TRENDING NOW

Pekalongan - Kodim 0710/Pekalongan menggelar acara tradisi pindah satuan mantan Komandan Kodim yang lama yaitu Letkol Inf Muhammad Ridha,  Sebelumnya didahului dengan acara serah terima yang dilaksanakan di Korem 071/Wijayakusuma, Selasa (12/2/2019) di Gedung Pertemuan A.Yani Makorem 071/Wijayakusuma Sokaraja Banyumas.

Sebagai pejabat lama Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, S.S., S.I.P., selanjutnya menjabat Pabandya-3/Turjuk Spaban 1/Ren Sterad, sedangkan penggantinya Letkol Inf Arfan Johan Wihananto sebelumnya menjabat Danyonif 400/Raider Kodam IV/Diponegoro.

Pada kesempatan tersebut, letkol Inf Muhammad Ridha mengungkapkan, bahwa hal yang paling berkesan saat menjabat di Kodim 0710/Pekalongan adalah ketika awal menjabat disambut dengan datangnya banjir, dan begitu juga saat mau pindah, juga diiringi dengan datangnya banjir. Namun dirinya juga mengungkapkan bahwa, selama menjabat sebagai komandan Kodim di Pekalongan, banyak hal baik yang di dapat terutama budaya kota santri.

" Yang paling berkesan adalah, datang di sambut banjir dan mau pergi juga diiringi dengan banjir, itu yang sangat terkesan selama di pekalongan,"ungkapnya.

Dirinya berharap dengan adanya pergantian Dandim yang baru, akan bisa meneruskan hal yang baik dan membenahi hal yang kurang baik, " tetap jaga kekompakan semoga kodim 0710/Pekalongan kedepan semakin jaya,"pungkasnya.(red/rusg)
Pekalongan - Anggota Koramil 08/Bojong Serka Ngatino, melaksanakan kegiatan kerja bakti berupa pembuatan saluran air/drainase bersama masyarakat RT 12/03 Desa Wiroditan Kecamatan Bojong, jumat (15/2)

Kegiatan Berjumpa (Bersih Jum'at Pagi) kali ini memang tidak seperti biasanya, yang biasanya Berjumpa diisi dengan kegiatan pembersihan lingkungan dan kanan kiri jalan desa, untuk kali ini dengan pembuatan saluran air ataupun drainase yang ada di lingkungan pemukiman warga. Hal ini merupakan bentuk kepedulian Babinsa sebagai ujung tombak Satuan Teritorial, guna mewujudkan penerapan tugas-tugas dan fungsi Babinsa di tengah-tengah masyarakat.

" Kerja bakti pembuatan saluran air ini merupakan keinginan warga yang sudah pernah di sampaikan sebelumnya, namun baru dapat terealisasi saat ini. Dan pembuatan saluran air ini,  nantinya untuk mencegah agar air tidak meluap ke jalanan dan ke pemukiman warga sekitar sehingga bisa mengakibatkan banjir,"ucap Serka Ngatino.

Diharapkan dengan adanya kegiatan kerja bhakti tersebut, selain bisa menyelesaikan pekerjaan dengan mudah dan ringan, karena di kerjakan secara bersama sama juga sekaligus agar menumbuhkan kebersamaan antar warga serta juga menumbuhkan kembali semangat gotong royong di masyarakat.

Perasaan senang dan ucapan terimakasih pun terlontar dari Bapak Waluyo selaku Kades Wiroditan, " Terimakasih kepada seluruh warga yang sudah bersemangat dalam melaksanaan kerja bhakti ini, dan juga kepada bapak Babinsa yang sudah selalu hadir dalam setiap kegiatan yang ada di Desa kami, terutama dalam setiap kegiatan kerja bhakti seperti ini,"ujar kades.(red/maji)
Pekalongan - Merebaknya hama wereng yang menyerang areal persawahan dukuh Grogak desa Kalipancur kecamatan Bojong, membuat petani didaerah tersebut harus melakukan perawatan yang intensif pada tanaman padi mereka guna mencegah terjadinya gagal panen.

Seperti yang sudah dilakukan pada Jum'at pagi (15/2/19), nampak Babinsa desa kalipancur Srk Supardi ditemani satu anggota sertu Rahmat dan para petani, PPL serta Korluh kecamatan Bojong, melaksanakan kegiatan penyemprotan masal hama wereng.

" Kegiatan ini kita lakukan untuk mencegah terjadinya gagal panen yang diakibatkan oleh serangan hama wereng, " ungkap Serka Ngatino melalui pesan singkat washap kepada tim penerangan Kodim 0710 Pekalongan. Adapun Jenis obat yang digunakan adalah Bassa,"imbuhnya.

Sementara petani setempat bapak  Taryanto menyampaikan, kalau hama wereng tersebut tidak segera di berantas di kawatirkan akan menyebar ke area persawahan yang lain dan bisa mengakibatkan gagal panen.

