BREAKING NEWS

Monday, 2 October 2017

Peringati Kesaktian Pancasila dengan Tauziyah kebangsaan

Batang - Kabupaten Batang bagi Ulama Kharismatik Habib Lutfi Bin Ali Bin Yahya bak rumah sendiri, hampir setiap malam beliau safari untuk memberikan tauziyahnya yang lebih kepada para generasi muda untuk mengamalkan ajaran islam dan cinta tanah air atau kebangsaan. 

Seperti sebelumnya pada hari Jum'at di Pendopo Kabupaten Batang,  Malam Minggu di Lapangan Sidayu Bandar dan kini 01/09 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kadilangu Kabupaten Batang memberikan Orasi Kebangsaan Dalam Rangka Hari Kesaktian Pancasila dan HUT Ke 72 TNI yang diselenggarakan oleh Forum Komunitas Masyarakat Peduli Batang (FKMPB) bekerjasama dengan Kodim 0736/Batang.

Turut hadir Habib Lutfi bin Ali bin Yahya, Bupati Batang H.Wihaji,S.Ag,M.Pd, Dandim O736/Btg Letkol Inf.Fajar Ali Nugraha S. Sos, Kapolres Batang diwakili AKBP.Sumbaryono, Ka BNN Kabupaten Batang, Sekda Kabupaten Batang Drs.H.Nasikhin,Muspika Kecamatan Batang dan Tokoh agama Kabupaten Batang.

Pada sambutannya Dandim 0736/Batang mengajak kepada masyatakat Batang untuk peduli kepada Batang terhadap segala ancaman yang ingin mengacaukan Indonedia namun kita meyakini bahwa Indonesia mempunyai kekuatan yang besar yaitu masyarakat Indonesia, mengajak meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan karena itu akan dapat  meningkatkan keamanan, laporkan apabila ada hal-hal yang mencurigakan kepada Polres dan Kodim, Saya mengajak kepada tokoh masyarakat  dan tokoh agama mari bersama-sama kami untuk meningkatkan kepedulian tehadap lingkungan.

Adapun dari Kapolres Batang/diwakili AKP Ambaryono berpesan untuk tidak melupakan sejarah serta Tap MPRS no.XXV th.1966 sudah jelas bahwa PKI sudah dibubarkan dan dilarang di Indonesia.Lain dengan Kapolres Ka BNNK Batang menyampaikan hal sesuai yang dibidanginya yaitu memaparkan bahwa saat ini Indonesia sedang dalam darurat narkoba dimana ini ada faktanya yang dari tahun ke tahun terus meningkat, perlu menjadi perhatian dari stak holder di pemerintahan, perlunya penyuluhan-penyuluhan agar mereka mengerti tentang bahaya narkotika, Upaya pemberantasan narkotika harus melibatkan aparat keamanan, Upaya penyembuhan dengan cara memberikan pelatihan kepada lembaga-lembaga pemerintah, Negara Indonesia menjadi produsen terbesar se Asia tenggara oleh karena itu mulai saat ini kita nyatakan perang kepada narkoba.

Terpisah Orasi kebangsaan Bupati Batang yang Pertama kita panjatkan puji syukur kepada Allah walaupun hujan tapi insya Allah barokah yang kedua atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan ini yang sangat luar biasa untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan selanjutnya kita harus selalu ingat 4 pilar kebangsaan dan terakhir Pancasila sebagai ideologi negara kita, Bhineka tunggal ika, dengan berbagai macam perbedaan jadikan kekuatan di Batang, NKRI harga mati yang merupakan kekuatan kita, UUD 1945 dan Bagaimana kita menjaga 4 pilar tersebut, semua harus kita mulai dari diri kita sendiri untuk  tanamkan nilai nilai kebangsaan yang saat ini kita mulai melupakan sejarah karena Tantangan kita beda saat ini dengan jaman dulu , sehingga kita harus bangga sebagai orang Indonesia dan yang terakhir
meminta doa restu dan minta tolong kepada masyarakat untuk selalu menjaga Batang.

Di akhir acara tiba saatnya acara Inti pengajian oleh Habib Lutfi bin Ali bin Yahya dengan seruan kebangsaan yakni Kita harus bangga pada pancasila yang tidak dimiliki oleh negara lain, kesaktian Pancasila karena adanya sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa,sehingga kita bisa mengerti ke sila-sila berikutnya, Kita harus menghormati kepada yang memberi rezeki, walaupun diibaratkan  hanyalah sebutir nasi, Kita bisa mengambil ilmu petani yang bisa kompak dalam menanam padi,persatuan merupakan buah karya dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kita harus tahu sejarah, ingat akan perjuangan para pahlawan.Selesai acara tauziyah dilanjutkan dengan do'a dan tabur bunga di makam para syuhada pejuang bangsa. (Pendim 0736).
 
Copyright © 2017 Sapu Lidi Share on Next Generation.