TRENDING NOW

Sapulidi.com, Brebes – Tentara Nasional Indonesia sudah teken kontrak dengan Kementerian Pertanian RI guna membantu pemerintah menciptakan ketahanan dan swasembada pangan nasional. Salah satu upaya yang dilakukan dalam pencapaian target itu adalah dengan mengejar para petani agar segera mengolah sawahnya.


Nampak, Babinsa Koramil 07 Bulakamba Kodim 0713 Brebes, Serma Hernawan Fuadi sedang memaksimalkan LTT (Luas Tambah Tanam) padi serentak varietas IR 64 pada lahan seluas 1 hektar milik Rastam, di Desa Karangsari Kecamatan Bulakamba. Minggu (20/1/2019).

Terpisah, dijelaskan Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri bahwa, pendampingan yang dilakukan Babinsanya adalah memacu petani menanam system Jarwo (Jajar Legowo) dengan memaksimalkan Alsintan Traktor Roda 2.

“ini merupakan salah satu program TNI-AD dengan Kementan RI untuk meningkatkan luas tambah tanam petani khususnya di wilayah Kabupaten Brebes selagi musim penghujan. Saya berharap di tahun 2019 ini, Brebes dapat berdaulat beras,” ungkapnya.

Pihaknya juga akan memberikan pengawalan penjualan GKP (Gabah Kering Petani) ke Bulog daerah sehingga gabah tidak terjual dengan harga dibawah patokan pemerintah. (Utsm-Aan0713/rusg).
Sapulidi.com, Brebes – Nasionalisme bukan hanya milik dan tugas TNI saja, namun menjadi kewajiban dari 265 juta jiwa penduduk Indonesia, tepatnya  133,17 juta jiwa laki-laki dan 131,88 juta jiwa perempuan. Generasi bangsa saat ini tidak harus mencucurkan darah untuk merebut kemerdekaan, namun yang harus dilakukan adalah mengisi kemerdekaan dengan pembangunan serta kaderisasi patriot muda.

Sehingga untuk menumbuhkan, memupuk dan memelihara nasionalisme, perlu intens dilakukan pendidikan pembangunan karakter. Ini seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes, Sertu Mujito dan Serda Sri Kuntoro, melatih cara menghormat yang baik dan benar, kepada para peserta PKPNU (Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama) angkatan Ke-33 tahun 2019, bertempat di Madrasah Diniyyah Miftahul Ulum Desa Kemurang Kulon Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes. Minggu (20/1/2019).


Terpisah, dibenarkan Danramil Kapten Inf. Muhtadi bahwa, pihaknya selama dua hari (19/1 dan 20/1) melaksanakan pelatihan terhadap 73 orang kader PKPNU Tanjung. “Jiwa nasionalisme dan patriotisme dikalangan pemuda pada saat ini hanya muncul bila ada suatu faktor pendorong, seperti kasus klaim beberapa kebudayaan Indonesia oleh Malaysia. Namun rasa nasionalisme ini kembali berkurang seiring meredanya konflik tersebut,” ucapnya.
Harapan Danramil adalah terciptanya sosok panutan yang selanjutnya akan menularkan ilmunya mulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Terlihat para peserta baik tua maupun muda, sangat antusias menerima bimbingan dari TNI. Sementara Ketua PKPNU MWC, Drs. Wahidin, mengucapkan banyak terima kasih.

Adapun materi yang diberikan selama karantina dua hari tersebut meliputi apel pagi dalam membentuk kedisiplinan, doa dalam menguatkan rohani, senam pagi untuk penguatan fisik dan kebugaran, PBB dan PPM dasar guna membentuk sikap militansi serta latihan penghormatan dasar baik perorangan maupun penghormat umum saat Upacara Bendera guna menghormati pemimpinnya serta pahlawan bangsanya. (Aan0713/rusg).
Sapulidi.com, Brebes – Bencana longsor kembali terjadi pada puncak musim penghujan Januari-Februari 2019 ini. Kali ini, Talud Penahan Tanah (TPT) di Blok Jetak Rt. 01 Rw. 02 Desa Bentarsari Kecamatan Salem, ambrol sehingga mengancam dua bangunan rumah warga setempat.


Dijelaskan Pejabat Sementara Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Pelda Jahri, bahwa sehari sebelumnya (Jumat 18/1) mulai pukul 14.30-16.00 WIB, wilayah Salem dan sekitarnya diguyur hujan yang cukup lama dan deras sehingga mengakibatkan tebing di samping pemukiman Darsono (47) dan Casri, yang terletak di samping Sungai Cibentar, longsor.

“Tidak ada korban jiwa atas peristiwa ini, kerugian materiil kami perkirakan mencapai 10 juta rupiah. Kami bersama masyarakat membantu evakuasi barang-barang dan surat berharga ke tempat yang lebih aman,” ungkapnya, Sabtu pagi (19/1/2019).

Ditambahkannya, Babinsa bersama Polsek dan BPBD Salem serta puluhan warga setempat, melaksanakan karya bakti pembuatan penahanan tebing darurat.

“Kami bersama anggota Polsek, dinas terkait dan 20 orang masyarakat membuat talud darurat dari bambu dan karung diisi pasir. Batu juga kami gunakan untuk memperkuatnya,” imbuhnya berharap bantuan bronjong guna menyelamatkan rumah tersebut. (Aan0713/rusg)

Sapulidi.com, Brebes – Djarum Foundation kembali melaksanakan aktivitas sosialnya kepada masyarakat Jawa Tengah, melalui aspek pelayanan medis kesehatan. Kali ini sasarannya adalah penduduk wilayah Kabupaten Brebes, tepatnya di Desa Bentarsari Kecamatan Salem. Sabtu (19/1/2019).