 " Kita meminta bantuan kepada bapak Babinsa, PPL, Korluh Kecamatan untuk membantu mengatasi hama wereng ini, agar tidak terjadi gagal panen, dan luas lahan saat ini yang kita semprot ada sekitar 25 ha dengan jenis tanaman padi Inpari. Mudah mudahan bisa berhasil dan bisa panen bagus," ungkap Taryanto.(red/rusg)
Pekalongan – Guna memantau dan memastikan tidak ada permainan harga beras di lapangan Tim Sergap (Serapan Gabah) dari Sterad (Staf Teritorial Angkatan Darat) mengunjungi  gudang bulog Sub Divre Bondansari kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan.Kamis(15/2/19)

Kunjungan Tim Sergap dari Sterad adalah Kolonel Inf J.LBN Toruan dan Kolonel Inf Aditya Nindra Pasha SE. serta didampingi Kasub Divre pekalongan Rasiwan dan Pasiter Kodim 0710/Pekalongan Kapten Inf Eko Sulistyo. Pada kunjungan tersebut Kolonel Toruan menyampaikan, untuk mengetahui secara langsung kondisi riil di lapangan tentang ketersediaan stok pangan di wilayah pekalongan maka dirinya terjun langsung kelapangan sekaligus memastikan tidak adanya permainan harga beras di lapangan.

“ Kita ingin memastikan bahwa tidak adanya permainan harga di lapangan saat panen tiba, jangan sampai saatnya panen malah harga beras tidak stabil, karena adanya permainan harga oleh para oknum-oknum yang dengan sengaja mempermainkan harga tersebut,”ujarnya.

Sementara itu Kasub Divre pekalongan Rasiwan mengatakan untuk saat ini stok cadangan beras yang ada di wilayah pekalongan mencapai 28.000 ton sedangkan yang ada di gudang wiradesa mencapai 4500 ton dan cadangan stok tersebut apabila digunakan cukup untuk memenuhi kebutuhan di wilayah pekalongan selama satu tahun lebih.
  
“ Untuk target penyerapan beras di gudang bulog wiradesa pada tahun 2019 adalah 12.000 ton dan mudah-mudahan target tersebut akan bisa di terpenuhi pada musim panen oktober maret nanti, dan dengan dukungan penuh oleh TNI diharapkan pada panen pertama tahun ini target bisa terpenuhi,”ungkapnya.

Untuk di wilayah pekalongan sendiri memang bukan tanpa kendala untuk panen perdana tahun ini, karena dengan curah hujan yang tinggi tentunya akan mempengaruhi pada kualitas gabah sehingga perlu pendampingan agar harga jual di petani juga memenuhi standar dari pemerintah.(red/rusg)
Pekalongan - Akibat curah hujan tinggi yang sering mengguyur di wilayah kecamatan kandangserang  beberapa hari ini, dan kondisi tanah yang labil sehingga tidak mampu menahan derasnya air hujan, tebing dengan ketinggian 10 meter mengalami longsor.

Material longsor menutupi sebagian badan jalan penghubung antara kec. Kajen dan kecamatan kandangserang tepatnya di BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Huatan) Kesesi petak 7 desa Tajur kecamatan Kandangserang kabupaten Pekalongan sepanjang 10 meter dan lebar 4 meter, Rabu(13/2).

Guna membuka akses jalan tersebut, gerak cepat dilakukan oleh Koramil 14/Kandangserang bersama masyarakat dengan bantuan alat berat melaksanakan kerja bakti sehingga tidak membutuhkan waktu lama jalan bisa dilakui kembali dengan normal.

"Setelah menerima laporan dari warga, kita langsung kerahkan babinsa menuju ke lokasi longsor dan melaksanakan kerja bakti bersama masyarakat setempat, alhamduliah dibantu dengan alat berat sehingga jalan bisa segera terbuka dan bisa dilalui kembali," terang Lettu Jumarno selaku Pjs Danramil 14 Kandangserang.

Lettu Jumarno berpesan, kepada masyarakat agar kejadian sekecil apapun segera bisa dilaporkan kepada aparat terkait sehingga cepat bisa diambil tindakan yang cepat dan tepat. Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sudah bekerjasama dengan baik selama ini, sehingga ada masalah ataupun bencana sekecil apapun langsung bisa teratasi dengan baik dan cepat.(red/rusg)
Brebes, Sapulidi.com – Warga Desa Linggapura Rt/Rw. 02 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes, pagi ini dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang tertelungkup di tempat cucian umum. Rabu (13/2/2019).
Ratmi (30) tetangganya, mendapati Almarhum Shokhibi (61) wiraswasta, di kolam yang tak jauh dari rumahnya sekitar pukul 09.30 WIB. Ia mengira sedang mencuci muka, namun setelah diperhatikan seksama kakek tersebut tidak bergerak. Setelah dicek dari dekat, seketika itu juga Ratmi berteriak meminta tolong ke warga setempat.


Menurut keterangan saksi lainnya, Tobiin (60) dan Ogi (36), keduanya wiraswasta dan juga tetangga Almarhum, bahwa kakek tersebut mempunyai riwayat epilepsi/ayan dari kecil dan sering kambuh.

Sementara diungkapkan Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes melalui Babinsa setempat, Serma Ibrahim bahwa, dari hasil pemeriksaan tenaga medis, Shokhibi murni meninggal karena penyakit yang dideritanya dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan.

“Diperkirakan Almarhum hendak mencuci kaos yang dipakainya sekitar pukul 08.30 WIB dan penyakitnya kambuh. Pak Shokhibi terjatuh ke dalam bak penampungan air yang berukuran 3 x 4 meter dengan kedalaman 60 centimeter. Karena tidak ada yang melihat, korban akhirnya meninggal dalam keadaan telungkup,” ungkapnya. (Aan/rusg).