TRENDING NOW

 Ops Cipkon, Polres Batang Sita Ratusan Botol Miras Jenis Ciu
Batang - Polres Batang Polda Jawa Tengah, Jumat (24/5) dinihari  menggelar operasi cipta kondisi di Jl. Raya Jenderal Sudirman, Alun-Alun Kabupaten Batang.  Hasilnya ratusan minuman keras (miras) jenis ciu murni berhasil diamankan.

Kapolres Batang  AKBP Edi S Sinulingga melalui Kabag Operasi Kompol Puji Irianto mengatakan, polisi menggelar Operasi Cipta Kondisi, tujuanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Operasi ini digelar sejak awal ramadan hingga hari raya idul fitri di wilayah hukum Polres Batang.

"Hasil Operasi Cipta Kondisi, kami amankan sopir mobil grandmax karena kedapatan membawa miras jenis ciu murni sejumlah 516 botol besar bekas minuman. Selain itu, kami juga amankan sopir mobil calya karena didapati membawa 2 botol  bekas minuman ukuran besar  berisi ciu ," ujarnya.

Dia menerangkan, barang bukti miras dan dua mobil pengangkut miras beserta sopir  diamankan di Mapolres Batang.

"Barang bukti miras dan sopir sudah Kami amankan di Polres Batang untuk dimintai keterangan," tuturnya.

Dengan adanya operasi ini, Pihaknya berharap wilayah Kabupaten Batang aman kondusif jelang, saat dan pasca lebaran nanti, imbuhnya.
Bupati Batang Dan Wakil Tolak Upaya People Power 
Batang 
Bupati Batang, Wihaji menegaskan,semua tahapan dalam pemilu sudah dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan. Jadi, apabila ada yang keberatan, maka bisa menyalurkannya melalui lembaga yang sudah diatur dalam konstitusi atau dalam hal ini Mahkamah Konstitusi. 

“Semuanya ada aturannya, karena itulah dengan tegas saya menyatakan menolak kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi, termasuk adanya upaya people power. Dan saya sebagai kepala daerah siap melawan setiap kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi, atau bertujuan untuk mengacaukan negara,” tegas Bupati Wihaji. 

Menurutnya, pada pesta demokrasi Pemilu 2019 seluruh proses dan tahapannya sudah dilalui dengan baik, sesuai aturan yang ada. Selain itu, semuanya juga sudah diatur dalam undang undang, baik penyelenggara, peserta maupun hal-hal yang berkenaan dengan tahapan ataupun aturan pemilu. 

“Karena itulah, saya selaku bupati mengajak semua pihak untuk menerima apapun yang menjadi hasil keputusan ataupun ketetapan KPU sebagai lembaga yang sesuai konstitusi menjadi penyelenggara pemilu. Negara kita adalah negara hukum, jadi setiap warga negara harus mentaati aturan hukum yang ada,” ujar Bupati Batang, Wihaji saat ditemui di kantornya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Suyono mengajak seluruh warga Kabupaten Batang untuk tidak ikut-ikutan dan menolak people power. Mengingat Indonesia sudah mempunyai peraturan perundang-undangan yang menjadi pedoman dan mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk penyelenggaraan pemilu. 

“Saya mengajak semua warga untuk tetap menjaga perstauan dan kesatuan. Untuk hasil Pileg dan Pilpres, kita serahkan kepada lembaga yang berwenang, yaitu KPU yang independen dan keberaanya diatur dengan undang undang. Dan sekali lagi saya tegaskan, mari kita tolak people power dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara,” jelas Suyono. 

Terpisah, Ketua PCNU Kabupaten Batang, Achmad Taufik mengajak masyarakat untuk senantiasa taat dan patuh pada perundang-undangan. Termasuk menerima apapun yang menjadi keputusan KPU pada 22 Mei 2019. Mengingat sesuai konstitusi KPU merupakan lembaga penyelenggara pemilu. 

“Apapun hasil keputusan KPU, harus bisa dijadikan pedoman, ditaati, dan dihormati oleh warga negara Indonesia. Karena itulah, kita akan menolak adanya gerakan people power yang akan dilalukan oleh kelompok tertentu,” tandas Achmad Taufik
Operasi Pekat Polsek Gringsing Berhasi Amankan Ratusan Miras 
Kabupaten Batang 
Ratusan botol minuman keras (miras) berbagai jenis dan 4 jerigen ciu siap edar berhasil diamankan Jajaran Kepolisian Sektor Gringsing Polres Batang dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) sebelum dan selama bulan Ramadan tahun ini.

