TRENDING NOW

Pekalongan Kota - Kepolisian Resor Pekalongan Kota, Jawa Tengah, menggelar sepeda sehat dalam menyongsong Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-72, Minggu (22/7) pagi tadi

Peserta sepeda sehat dilepas oleh kapolres pekalongan kota,  Ajun Komisaris Besar Polisi Ferry Sandy Sitepu dari depan Mapolres dengan rute yang dilewati keliling kota Pekalongan, start dan finis di Mapolres Pekalongan Kota.

Terlihat hadir dalam acara tersebut kasdim 0710 pekalongan Mayor Infanteri Hufron , anggota brimob kalibanger  , jajaran Polres Pekalongan Kota serta ribuan masyarakat nampak antusias mengikuti jalanya sepeda santai tersebut.

Kapolres pekalongan kota Ajun Komisaris Besar Polisi Ferry Sandi Sitepu, dalam acara sepeda sehat   menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Kota Pekalongan yang telah mendukung serta berpatisipasi dalam sepeda sehat tersebut.

Pihaknya berharap, melalui sepeda sehat antara polisi dan warga semakin kompak dalam menjaga situasi dan kondisi yang kondusif di Kota Pekalongan.

" Terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah mengikuti kegiatan ini,dan masyarakat kota pekalongan yang sudah ikut menjaga kondusifitas di kota pekalongan,sehingga sampai saat ini kota pekalongan masih selalu dalam keadaan aman dan kondusif,"Paparnya.

Guna memeriahkan dalam acara sepeda sehat tersebut, polres pekalongan kota  menyediakan berbagai macam hadiah hiburan dan hadiah utama berupa mesin cuci dan kulkas untuk di bagikan kepada seluruh peserta sepeda sehat yang beruntung. 

Dalam perayan hari ulang tahun bhayangkara ke - 72 ini, diharapkan polri bisa lebih baik lagi bisa melayani , mengayomi dan melindungi masyrakat.*red(rusg77)
Pekalongan - Bertempat di SMA YMI Wonopringgo, Danramil 07/Wonopringgo kapten Inf sunarto, memberikan pembekalan kepada siswa siswi SMA YMI Wonopringgo dengan materi wawasan kebangsaan,sabtu(21/7/18).

Adapun materi wawasan kebangsaan yang disampaikan antara lain, tentang 4 pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, yang menurutnya memang harus tertanam sejak dini dalam jiwa generasi muda.

Menurut Sunarto, Kekayaan bangsa Indonesia bukan hanya berasal dari sumber daya alam saja, tetapi juga besasal dari sumber daya manusia terutama generasi mudanya.

"Meskipun kekayaan alam kita berlimpah apabila tidak didukung dengan sumber daya manusianya maka tidak akan berarti apa apa, namun apabila sumber daya manusia bagus ditambah dengan kayanya sumber daya alam yang dimiliki maka bangsa kita akan menjadi sangat maju," Jelasnya.

 Untuk menjadikan bangsa kita maju maka generasi muda harus benar benar fokus dan mewujudkan cita - cita tersebut , dengan cara belajar dan belajar jangan mudah menyerah dan selalu berpikir optimis.

Lebih Lanjut Danramil Sunarto menerangkan bahwa, kemajuan dan keutuhan suatu bangsa sangat tergantung pada generasi mudanya.

" Karena generasi mudalah yang nantinya akan meneruskan perjuangan para pahlawan dan menjaga keutuhan NKRI serta menjadi pemimpin - pemimpin bangsa, dan dengan generasi mudalah yang nantinya akan menjadikan Negara kita lebih maju,"imbuhnya.**red ( rusg99 )

Kota Pekalongan – Asisten Teritorial ( Aster ) Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Inf  Satyo Ariyanto tinjau lokasi tmmd kota Pekalongan di kel Setono kec pekalongan timur Kota Pekalongan,Selasa ( 17/7/18)

Dalam tinjaunya secara langsung di lokasi TMMD Kel Setono Kec Pekalongan Timur Aster kolonel Satyo Ariyanto menerangkan bahwa,dengan adanya TMMD tersebut akan bisa membawa dampak yang positif untuk kesejahteraan masyarakat setempat.

“ TMMD ini akan bisa membawa dampak yang positif yaitu mensejahterakan masyarakat,kita bisa lihat yang sedang kita kerjakan ini,dari jalan yang dulunya becek dan berlumpur nantinya akan bisa jadi bagus dan bisa di lewati kendaraan roda empat,serta membuka akses masyarakat yang akan membawa hasil bumi,”Terangnya.

Lebih lanjut Aster menjelaskan bahwa dengan TMMD juga bisa menguatkan budaya lokal dan gotong royong yang ada di masyarakat serta bisa dijadikan sarana bagi prajurit untuk lebih mendekatkan lagi dengan masyarakat.

