BREAKING NEWS

Tuesday, 12 September 2017

Bupati Bangun Kemitraan Dengan Makasar

KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama rombongan OPD terkait mengunjungi Kotamadya Makasar Propinsi Sulawesi Selatan beberapa waktu yang lalu menghadiri  undangan dari Walikota Makasar terkait dengan Makasar International Eight Festival 2017 dan melakukan penjajagan awal sebelum dilakukan Mou Perdagangan. Kamis (7/9).

Dari kunjungan tersebut berbagai hal positif telah dicapai, termasuk diantara informasi tentang Pengelolaan Tata Kota, Pariwisata hingga informasi pengelolaan Penyelenggaraan Festival Tingkat International. Ini menjadi cikal bakal bagi Kabupaten Pekalongan untuk membuka lebar perdagangan produk unggulan dan  rujukan  awal kelak untuk penyelengaraan Kajen Fair  yang mengadopsi kegiatan festifal di Makasar tersebut. Berikut tulisan catatan tentang perjalanan kegiatan Kunjungan Kerja Bupati Pekalongan ke Kotamadya Makasar

Pada Hari pertama Kunjungan di Makasar, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH MSi yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Dra. Mukaromah Syakoer,MM,  Kepala Bappeda dan Litbang Ir. Bambang Irianto dan Kepala Dinporapar Bambang Irianto diterima oleh Walikota Makasar Ir H Danny Pamanto dengan agenda melakukan penyusunan draf kerjasama perdagangan.

Dipilihnya Kota Makasar ini bukanlah tanpa alasan kuat sebagai pertimbangan, karena dikenal dengan kota dagang dan sebagai pintu masuk perdagangan Indonesia Bagian Timur. “ Setelah nanti penandatanganan MoU yang mengatur perdagangan ini, saya akan perintahkan secepatnya kepada Kepala Dinas Perdagangan dan UMKM untuk menindaklanjuti dengan aktif melakukan promosi batik Pekalongan sebagai legenda Batik Nusantara yang akan di mulai dari Makasar”terang Asip.

Itu sisi strategisnya mengapa melakukan kunjungan kerja di Makasar, karena pertumbuhan ekonomi Kota Makasar cukup bagus  dan produk  sarung Pekalongan pun banyak dipakai di Makasar. “ Kedepan Insya Alloh kita akan meningkatkan lagi ekspedisi pameran pameran Dagang Pemkab dengan materi produk unggulan yang lebih vareatif,tidak hanya di Indonesia Bagian Timur saja namun ke Sumatra , Kalimantan hingga ke mancanegara” tandas Bupati.

Salah satu langkah strategis ini adalah bertujuan untuk mempromosikan produk produk unggulan di Kabupaten Pekalongan. “ Sekaligus untuk menaikan pertumbuhan ekonomi kita, pada tahun 2018 kita memasang target pertumbuhan ekonomi kita minimal sudah sama dengan Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah” terang Asip Kholbihi.

Ini harus didorong dengan memperdayakan UMKM yang jumlahnya hampir 40ribu UMKM, dan kita akan selalu memikirkan solusi pemasarannya. Karena secara kualitas UMKM Kabupaten Pekalongan telah dikenal di Nusantara.

“ Sehingga untuk melakukan perluasan pemasaran,  kita akan menjalin kerjasama dengan beberapa daerah,  yang diawali dengan kota Makasar, dan mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti dengan MoU dengan beberapa Kota yang serategis. Seperti kerjasama dengan Kota Palembang   yang akan dilaksanakan pada waktu dekat ini” tandas Asip.

Selanjuhnya Asip juga mempersilahkan dari Kota Makasar yang disampaikannya kepada Walikota Makasar untuk membuka pasar di Kabupaten Pekalongan terutama pada event event tertentu , karena di Sulawesi Selatan juga ada  produk sandang seperti kain songket baik bahannya dari sutra ataupun tenun,  baik dari sintetis atau dari sutra sehingga nanti bisa dipadukan, dengan cara tranfer produk unggulan dan saling tukar - menukar produk unggulan antara kota Makasar dan Kabupaten Pekalongan..
Tinjau Stand Pameran Kabupaten Pekalongan.

Peyelenggaraan Makasar International Eight Festival 2017(festifal 8) bertempat dianjungan pantai Losari begitu meriah pelaksanaannya. Diikuti oleh perwakilan dari daerah dan lur negeri dengan mengusung 8 ragam kegiatan berupa fashion, food dan fruit, fusion music, fiction writer, folk, flora dan fauna, fine art dan film.

Salah satu dari ratusan stand yang menarik pengujung  festifal ini  stand batik yang disajikan oleh Kabupaten Pekalongan. Pengunjung secara silih berganti memasuki stand Pekalongan dengan kesan kagum dan tertarik.

Pada kunjungan ini Bupati Pekalongan mengecek produk - produk batik Pekalongan yang memang sudah dikenal dimasyarakat Makasar.

 “ Mudah mudahan melihat minat antusias masyarakat Makasar terhadap batik sudah sangat bagus dan kita akan melakukan peningkatan kualitas pemasarannya.” terang Asip.  

