TRENDING NOW


Kota Pekalongan - Guna mendukung operasional kerja untuk anggotanya / Komandan Kodim 0710 Pekalongan Letkol Inf  Muhammad Ridha menyerahkan sebanyak 10 motor klx untuk Babinsa,bertempat di lapangan apel Makodim 0710/Pekalongan,Senin (12/11/18)

Menurut Dandim Muhammad Ridha menjelaskan, penyerahan kendaraan dinas ini tujuannya untuk membantu kinerja dan tugas pokok para Babinsa khususnya yang berada di daerah pegunungan. Sehingga, apabila terjadi bencana alam atau yang lainnya kendaraan ini bisa digunakan.

“ Alhamdulillah pada kesempatan ini,kita mendapat dukungan sepeda motor baru jenis Klx sejumlah 10 unit,dan untuk pembagiannya kita prioritaskan untuk Babinsa yang ada di daerah pegunungan sehingga akan bisa digunakan secara maksimal,”terang Dandim.

Lebih lanjut Dandim Ridha beresan kepada anggota yang menerima, bahwa kendaraan tersebut adalah amanah. Oleh karena itu, kendaraan harus dirawat dan selalu dalam keadaan siap operasional.

“ Bagi anggota yang menerima saya berpesan,rawatlah kendaraan tersebut,karena ini termasuk amanah yang harus selalu dijaga dan dirawat,sehingga selalu dalam keadaan siap pakai,”pesan dandim

Dandim Ridha menambahkan, semoga harapannya kedepan pimpinan atas bisa memberikan lebih perhatiannya guna mendukung pelaksanaan tugas dilapangan(red/rusg)


Kota Pekalongan -.Guna menekankan kembali kepada seluruh prajuritnya, dalam menekan dan mencegah adanya pelanggaran menjelang tahun pemilu 2018. Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha memberikan Jam Komandan,selesai pelaksanaan upacara bendera,di Makodim setempat,Senin (12/11/18)

Jelang tahun politik yakni penyelenggaraan Pileg dan pilpres 2019, loyalitas dan netralitas TNI harus tetap dijaga karena TNI alat Negara bukan alat pemerintah,demikian salah satu yang penekanan yang disampaikan Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha saat memberikan Jam Komandan

Kecuali kita sudah bisa ataupun sudah tidak bisa ingin lagi berdinas sebagai TNI ataupun PNS TNI,kalau memang ingin mencalonkan sebagai peserta pemilu ataupun menjadi kades di wilayah tunggu nanti setelah purna dan saya harap jadi.

“Jangan semua berpikir tentang uang, akan tetapi harus punya ilmu,jadi uang bukan segalanya akan tetapi kemampuan atau ilmu itu yang lebih utama. Kebanggaan pimpinan bila ada Babinsa nya bisa menjadi kades di wilayahnya setelah purna nanti, karena selama kita berdinas selalu membantu dan meringankan beban warga binaannya,”ujar Dandim.

Lebih lanjut Dandim menyampaikan,Jangan sampai sebagai prajurit, kita terjebak dengan kumpul- kumpul yang ternyata adalah mereka kumpul untuk kepentingan suatu kelompok politik . “Jadi kita harus jeli di wilayah dalam setiap pergerakan maupun kegiatan yang ada, dan segera laporkan setiap hal yang menonjol sesegera mungkin,”pungkas Dandim.


Kota Pekalongan- Guna Efektifitas dan Efisiensi Kegiatan, Tim Pengawasan Pengendalian Program (Dalprog)Kodam IV/Diponegoro, yang dipimpin oleh Ketua tim Letkol Inf Suyadi (Pabandya alih Dam) beserta rombongan mengunjungi Kodim 0710/Pekalongan, bertempat di ruang Data Kodim 0710/Pekalongan,Senin (12/11/18).

