TRENDING NOW

Kota Pekalongan - Guna meningkatkan kemampuan menembak para prajuritnya, kodim 0710/Pekalongan melaksanakan latihan menembak Triwulan II Tahun 2019.

Latihan menembak dilaksanakan selama 3 hari mulai dari hari selasa (18/6) sampai dengan hari kamis (20/6/2019) bertempat di lapangan tembak Batalyon Pelopor B Brimob Polda Jateng Kalibanger, Pekalongan Timur Kota Pekalongan.

Dijelaskan Dandim 0710/Pekalongan Letkol Infanteri  Arfan Johan Wihananto, latihan menembak yang di laksanakan merupakan latihan rutin yang di gelar setiap Triwulan dalam rangka memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit dalam bidang menembak.

" Ini kegiatan rutin yang kita laksanakan dalam rangka memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit dalam bidang menembak,"ujar Dandim.

Adapun sasaran yang di gunakan adalah dengan menggunakan lesan L 1 dengan jarak petembak 100 meter, hal tersebut sesuai dengan protap yang di tentukan guna mendapatkan hasil yang maksimal.

" Dengan jarak tembak 100 meter sasaran yang di bidik adalah dengan menggunakan lesan L 1 agar hasil atau nilai yang di dapat bisa maksimal,"Imbuhnya.

Dengan latihan rutin yang di laksanakan tersebut dirinya berharap, akan ada peningkatan kemampuan pada diri prajuritnya dalam bidang menembak, sehingga akan berpengaruh pada semangat serta motivasi prajurit dalam melaksanakan tugas pokok sehari-hari.(rus/red)
Pekalongan – Komandan Kodim 0710 Pekalongan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Bhayangkara ke-73 tahun 2019 kepada seluruh jajaran anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dimanapun berada.

“Selamat HUT Bhayangkara ke-73 kepada segenap prajurit Bhayangkara dimanapun bertugas dan berada, Semoga Polri semakin maju, profesional dan dicintai masyarakat,” kata Dandim 0710 Pekalongan.

Lebih lanjut Letkol Inf Arfan Johan Wihananto mengatakan, ini adalah bukti nyata bahwa di Kabupaten Pekalongan  sinergitas TNI-Polri selalu kompak dan terus dijaga.

“TNI-Polri adalah institusi yang besar di negeri ini dan apabila TNI-Polri bersinergi, maka dapat dipastikan NKRI tetap utuh.  Oleh sebab itu, soliditas TNI-Polri dan menjaga NKRI adalah harga mati," tegasnya.
Puluhan Personel Gabungan Melaksanakan Patroli Gabungan, Jelang Penetapan Sidang Putusan Di MK
Batang - Puluhan personel gabungan terdiri dari personel Polres Batang, Kodim 0736 Batang, Satpol PP dan Dinhub Kabupaten Batang melaksanakan patroli gabungan di wilayah Kabupaten Batang, Sabtu (14/6/19) malam.

Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga melalui Kabag Ops Kompol Puji Irianto mengatakan, kegiatan ini dalam rangka menjamin keamanan masyarakat Kabupaten Batang pasca sidang perdana perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi.

"Kegiatan ini untuk memastikan keamanan di wilayah Kabupaten Batang tetap kondusif," kata Kabag Operasi Kompol Puji Irianto.

Ia juga menuturkan, sebelum penetapan hasil sidang di MK mendatang, pihak Kepolisian akan terus melakukan KKYD (Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan) di wilkum Polres Batang.

"Polres Batang bersama Kodim,Satpol PP dan Dinhub akan terus melakukan patroli gabungan dan razia guna meminimalisir gangguan kejahatan dan untuk menjamin keamanan masyarakat Kabupaten Batang," tegasnya.

Nampak Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga didampingi pejabat utama Polres Batang memimpin langsung patroli gabungan tersebut.
Berbagai Elemen Masyarakat Gringsing Menolak Kerusuhan

Batang 
Pemilu sudah selesai, siapa yang menang harus dihormati,karena itu pilihan rakyat Jelang sidang sengketa Pemilu 2019 di Mahkamah Konstitusi MK Berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Gringsing Menolak aksi pengerahan massa yang dikhawatirkan bisa berujung terjadinya kekersan dan kerusuhan, Sabtu (15/6/19). 

