BREAKING NEWS

Olah Raga

Batang

TMMD Banyumas

Seputar Kajen

Seputar Peristiwa

Monday, 18 December 2017

Kodim 0736/Batang terima kunjungan Wasev Pabanda Komsos Sterdam

Batang - Bertempat di Aula Makodim 0736/Batang telah dilaksanakan kunjungan Tim Wasev dari Kodam IV/Diponegoro Bidang Komsos yang dilakukan oleh Mayor Inf Educ Permadi (Pabanda Komsos Staf  Ter Kodam IV/Diponegoro), Senin 18/12/2017.

Kedatangan Wasev dari Kodam IV/Diponegoro ke Kodim 0736/Batang disambut oleh Kasdim (Mayor Inf Raji) dan Pasiterdim 0736/Batang (Kapten Inf Supirno).

Tujuan  dilaksanakan pengawasan dan evaluasi dari Kodam IV/Diponegoro ke Kodim 0736/Batang adalah untuk mengawasi kegiatan Komsos di Kodim 0736/Batang yang telah dilaksanakan dan telah dilaporkan ke Kodam IV/Diponegoro pada tahun anggaran 2017.

Mayor Inf Educ dalam kunjungannya mengatakan apabila dalam Wasev ditemukan kesalahan dalam produk baik perencanaan dan pelaporan, supaya diperbaiki dan dilengkapi, sehingga nantinya apabila ada Tim Wasrik dari Irjenad maupun Irjen TNI yang datang ke Kodim 0736/Batang tidak ada lagi temuan atau kesalahan yang fatal, begitu juga dalam produk yang berbentuk buku juga harus disesuaikan dengan petunjuk Komando Atas.

Setelah giat Wasev selesai, Kasdim 0736/Batang (Mayor Inf Raji) memberi himbauan kepada Para Batituud dan Bati Komsos Koramil jajaran supaya kegiatan Komsos selalu dilaksanakan secara terus menerus, dan diharapkan para Babinsa di lapangan harus lebih kreatif, Wasev ini sebagai modal kita untuk pembinaan teritorial di wilayah Kodim 0736/Batang.

Mayor Inf Raji juga menambahkan bahwa modal pembinaan teritorial juga tergantung pada komunikasi sosial tersebut dilaksanakan oleh para unsur pelaksana di lapangan karena dengan komsos yang baik maka akan tercipta hubungan imbal balik yang baik dan efisien, imbuh Mayor Raji.

Selama pelaksanaan pemeriksaan dari Wasev Kodam IV/Diponegoro, tidak ditemukan adanya hal yang menonjol yang terkait dengan kesalahan administrasi maupun penyalahgunaan penyelenggaraan keuangan di Kodim 0736/Batang bidang Komsos tahun anggaran 2017.(Pendim 0736/Batang)