Asrendam IV/Diponegoro Putranto Gatot Sri Handoyo,dalam sambutan yang dibacakan oleh Letkol Inf Suyadi menyampaikan bahwa,tujuan dari Dalprog sendiri adalah, sebagai forum konsultasi terhadap program kerja yang telah dilaksanakan maupun program yang akan dilaksanakan, agar bisa lebih efektif dan efisien serta optimal dalam mencapai sasaran. Sehingga diharapkan akan diperoleh keterpaduan antara data hasil pencapaian kegiatan, dihadapkan dengan penyerapan anggaran pada pelaksanaan program dan anggaran

“Tujuan dari Dalprog sendiri adalah, sebagai forum konsultasi terhadap program kerja yang telah dilaksanakan maupun program yang akan dilaksanakan, agar bisa lebih efektif dan efisien serta optimal dalam mencapai sasaran,”Papar Letkol Suyadi.

Lanjutnya Kegiatan Dalprog juga merupakan salah satu metode pengendalian untuk melaksanakan tindakan korektif untuk mendorong percepatan pelaksanaan kegiatan program dan anggaran yang telah ditetapkan sehingga pelaksanaan program dana anggaran dapat  selesai tepat waktu dan tepat sasaran.

Di akhir sambutan Letkol suyadi mengajak“ Marilah bersama-sama meningkatkan etos kerja sesuai dengan bidang tugas masing-masing,mengintensifkan koordinasi dan komunikasi sehingga tugas dapat kita selesaikan dengan sebaik-baiknya,”Pungkasnya

Pekalongan - Kampung Tahu, Desa Babalan Lor, Kecamatan Bojong, salah satu best practice atau langkah pemerintah, dalam pengentasan kekumuhan di Kabupaten Pekalongan, masuk dalam lomba habitat tingkat Provinsi Jawa Tengah.


Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, mendampingi Bupati Danramil Bojong Kapten Inf Nurkhan,dikatakan Bupati Asip Kholbihi pada kegiatan Bersih Jumat Pagi (Berjumpa) di Kampung Tahu, bersama para Kepala OPD Pemkab Pekalongan, Jumat pagi (9/11/2018).


 "Berjumpa ini rutin, di setiap desa, dan kita juga keliling ikut bersama masyarakat melakukan bersih-bersih lingkungan," katanya.


Disebutkan, berjumpa di Desa Babalan Lor, merupakan kegiatan khusus, karena masuk dalam lomba habitat tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan, secara umum kegiatan berjumpa adalah menjadikan percontohan, bagaimana program kali dilaksanakan secara sinergi, bisa mengentaskan banyak faktor.


"Tidak hanya infrastruktur saja, melainkan pemberdayaan masyarakat, partisipatoris, dan paling penting adalah dapat mempengaruhi atau menjadi pola hidup kebiasaan masyarakat, dan berimplikasi pada peningkatan pendidikan, serta kesehatan masyarakat," tandas bupati.


Karena pembangunan lingkungan yang dilakukan memiliki implikasi sangat banya, diantaranya adalah Berjumpa untuk mengentaskan kekumuhan daerah, dan menciptakan pola hidup bersih serta sehat bagi masyarakat.


"Sehingga program tersebut menjadi salah satu yang serius dilaksanakan, kemudian dikawal secara baik. Semua elemen di Kabupaten Pekalongan turut dalam menyukseskan program, sehingga tercipta lingkungan bersih dan sehat," tandas Bupati.


Kegiatan tersebut juga tak luput dari peran kepala desa yang berupaya keras menggerakkan masyarakat, kemudian Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), progam Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), serta sinergi anggaran ke peran kepala desa, bkm, kotaku, sinergi anggaran ke Penataan Lingkungan Berbasis Kumuh (PLBK).(pendim0710)

Pekalongan - Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dalam menangani kebakaran blok eks terminal Pasar Wiradesa dinilai sangat cepat oleh berbagai kalangan, termasuk pedagang terdampak. Pasalnya, selang sehari dari musibah terjadi, pembangunan pasar darurat langsung dimulai, Jumat pagi (9/11/2018).