Warga Kecamatan Gringsing lainnya juga menyuarakan hal yang sama. Mereka menolak aksi pengerahan massa ke Jakarta yang bisa berujung terjadinya kerusuhan, sehingga membuat masyarakat merasa tak nyaman. 

Seperti yang diutarakan Hj Minarsih Pimpinan anak cabang Muslimat NU Kecamatan Gringsing menyampaikan atas nama Muslimat NU menolak segala kekerasan dalam bentuk apapun serta mendukung hasil dari sidang putusan Mahkahmah Kontitusi tentang pemilu tahun 2019.

“:Kami mendukung sepenuhnya putusan Mahkahmah Kontitusi demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesai ,”jelasnya.

Senada  Jamaludin Mewakili Kokam Pemuda Muhamadiyah Kecamatan Gringsing  menolak segala bentuk kekerasan di  Indonesia harus kita tolak sebagai wujud kepada negara Republik Indonesia  



Pekalongan - Saluran irigasi yang berfungsi mengairi sawah di dukuh Regenan, desa Bligorejo kecamatan Doro, mengalami penyumbatan yang disebabkan banyaknya batu dan tanaman liar yang berada di saluran air tersebut, sehingga mengakibatkan air tidak mengalir dengan normal.

Agar aliran air kembali normal, Babinsa Koramil 15/Doro Sertu Nurhaziz melakukan gotong royong bersama masyarakat setempat melaksanakan pembersihkan saluran air yang tersumbat tersebut, Jumat (14/6/19).

Terpisah, Danramil 15/Doro Kapten Cpm Abdul Khamim mengatakan, kegiatan gotong-royong bersama warga desa tersebut merupakan upaya untuk melancarkan aktivitas pertanian dengan memaksimalkan sistem irigasi yang ada dengan sebaik-baiknya, agar pengairan bisa berjalan normal kembali.

"Lahan pertanian sangat membutuhkan air yang cukup, maka dari itu semua sistem irigasi harus berjalan dengan baik dan normal, sehingga diharapkan petani tidak kekurangan air, sehingga hasil produksi pertanian bisa memuaskan bagi para petani"ujar Danramil.

Danramil menambahkan, kegiatan gotong royong bersama warga desa ini juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan sinergitas TNI dengan masyarakat supaya TNI semakin dicintai oleh rakyat.

"Kita berharap, dengan adanya kegiatan gotong-royong ini anggota Koramil akan saling mengenal dengan masyarakat dan sebaliknya, masyarakat juga akan semakin cinta dengan kita"pungkas Danramil.(rus/red)
Masyarakat Batang Menolak Kekerasan Yang Dapat Mengganggu Stabilitas Keamanan 
Kabupaten Batang - Sidang sengketa gugatan hasil pemilu di Mahkamah Konstitusitanggal Warga masyarakat di Kabupaten Batang berharap tidak ada lagi aksi kerusuhan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan

Segenap elemen masyarakat Kabupaten Batang berharap, bahwa aksi kerusuhan dan kekerasan tidak terulang kembali saat sidang gugatan hasil pemilu 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Komandan Banser Gringsing Kabupaten Batang Masudi mengatakan, Kami Menolak dengan tegas segala bentuk kekerasan dan kerusuhan di negara kesatuan Republik Indonesia. Dan siap menjaga kedaulatan NKRI.

Ia juga menegaskan, akan menerima hasil keputusan Mahkamah Konstitusi terkait perselisihan dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu serentak 17 April 2019 lalu.

Guna menghadapi keputusan MK saya mengecam, Pada aksi kerusuhan yang terjadi pada 22 Mei 2019 lalu serta menolak segala bentuk kerusuhan.

” Kami menghimbau kepada seluruh warga masyarakat di Kabupaten Batang, untuk menjunjung tinggi supremasi khususnya warga masyarakat di wilayah kecamatan Gringsing,” Tegas Masudi.

Senada juga di sampaikan oleh Bangkit Ketua Paguyuban Ojek Cokro Desa Mentosari Kecamatan Gringsing mengatakan bahwa kami menolak segala kekerasan dalam bentuk apapun di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Saya Mendukung segala bentuk keputusan dari Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pemilu 2019 yang lalu, “ pungkasnya.