Sasaran operasi ini menyisir disejumlah warung yg diindikasikan menjual miras di wilayah Gringsing, Yosorejo, Krengseng, Sentul dan Surodadi. Selain itu juga menyasar pada beberapa kelompok anak muda yang diduga minum oplosan di pangkalan ojek dan warnet.

Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga melalui Kapolsek Gringsing AKP Sugiyanto menjelaskan bahwa operasi yang dilakukan ini guna meminimalisir tindak kejahatan akibat minuman keras. Selain itu juga untuk mencegah jatuhnya korban yang meninggal akibat miras oplosan. 

"Menjelang bulan Ramadan kami sudah melaksanakan razia ini dengan intens setiap malam sampai menjelang Idul Fitri. Dalam razia tiga pekan ini, kami berhasil mengamankan kurang lebih 400 botol miras dari berbagai jenis dan merk, seperti Anggur orang tua, Vodka, tiga dus obat komik dan 4 jerigen (120 liter) ciu," ungkap Kapolsek AKP Sugiyanto pada Kamis (16/5/19).

Ia juga menuturkan, dua tahun terakhir situasi keamanan di wilayah Kecamatan Gringsing kondusif. Jangan sampai kenyamanan masyarakat ini terganggu dengan peredaran miras.

"Keberhasilan ini tentunya berkat adanya peran aktif semua lapisan masyarakat bersama menciptakan kamtibmas kondusif di wilayah Batang khususnya Kecamatan Gringsing," tutur Kapolsek.

Ia menambahkan, diharapkan dengan adanya operasi pekat ini, masyarakat merasa aman dan nyaman dalam melaksanakan ibadah di bulan suci ini.

Selanjutnya ratusan botol miras sitaan tersebut akan dikirim ke Polres Batang untuk dimusnahkan.

1.000 Takjil Dibagikan Kepada Pengguna Jalan Di Jalur Pantura Alun-Alun Batang
Batang - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Batang bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Puskesmas wilayah Batang membagikan sejumlah 1.000 takjil kepada pengguna jalan yang melintas di jalur pantura alun-alun Batang, Kamis, (16/5/19) sore.

Tidak hanya bagi takjil, para jaksa juga memberikan pelayanan hukum kepada warga, sekaligus pengobatan gratis yang diberikan oleh petugas Dinkes dan Puskesmas. Tampak pula Perwakilan dari Polres Batang yang diwakili Kapolsek Batang Kota Polres Batang AKP Asfauri, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) cabang Batang, dan beberapa mitra Kejari.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang, Nova Elida Saragih mengatakan, kegiatan tersebut bagian dari ungkapan rasa syukur Kejari Batang di bulan ramadan. Kehadiran Kejaksaan di Batang tidak sekedar sebagai penegak hukum melainkan juga bermanfaat bagi warga Batang salah satunya diimplementasikan dalam bentuk bagi takjil.

"Di momen ramadan ini, kami ingin merasakan kebersamaan dengan warga Batang melalui kegiatan bagi takjil, pengobatan gratis dan pelayanan hukum," kata Nova didampingi Kepala Seksi Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasidatun) Kejari Batang, Dista Anggara.

Adapun pesan moralnya dalam kegiatan ini, lanjut Nova, bahwa melakukan perbuatan baik bukan hal yang susah. Selalu ada jalan kemudahan yang  diberikan oleh Tuhan.

"Kami ingin berbahagia dengan warga Batang, agar kehadiran kami  benar-benar dirasakan oleh warga Batang," terangnya.


Kasidatun Kejari Batang, Dista Anggara menambahkan kegiatan sosial yang digalakan Kejari Batang tidak lepas dari dukungan beberapa elemen di Batang, seperti Dinkes, Polres Batang dan mitra Kejari.

"Kita bekerja di Batang tentu harus merangkul semua pihak, demi terwujudnya Kabupaten Batang yang aman dan kondusif," katanya.

Menurutnya, tidak kalah penting agar masyarakat Batang harus melek hukum. Makanya pada setiap kegiatan, pihaknya selalu menyisipkan pelayanan hukum kepada masyarakat Batang. Sama halnya dalam kegiatan bagi takjil dan pengobatan gratis ini.