PEMBANGUNAN TANGGUL RAKSASA SENILAI RP 496 MILIAR DIMULAI

KAJEN - Proyek pembangunan penanggulangan bencana banjir dan rob, berupa tanggul raksasa senilia Rp 496 miliar di Kabupaten Pekalongan, mulai Kamis (14/12/2017), resmi dimulai. Pembangunan proyek tersebut, ditandai dengan dilakukannya penandatangan kontrak kerja antara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Diretorat Jenderal Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum RI dan kontraktor, di lokasi bencana banjir rob, yakni Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si., secara langsung menyaksikan penandatanganan tersebut.
Kepala BBWS Ruhban Ruzziyatna, MT mengungkapkan bahwa dalam paket pekerjaan pengendalian banjir dan rob di Kabupaten Pekalongan akan dilaksanakan selama 720 hari kerja, yang dimulai tanggal kontrak (14/12/2017) dan akan berakhir pada tanggal 4 Desember 2019, dengan nilai kontrak sebesar Rp 496 miliar.
Menurutnya paket pekerjaan tersebut meliputi, pekerjaan normalisasi sungai, longstorage dan tanggul, parapet, pengadaan pompa, rumah pompa dan colletor drain. “Kami harapkan paket pekerjaan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Untuk itu kami mohon masyarakat dapat mendukung dan membantu proses pekerjaan ini, dimana nantinya dapat ikut memelihara serta menikmati hasil pekerjaan tersebut,” ungkap Ruhban.
Sementara itu, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si mengatakan bahwa pekerjaan pengendalian banjir dan rob di Kabupaten Pekalongan akan dimulai dari sungai baru Sragi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan dan akan berakhir di wilayah Keluarahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara dengan panjang 6 kilometer.
Menurutnya proyek pekerjaan pengendalian banjir dan rob di Kabupaten Pekalongan adalah lanjutan dari proyek sebelumnya, yang sudah diawali pembangunannya oleh Kabupaten Pekalongan, berupa tanggul melintang sepanjang 850 meter di Desa Mulyorejo, yang saat ini sudah berfungsi, dan bisa meredam banjir di Desa Mulyorejo, Tegaldowo dan Karangjompo.
“Kami harap dengan adanya pekerjaan pengendalian banjir dan rob di Kabupaten Pekalongan senilai Rp 496 miliar ini, maka pada tahun 2019 mendatang, wilayah Kabupaten Pekalongan khususnya Kecamatan Tirto dan Wonokerto, tidak ada lagi musibah banjir rob,” kata Bupati Asip.

BUPATI BUKA FESTIVAL GULA AREN PETUNGKRIYONO

KAJEN – Untuk memperkenalkan potensi Gula Aren Petungkriyono, maka Pemkab Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan Festival Gula Aren untuk yang pertama kalinya dan sebagai salah satu cara untuk menjaga tradisi dan potensi gula aren yang sudah menjadi salah satu mata pencaharian sebagian masyarakat Petungkriyono.
Acara Festival Gula Aren (FGA) Petungkriyono digelar dan dibuka secara langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si pada hari Minggu (17/12/2017), di halaman kantor Kecamatan Petungkriyono mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Dihadiri oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan, Camat dan Muspika, para Kades serta ribuan warga masyarakat Kecamatan Petungkriyono.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Hj. Sumarwati, M.Pd dalam laporannya menyebutkan bahwa Festival Gula Aren Petungkriyono merupakan bagian dari pengembangan potensi Alam Petungkriyono. Selain terkenal dengan wisata alamnya Petungkriyono punya kuliner yang khas dan menjadi salah satu central gula aren organik di Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu, Bupati dalam sambutannya mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan Festival Gula Aren. Menurutnya kegiatan tersebut adalah wujud nyata warga Petungkriyono dalam rangka nguri-nguri apa yang sudah dilakukan oleh para leluhur yakni membuat gula aren. “Manfaat buah aren sangatlah banyak. Untuk itu saya harapkan semoga kita semua hidupnya bisa bermanfaat seperti gula aren,” terang Bupati.
Bupati serius dalam rangka mengembangkan potensi wisata yang ada di Petungkriyono. Bupati berjanji, akan membangun cottage-cottage atau rumah-rumah pohon atau vila di wisata Petungkriyono seperti di Curug Lawe dan yang lain guna menarik minat para wisatawan menginap di Petungkriyono.
“Sebentar lagi jalan Petungkriyono seluruhnya halus, mungkin mulai tahun depan akan kita bangun penginapan-penginapan atau vila yang bagus untuk para tamu baik dari dalam maupun luar negeri. Tapi saya minta tempatnya nanti untuk yang baik-baik saja,” tegas Bupati.

Dandim 0710 Pekalongan Berikan Penghargaan Kepada Atlit Yongmoodo

Pekalongan - Bertempat di halaman Makodim 0710 pekalongan,Dandim 0710 pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha memberikan piagam penghargaan kepada atlit yongmoodo kab pekalongan yang baru saja berprestasi mengikuti kejurprov jateng,pada senin(18/12).

Dalam sambutanya Dandim Muhammad Ridha menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setingi-tingginya atas prestasi yang sudah di raih, dan dalam kesempatan tersebut Dandim juga akan memberikan rekomendasi apabila salah satu dari atlit yang berprestasi tersebut berminat mengabdikan diri sebagai prajurit,pasalnya dari tiga orang atlit yang berprestasi tersebut masih ada satu orang yang masih duduk di bangku sekolah yaitu Erik dari Mahasiswa AKN Kajen.