“Kita berharap dengan TMMD ini akan lebih menguatkan budaya lokal dan gotong royong serta bisa di jadikan sarana bagi prajurit untuk lebih dekat lagi dengan masyarakat dalam rangka kemanunggalan TNI – Rakyat,”pungkasnya

Pekalongan - Gedung Kanzus Sholawat gelar peringatan hari bhayangkara ke-72 dengan di hadiri Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian beserta pejabat tinggi di jajaran Polri maupun TNI pada,selasa(17/7/18).

Nampak hadir dalam acara tersebut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, beserta jajaranya, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono beserta jajarannya, Bupati dan forkopinda Kabupaten Pekalongan serta ribuan santri turut meramaikan acara tersebut.

Dalam sambutanya selaku tuan rumah penyelenggara acara tersebut, Habib Lutfi Ali Bin Yahya menyampaikan, Kapolri memang menyempatkan diri untuk datang merayakan HUT Polri ke-72 bersama warga Pekalongan dan santri.

"Kapolri sengaja datang setelah kami undang, karena kami ingin menyatukan Polri TNI dan para ulama guna menguatkan NKRI," ujarnya.

Habib Lutfi juga menerangkan pentingnya kesatuan dalam mewujudkan NKRI, karena Indonesia rawan perpecahan.

"Kami yakin jika HUT Polri ke-72 dimaknai dengan persatuan, bangsa ini akan tenang tanpa perpecahan. Dan kebersamaan kali ini merupakan benteng ketahanan, jika ada yang mengganggu TNI Polri berarti harus berhadapan dengan rakyat juga," katanya.

Sementara itu Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, baru pertama kali HUT Polri diadakan dan dirayakan oleh masyarakat.

" Baru kali ini masyarakat ikut merayakan HUT Polri,dan saya sangat apresiasi sekali, berarti memang masyarakat sudah ikut merasa memiliki Polri,"Terangnya.

Berakhirnya Sambutan dari kapolri maka selesai juga rangkaian acara peringatan HUT ke-72 bhayangkara yang di gelar di gedung kanzus sholawat,ikut dalam penyambutan kapolri Danrem 071/wijayakusuma Kol Inf Dani Wardana,Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha beserta para kapolres dan Dandim sejajaran pantura.**red(rusg99)


Pekalongan - Tanpa ada pemberitahuan SMA Masehi Pekalongan yang terletak di Jalan Kurinci,  Kecamatan Pekalongan Barat di tutup, Jumat, (13/0718)

Kepada Sapu Lidi, melalui sambungan telepon, Samuel, Kepala Sekolah SMA Masehi mengatakan, pihaknya menerima pemeritahuan penutupan dari pihak yayasan secara mendadak, pada hari Kamis, 12 Juli 2018.

" Pihaknya sama sekali tidak mengetahui kalau sekolah akan ditutup. Adanya penutupan membuat kebingungan bagaimana nasib para guru dan murid-murid karena keputasan penutupan sangat mendadak". Ujar Samuel.

Samuel menambahkan total murid di SMA Masehi ada 40 orang sedangkan jumlah pengajar 16 orang. Kemudian, untuk nasib para guru nanti akan ada rapat bersama pihak yayasan, sedangkan murid akan diserahkan kembali ke orang tua masing-masing.

"Kalupun pindah, disarankan ke SMA Santo Bernadus dan SMP Pius. Namun, pihaknya tidak bisa apa-apa karena keputusan mutlak dari pihak yayasan".

Sementara itu, Alan Fernanda, salah satu peserta aksi saat di temui di sekolah menjelaskan, ia menggelar aksi bersama temannya karena para murid ingin memperjuangkan nasipnya agar bisa bersekolah.

" Ia baru tahu sekolah ditutup pagi tadi, padahal tiga hari lagi sudah waktunya masuk sekolah dan jika disuruh mendafar ke sekolah lain pendaftaran sudah ditutup.

Alan menambahkan, Ia ingin masih sekolah, tapi kadaan seperti ini ia jadi bingung mau sekolah dimana dan orang tua juga masih menunggu keputusan dari yayasan. (Idp)

Pekalongan - Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pekalongan Kota, berhasil menangkap pasangan suami istri spesialis pelaku pencongkel jok motor di kawasan Desa Watusalam, Kecamatan Buaran, Kabuapten Pekalongan.
Pelaku berinisial MM, umur 28 tahun, warga Kelurahan Bendan Kergon, Kecamatan Pekalongan Barat dan seorang wanita PE, umur 21 tahun warga Kelurahan Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat.
Hal tersebut diungkapkan, Waka Polres Pekalongan Kota Kompol I Wayan Tudy saat menggelar pres release di halaman Mapolres setempat.
Wayan mengatakan, pelaku berhasil diamankan setelah buron lebih dari dua minggu. Pelaku diduga, nekat melakukan pencurian di siang hari lantaran terdesak tuntutan ekonomi.
Menurut Tedy, barang bukti yang hasil amankan berupa sebuah hp, satu lembar foto copy atas nama korban, dua buah kartu ATM atas uang tunai 500 ribu dan satu unit sepeda motor yang digunakan untuk melakukan kejahatan.
Tedy menambahkan, tersangka akan kenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara minimal tujuh tahun penjara. (Idp)