya besar.
Lebih menarik lagi, banyak warga yang usianya tergolong sudah tua sehingga pantas dipanggil Mbah, tidak mau ketinggal, begotu detol untuk ikut kerja bhakti. Kondisi itu yang membuat jajaran Kodim Pekalongan berbagangga hati, dan yakin semua target baik fisik maupun non fisik akan terlampaui selama pelaksanaan TMMD.
‘’Kami terus terang bangga dengan antusias warga dalam menyambut TMMD Kodim Pekalongan. Melihat kondisi seperti itu mudah-mudahan semua sasaran fisik aupun non fisik TMMD Reguler Kodim Pekalongan bisa tercapai. Sukur nanti bisa over prestasi,’’ ungkap Pasiter Kodim Pekalongan, Kapten Inf. Sunarto.
Sementara itu, Mbah  Mmuhammad  (68),  warga Rt.01/01, Dukuh  Plumutan, Desa  Rogoselo, yang terpantau tidak pernah asen selama digelar kerja bhakti dalam rangka Pra TMMD menyatakan,  ‘’Wah kula ikhlas nderek kerja bhakti niki. Wong ncen pak Tentara badhe mbangun desa kula. Lan malih kula saged caket kaleh TNI nggeh seneng, kangge tukar pengalaman ( Wah saya ikhlas ikut kerja bhakti ini. Orang memang pak Tentara akan membangun desa saya. Dan lagi saya bisa dekat dengan TNI ya seneng, buat tukar pengalaman –Red) ungkap Mbah Muhammad polos. 
PEKALONGAN -  Bervariasi tanggapan warga Desa  Rogoselo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pealongan yang rumahnya akan ditempati anggota Satgas TMMD Kodim Pekalongan. Rata-rata mereka semula ragu, dengan alasan apakah rumahnya pantas jika ditempati para anggota TNI.
Hanya saja setelah diberi penjelasan panjang lebar  anggota Seksi Teritorial Kodim Pekalongan, para warga yang ruahnya akan ditempati pasukan menyatakan senang. Seperti halnya,  Gimin (56),  warga RT 03/02, Dukuh Bangunrejo, DesaRogoselo merasa senang karena rumahnya merupakan salah satu dari puluhan rumah warga yang terpilih akan ditempati pasukan TMMD Reg ke -98 Kodim Pekalongan.
‘’Semula saya takut pak, karena perasaan apakah rumah saya layak untuk ditempati pasukan. Hanmya saja akhirnya memberanikan diri mau, harapannya selama tinggal dengan anggota TNI yang waktunya hampir 30 hari, akan saya gunakan untuk saling tukar informasi,’’ ungkap Gimin.
Sebagaimana diketahui, di pelaksanaan TMMD Reguler , yang menjadi ciri khasnya adalah selama pelaksanaan pasukan akan tinggal di rumah-rumah warga desa sasaran. Tujuannya, TNI akan merasakan langsung bagaimana hidup di masyarakat pedesaan. Sebaliknya warga akan mengenal lebih dekat bagaimana tugas dan fungsi TNI selama ini.
PEKALONGAN  -  Selama pelaksanaan TMMD Reguler ke -98 Kodim 0710 Pekalongan nanti, para anggota TNI yang tergabung dalam satgas TMMD akan tinggal di rumah-rumah warga, dalam hal ini warga Desa Rogoselo, Kecamatan Doro.
Mengingat jumlah pasukan yang tergabung dalam Satgas TMMD tidak sedikit, dibutuhkan puluhan rumah untuk tinggal pasa pasukan tersebut, sejak TMMD dibuka hingga penutupan. Untuk keperluan itu, jajaran Kodim Pekalongan dengan berkoordinasi pemerintahan desa Rogoselo, telah menentukan rumah warga yang akan ditempati pasukan.
Hingga saat ini tercatat ada 22 eumah warga yang akan ditempati para anggota Satgas TMMD. ‘’Sementara kami tunjuk ada 22  rumah warga yang akan ditempati pasukan. Hanya saja jumlah itu bisa bertambah atau bisa berkurang, dilihat bagaimana perkembangannya nanti,’’jelas pasiter Kodim Pekalongan, Kapten Inf. Sunarto. 
PEKALONGAN – Hiruk pikuk terkait akan digelarnya TMMD Reguler ke-98 di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, Pekalongan sudah menggema di seantero Pekalongan. Terlebih bagi warga Rogoselo dan  sekitarnya. Apalagi sasaran fisik utama di kegiatan tahunan TNI itu adalah membangun ruas jalan tembus Rogoselo , Kecamatan Doro ke Desa Pedawang, Kecamatan Karanganyar.
Johan (52), warga asli Rogoselo yang saat ini mempunyai usaha penggergajian kayu di Desa  Pedawang, menyatakan, jika nanti jalan usai dibangun TNI Kodim Pekalongan melalui kegiatan TMMD, harapan usahanya ke depan semakin cerah.  ‘’Tidak bagi saya saja, melainkan sesama rekan pengusaha penggergajian tentu akan sangat diuntungkan dengan  pembangunan jalan tembus Rogoselo – Pedawang itu,’’ ungkapnya ketika ditemui di rumahnya, Minggu (26/03/2017).
