TRENDING NOW

Kota Pekalongan - Cegah penyalahgunaan Narkoba Kodim 0710 Pekalongan menggelar sosialisasi pencegahan, pemberantasan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN) bertempat di Aula serbaguna Makodim setempat,rabu(12/12/18)

Komandan Kodim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha melalui Pasi Intel  Kapten Cpm Abd Khamim menegaskan, kegiatan sosialisasi diikuti oleh anggota Kodim 0710/Pekalongan,  PNS  Kodim, minvet dan PPAD kota pekalongan sebagai upaya untuk menghindari penyalahgunaan narkoba di satuan Kodim 0710 Pekalongan dan jajaranya.

“Sosialisasi P4GN sebagai program satuan yang harus dijalankan untuk meminimalisasi pelanggaran dan merupakan kategori sangsi berat bagi anggota TNI, karena siapapun yang terbukti menggunakan ataupun mengedarkan Narkoba sanksinya sangat berat yaitu bisa sampai dengan pemecatan,” jelas Kapten khamim.

Pihaknya mengingatkan dengan tingginya peredaran gelap narkoba di Indonesia, di mana harus diperangi seluruh pihak, baik TNI, Polri, instansi pemerintah maupun swasta, dengan bersinergi dalam melakukan pencegahan terhadap peredaran gelap narkoba.

Dijelaskan Kapten Khamim, sebelum dilaksanakan sosialisasi juga di adakan tes urine secara acak dan mendadak, dan menurutnya untuk hasilnya semuanya sementara masih negatif semua.

“Alhamdulillah dari pengecekan urine secara acak dan mendadak kepada prajurit Kodim dan PNS, tidak ada yang terindikasi menggunakan narkoba atau negatif semua, dan mudah-mudahan ini akan terjaga terus sehingga anggota kodim 0710 pekalongan, selalu bersih dari penggunaan dan penyalahgunaan Narkoba,” Pungkasnya.(red/rusg)
Kota Pekalongan - Kegiatan Apel Danramil dan Babinsa tahun 2018 Kodim 0710/Pekalongan resmi di tutup. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari tersebut di tutup  oleh Perwira Penghubung Kodim 0710/Pekalongan Mayor Inf Laindah, bertempat di aula serbaguna makodim setempat,rabu (12/12/18).

Dalam sambutanya, pabung Mayor Laindah membacakan amanat dari Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha yang menyampaikan agar semua materi pembekalan yang sudah diterima selama 3 hari, nantinya dapat di implementasikan dalam pe|aksanaan tugas sehari-hari. 

Lanjutnya, dengan berakhirnya Pembekalan Apel Danramil dan Babinsa ini, para Aparat Kowil khususnya Danramil dan Babinsa dituntut agar mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sehingga peka serta peduli terhadap permasalahan yang mungkin terjadi di daerah binaannya.

" Bagi peserta Apel Danramil dan Babinsa agar pembekalan yang sudah dilaksanakan selama 3 hari ini, untuk di implementasikan dalam pe|aksanaan tugas sehari-hari. Dan tingkatkan kembali kepekaan serta kepedulian terhadap permasalahan yang mungkin terjadi di daerah binaannya,"papar pabung.


Dengan kegiatan pembekalan Apel Danramil dan Babinsa ini Dandim Ridha berharap, kedepan akan bisa menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas Aparat Kowil khususnya Danramil dan Babinsa. Oleh karena itu. " Pertanggungjawabkan amanah dan kepercayaan pimpinan dengan sebaik-baiknya, kembangkan teknik dan metode pembekalan yang efektif dan aplikatif, agar tujuan Apel Danramil dan Babinsa ini dapat mencapai hasil yang optimal,"harap Dandim.(red/rusg)
Kota Pekalongan - Guna mengantisipasi dan berkembangnya faham Komunis dan radikal Kodim 0710/Pekalongan menggelar, Pembekalan Pembinaan Antisipasi Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal pada Triwulan IV tahun 2018 bertempat di Aula serbaguna Makodim, Rabu (12/12/18).

Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha Melalui Kapten Inf Imam Subechi menyampaikan, Kegiatan Pembinaan Antisipasi Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal ini dilaksanakan dengan tujuan agar Prajurit, PNS serta kelurga besar TNI yang ada diwilayah Kodim 0710/Pekalongan benar-benar memahami tentang Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal dan mampu mencegah berkembangnya faham Komunisme dan faham radikal di Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, " Ada berbagai ancaman yang dapat membahayakan kedaulatan maupun keutuhan wilayah Negara Kesatuari Republik Indonesia, baik yang datang dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Ancaman yang datang dari dalam negeri antara lain adalah Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal,"ujar Kapten Imam.

Kegiatan yang dilaksanakan dengan tema. “ Melalui Pembinaan Antisipasi Balatkom dan Faham radikal Prajurit TNI AD Senantiasa Waspada dan Mampu Mengambil Langkah yang Tepat Dalam Mengamankan dan Menjaga Keselamatan Bangsa dan Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari Segala Bentuk Ancaman Terutama Bangkitnya Kembali Bahaya Latin Komunis dan Faham Radikal”. Di ikuti oleh anggota Kodim 0710 Pekalongan, PNS, anggota Minvet dan PPAD Kota dan Kabupaten Pekalongan.(red/rusg)
PEKALONGAN - Jembatan Kali Genteng yang menghubungkan Desa Bojongkoneng dan Kandangserang putus, kabupaten pekalongan, Rabu (12/12/2018).

