sapu-lidi.com – Pertemuan pertama Komite Normalisasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di kantor PSSI, Pintu X-XI Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, kemarin, memutuskan menggelar sapu-lidi.com/2011/04/komite-normalisasi-memutuskan-kongres.html”>Kongres PSSI pada 20 Mei mendatang. Dalam kongres yang belum ditentukan tempatnya itu akan dipilih ketua umum, wakil ketua umum, dan para anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2011-2015.
Pendaftaran bagi tiga kategori pengurus PSSI itu dibuka dari 12 sampai 17 April. Komite Normalisasi kemudian akan menyeleksi para bakal calon dalam waktu lima hari. Mereka membuka banding bila, setelah diumumkan siapa yang lolos seleksi, ada yang tidak puas. “Seluruh kegiatan ini saya jamin akan dilaporkan kepada Saudara (media massa) agar transparan,” kata Ketua Komite Normalisasi PSSI Agum Gumelar.
Langkah pertama mereka menuju kongres pemilihan adalah menyusun draf persyaratan pencalonan pengurus yang memenuhi standar dari badan sepak bola dunia, FIFA. Mereka akan mengirim rancangan tersebut ke FIFA di Zurich, Swiss, untuk mendapatkan persetujuan.
Untuk menghindari kekisruhan, Agum akan menggelar beberapa pertemuan guna membahas siapa saja yang berhak memberikan suara. Ia akan menemui 78 pemilik suara yang menggelar Kongres PSSI di Pekanbaru, Riau, 26 Maret lalu, dan pemilik suara lainnya pada 16 April nanti.
“Kami ingin mendengar apa saja yang sudah mereka lakukan dan sampai di mana,” kata Agum. Ia menegaskan, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, kelompok 78 pemilik suara, Nurdin Halid cs yang sudah tidak diakui oleh pemerintah untuk mengelola PSSI, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia sepakat menerima keputusan FIFA.
Namun Aliansi Masyarakat Sepak Bola Save Our Soccer (SOS) dan suporter Persija Jakarta, The Jak Mania, berpendapat anggota komite tersebut perlu ditinjau ulang karena kurang kompeten. “Selain ketuanya, Agum Gumelar, tujuh anggotanya diindikasikan bermasalah. Cukup disayangkan, apa dasar dan alasan FIFA menunjuk tanpa disertai pertimbangan latar belakangnya,” kata Apung Widadi, Koordinator SOS, di depan kantor PSSI kemarin.
Tujuh anggota itu adalah Joko Driyono (CEO Badan Liga Indonesia), Siti Nurzanah (Arema Indonesia), Sukawi Sutarip (Ketua Pengurus Provinsi PSSI Jawa Tengah), Hadi Rudiatmo (Persis Solo), Samsul Ashar (Persik Kediri), Satim Sofyan (Ketua Pengurus Provinsi PSSI Banten), dan Dityo Pramono (PSPS Pekanbaru).
Menurut catatan SOS dan The Jak Mania, tujuh anggota itu bermasalah. Antara lain diduga pernah menjadi tersangka korupsi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), berbau rezim Nurdin, merangkap pejabat pemerintah daerah, dan tidak merepresentasikan klub karena sudah tidak tercatat dalam kepengurusan di klub itu.
Ketua Komite Pemilihan PSSI hasil kongres Pekanbaru, Harbiansyah Hanafiah, berjanji akan mengawasi kinerja Komite Normalisasi bentukan FIFA. “Kalau sesuai aturan, baguslah. Tapi, kalau melanggar aturan, itu yang akan kami protes,” kata Harbiansyah di Samarinda kemarin. [tempo/ris]
sapu-lidi.com/”>Blog Berita Indonesia

Inilah Misteri Keluarga Berjalan Merangkak Asal Turki
Wow, Briptu Norman "Polisi Gorontalo Menggila" Dilepas ke Jakarta Bak Artis
Kronologi Bom Polres Cirebon
Boneka Seks Finally MILEY
Lady Gaga, Orang Pertama dengan Jumlah Pengikut 10 Juta di Twitter
Bintang Porno Paling Hot Sasha Grey
Anggota DPR asal PKS 'Arifinto', Nonton Video Porno Heboh di Twitter!
Hebat, Melakukan Panggilan Telepon Cukup dengan Pikiran!
Server Anti Nuklir WikiLeaks Dalam Bunker Warisan Perang Dingin