Dari kegiatan Festifal ini , nampak segala jenis UMKM turut serta memeriahkan pegelaran ini, ratusan stand yang berasal dari berbagai daerah dan negara menyajikan berbagai jenis produk unggulan masing. Dengan melibatkan berbagai pengusaha UMKM sehingga suasana festifal begitu meriah

Konsep acaranya juga megah dengan panggung yang besar dan konten acara yang mewah dengan menyaksikan atraksi iron man atau orang berliuk diatas naik dengan speedboat medianya dan atraksi akrobatik pesawat ringan serta pesawat sukhoi dari angkatan udara Skuardon Hasanudin. Ini menjadi pertunjukan luar biasa karena menghibur masyarakat dan menimbulkan rasa bangga terhadap kekuatan Angkatan udara bangsa Indonesia.

Berkaitan dengan pengalaman tentang Pengelolaan Festival ini akan segera memerintahkan kepada Kepala Bapeda untuk melakukan kerjasama dan mereview acara Kajen Fair di Kajen supaya nilai ekononi tinggi dan tidak datar saja, mempunyai keunggulan kompetiti. 

“Namun kita akan mengadopsi yang positif dan sesuai kemampuan kita tanpa mengurangi kualitas,”terangnya.

Bertemu Pengusaha Pekalongan Sukses di Makasar
Pada hari kedua kunjungan Bupati Pekalongan dan rombongan adalah bertemu dengan pengusaha sukses putra Asli Kabupaten Pekalongan yang saat ini membuka usaha dan bermukim di Makasar. Dia adalah Afrianto salah satu pengusaha sukses pengekspor ikan tuna yang ada di Makasar adalah putra Kabupaten Pekalongan asli dari Kelurahan Pekajangan Kecamaan Kedungwuni.

Ia membuka usaha perikanan dengan melakukan ekspor ikan tuna segar ke Asia Timur seperti Jepang hingga belahan benua Eropa seperti  di Jerman dan negara lainnya. Tuna segar yang diekport memiliki omzet hingga milyaran rupiah dan menjadi pilihan utama makanan Sushi dan makanan olahan tuna lainnya.

Perjuangan pak Apriyanto ini dapat menginspirasi kita semua hingga mampu menjadi pengekspor ikan tuna yang besar.  

“ Beliau suatu saat akan kita undang sebagai motivator para pengusaha muda untuk menceritakan sukses story, bagaimana meniti usaha dari 0 sampai sekarang sebagai eksportir ikan tuna. Dan menjadi dosen tamu untuk sekolah wirausaha dan perikanan yang ada di Kabupaten Pekalongan,”ungkap Bupati

Ini menjadi keuntungan kita bersama selain dapat menjalin silahturohmi, juga kita dapat menghadirkan motivator kepada bagi generasi pengusaha muda dan siswa perikanan di Kabupaten Pekaongan agar sukses berusaha dan menambah keyakinan diri.

Dari pertemuan ini juga menyadarkan bahwa di Kabupaten Pekalongan juga kaya akan hasil laut namun pengelolaannya belum maksimal. Hal ini terbukti kecil belum ada rumah makan kuliner yang khusus menyediakan makanan khas produk laut yang marketable. Padahal kita dan makasar tidaklah berbeda karena sama - sama memiliki derah pesisir.

Oleh karena itu kedepan akan kita dorong ada tempat strategis yang disistu disajikan makanan khas hasil laut seperti di sungai Pencongan. 

“ Sangat ironis khan kita berada didaerah pesisir namun kita  belum memiliki rumah makan yang standar baik tempat serta menu menyajikan makanan sea food , oleh karena itu kita akan mendorong agar ada rumah makan sea food makanan sea food , oleh karena itu kita akan mendorong agar ada rumah makan sea food yang bagus karena ini potensi yang belum tergarap,”terang Asip Kholbihi.

Berkunjung Ke Makam Tokoh Nasional
Pada kunjungan ke Makasar ini rombongan juga berkunjung ke Makam Tokoh Nasional Pangeran Hasanudin dan tokoh perjuangan pergerakan masyarakat setempat seperti syec Yusuf, serta berkunjung ke Musium Kebudayaan dan Benteng Fort Rotterdam Makasar dimana pangeran Diponegoro ditahan disingkan waktu itu.

Kita akan mengambil mengambil hikmahnya dan menteladani sifat sifat perjuangan orang orang Makasar dalam melawan penjajahan. Mengambil  nilai - nilai kebangsaannya untuk motivasi kita untuk lebih giat dalam mengisi dan membangun bangsa ini serta mengenal khasanah nusantara sehingga pembangunan ini betul betul bisa dinikmati oleh masyarakat.

  Membangun dari aspek penguatan budaya,  saya banyak belajar dari daerah di Nusantara yang memang kaya sekali akan budaya, semangat heroisme dan  patriotisme seperti didengungkan oleh pahlawa nasional kita"terang asip.
 
Copyright © 2017 Sapu Lidi Share on Next Generation.