Die mengemukakan, selama ini bahan baku berupa kayu sengon yang di olah di tempat usahanya sebagian besar berasal dari Desa Rogoselo. Dan selama ini pula, untuk mengangkut bahan baku tersebut terkendala dengan kondisi jalan yang rusak parah.  ‘’Mudah-mudahan ini angin segar untuk mensejahterakan rakyat kecil,’’ harap Johan.
PEKALONGAN – Meski masih dalam tataran Pra TMMD, ternyata baik jajaran Kodim Pekaongan maupun warga Desa Rogoselo yang dijadikan sasaran, tidak mengenal hari libur. Terbukti Sabtu (25/03/2017) kegiatan kerja bhakti tetap berjalan.
Tampak, sejumlah anggota jajaran Koramil 15/Doro, bersama warga setempat saling bahu membahu melakukan kerja bhakti di ruas jalan yang akan dijadikan sasarna fisik TMMD Kodim Pekalongan.
Rahman (54), salah seorang warga Desa Rogoselo, ditemui disela-sela kerja bhakti mengemukakan, warga Rogoselo menyambut positif kegiatan TMMD Kodim Pekalongan, dimana salah satu kegiatannya akan membangun jalan.
‘’Kami rela tidak ada libur untuk ikut gotong royong. Ndak apa-apa bagi warga sini (Rogoselo –Red) – toh yang akan merasakan hasil TMMD juga warga Rogoselo,’’ ungkap Rahman.
Terpisah Kades Rogoselo, Saronto mengemukakan, bahwa pihaknya telah menjadwal warga untuk ikut kerja bhakti baik saat Pra TMMD hingga pelaksanaan TMMD. ‘’Tidak masalah soal pelibatan warga, kami sudah sosialisasi dan menjadwal untuk gotorng royongnya,’’ tandas Kades Saronto.
PEKALONGAN -  Menjawab tantangan Kodim Pekalongan yang menghedaki saat upacara pembukaan TMMD nanti tidak hanya upacara, melainkan ada acara tambahan yang bisa bermanfaat bagi warga masyarakat, Desa Rogoselo  menyekapakti bahwa di sela-sela upacara pembukaan TMMD Kodim Pekalongan nanti akan ada penebaran benih ikan Tombro sebanyak 20.000 ekor .
Dandim Pekalongan, Letkol Inf. Heri Bambang Wahyudi, SIP menyambut positif upaya dari pemerintahan Desa Rogoselo itu.  ‘’Bagus acara itu, sehingga azas manfaatnya tinggi. Nantinya kalau bibibit itu sudah besar yang akan menikmati warga, sehingga membantu kecukupan kebutuhan protein hewani bagi warga masyarakt setempat,’’ tandasnya.
Diungkapkan Kades Rogoselo, Saronto, nantinya  puluhan ribu bibit ikan Tombro itu akan ditebar di aliran sungai yang ada di Desa Rogoselo. Dan iharapkan setelah ditebar nanti warga masyraakt ikut menjaga, sehingga pada saatnya nanti bisa dipanen bersama.
PEKALONGAN – Semakin dekatnya acara pembukaan TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, yakni sesuai jadwal tanggal 5 April 2017 nanti, semakin banyak pula pihak-pihak yang terkait pelaksanaan TMMD itu yang datang ke lokasi TMMD, yakni Desa Rogoselo, Kecamatan Doro.
Untuk itu, pihak Seksi Teritorial Kodim 0710/Pekalongan memasang papan petunjuk arah ke lokasi TMMD Kodim Pekalongan. Hall itu dilakukan supaya, tamu baik dari Kabupaten Pekalongan, Pemprov Jateng dan pihak-pihak yang terkait TMMD Rogoselo tidak kesulitan saat ke lokasi TMMD.
Salah seorang staf Seksi Teritorial, Sertu Nur Abidin, dengan dibantu jajaran Koramil 15/Doro, Sabtu (25/03/2017) memasang sejumlah papan petunjuk arah lokasi TMMD Rogoselo. Pemasangan tersebut dimulai dari Kecamatan Buaran, Kecamatan Kedungwuni, Wonopringgo, Karangnyar hingga ke wilayah Kecamatan Doro. Bahkan berujung di Desa Rogoselo sebagai desa sasaran TMMD Kodim Pekalongan. 
PEKALONGAN – Selain telah mempersiapkan kesenian sircus untuk menyemarakannya jalannya upacara pembukaan TMMD Reguler ke-98 Kodim Pekalongan, saat ini pihak pemeritnahan Desa Rogoselo (desa sasaran TMMD Pekalongan), juga mempersiapkan kesenian alternatif lain.
‘’Ya kami sedang mempersiapkan kesenian alternatif lain selain sircus. Kemungkinan nanti kelompok seni kuda lumping akan ikut memeriahkan upacara pembukaan TMMD Kodim Pekalongan. Saat ini kami masih menjajagi kemungkinan itu,’’ ungkap Kades Saronto, Sabtu (25/03/2017).
Sebagaimana diketahui, meski belum ada perintah resmi  pihak pemerintahan Desa Rogoselo tengah mempersiapkan Sircus yang akan mewarnai upacara pembukaan TMMD Kodim Pekalongan. Hanya saja, supaya lebih bervariasi, pihak desa juga menjajagi kelompok snei lokal yang dimungkikan akan ditampilkan pada upacara pembukaan TMMD.