Lebih lanjut Dandim menjelaskan bahwa di lingkungan TNI khususnya TNI AD, ada dua olah raga yang sedang di kembangkan yaitu Yongmoodo dan Silat, karena silat merupakan budaya lokal dan kearifpan budaya kita. diakhir sambutanya Dandim Muhammad Ridha mengajak segenap prajurit untuk mengajari anak anakya dengan  ilmu beladiri,karena dengan ilmu beladiri selain untuk menjaga kebugaran diri juga untuk membekali diri dalam rangka mempertahankan diri sendiri.


Kodim 0710 Pekalongan Gelar Apel Danramil Dan Babinsa

Pekalongan - Untuk meningkatkan kemampuan serta ketrampilan para aparat Kowil khususnya Danramil dan Babinsa, Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha membuka kegiatan Apel Danramil dan Babinsa tersebar Tahun Anggaran 2017, bertempat di Aula Serbaguna Makodim 0710/Pekalongan, Senin (18/12).

Dalam amanatnya, Dandim 0710/Pekalongan menyampaikan bahwa apel Danramil dan Babinsa ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serta ketrampilan para aparat Kowil khususnya Danramil dan Babinsa,meningkatkan wawasan serta menyamakan visi, persepsi dan interprestasi dalam menyikapi permasalahan aktual yang terjadi di wilayah, sehingga diperoleh kesamaan sikap dan tindakan di lapangan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD.

Lebih lanjut, kepada seluruh peserta apel Danramil dan Babinsa Dandim berharap,agar seluruh Aparat komando kewilayahan(Apkowil) mampu melaksanakan tugas secara optimal sehingga permasalahan-permasalahan yang mungkin timbul di wilayah dapat segera di antisipasi dan diselesaikan dengan baik.”Jelas Dandim Ridha.


Kegiatan apel Danramil dan Babinsa tersebut dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal,18 hingga 19 Desember 2017. Adapun materi yang di berikan antara lain,Sikap Ter,Metode Binter,Terorisme, Lima Kemampuan Ter,Bencal dan Aplikasi Sikap Ter. sedangkan untuk peserta meliputi seluruh Danramil dan Babinsa jajaran Kodim 0710 Pekalongan.**red (pendim 0710 Pekalongan ) 

Sunday, 17 December 2017

Danramil 03/Gringsing berikan bekal kepada peserta Diklatsar Banser

Batang -  Bertempat di Lapangan Desa Kebondalem Kecamatan Gringsing, pada 16/12 (malam)  Danramil 03/Gringsing Kapten Inf Sugito memberikan wawasan kebangsaan kepada 123 orang peserta PKD dan Diklatsar Banser PAC Ansor Kecamatan Gringsing Tahun 2017.

Dalam kesempatan tersebut Kapten Inf Sugito menyampaikan kewajiban Bela Negara bagi WNI karena dalam UU juga sudah tertulis bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut dalam usaha bela negara.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya, dari tanahnya yang  subur hasil tambang maupun energi melimpah, sehingga kita sebagai warga negara berkewajiban untuk menjaga dan melestarikannya.

Disamping itu Kapten Sugito juga mengajak kepada para peserta sebagai anggota Banser harus bisa menjadi tauladan di masyarakat serta Banser harus yakin bahwa ideologi negara kita satu satunya adalah Pancasila, Banser harus juga merupakan komponen cadangan setelah TNI POLRI yang merupakan benteng terdepan dalam mempertahankan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI harga mati serta UUD 1945, imbuhnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut maka Banser harus paham tentang Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, karena tidak menutup kemungkinan ada sekelompok orang di masyarakat yang akan bertanya, bagaimana Pilar pilar tersebut apabila dilihat dari segi agama yang mereka anut, tandas Kapten Gito.(Pendim 0736).

 
Copyright © 2017 Sapu Lidi Share on Next Generation.