TRENDING NOW

Sapulidi.com, Brebes – Bencana longsor kembali terjadi pada puncak musim penghujan Januari-Februari 2019 ini. Kali ini, Talud Penahan Tanah (TPT) di Blok Jetak Rt. 01 Rw. 02 Desa Bentarsari Kecamatan Salem, ambrol sehingga mengancam dua bangunan rumah warga setempat.


Dijelaskan Pejabat Sementara Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Pelda Jahri, bahwa sehari sebelumnya (Jumat 18/1) mulai pukul 14.30-16.00 WIB, wilayah Salem dan sekitarnya diguyur hujan yang cukup lama dan deras sehingga mengakibatkan tebing di samping pemukiman Darsono (47) dan Casri, yang terletak di samping Sungai Cibentar, longsor.

“Tidak ada korban jiwa atas peristiwa ini, kerugian materiil kami perkirakan mencapai 10 juta rupiah. Kami bersama masyarakat membantu evakuasi barang-barang dan surat berharga ke tempat yang lebih aman,” ungkapnya, Sabtu pagi (19/1/2019).

Ditambahkannya, Babinsa bersama Polsek dan BPBD Salem serta puluhan warga setempat, melaksanakan karya bakti pembuatan penahanan tebing darurat.

“Kami bersama anggota Polsek, dinas terkait dan 20 orang masyarakat membuat talud darurat dari bambu dan karung diisi pasir. Batu juga kami gunakan untuk memperkuatnya,” imbuhnya berharap bantuan bronjong guna menyelamatkan rumah tersebut. (Aan0713/rusg)

Sapulidi.com, Brebes – Djarum Foundation kembali melaksanakan aktivitas sosialnya kepada masyarakat Jawa Tengah, melalui aspek pelayanan medis kesehatan. Kali ini sasarannya adalah penduduk wilayah Kabupaten Brebes, tepatnya di Desa Bentarsari Kecamatan Salem. Sabtu (19/1/2019).


Bakti Sosial Djarum Foundation ini, dimulai pukul 07.30 WIB melalui sambutan bertempat di kantor desa setempat. Selain Sekcam, juga dihadiri Pjs. Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Pelda Jahri, Tim dari Bakti Insani Negeri Semarang, Kepala Desa, Ketua Forum Komunikasi Pemuda Karang Taruna, H. Karta Atmanegara (47) beserta anggotanya serta ratusan pasien berobat.

Disampaikan perwakilan Djarum Foundation, Arfi (47) bahwa pihaknya berkolaborasi dengan Yayasan Bhakti Insani Negri memberikan apresiasi kepada Muspika, Karang Taruna dan Pemerintah Desa Bentarsari karena telah memberikan fasilitas tempat dan waktu untuk menggelar kegiatan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan.

Sementara Muspika yang diwakili Sekcam, Ujang Wahyu (60) mengucapkan selamat datang dan ucapan terima kasih atas bantuan kepada warganya. “Kami berharap kegiatan semacam ini terus berkelanjutan demi melayani masyarakat yang kurang mampu demi terciptanya masyarakat yang sehat,” ucapnya.

Pungkas acara dilaksanakan foto bersama serta penyerahan plakat dari Djarum Foundation kegiatan bakti sosial pelayanan medis secara simbolis kepada Muspika. (Aan0713/rusg).
sapulidi.com, Brebes – Bencana alam kembali terjadi di wilayah Brebes selatan, tepatnya di Dusun Kalibuntu Rt. 013 Rw. 004 Desa Wanatirta Kecamatan Paguyangan. Tebing bukit sebelum jembatan dari arah selatan Paguyangan menuju Desa Pandansari, longsor dan sempat mengganggu para pengendara yang akan melintas. Jumat malam (18/1/2019).


Dijelaskan Danramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Cpl. Harsono bahwa, pihaknya begitu mendapatkan laporan dari warga setempat, Karno Bin Kasduri (51) wiraswasta dan Soleh Al Jabar Bin Kaid (45) Rt. 014 Rw. 004, segera berkoordinasi dengan Polsek dan meluncur ke lokasi longsoran.

Tebing di dekat jembatan Dusun Kalibuntu, dengan ketinggian 15 meter dan sepanjang kurang lebih 12 meter longsor sekitar pukul 20.00 WIB. Material berupa batu gunung dan tanah sempat mengganggu arus kendaraan,” ungkapnya.

Dijelaskannya lanjut, pihaknya bersama anggota Polsek, Bagana dan warga setempat serta pengendara yang lewat, berusaha menyingkirkan timbunan tanah terutama batu dengan peralatan konvensional seperti sekop dan cangkul. Mereka juga membantu anggota Polsek memasang police line di area sekitar tebing yang longsor agar mudah terlihat oleh para pengguna jalan guna menghindarkan kecelakaan. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses utama menuju objek wisata Kaligua Desa Pandansari.

“Kami juga menghimbau agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat akan melewati lokasi tebing, terutama jika hujan lebat telah dan sedang terjadi, karena tanahnya masih labil,” imbuhnya menyatakan setengah jam berselang, jalan sudah dapat dilalui kembali dan tidak ada korban jiwa. (Aan0713/rusg).
Pekalongan - Hujan lebat seharian penuh disertai angin kencang, membuat tebing setinggi 10 meter longsor menimpa badan jalan di kecamatan Petungkriyono, kab Pekalongan, sehingga membuat akses jalan terputus karena tertimbun material longsor.

Hingga saat ini petugas gabungan dari Koramil 18 Petungkriyono, Polsek, BPBD dan warga sekitar masih belum bisa melaksanakan pemindahan material dikarenakan cuaca yang masih hujan lebat dan minimnya peralatan berat yang ada di lokasi.