Bakti Sosial Djarum Foundation ini, dimulai pukul 07.30 WIB melalui sambutan bertempat di kantor desa setempat. Selain Sekcam, juga dihadiri Pjs. Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Pelda Jahri, Tim dari Bakti Insani Negeri Semarang, Kepala Desa, Ketua Forum Komunikasi Pemuda Karang Taruna, H. Karta Atmanegara (47) beserta anggotanya serta ratusan pasien berobat.

Disampaikan perwakilan Djarum Foundation, Arfi (47) bahwa pihaknya berkolaborasi dengan Yayasan Bhakti Insani Negri memberikan apresiasi kepada Muspika, Karang Taruna dan Pemerintah Desa Bentarsari karena telah memberikan fasilitas tempat dan waktu untuk menggelar kegiatan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan.

Sementara Muspika yang diwakili Sekcam, Ujang Wahyu (60) mengucapkan selamat datang dan ucapan terima kasih atas bantuan kepada warganya. “Kami berharap kegiatan semacam ini terus berkelanjutan demi melayani masyarakat yang kurang mampu demi terciptanya masyarakat yang sehat,” ucapnya.

Pungkas acara dilaksanakan foto bersama serta penyerahan plakat dari Djarum Foundation kegiatan bakti sosial pelayanan medis secara simbolis kepada Muspika. (Aan0713/rusg).
sapulidi.com, Brebes – Bencana alam kembali terjadi di wilayah Brebes selatan, tepatnya di Dusun Kalibuntu Rt. 013 Rw. 004 Desa Wanatirta Kecamatan Paguyangan. Tebing bukit sebelum jembatan dari arah selatan Paguyangan menuju Desa Pandansari, longsor dan sempat mengganggu para pengendara yang akan melintas. Jumat malam (18/1/2019).


Dijelaskan Danramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Cpl. Harsono bahwa, pihaknya begitu mendapatkan laporan dari warga setempat, Karno Bin Kasduri (51) wiraswasta dan Soleh Al Jabar Bin Kaid (45) Rt. 014 Rw. 004, segera berkoordinasi dengan Polsek dan meluncur ke lokasi longsoran.

Tebing di dekat jembatan Dusun Kalibuntu, dengan ketinggian 15 meter dan sepanjang kurang lebih 12 meter longsor sekitar pukul 20.00 WIB. Material berupa batu gunung dan tanah sempat mengganggu arus kendaraan,” ungkapnya.

Dijelaskannya lanjut, pihaknya bersama anggota Polsek, Bagana dan warga setempat serta pengendara yang lewat, berusaha menyingkirkan timbunan tanah terutama batu dengan peralatan konvensional seperti sekop dan cangkul. Mereka juga membantu anggota Polsek memasang police line di area sekitar tebing yang longsor agar mudah terlihat oleh para pengguna jalan guna menghindarkan kecelakaan. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses utama menuju objek wisata Kaligua Desa Pandansari.

“Kami juga menghimbau agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat akan melewati lokasi tebing, terutama jika hujan lebat telah dan sedang terjadi, karena tanahnya masih labil,” imbuhnya menyatakan setengah jam berselang, jalan sudah dapat dilalui kembali dan tidak ada korban jiwa. (Aan0713/rusg).
Pekalongan - Hujan lebat seharian penuh disertai angin kencang, membuat tebing setinggi 10 meter longsor menimpa badan jalan di kecamatan Petungkriyono, kab Pekalongan, sehingga membuat akses jalan terputus karena tertimbun material longsor.

Hingga saat ini petugas gabungan dari Koramil 18 Petungkriyono, Polsek, BPBD dan warga sekitar masih belum bisa melaksanakan pemindahan material dikarenakan cuaca yang masih hujan lebat dan minimnya peralatan berat yang ada di lokasi.

Danramil 18 Petungkriyono Kapten Arm Sutrisno, saat dikonfirmasi tim penerangan Kodim 0710 Pekalongan menerangkan, " longsor di Jalan Desa Yosorejo-Curugmuncar terjadi sekitar pukul 11.30 WIB dikarenakan hujan yang sangat lebat seharian penuh disertai angin,"terang Danramil melalui sambungan telepon, Jumat (28/1/19).

“ Akses jalan sepanjang 50 meter tertutup, karena tebing setinggi 10 meter lebih longsor dan materialnya menutupi jalan,” imbuhnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak melintas dulu di jalan tersebut, karena cuaca buruk dan tertutupnya akses jalan, rencananya Babinsa dan Babinkamtibmas beserta warga dan BPBD akan melaksanakan gotong royong membersihkan material longsor apabila cuaca mendukung.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo menjelaskan, kemungkinan material longsor baru bisa dipindahkan esok hari karena waktu dan cuaca yang kurang mendukung.

“Situasi sekarang di Petungkriyono hujan lebat disertai angin kencang, tidak memungkinkan untuk memindahkan material longsor, dan alat berat baru akan diturunkan esok hari untuk membantu penanganan bencana longsor di Jalan Yosorejo-Curugmuncar,"imbuhnya.(red/rusg)