"Tadi ada beberapa warga yang penasaran dengan layanan Hukum keliling atau Yankumling. Saya ajak mampir di stand yang kami sediakan, tentu ini merupakan awal yang bagus karena ada warga yang ingin melek terhadap hukum," pungkasnya.
Fkub Batang Mengajak Masyarakat Waspadai Gerakan People Power 
Batang
FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama)  dan MUI (Majelis Ulama Indonesia ) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengimbau pada masyarakat terus waspada terhadap gerakan "People Power"  (kekuatan massa) yang bertujuan untuk kepentingan kelompok tertentu.

Ketua FKUB Kabupaten Batang Subkhi, Selasa (14/5/19), mengatakan bahwa secara peraturan gerakan "people power"  adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan sehingga hal tersebut perlu dihentikan.

"Segala masalah sudah ada mekanisme penyelesaiannya dan ada aturan mainnya. Oleh karena, kami menolak adanya rencana gerakan kekuatan massa itu," katanya.

Ia berpendapatan gerakan "people power" yang akan dilakukan oleh kelompok tertentu itu justru akan menodai citra bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beradab, serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan.

"Menurut saya, jumlah masyarakat Indonesia itu sangat besar dan mencapai ratusan juta  penduduk. Adapun jumlah yang akan ikut gerakan itu (People Power) hanya seberapa orang dan tidak bisa mewakili  (rakyat Indonesia)," katanya.

Senada Ketua MUI Kabupaten Batang Zainul Iroqi menyatakan MUI secara tegas menolak adanya gerakan "people power" karena tindakan mereka justru akan merugikan bangsa dan negara Indonesia.

"Oleh karena, kami mengimbau pada umat atau masyarakata agar senantiasa menjaga kedamaian, keamanan, dan ketertiban. Kami tegas menolak adanya gerakan people power karena hal itu akan merusak kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia mengajak masyarakat  senantiasa melakukan kebaikan dan kerukunan antara umat beragama, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa pasca-Pemilu 2019 ini agar Indonesia semakin maju.

"Oleh karena, apapun hasil (penghitungan) Pilpres 2019, kita serahkan pada Komisi Pemilihan Umum (KPU)  yang memiliki kewenangan secara konstitusi," pungkasnya.

Polres Barang Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas Dan Pembagian Takjil 
Batang – Kepolisian Resor Batang, Jawa Tengah, membagikan takjil pada pengguna jalan yang melitas di jalur pantai utara (pantura) Alun-Alun Batang, Kamis (9/5/19).

Dalam kegiatan bagi takjil, juga dilakukan sosialisasi keselamatan berlalu lintas. Tampak anggota Satlantas memberikan selebaran dan membawa papan imbauan bagi pengendara.
Tampak Kapolres dan Ketua Bhayangkari membetulkan tali helm pengendara sambil mengingatkan kepada pengendara untuk selalu berhati-hati.

"Hati-hati ya pak, selalu taati rambu-rambu lalu lintas," kata Kapolres kepada pengendara. 
Sedangkan Kasatlantas Polres Batang, AKP Ferdy Kastalani menuturkan kegiatan pembagian takjil dalam rangka operasi keselamatan lalu lintas yang akan berakhir pada 12 Mei 2019.

"Kita imbau kepada masyarakat agar tertib berlalu lintas melalui spanduk, leaflet dan selebaran," ujarnya. 

Kasatlantas mengungkapkan operasi keselamatan ini, fokus ke kegiatan ajakan bukan tindakan, yakni preventif sebesar 60 persen, Preemtif 20 persen dan Represif 20 persen. 

Jadi kegiatan lebih mengutamakan sosialisasi. Selama sembilan hari melakukan operasi keselamatan, Satlantas telah melakukan 15 kali kegiatan edukasi keselamatan lalu lintas. 

"Dari operasi keselamatan lalu lintas ini harapannya angka kecelakaan tahun ini turun terutama angka kecelakaan arus mudik lebaran karena pengendara lebih sadar tertib berlalu lintas," tuturnya. 

Ketua Bhayangkari Cabang Batang Danik Sinulingga mengatakan telah membagikan 500 takjil kepada pengendara sebagai bentuk berbagi kasih di bulan Ramadan terutama umat muslim yang sedang berpuasa. 

"Kita juga beri imbauan kepada pengendara untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Apalagi menjelang lebaran supaya lebih berhati-hati di jalan," pungkasnya.