Putusnya jembatan dikarenakan derasnya air sungai Kali Genteng yang menggerus pondasi jembatan. Ambruknya jembatan yang dibangun tahun 1970 dan mempunyai panjang 55 meter tersebut mengakibatkan akses kedua desa terputus, dan sementara warga harus menglingkar melewati Kecamatan Kajen jika ingin menuju ke Pemalang.

Dijelaskan Danramil Kandangserang Lettu Inf Jumatno, jembatan rubuh sekitar pukul 17.15 WIB, walaupun tidak ada korban jiwa, namun akses warga terputus.

"Pondasi jembatan tidak kuat saat digerus derasnya aliran sungai, yang mengakibatkan jembatan tersebut putus. Saat ini jalur penghubung Desa Bojongkoneng ke Kandangserang tidak bisa di lalui warga," jelasnya.

Pihaknya menambahkan, Polsek Kandangserang membantu mengamankan area sekitar jembatan dengan memasang garis pembatas.
 
"Untuk sementara kerugian materi belum bisa diprediksi, dan masih ditindaklanjuti oleh BPBD dan Pemkab Pekalongan," katanya.
Kota Pekalongan - Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0710/Pekalongan, Letkol Inf Muhammad Ridha menegaskan, agar seluruh personil TNI bersikap netral dan tidak ikut dalam masa kampanye dan Pemilu mendatang. Penegasan ini disampaikan Dandim saat memimpin apel Danramil dan Bintara di aula Kodim 0710/pekalongan, senin  (10 /12).

Apel yang bertemakan "Profesionalisme Danramil dan Babinsa untuk Rakyat" tersebut dihadiri jajaran pejabat utama kodim 0710 pekalongan , para Danramil Dan babinsa kodim 0710 pekalongan .

Dandim 0710 pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha menegaskan bahwa, prajurit harus tetap pegang teguh netralitas TNI dalam menghadapi Pemilu serentak 2019, dirinya juga ingatkan bahwa TNI harus netral dan tidak ikut dalam masa kampanye dan Pemilu berlangsung.

" Saya selalu mengingatkan, sebagai prajurit harus tetap pegang teguh netralitas TNI dalam menghadapi Pemilu serentak 2019, TNI harus tetap netral dan tidak ikut dalam kampanye dan Pemilu berlangsung,"jelas Dandim.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi selama ini, sehingga semua pekerjaan berjalan dengan baik dan lancar tanpa kendala yang berarti. Kepada jajaran Babinsa, agar tetap melaksanakan tugasnya mendampingi masyarakat guna mencapai peningkatan kesejahteraan.

Selain netralitas TNI Dandim Letkol Ridha  juga berpesan agar seluruh anggota Kodim 0710/pekalongan  tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Pasalnya dalam instansi TNI  tidak akan memberikan toleransi kapada pengedar dan pengguna narkoba. Para pelaku akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

Adanya perkembangan teknologi khususnya media sosial, dirinya juga berharap agar semua berhati-hati dalam menggunakannya. Jangan latah terhadap berita yang tidak jelas, sikapi tiap informasi dari media sosial dengan bijak.(red/rusg)
Kota Pekalongan - Dalam meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 mendatang, KPU kota pekalongan menggelar sosialisasi kepada Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana di Aula Kantor Persit Kodim 0710 Pekalongan, senin  (10/12).

Fajar Randi Yogananda komisioner KPU kota pekalongan bagian devisi teknisi dan humas menjelaskan bahwa, sosialosasi kali Ini adalah upaya kpu kota pekalongan  dalam meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu 2019 mendatang,  Sehingga masyarakat bisa menyalurkan hak pilihnya, untuk memilih Presiden , DPD , DPR RI , DPR Provinsi dan DPRD kota / kabupaten untuk 5 tahun kedepan .

Dirinya mengatakan, saat ini kpu sedang gencar gencarnya melakukan sosialisasi terlebih pada pemilih difabel , pemilih pemula dan pemilih wanita, seperti yang di laksanakan kali ini dengan menyesar kepada persit candra kirana cabang XX kodim 0710 pekalongan.

" Kita lagi gencar melakukan sosialisasi terlebih pada pemilih difabel , pemilih pemula dan pemilih wanita, seperti yang di laksanakan kali ini dengan mempeberikan  sosialisasi kepada Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XX kodim 0710 pekalongan,"terangnya.

Sementara itu, Ketua  Persit Kartika Candra Kirana Cabang XX Kodim 0710 pekalongan Ny. Devi Rosanti mengatakan, para anggota Persit ini nantinya akan mensosialisasikan kembali kepada keluarga atau sanak saudaranya agar ikut membantu menyukseskan pemilu 2019 mendatang.

Dirinya menambahakan bahwa,"Suami kita sebagai anggota TNI kan tidak bisa memilih, jadi ibu Persit yang akan membantu menyukseskan Pemilu, sehingga tingkat partisipasi pemilih bisa meningkat,"ujar Ny.Devi Rosanti.

Selain itu dirinya siap ikut membantu menyukseskan Pemilu 2019 dengan menyosialisasikan kembali kepada keluarga bahkan tetangganya.(red/rusg)