Blok eks terminal Pasar Wiradesa, terbakar Rabu dini hari (7/11/2018) dan mengakibatkan sekitar 400 pedagang kehilangan lapak. Pada hari itu juga Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si langsung memimpin rapat koordinasi melakukan langkah respon cepat, dan langsung mendapatkan gambar.

Sehari berikutnya, tim dari Pemkab yang sudah menentukan lokasi untuk pasar darurat dan telah membuat gambar, membersihkan lokasi agar pembangunan dapat dilangsungkan. Kemudian, hari Jumat pagi, pembangunan sudah dimulai.

"Rabu dini hari musibah terjadi, Rabu pagi sampai siang kita melakukan rapat koordinasi dan mencari lahan, serta langsung dapat. Kamis lokasi dibersihkan, dan pagi ini Jumat alhamdulillah pembangunan sudah dimulai," kata Bupati.

Penanganan kebakaran di Pasar Wiradesa tersebut dinilai Bupati Asip paling cepat, karena untuk penanganan masalah tersebut biasanya membutuhkan banyak proses, diantaranya masalah lahan, kemudian perencanaannya, gambarnya, paling akhir adalah anggarannya.

"Alhamdulillah di Kabupaten Pekalongan, Pemkab bisa melaksanakan amanah dengan baik, dan disaat proses itu banyak, semuanya diberikan kemudahan. Lahan yang dibutuhkan, ada, anggarannya juga tersedia. Makanya, tidak menunggu lama untuk menjalankan amanah pembangunan ini," tandas Bupati Asip.

Mendampingi Bupati dan ikut meletakkan batu pertama dalam kegiatan tersebut antara lain,Danramil 10 Wiradesa Kapten Arh Ahmad Wiryadi beserta jajaran OPD kabupaten pekalongan.
Pekalongan – Kebakaran melalap belasan kios di pasar Wiradesa, pada rabu sekira pukul 02.00 Wib dini hari, Api membakar pasar Wiradesa di area pasar los belakang (Los terminal lawas) yang beralamatkan di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.Rabu (7/11/18)

Menurut saksi, Ahmad Bakri, 60Tahun, Alamat Perum Wira Baru 2 rt 4 rw 10 Kelurahan Pekuncen dan Riyanto, 36 tahun, Alamat Mayangan Kecamatan Wiradesa menerangkan,saat dirinya sedang berada di area belakang pasar (Los terminal lawas), kemudian tiba-tiba mendengar suara ledakan kecil seperti lemparan batu, kemudian Ahmad Bakri melihat kepulan asap dan api yang sudah membesar berasal dari Kios martabak terang bulan dan Kios Telor bagian Los belakang Pasar (Los Terminal lawas).

Kemudian saudara Ahmad Bakri langsung melapor ke Koramil 10/Wiradesa dan Polsek Wiradesa bahwa ada kebakaran,  mendapat laporan tersebut anggota piket Koramil 10/Wiradesa Serka Riyadi langsung menuju ke TKP dan menghubungi pemadam kebakaran dan PLN.

“Begitu mendapat laporan dari warga saya langsung ke TKP, dan sampai di tempat saya sudah melihat api yang membakar kios tersebut,kemudian saya telpon pemadam kebakaran,tidak berselang lama mobil kebakaran datang dan langsung memadamkan api tersebut,”ujar Serka Riyadi.

Dengan kerjasama antara TNI,Polri dan pemadam kebakaran serta masyarakat setempat akhirya api  dapat dipadamkan sekitar pukul 06.00 Wib,tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,kerugian ditaksir mencapai Rp. 750.000.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Dugaan sementara api berasal dari konsleting listrik yang memercikkan api kemudian menjalar dan membakar kios tersebut.