Danramil 18 Petungkriyono Kapten Arm Sutrisno, saat dikonfirmasi tim penerangan Kodim 0710 Pekalongan menerangkan, " longsor di Jalan Desa Yosorejo-Curugmuncar terjadi sekitar pukul 11.30 WIB dikarenakan hujan yang sangat lebat seharian penuh disertai angin,"terang Danramil melalui sambungan telepon, Jumat (28/1/19).

“ Akses jalan sepanjang 50 meter tertutup, karena tebing setinggi 10 meter lebih longsor dan materialnya menutupi jalan,” imbuhnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak melintas dulu di jalan tersebut, karena cuaca buruk dan tertutupnya akses jalan, rencananya Babinsa dan Babinkamtibmas beserta warga dan BPBD akan melaksanakan gotong royong membersihkan material longsor apabila cuaca mendukung.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo menjelaskan, kemungkinan material longsor baru bisa dipindahkan esok hari karena waktu dan cuaca yang kurang mendukung.

“Situasi sekarang di Petungkriyono hujan lebat disertai angin kencang, tidak memungkinkan untuk memindahkan material longsor, dan alat berat baru akan diturunkan esok hari untuk membantu penanganan bencana longsor di Jalan Yosorejo-Curugmuncar,"imbuhnya.(red/rusg)

Brebes – Proyek betonisasi sand sheet sepanjang 334 meter, lebar 2,5 meter dan ketebalan 10 centimeter di Dukuh Sander Rt. 09 Rw. 10 Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, telah mencapai 40 %.
Progres tersebut ditancapkan pada Kamis sore (17/1) oleh puluhan warga setempat yang mengarsitekinya. Tak hanya pengecoran saja, namun juga beton akan diselimuti aspal sand sheet. Terlihat jalan beton sudah terealisasi sepanjang 150 meter. Jumat (18/1/2019).


Menurut keterangan salah satu tokoh masyarakat yang merangkap sebagai TPK (Tim Pengelola Kegiatan) Bangsri, Darito (68) Rt. 5 Rw. 10 bahwa, jalan itu dibangun untuk menghubungkan jalan di sisi utara dan selatan yang pernah dibangun masyarakat bersama TNI dalam TMMD Sengkuyung tahun 2017 lalu. Jalan sepanjang 334 meter, tidak dibangun melalui TMMD karena sudah dianggarkan melalui Dana Desa (DD) tahun 2018, bantuan dari Pemprov Jateng sebesar 195,8 juta, termasuk mengecor gorong-gorong di 8 titik (3 m x 60 cm).
Proyek ini mengadopsi pendekatan berbasis sumber daya lokal serta pengoptimalan tenaga kerja lokal serta peralatan-peralatan ringan dengan ditunjang concrete mixer/molen. Tentunya tercipta kesempatan kerja jangka pendek bagi penduduk setempat tanpa mengesampingkan standar kualitas jalan.

Diketahui, untuk monitoring pengerjaan juga dilakukan Babinsa setempat dari Koramil 07 Bulakamba Kodim 0713 Brebes, Sertu Sahidin. Jalan ini akan segera menjawab keinginan warga atas peningkatan akses yang sudah dinantikan di tahun 2018 lalu. (Aan/rusg).


Brebes – “Meriah” Hari jadi Kabupaten Brebes yang Ke-341 tahun 2019 (18/1), dirayakan ribuan masyarakatnya dengan sangat meriah melalui pagelaran kirab budaya. Jalur utama Pantura Brebes, mulai dari titik start kirab yaitu halaman depan Gedung DPRD- Alun-alun, disterilkan sementara dari kendaraan mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan kirab berlangsung. Jumat sore (18/1/2019).


Selama pesta rakyat, jalur dari timur (Semarang) dialihkan melalui Pintu Tol Brexit Timur, sedangkan dari arah barat (Jakarta) dialihkan melalui Tol Brebes Barat. Bupati Brebes Idza Priyanti bersama Forkopimda. Termasuk Dandim 0713 Brebes, Letkol Inf. Faisal Amri, SE bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII, berkesempatan menyapa masyarakat Brebes yang hadir dengan mengendarai kereta kencana, dibelakang Bupati kemudian Wakil, Narjo, SH.

Sepanjang perjalanan dari atas kereta kencana, Forkopimda menaburkan beras kuning disertai permen dan uang receh. Sontan membuat hadirin yang menyaksikan berebut untuk mendapatkanya.

Saat tiba di panggung kehormatan, Bupati memberikan kata sambutan serta menitipkan pesan agar, masyarakat Brebes dapat hidup damai tanpa perselisihan walaupun beda pilihan jelang Pilpres serentak 17 April mendatang. “Saya minta masyarakat jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang tidak benar sehingga memicu perselisihan. Marilah kita memerangi berita bohong (hoax) yang dihembuskan di jejaring sosial,” himbaunya.

Sementara nampak berbagai peserta dari 17 kecamatan, para pelajar SMP dan SMA termasuk didalamnya dan mereka turut menampilkan batik carnival Brebesan desainer sekolah yang tak kalah dengan desainer profesional. Puncak acara yang ditunggu-tunggu Wong Brebes adalah, saling berebut dari 3 gunungan yang diarak yang berisikan hasil laut dan bumi masyarakat, seperti ikan asin, beras, bawang merah, cabe dan lainnya. Diketahui selain tersebut, kirab juga diikuti 120 dokar, 40 pasukan drum band perwakilan setiap kecamatan, sekolah dan instansi pemerintah. (Aan0713/rusg).